Tiba-tiba pertanyaan Dika membuatku gemetaran
“Kau hari ini tidak kerja ya, kok jam segini minta ketemuan sih yang? Terus waktu
aku telfon tadi kenapa tidak di angkat?”
“Em em aku capek yang makanya ambil ijin cuti sehari saja. Em em maaf tadi aku lagi
di jalan jadi nggak tau kalau kamu telfon sayang” jawabku sambil memikirkan
alasan yang pas agar dia tidak curiga kepadaku.
Tiba-tiba makanan kami datang. Waktu yang sangat pas sekali karena dengan makan dia pasti
tidak akan bertanya lagi.
Setelah makan, percakapan kami pun berlanjut
“Sayang, kita pacaran kan sudah lama. Apa nggak sebaiknya kita menuju ke jenjang yang
lebih serius saja ya? Akhir-akhir ini ibuku selalu menanyakan mu yang dan
sepertinya ibuku juga ingin kita cepat menikah yang. Bagaimana menurutmu?”
Aku syok mendengar pertanyaan Dika. Jujur aku sangat takut bahkan tidak siap
menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku takut Dika kecewa padaku dan aku
takut dia pergi meninggalkanku bahkan membenciku. Aku tidak ingin seperti itu.
Karena aku sangat mencintainya dan kami pun juga saling mencintai.
“Ehm gimana ya yang. Aku masih belum siap untuk menikah. Aku masih ingin berkarir
dulu, lagipula kedua ortuku juga belom menginginkan aku untuk menikah” jawabku
dengan sangat gugup.
“Lalu kapan kamu akan siap sayang? Jangan terlalu lama pacaran sayang. Kau tidak usah
khawatir aku pasti bisa mencukupi kebutuhan kamu dan pasti selalu
membahagiakanmu kok. Aku juga sudah punya tabungan yang cukup untuk biaya
pernikahan kita nanti. Lagipula adikku sebentar lagi lulus SMA, jadi aku bisa
fokus dengan kita saja sayang. Atau bagaimana kalau kita tunangan dulu sayang,
bagaimana menurut kamu?” tanya dia dengan antusias.
“Aku masih belom tau sayang. Tolong kasih aku waktu dulu ya. Nanti kalau aku sudah
siap pasti aku akan bilang ke kamu kok” jawabku.
Ponselku tiba-tiba berdering. Dan kulihat mamaku mengirim pesan kepadaku untuk
menyuruhku cepat pulang.
“Sayang, mamaku menyuruhku untuk pulang. Kita pulang sekarang yuk” aku pun langsung
berdiri untuk siap-siap pulang.
“Baiklah, aku akan antar kamu pulang”
“Tidak usah sayang, aku bisa pulang sendiri kok. Aku mau mampir ke supermarket
sebentar soalnya. Bye, aku pulang” aku langsung melarikan diri dan memilih
untuk kabur pergi pulang. Bisa gawat kalo aku diantar Dika pulang, bisa-bisa
akan ada perang dunia lagi nih batinku.
**
Sesampainya dirumah
“Darimana saja kau?” tanya papaku
“Ya kan Kaira dari fitting baju pengantin pa sama foto prewedding dengan si Raffa”
jawabku.
“Uda kamu jawab jujur saja Ra, tadi si Raffa menelfon papa kamu. Dia bilang kalau
kamu mau bertemu dengan pacar kamu, lalu Raffa bilang ke papa kamu kalau kami
tidak usah khawatir dan tidak perlu marah ke kamu karena si Raffa memang sudah
mengijinkanmu bahkan dia juga bilang kalau dia sangat khawatir bahkan sangat
mencintai calon istrinya. Kenapa juga sih kamu mesti ketemu sama Dika, gimana
dengan perasaan si Raffa. Uda lah kamu bilang jujur aja ke Dika kalo kamu akan
menikah dan putuskan saja dia, beres kan” kata mamaku.
Dalam hatiku, dasar licik kau Raffa kau berhasil menguasai kepercayaan ortuku. Bahkan
sekarang ortuku jauh lebih percaya kepada Raffa dibandingkan dengan aku anaknya
sendiri. Ya Tuhan tolonglah hamba.
“Maafkan Kaira ma pa. Yang penting kan aku mau menikah dengan si Raffa” jawabku.
Lalu aku langsung masuk ke kamar untuk istirahat. Sebelum istirahat aku mandi dulu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 402 Episodes
Comments
Yusria Mumba
sabar kaira,
2022-10-07
0
🍒 rizkia Nurul hikmah 🍒
kbnyakan kata tiba2 jd mngnggu . maaf aq unpav
2020-11-13
0
Zry Reisya Lamanepa
kapan nila sma orang kaya.... 🤣🤣🤣🤣
2020-11-03
2