.
.
Felix takjub melihat tempat itu, seperti taman bunga dengan pepohonan, ada beberapa ayunan, bangku taman bahkan air mancur besar di tengah-tengahnya. Dindingnya juga kaca, agar sinar matahari bisa masuk dengan leluasa.
Lianna menarik Felix hingga sampai di ayunan panjang yang cukup untuk tiga orang, mereka duduk disana.
“Oh iya, terima kasih bonekanya, aku sangat menyukainya” kata Lianna.
“Sama-sama... aku senang jika kau suka, aku khawatir kau tidak menyukainya karena kau pasti bisa membeli yang seperti itu dengan mudah”
“Felix?”
“Hmm?”
“Selama ini aku sekolah di rumah karena tidak suka jika banyak yang memperhatikanku, aku juga takut keselamatanku terancam”
Felix menoleh pada Lianna, menatapnya penasaran “lalu?”
Lianna ikut menatap Felix “aku sudah mendengar tentang kau dan Fabian, itu kan alasan kalian bisa berada di rumah sakit kemarin? Padahal kau tidak memiliki kekuasaan, asal usulmu pun tidak jelas,
tapi kau berani menantang Fabian dan tidak takut dengannya..”
Felix masih tidak mengerti dengan arah
pembicaraan ini “hmm.. lalu?”
“Ya.. pokoknya aku suka perjuanganmu.. walaupun aku kesal kau melakukannya karena Jini, apa kau menyukai Jini?”
Kenapa sekarang membawa Jini segala?
“Jini adalah temanku, jadi aku harus melindunginya, hanya itu.. dia sangat baik padaku, dan lagipula aku tidak memiliki teman selain Jini dan Handika, apa salah aku membantu dua temanku yang berharga? Fabian juga membuatku kesal karena membawa-bawa Handika, jadi aku memukulnya”
“Aku iri dengan mereka” celetuk Lianna
“Iri? Kenapa?”
“Karena mereka memiliki teman sepertimu” setelah mengatakan itu, Lianna meraih lengan Felix dan memeluknya.
“Lianna.. kenap –”
“Jadilah temanku juga! Dan lindungi aku seperti itu..”
Felix menatap ke dalam mata Lianna, kedua mata yang indah dan jernih itu membuatnya terpesona lagi, matanya berbinar seperti permata.
Lianna cantik sekali..
“Tapi – seperti yang kau tau, aku hanya anak yatim piatu yang miskin dan tidak memiliki apapun, kenapa kau mau berteman denganku?”
“Aku memiliki banyak uang, juga memiliki kekuasaan, aku tidak butuh teman yang memiliki segalanya karena aku sudah punya. Jadi, jangan mengatakan hal seperti itu lagi, kau tidak punya orang tua juga bukan salahmu kan? Lagipula, orang miskin mana yang bisa membeli apartemen mewah?”
Felix tersenyum mendengarnya “Aku mendapatkan lotre dan memenangkan banyak uang.. karena itu aku bisa membeli apartemen ini”
“Tidak masalah, kalau kau mau, aku bisa membantumu agar uang yang kau miliki bisa bertambah sampai dua atau tiga kali lipat”
Felix menggeleng “Tidak perlu Lianna.. dan – rahasiakan jika aku memiliki apartemen disini ya?”
“Jika aku merahasiakannya kau mau jadi temanku?”
Felix tertawa mendengarnya “Hahaha aku sudah menganggapmu teman karena kau baik sekali padaku”
Lianna melepaskan pelukannya di lengan Felix “Aku tidak baik! Aku hanya memanfaatkanmu agar aku punya teman saja”
“Baiklah baiklah.. ngomong-ngomong, dari mana kau tau semua informasi tentangku?”
“It.. itu..” Lianna menghindari tatapan Felix, malah membuat Felix curiga padanya.
“Katakan saja, aku tidak marah”
“Dari Danny..”
Sudah Felix duga, meski informasi tentangnya tidak sepenting itu juga sih..
Setelah itu Lianna berdiri, ia kembali menarik lengan Felix agar ikut berdiri.
“Ada apa?” tanya Felix.
“Kau tau tidak, ada yang mengunggah vidiomu di rumah sakit? Vidiomu telah ditonton sampai terakhir yang ku ingat satu juta lebih”
“Eh? Kamu serius? Yang waktu aku main piano itu kan?”
Lianna mengangguk, lalu ia menunjuk piano hitam yang berada di dekat air mancur “Ayo buat vidio lagi! Kali ini main piano denganku, oh iya.. kamu punya akun medsos?”
Felix mengernyit tidak mengerti “Apa itu medsos?”
“Astaga felix! Media sosial.. seperti Aiji, Tuiter”
“Ah.. itu.. aku tidak punya”
Lianna terlihat kesal “harus punya! Pokoknya
nanti harus bikin!” setelah itu Lianna mengeluarkan ponselnya, lalu menelfon
seseorang.
“Ke green house sekarang juga, bawa kamera untuk merekam vidio juga, yang paling bagus lah! cepat”
Lianna pun memutus telfonnya begitu saja, lalu kembali pada Felix dan tersenyum “Sambil menunggu, ayo mainkan beberapa lagu sebagai pemanasan” Lianna kembali menyeret Felix mendekati piano lalu duduk didepannya, kursinya panjang jadi bisa diduduki dua orang.
Ting!
Tidak mungkin... pasti misi khusus lagi! Kalau hadiahnya poin bebas maka Felix akan bahagia.
MISI KHUSUS:
Buat akun media sosial dan menjadi terkenal!
