Keesokan harinya di ruang tamu. Kedua ortuku sedang
bersantai nonton tv, karena hari ini hari minggu jadi kita hanya berdiam diri
di rumah.
“Ra, nanti malam kita di undang makan malam sama Pak
Adinataya, kamu harus dandan yang cantik ya, terus pakai tas sama sepatu yang
kemarin mama belikan. Okey, uda lah kamu ngga usah sedih, ini demi keluarga
kita, demi kamu juga nak. Mama dan papa ngga mau kamu menderita apalagi
kekurangan” kata mama sambil memelukku
“Baik ma” sahutku. Aku hanya bisa mengangguk. Karena
jika aku menolak keinginan ortuku, maka mereka akan mengatakan kalau aku anak
durhaka dan tidak patuh dengan ortu. Lagipula calon suamiku juga sudah jelas
latar belakangnya meskipun aku belom pernah bertemu sama sekali.Aku
hanya berharap semoga calon suamiku adalah orang yang baik, setia dan bisa
bertanggungjawab kepadaku.
**
Malam yang ditunggu-tunggu oleh kedua ortuku datang
juga. Rasanya gemetar sekali dan tidak ingin ikut dalam undangan makan malam
keluarga Pak Adinata. Tapi aku hanya bisa menuruti apa perkataan kedua ortuku
jika masih ingin dianggap anak berbakti.
“Ra, ayoo kita berangkat, jangan lelet” ajak papa
“Ra, nanti kamu harus senyum ya, kasih senyuman
paling manis buat keluarga Adinata dan juga calon suamimu, jangan bikin malu
keluarga kita yaa. Turuti kata-kata mama”
**
Setibanya di rumah keluarga Adinata
“Selamat datang pak arif, bu arif dan Kaira, ayo
silahkan masuk, anggap aja rumah sendiri ya karena sebentar lagi kita akan jadi
keluarga kan” sambut Bu Siska, istri Pak Adinata.
“Selamat malam semuanya, jangan sungkan-sungkan yaa”
sahut Pak Adinata
“Iya om, tante” sahutku. Gila rumahnya gede banget
kayak istana, di pojok ruang tamu ada lemari kaca yang berisi koleksi tas dan
sepatu. Itu pasti nilainya milyaran batinku dalam hati.
“Wah rumahnya gede, bersih dan wangi sekali” sahut
mamaku
Lalu kami langsung menuju ke meja makan untuk makan
malam. Dan tiba saatnya sang panheran pujaan kedua ortuku turun dari lantai dua
sambil memakai kemeja warna biru dan celana jenas yang auranya uda kayak artis
top. Harum semerbak aroma parfumnya sungguh menggetarkan hati, namun aku tetap
merasa sedih dengan perjodohan ini karena kabar yang beredar dia memiliki sifat
yang dingin bak kulkas dengan seseorang. Hal ini yang membuatku sangat takut
dan khawatir akan jadi seperti apa nanti jika aku menikah dengan beliau.
“Raffa, kenalkan ini pak Arif dan bu Wulan, lalu ini
Kaira calon istri kamu. Dia gadis yang cantik, polos dan baik lagi” kata Bu
Siska.
“Malam semuanya, saya Raffa” kata si Raffa.
Dia hanya menatap wajah papa dan mamaku tanpa
menatap sedikitpun kepadaku, menoleh saja pun tidak. Aku semakin takut
bagaimana nasibku nanti setelah menikah dengan nya. Oh Tuhan apa benar dia
jodohku, aku takut sekali menatap mata si Raffa, sehingga aku hanya menunduk.
“Nak Raffa, kamu benar-benar tampan sekali” sahut
mamaku sambil senyum-senyum ngga jelas.
Kami langsung memakan makan malam tersebut dengan
bahagia, namun tidak denganku.
Jadi, keluarga Pak Adinata ini memiliki tiga orang
anak yaitu Raffa Adinata, Rasya Adinata dan anak terakhirnya bernama Renata
Adinata. Raffa dan Rasya hanya berjarak 2 tahun saja. Dia tinggal di Surabaya
karena dia mengelola hotel yang berlokasi disana. Sedangkan si bungsu yaitu
Renata tinggal di luar negeri untuk kuliah S1 tepatnya di New York.
**
Ditengah makan malam,
“Oh ya, kami berencana pernikahan Raffa dan Kaira
untuk dipercepat ya, minggu depan acara akad nikah dan dilanjutkan dengan
resepsi di hotel kami saja. Semua persiapan uda matang karena maminya Raffa
juga sudah mengatur semuanya. Jadi kalian tidak usah khawatir, semua sudah
siap. Saya jamin acara resepsinya ini sangat mewah. Nanti juga kedua adik Raffa
yaitu Rasya dan Renata akan hadir di resepsi kalian” kata Pak Adinata
“Uhukk, Apa? Minggu depan om?” kataku sambil
tersedak makanan karena kaget dengan perkataan beliau. Jiwaku rasanya melayang
tidak karuan mendengar perkataan Pak Adinata. Betapa hatiku sangat hancur harus
menikah dengan seseorang yang belom aku kenal, dan bahkan berita yang beredar
dia memiliki sifat super dingin serta cuek dengan seseorang bahkan terkadang
kejam terhadap para bawahannya di kantor. Aku tau berita tersebut karena teman
smp ku ada yang bekerja di hotel milik Raffa Adinata.
“Kamu tidak usah khawatir dengan persiapan nya
Kaira, semua mami yang urus okey” Kata Bu Siska.
“Iya bu, tenang saja. Kaira pasti siap kok. Hehe ya
kan Kaira sayang” kata mamaku sambil memeluk tubuhku dan mengiyakan apa yang
dibilang oleh keluarga Adinata.
Setelah makan malam selesai dan pengumuman mendadak
tersebut, kami pun pamit pulang.
“Kami pamit pulang dulu ya pak bu” sahut papaku
“Kami sangat senang akhirnya kami bisa menjadi
keluarga yaa, kalian orang baik, saya yakin Kaira juga bisa menjadi istri yang
baik untuk anak kami Raffa” kata Pak Adinata.
“Tentu saja pak, anak saya ini setiap hari selalu
melakukan tugas rumah tangga dengan baik, karena selalu membantu pekerjaan saya
dirumah, iya kan nak?” sahut mamaku sambil tersenyum kepadaku.
Aku sedari kecil memang selalu diajarkan oleh kedua
ortuku untuk melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci dan memasak. Ya
mungkin karena aku anak tunggal dan seorang perempuan.
Dan betapa kagetnya aku, ketika si Raffa membisikkan
kata-kata kepadaku.
“Jangan harap kau akan menjadi seorang nyonya Raffa
Adinata, kalau bukan karena Papiku, aku tidak sudi menikahimu. Ingat itu” bisik
si Raffa di telingaku.
“Iya” kataku sambil
menelan ludah dan air mataku hampir saja menetes. Namun aku menahan nya agar
tidak sampai jatuh air mataku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 402 Episodes
Comments
mondhanu
napa dlu emakk gw ga punya kenalan ceo yaa..hadeeuuuhhh novel emanggg
2021-12-11
2
Ani feby
visual raffa biasa aja gak ganteng amat gak cocok dngan kaira. knpa gak ada visual dika.gnti author visual raffa yg macho
2021-08-01
2
Murti Widy
visual cowoknya kurang macho thor...
2021-03-16
2