**
Tiba-tiba hp ku berdering, ku lihat ada icon love, aku tau itu dari pacarku Dika. Lalu aku takut untuk mengangkat telfon dari Dika dan aku matikan saja hp ku.
“Wah nona cantik sekali pakai gaun ini, tubuh nona juga sangat pas dengan gaun ini.
Bapak sangat beruntung mendapatkan istri seperti nona ini loh” kata MUA
tersebut kepadaku dan kepada Raffa.
“Tentu saja mbak, saya tidak main-main dalam hal mencari istri. Dia sangat mencintai
saya begitu pula dengan saya. Sepertinya saya tidak bisa hidup tanpa dia mbak”
sahut dia dengan senyuman mempesona. Memang si kejam Raffa ini sangat tampan,
mapan dan so cool tapi tidak dengan sikapnya.
“Mari saya akan arahkan kalian untuk foto prewedding nya” kata fotografer disana.
Kami melakukan banyak pose untuk foto preweding nya. Aku merasa sangat canggung
dengan ini semua. Namun si Raffa sangat totalitas saat pengambilan gambar. Aku tau
bahwa dia dia terpaksa melakukan ini denganku tapi sikap totalitasnya itu
membuat semua orang berpikir bahwa kami adalah pasangan yang bahagia dan
harmonis. Aku hanya bisa senyum dengan terpaksa.
“Nona
tolong senyumnya lebih lepas lagi ya lebih ceria lagi, dagunya sedikit diangkat ke atas ya nona” kata fotografernya.
“Jangan bikin malu, turuti semua perkataanku” bisik Raffa ke telingaku.
Setelah beberapa jam pemotretan, akhirnya selesai juga.
**
Aku memberanikan menanyakan suatu hal terkait pesta pernikahan kami
“Tuan, bolehkah saya mengundang teman saya untuk datang di acara pernikahan nanti?”
tanyaku.
“Boleh, tapi aku yang menentukan. Kau hanya boleh mengundang temanmu sebanyak 10 orang
saja. Jadi pikirkan baik-baik. Aku mau kembali ke kantor untuk bekerja. Ingat ya
mulai saat ini dan seterusnya kamu tidak perlu dan tidak boleh bekerja lagi. Dan
satu lagi kau tidak berhak ikut campur semua kegiatan ku termasuk urusan
pribadiku. Aku pun juga tidak peduli dengan urusan pribadi mu” bentak dia
kepadaku.
“Berarti saya boleh bertemu dengan laki-laik selain Tuan?” tantang ku.
“Boleh, tapi jangan sampai ada siapapun yang melihat dan mengetahui nya termasuk
keluarga kita” kata Raffa.
“Baik Tuan saya mengerti. Saya pamit pulang dulu. Saya akan pulang ke rumah sendiri
saja karena saya ada urusan” pintaku
“Ok baiklah. Jaga dirimu karena minggu ini kita akan mengadakan pesta pernikahan. Jangan
bikin malu keluargaku dan nama baik ku. Oh ya ini pakai kartu kreditku. Pakai buat
beli baju baru yang bagus dan mahal. Aku jijik melihatmu menggunakan pakaian
murahan seperti itu. Bajumu itu menunjukkan betapa murahan nya dirimu” ejek
Raffa kepadaku sambil melemparkan kartu kredit kepadaku.
“Terimakasih banyak Tuan, permisi saya duluan” sambil ku bergegas berlari.
**
Aku menuju ke kafe tempat biasa aku bertemu dengan kekasihku Dika. Sesampainya disana
“Hai sayang, kamu nunggu lama ya? Maaf ya jalanan macet sekali”
“Aku barusan sampai kok sayang. Kamu mau pesan apa, biar aku pesankan sekarang”
“Aku mau pesan ayam geprek aja deh yang sama es campur pasti seger banget”
“Ok, pesanan mu tidak pernah berubah ya. Aku juga pesan yang sama kalo gitu yang”
kata Dika
Kami dari dulu selalu pesan menu makanan yang sama. Mungkin karena menu andalan di
resto ini dan yang pasti harganya paling murah. Karena jujur aja aku kasian
kalau pesan menu makanan yang banyak dan mahal, karena dia juga harus
menghidupi ibu dan adik semata wayangnya. Tapi kami selalu happy dan bahkan
sangat jarang ada pertengkaran di antara kami. Dika adalah temanku waktu SMP
dan SMA dulu, dan kami mulai pacaran sejak setelah lulus SMA sampai sekarang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 402 Episodes
Comments
Yusria Mumba
suka ceritany,
2022-10-07
0
Unyil
kasian Dika yg malang
2022-07-13
0
Dinda Natalisa
Hai author aku mampir nih kasih like jangan lupa mampir di novel ku "menyimpan perasaan" mari saling mendukung.
2021-03-12
1