"Baik yang mulia, hamba mengerti." Ucap pria yang menunggangi kuda itu.
Pria itu akhirnya menghentikan rombongan untuk beristirahat sejenak. Ia lalu memerintahkan beberapa rekannya untuk mencari sumber air untuk persediaan perjalanan.
Sementara itu karena merasa bosan duduk terus menerus di dalam kereta kuda, gadis kecil yang tengah duduk manis itu memilih keluar untuk berjalan-jalan sebentar.
"Bibi aku bosan duduk di sini terus menerus, bolehkah aku keluar sebentar untuk mencari udara segar?" Ucapnya.
"Hmm, tunggu sebentar. Jenderal!!" Ucap wanita itu memanggil pria yang melapor padanya sebelumnya.
"Ya yang mulia." Jawab pria itu.
"Hmm bisakah kau menemani tuan putri sebentar, ia ingin mencari udara segar." Ucap wanita itu.
"Tapi yang mulia, tempat ini sangat dekat dengan wilayah hutan kegelapan, akan sangat berbahaya bagi tuan putri jika ada seekor siluman yang tiba-tiba keluar dari dalam hutan." Ucap pria yang dipanggil jendral itu.
"Ayolah paman Wu, aku hanya ingin mencari udara segar, aku berjanji tidak akan pergi terlalu jauh, lagi pula ada paman Wu yang bisa menjagaku bukan." Pinta gadis kecil itu dengan wajah memelas.
Melihat wajah gadis kecil itu yang memelas, pria yang di panggil sebagai jendral Wu itu tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah gadis kecil yang berstatus sebagai tuan putri kekaisaran Wei itu.
Rombongan ini sebenarnya adalah rombongan keluarga kekaisaran Wei yang sedang dalam perjalanan pulang dari negara tetangga kekaisaran Ning menuju ibukota kekaisaran Wei.
Gadis kecil yang berstatus sebagai tuan putri kekaisaran Wei itu bernama Zhu Qing, ia adalah putri dari putra mahkota kekaisaran Wei pangeran Zhu Hyun.
Sementara wanita paruh baya yang sedang duduk bersama gadis kecil itu adalah bibinya yang bernama Mu Qian.
Pria yang dipanggil jendral atau paman Wu itu adalah jendral tertinggi kekaisaran Wei yang ditugaskan oleh pangeran Hyun untuk mengawal perjalanan Zhu Qing dan Mu Qian.
Sebenarnya alasan perjalanan rombongan putri Zhu Qing dan bibinya Mu Qian ini adalah untuk menjenguk kakeknya kaisar Ning yang sedang sakit, dan setelah kakeknya sembuh akhirnya rombongan ini kembali menuju kekaisaran Wei.
Ibu dari Zhu Qing adalah putri dari kaisar Ning yang diperistri oleh ayahnya Zhu Hyun, bisa dibilang Zhu Qing adalah tuan putri dari 2 kekaisaran yang berbeda.
"Tuan putri, jangan terlalu jauh, akan sangat berbahaya jika kita jauh dari rombongan." Ucap jendral Wu khawatir.
"Paman Wu kita baru berjalan sedikit kau sudah seperti itu, apalagi kalau aku berjalan lebih jauh lagi." Ucap Zhu Qing.
Zhu Qing lalu kembali berjalan di ikuti oleh jenderal Wu yang hanya bisa pasrah mengikuti kemana tuan putrinya itu berjalan.
Setelah beberapa saat akhirnya Zhu Qing berhenti di bawah pohon rindang dan menikmati angin yang berhembus menerpa wajah cantiknya.
Sementara itu jendral Wu terlihat sedang mengawasi sekelilingnya untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.
Zhu Qing yang menikmati angin yang berhembus kini menatap sekelilingnya, akan tetapi saat Zhu Qing mengedarkan pandangannya, mata lentiknya tertuju pada sebuah benda yang terlihat berkilau karena pantulan cahaya matahari tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Eh apa itu?" Ucapnya sambil menatap lekat pada benda berkilau yang tidak jauh dari tempatnya.
Sontak ia lalu berjalan menuju tempat benda yang berkilau itu, sementara itu jendral Wu yang masih sibuk mengawasi sekelilingnya, tidak menyadari bahwa putri Zhu Qing sudah tidak ada di tempatnya.
"Aaaaa!!" Teriak Zhu Qing histeris.
