Akan tetapi sesampainya di tempat itu, ia hanya melihat pemandangan yang begitu mengerikan di depan matanya.
Darah bersimbah dimana-mana, hanya mayat seorang prajurit dan 2 perampok yang masih utuh, sementara yang lainnya hanya tersisa potongan tangan dan kakinya saja.
Sementara itu prajurit yang melihat kejadian tersebut di depan matanya, hanya dapat menelan ludah melihat Ling Yan membunuh lawannya tanpa ekspresi.
Sementara itu, Zhu Qing dan Mu Qian yang baru saja sampai ke tempat itu sontak langsung memuntahkan isi perutnya saat melihat pemandangan di depannya.
Jenderal Wu yang menatap ekspresi wajah Ling Yan hanya bisa mengumpat di dalam fikirannya.
"Sudah kuduga anak ini tidak sesederhana yang ku bayangkan." Batin jendral Wu mengumpat keras di dalam hatinya.
Sebenarnya walaupun Ling Yan sudah terbiasa melihat darah, namun tetap saja ia baru kali ini melihat darah manusia yang ia bunuh dengan tangannya sendiri, dan setelah beberapa saat tubuhnya bergetar dan akhirnya Ling Yan pun jatuh pingsan karena itu.
*****
Di dalam alam bawah sadarnya Ling Yan kembali bertemu dengan Huo si api abadi yang menyerupai dirinya, ia sudah tidak terkejut lagi melihat wujud api itu karena sudah melihatnya sebelumnya.
"Ah aku masuk ke sini lagi." Batin Ling Yan.
"Kita bertemu lagi bocah, bagaimana perasaanmu setelah membunuh." Ucap api abadi.
Tubuh Ling Yan kembali bergetar saat Huo mengingatkan Ling Yan saat ia membunuh kelima perampok topeng darah itu.
"Heh dasar lemah, baru membunuh lima orang saja kau sudah seperti ini, bagaimana jika kau membunuh seratus orang dengan tanganmu." Ucap api abadi lagi mengejek.
"Aku...." Ling Yan tidak dapat berkata apa-apa dan hanya bisa menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap wajah Huo.
"Hei bocah bodoh, kau pernah berjanji pada senior Shen Long mu itu untuk melindungi semua orang yang kau sayangi bukan." Ucap api abadi.
Mendengar nama Shen Long di telinganya, Ling Yan mengangkat kepalanya dan kembali menatap Huo, lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Heh jika kau seperti itu karena hanya membunuh beberapa orang, kau tidak akan bisa melindungi mereka semua." Ucap api abadi.
Ling Yan hanya bisa tersenyum kecut mendengar perkataan Huo, pasalnya apa yang dia katakan memang benar, jika ia tidak terbiasa dengan itu semua, maka disaat hal seperti itu terulang kembali ia pasti tidak akan bisa melindungi orang orang yang ia sayangi.
"Sudahlah tidak perlu memikirkan itu semua, aku tau kau pasti bisa mengendalikan perasaanmu itu." Setelah mengatakan itu Huo lalu menghilang dari pandangan Ling Yan dan ia pun tersadar dari pingsannya.
Setelah kejadian malam berdarah itu Ling Yan tidak sadarkan diri selama 5 hari dan dibawa menuju istana bersama rombongan kerajaan.
Zhu Qing yang pada awalnya selalu bersikap ramah pada Ling Yan saat pertama kali bertemu, kini sedikit menjauh darinya saat mengetahui bahwa Ling Yan yang membunuh kelima perampok itu.
Ia menjadi seorang pendiam dalam waktu singkat, dengan ayahnya sekalipun ia tidak pernah seperti itu, namun setelah melihat pemandangan berdarah itu sikapnya berubah drastis.
Ada sedikit ketakutan dari dalam benaknya saat membayangkan kejadian itu, bahkan ia tidak pernah sekalipun menjenguk atau pergi melihat keadaan Ling Yan.
Namun setelah mengingat kembali saat Ling Yan menyelamatkan nyawanya dari pisau terbang yang dilemparkan ke arahnya, ia mulai berpikir bahwa Ling Yan melakukan itu untuk melindunginya.
Setelah 2 hari berselang akhirnya Zhu Qing sesekali pergi melihat keadaan Ling Yan walaupun hanya sekejap dan masih ada rasa takut di dalam benaknya.
Ia juga selalu menceritakan tentang Ling Yan yang menyelamatkan nyawanya pada ayahnya, dan sejak saat itu ia juga selalu menjenguk Ling Yan setiap saat.
