Beberapa jam kemudian, tiba-tiba si Dina dan dua atasanku yaitu Bu Irma dan Pak Deni
datang. Lalu menuju ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepadaku dan Raffa.
“Kaira” kata Dina sambil memelukku dengan eratnya dan juga menangis. Aku pun jadi
terbawa suasana saking terharunya. Dia memang sahabatku yang paling mengerti
dan selalu support aku, so aku sedih banget harus berpisah dengannya.
“Jangan nangis dong Din. Gue kan jadi kebawa suasana.”
“Gue sengaja dateng telat biar bisa ngobrol lama sama Loe tau. Gue terharu sama Loe
akhirnya nikah. Meskipun sama orang lain sih.” Kata si Dina sambil bisik-bisik
karena takut kedengeran sama si Raffa.
“Kirain Loe ngga dateng Din. Loe dateng sama sapa aja? Mana pacar Loe?”
“Dia ngga ikut karena lagi ada acara sama keluarganya. Oh ya ini aku bawain kado spesial buat Loe. Wajib banget
Loe pakek pas malam pertama yaah hahaha.” Kata Dina.
“Apaan emangnya?”
“Nanti aja dibukanya, harus dipakek yaah pokoknya. Awas kalo ngga dipakek.”
“Hmmm iya iya. Thank u yaa uda mau dateng ke acara Gue. Btw, Loe jangan sampek bilang
ke Dika yaa. Gue belom bilang ke dia soalnya”
“Iya tenang aja. Tapi secepatnya Loe harus bilang ke dia yaah.” Perintah Dina.
Pesta pernikahan kami pun berjalan dengan lancar dan semua perlengkapan beserta
dekorasi pun segera dibereskan oleh pihak WO nya. Lalu aku dan Raffa menuju ke kamar
di lantai paling atas. Oh ya pesta tersebut diselenggarakan di hotel milik
Raffa. Tiba-tiba suara yang sangat tidak asing memanggilku.
“Kak Kaira?”
Betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa yang memanggilku adalah Dinda. Dia adalah
adik pacarku. Aku benar-benar spechless dan syok setengah mati. Aku tidak tau
apa yang harus kukatakan kepada dia. Ketika aku akan mengatakan sesuatu
kepadanya, tiba-tiba Raffa menarik tanganku dan masuk kedalam lift tanpa
mengatakan sepatah katapun kepada Dinda. Aku baru sadar kenapa si Dinda ada
disitu, jadi Dinda bekerja di sebuah restoran dimana restoran tersebut adalah
jasa cathering di pesta pernikahanku. Omaigad bagaimana jika dia mengatakan
kejadian ini kepada pacarku Dika. Lalu bagaimana kalau Dika meninggalkanku
bahkan membenciku seumur hidup. Aku nggak mau itu semua terjadi. Dika adalah
cinta pertamaku dan aku berharap bahwa dia adalah cinta terakhirku namun Tuhan
berkehendak lain. Aku justru harus menikah dengan seseorang yang tidak saling
mencintai bahkan dia sangat membenciku.
“Apa benar yang ku lihat tadi adalah kak Kaira. Lalu kenapa dia memakai gaun
pengantin. Tidak tidak, mungkin aku hanya salah lihat. Mungkin dia hanya mirip
dengan Kak Kaira. Kak Kaira kan sangat mencintai Kak Dika dan sebaliknya. Aku yakin
pasti hanya salah lihat saja” batin Dinda dalam hatinya.
Lalu Dinda menelfon Kaira untuk memastikan bahwa yang dia lihat itu adalah orang
lain dan bukan Kaira.
“Hallo kak Kaira? Kak aku baru saja melihat cewek yang mirip sekali dengan kakak, dia
menggunakan gaun pengantin dan hari ini adalah pesta pernikahannya. Dia benar-benar
sangat mirip kakak. Aku Cuma memastikan saja kalau itu bukanlah kak Kaira kan? Oh
ya kak Kaira sekarang dimana?” tanya Dinda.
“Eh itu bukan aku, mungkin hanya mirip saja. Aku sedang dirumah ini.” Jawabku.
“Syukurlah kalo begitu kak. Ok kak aku tutup dulu ya telfonnya. Bye kak.”
Aku lega sekali karena Dinda mengira bahwa itu bukanlah aku. Terimakasih Tuhan
telah menyelamatkan aku kali ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 402 Episodes
Comments
Rochayati
aku ko susah ya u larut dlm ceritanya....mungkin kalimatnya d8buat lebih natural x ya....tp ceritanya bagus....susunan kalimtnya yg masih kurang kena jreng....gitu
maaf ya thor
2021-03-22
2
Darnishdd Nis Hdd
kenapa g terus terang kaira...kasian dikanya
2021-01-19
2
ARSY ALFAZZA
bagus
2020-11-04
0