"Tuan putri, ah dimana tuan putri." Mendengar teriakan histeris Zhu Qing yang berasal dari arah hutan kegelapan, jendral Wu begitu panik dan dengan ilmu meringankan tubuh nya ia melesat cepat menuju Zhu Qing berada.
Tak perlu waktu lama bagi jendral Wu untuk menemukan Zhu Qing yang sedang terduduk di dengan wajah ketakutan.
"Tuan putri, apakah tuan putri baik-baik saja?" Jendral Wu bertanya dengan wajah khawatir.
"Paman Wu itu..." Ucap Zhu Qing menunjuk ke arah depan disertai dengan ekspresi wajah yang pucat.
Tatapan mata jenderal Wu lalu mengikuti kemana arah yang ditujukan oleh Zhu Qing, dan alangkah terkejutnya ia saat melihat tubuh seorang pemuda sedang terbaring disana dengan pakaian yang lusuh dan robek.
Jenderal Wu lalu mendekati dan memeriksa denyut nadi pemuda yang sedang terkapar itu, seketika ia merasakan denyut nadi pemuda itu yang menandakan bahwa ia masih hidup.
"Dia masih hidup." Ucapnya kepada Zhu Qing.
*****
Ling Yan yang merasakan sejuk di dahinya mulai tersadar dari pingsan dan perlahan membuka matanya, samar-samar ia melihat wajah seorang gadis cilik sedang duduk dan menatapnya.
Ia merasakan bahwa tempat ia berbaring saat ini adalah sebuah kereta kuda yang sedang berjalan, terdengar dari suara hentakan kaki kuda dan juga suara seseorang yang sedang memacu kuda itu.
"Kau sudah sadar." Ucap gadis kecil itu.
Setelah beberapa saat akhirnya pandangan Ling Yan berangsur membaik dan jernih, dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk bangkit dari tempatnya berbaring.
Tetapi saat ia berusaha untuk bangkit dari tempatnya berbaring, ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Ugh...." Lenguh Ling Yan yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Jangan terlalu banyak bergerak dulu, kau masih lemah, jangan memaksakan diri dulu, biar aku bantu.." Ucap gadis kecil itu sambil membantu Ling Yan untuk bangun.
Dengan bantuan dari gadis kecil yang ada di hadapannya Ling Yan akhirnya bisa bangkit dan duduk di tempatnya.
"Apa yang terjadi padaku? siapa kau? dimana aku? dan mengapa aku bisa ada disini." Ling Yan langsung menyerang Zhu Qing dengan empat pertanyaan sekaligus.
Terakhir kali yang Ling Yan ingat adalah ia terbaring pingsan tak sadarkan diri setelah dirinya berhasil keluar dari hutan kegelapan
karena kehabisan tenaga dalam pada saat ia sedang berlari dari kejaran siluman gorilla titan api dan berhasil kabur dan melukai siluman itu.
"Hei bisakah kau bertanya satu persatu, aku jadi bingung ingin menjawab yang mana dulu." Ucap Zhu Qing bingung.
"Emm maaf." Ucap Ling Yan.
"Pertama-tama aku akan memperkenalkan diri dulu, namaku Zhu Qing, tadi aku dan paman Wu menemukanmu sedang tak sadarkan diri di dekat wilayah hutan kegelapan, jadi kami membawamu bersama rombongan kami." Ucap gadis kecil itu.
"Oh iya kalau boleh tau siapa namamu, dan mengapa kau bisa tak sadarkan diri di dekat hutan yang berbahaya itu?" Tanya gadis cilik itu pada Ling Yan.
"Emm namaku Ling Yan, sebenarnya aku..." Belum sempat Ling Yan menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara berat seorang pria dari luar kereta kuda yang memanggil gadis kecil itu sebagai tuan putri.
"Tuan putri, bagaimana keadaan pemuda itu?" Ucapnya bertanya pada Zhu Qing.
"Dia sudah bangun paman Wu." Jawab gadis kecil di hadapan Ling Yan.
"Tuan putri?" Ucap Ling Yan bingung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
abu fadhilah
Kok makin ke sini alur ceritanya malah bikin bingung.
ah, ya sudahlah, toh aku cuma tinggal baca saja.
2024-08-29
0
Lintong
pingsan mlulu... orang biasa aja gak pingsan karena lari
2024-07-09
4
Muhammad akbar Akbar
lanjut
2024-07-04
0