Entah sejak kapan ada sedikit perasaan suka di dalam hatinya setelah Ling Yan menyelamatkan nyawanya malam itu.
*****
Saat Ling Yan mulai membuka matanya, ia merasakan sedang berbaring di sebuah kasur yang empuk dan berada di dalam ruangan yang cukup luas, samar-samar ia melihat langit-langit ruangan itu yang sedikit berkilau dimatanya.
"Dimana ini, apa yang terjadi padaku." Gumam Ling Yan bertanya sambil mengingat kembali kejadian yang ia alami sebelumnya.
Dan disaat ia berusaha bangkit dari tempatnya, tiba-tiba seorang pria berpakaian layaknya seorang tabib beserta seorang seorang pria dengan mahkota di kepalanya masuk kedalam ruangan.
"Ternyata kau sudah sadar anak muda." Ucap tabib itu Sambil tersenyum tipis melihat Ling Yan yang sudah sadar dari pingsannya.
"Dimana aku." Tanya Ling Yan.
"Anak muda, sekarang kau berada di istana kekaisaran." Jawab tabib itu.
"Tabib, apakah dia pendekar cilik yang sering di ceritakan oleh Zhu Qing." Tanya pria yang memakai mahkota itu.
"Benar yang mulia pangeran, dia anak muda itu." Mendengar perkataan tabib di dekatnya, pangeran Zhu Hyun langsung menghampiri Ling Yan dan mengucapkan rasa terima kasihnya karena ia telah menyelamatkan nyawa putrinya.
"Ling Yan, terimakasih telah menyelamatkan nyawa putriku, aku sangat berutang budi padamu." Ucap Zhu Hyun.
"Tidak perlu sampai seperti itu yang mulia, itu hanya kebetulan saja." Ucap Ling Yan sambil menggaruk kepalanya.
Tak lama kemudian seorang gadis cilik juga ikut memasuki ruangan, saat matanya berpapasan dengan tatapan mata Ling Yan, gadis cilik itu menunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya.
"Kau sudah sadar, bagaimana keadaan mu." Tanya Zhu Qing dengan wajah yang masih menunduk.
"Aku baik-baik saja tuan putri." Jawab Ling Yan singkat.
"Emm tidak perlu memanggilku seperti itu, panggil saja namaku, Zhu Qing." Ucap Zhu Qing yang tidak menyadari bahwa ayahnya pangeran mahkota Hyun sedang berada disana.
"Baik tuan putri, maksudku Zhu Qing." Ucap Ling Yan kaku.
Zhu Hyun yang melihat putrinya memiliki sedikit rasa ketertarikan pada Ling Yan hanya tersenyum melihat tingkah putrinya yang malu-malu.
"Bahkan ia tidak menyadari kehadiranku disini." Gumam Zhu Hyun.
"Zhu Qing apa yang kau lakukan disini." Tanya Zhu Hyun pada putrinya.
"Aku sedang.. eh... Salam ayahanda, sejak kapan ayahanda disini." Ucap Zhu Qing salah tingkah.
"Oh ayah sudah berada disini bersama tabib sejak kau menatap mata Ling Yan tanpa berkedip." Jawab Zhu Hyun yang menggoda putrinya.
Mendengar perkataan ayahnya, Zhu Qing semakin salah tingkah dibuatnya dan hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya karena malu.
"Baiklah ayah akan keluar sekarang, jika kau masih ingin berada disini bersama penyelamatmu, tidak apa-apa, tabib ayo kita keluar, kita tidak boleh mengganggu urusan anak muda yang sedang dilanda cinta." Ucap Zhu Hyun sambil tertawa lepas.
"Ayah!!!" Wajah Zhu Qing semakin memerah karena perkataan ayahnya.
Setelah kepergian tabib dan pangeran Zhu Hyun, rasa canggung mulai terasa diantara keduanya, sampai akhirnya Ling Yan mulai membuka suara untuk menghindari rasa canggung itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Ahmad Gatot
hadeh...pingsan lg MCny.....habis bunuh musuhny....gimana kalo musuhny blm mati semua...bisa"...Mcny....tewas deh......
2024-12-26
0
Lintong
pingsan terus,, letoyyyyyyyyy
2024-07-09
2
Reski Casper
duhh.. gara2 pingsan.. cincin penyimpanan para perampok GA dikuras
2024-06-29
2