Note: Batas waktu satu menit
Apa ini?? Tumben tidak ada hadiahnya... biarkan saja lah.
Felixpun memilih mengabaikan misi tersebut karena dia malas membuat media sosial, ia mengantongi kembali ponselnya.
“Felix suka lagu apa? Apa kau tau lagu ini?” Lianna memainkan sebuah lagu yang indah
“Bukankah ini lagu boygroup idol yang terkenal akhir-akhir ini? Aku tau karena boygroup ini bekerjasama dengan anime favoritku, lagunya bagus sekali”
Lianna berhenti memainkan piano dan menatap Felix “Ternyata kau tau juga ya.. perusahaan kami memiliki kerjasama dengan agensi mereka, aku bahkan ditawari menjadi idol juga”
“Lalu kau tidak menerimanya?”
Lianna menggeleng “Tidak.. aku sudah terkekang, tidak perlu tambahan rantai lagi” gumam Lianna, tapi tentu Felix mendengarnya dengan jelas.
“Kau pasti terkenal jik – AAAHH!!”
Felix memegangi kepalanya yang sakit seakan mau pecah, selain itu ia juga mendengar suara sirine seperti sebuah suara peringatan.
Suara itu terus menggema di telinga Felix, tapi sepertinya Lianna tidak bisa mendengarnya sama sekali.
Lianna menatap Felix khawatir “Felix kau kenapa??” Tidak ia pedulikan Lianna yang panik melihatnya.
Felix yang tidak kuat menahan sakitnya akhirnya terjatuh di lantai, dengan tangan gemetaran ia meraih ponselnya.
Ada tanda segitiga merah dengan tanda seru, tanda peringatan.
PERINGATAN!!
Misi tidak dikerjakan akan mendapat hukuman!
Yaitu rasa sakit di kepala untuk anda dan saudara yang terhubung dengan anda.
Anda mendapat kesempatan sekali lagi, lakukan misi?
[Ya] [Tidak]
Segera setelah Felix memencet pilihan ‘ya’ rasa sakitnya segera hilang.
“Aku baik-baik saja Lianna.. jangan khawatir” kata Felix
Lianna yang tadinya panik, kini malah bingung melihat Felix yang sudah tersenyum seolah tadi tidak kesakitan sama sekali.
“Kau yakin? Ayo ke rumah sakit sekarang juga! Mungkin saja kau punya penyakit yang kau rahasiakan dari semuanya” kata Lianna.
Felix yang mendengar itu tertawa lalu menggeleng pelan “Aku sungguh baik-baik saja, oh iya.. aku ingin membuat media sosial sekarang, ayo ajari aku..”
“Kau mengalihkan pembicaraan!”
“Tidak, aku serius..”
Felixpun berdiri dari lantai dan kembali duduk di depan piano bersama Lianna “Huuuh, baiklah.. mana ponselmu”
Felix menyerahkan ponselnya pada Lianna, kemudian Lianna mengunduh aplikasi media sosial di ponsel Felix.
Felix tidak menyangka jika tidak mengerjakan misi akan mendapatkan hukuman seperti itu, pokoknya Felix tidak mau itu terjadi lagi. Untung saja Felix tidak punya siapa-siapa, jadi rasa sakit itu ia alami sendiri. Jika dia punya keluarga dan saudara, pasti saudaranya juga ikut merasakan sakit.
Baru kali ini Felix merasa lega dia sendirian di dunia ini.
“Ini sudah hanya begini??” tanya Felix setelah
akun Aiji selesai ia buat, ponsel sudah berada di tangannya, dan segera setelahnya ada notifikasi dari sistem yang menyatakan dia telah berhasil melakukan misi.
MISI LANJUTAN:
Upload foto bersama seseorang yang memiliki banyak pengikut!
Hadiah: ???
Ternyata ada lanjutannya misi yang tadi itu... dan, ini kenapa hadiahnya hanya tanda tanya begini? Apa ini berarti hadiahnya itu rahasia. Ya ampun, sistem ini bisa main rahasia-rahasiaan juga ya? Baiklah, terserah saja.
“Lix! Mau upload postingan pertama?” tanya Lianna
“Iya tapi.. itu –”
“Ayo foto denganku!” sambar Lianna, dia terlihat sangat bersemangat. Tapi Felix hanya tersenyum lalu mengangguk “Tentu!”
Setelah mereka mengambil beberapa foto, Felix mengunggah foto yang paling bagus. Karena Lianna sangat cantik, semua foto itu terlihat sangat bagus tidak butuh diedit atau diberi filter segala. Tidak lupa Felix menyebut akun Lianna juga di dalam postingannya.
Setelah itu, Felix juga mengikuti akun Lianna, Jini dan Danny. Entah Handika punya akun atau tidak, nanti saja Felix bertanya jika sudah sampai kosan.
SELAMAT!! Misi telah diselesaikan dengan baik, hadiah akan dikirim ke tempat parkir dalam apartemen Bluepearl khusus milik anda
Felix menoleh pada Lianna yang sedang mengutak-atik ponselnya sendiri dengan senyuman lebar.
“Lianna.. setelah merekam vidio bermain piano, mau mengantarku ke tempat parkir khusus milikku?” tanya Felix.
“Kau ingin melihatnya? Tentu, aku akan mengantarmu nanti.. punyamu ada di tempat parkir VIP”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
MulyoJati Putro JagadJenar
. .. .... jut
2025-01-07
0
Driyanto Kriswan
Awal gejala konglomerat, akhir gejala kolormlorot! Hi ha, jos!
2024-09-25
0
Fahmi Bagou
semangat sekali s felix
2024-08-19
0