"Senior Long, sepertinya sudah waktunya aku kembali ke kediamanku, maaf atas kelancanganku yang mengambil pedang dan cincin nat mu, aku berjanji akan menjadi kuat dan melindungi orang-orang yang aku sayangi, kalau ada waktu aku pasti akan kesini lagi dan mengunjungimu." Setelah mengatakan itu Ling berdiri lalu keluar dari dalam gua dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Tetapi pada saat ia sudah jauh sekali melangkahkan kakinya meninggalkan gua, ia tersadar akan sesuatu dan menghentikan langkahnya.
"Hmm aku masuk ke bagian terdalam hutan karena di kejar oleh siluman banteng, dan sekarang aku ingin keluar dari sini, tapi... aku kan tidak tau arah!!" Ling Yan ternyata baru menyadari saat ini ia tak tau ke arah mana ia akan pergi.
Ling Yan nampak berfikir beberapa saat, namun setelah lama berfikir, ia tidak kunjung menemukan solusi bagaimana agar ia bisa keluar dari hutan kegelapan.
Akhirnya sebuah ide konyol terlintas di fikirannya, ia lalu membasahi tangannya dengan air ludahnya dan memeriksa dari mana arah angin berhembus.
"Arah angin dari sana, kalau begitu aku akan mengikuti arah angin ini saja." Ucap Ling Yan.
Dengan kecepatannya Ling Yan melangkahkan kakinya menuju arah selatan hutan kegelapan, dan tanpa ia sadari ternyata ia berlari ke arah yang berlawanan dengan tempat tujuannya, entah apa yang tengah menunggunya di depan sana.
*****
Di kediaman Ling San, terlihat seorang wanita paruh baya sedang berkutat di dapur, ia sedang mempersiapkan banyak makanan yang sepertinya disiapkan untuk menyambut kedatangan seseorang.
Dari ruang tengah Ling San masuk ke dapur dan menjumpai istrinya sedang sibuk dengan masakannya.
"Yue'er, mengapa ada banyak sekali makanan yang kau masak." Ucap Ling San bertanya pada istrinya.
Mendengar seseorang memanggilnya Ling Yue sontak membalikkan badannya dan menjawab pertanyaan suaminya itu.
"Sudah satu tahun berlalu bukan, sebentar lagi Ling Yan pasti akan pulang ke rumah, aku memasak semua ini untuk menyambut kedatangan putra ku." jawab Ling Yue dengan senyum manisnya.
Mendengar perkataan istrinya, Ling San akhirnya teringat dengan perkataan Ling Yan yang ingin pergi ke hutan kegelapan untuk berlatih dan berjanji akan pulang setelah satu tahun.
"Benar juga, satu tahun sudah berlalu dan ini sudah waktunya Ling Yan untuk pulang, entah sudah sekuat apa dia sekarang." Batin Ling San.
Keduanya berfikir bahwa sebentar lagi Ling Yan pasti akan pulang, namun mereka tidak tau saja apa yang dialami oleh Ling Yan saat ini di hutan kegelapan.
"Anak itu sudah meninggalkanku selama satu tahun, awas saja jika dia tidak pulang hari ini." Ucap Ling Yue.
Sementara itu di dalam perjalanannya, Ling Yan berhenti sejenak karena merasakan hidungnya yang gatal.
"Hacciu!! Hahh siapa yang mengataiku di belakang." Ucap Ling Yan.
*****
Setelah 2 hari berjalan menuju arah selatan, Ling Yan akhirnya sudah berhasil keluar dari bagian terdalam hutan kegelapan dan saat ini sedang berada di bagian pertengahan, sudah dekat dengan bagian luar hutan.
Akan tetapi terlihat wajah Ling Yan saat ini sangat panik dan lari ketakutan seperti sedang dikejar oleh sesuatu di belakang sana.
Ternyata benar Ling Yan sedang lari dari kejaran siluman gorilla titan api tingkat delapan yang sepertinya itu adalah siluman yang sama yang mengejarnya sebelumnya.
Flashback on.
Dibawah gelapnya hutan kegelapan, Ling Yan terus melangkahkan kakinya menuju arah selatan berharap jalan yang ia tempuh adalah jalan yang tidak berbahaya.
Tapi setelah 2 hari menyusuri jalan yang ia tempuh, ia semakin terasa asing dengan keadaan sekitarnya yang tidak menunjukkan bahwa ia pernah berada di tempat itu.
Semakin Ling Yan melangkahkan kakinya semakin asing tempat yang ia lalui, ia lalu memiliki dugaan bahwa ia mungkin sudah masuk lebih dalam lagi ke hutan kegelapan ini.
Dugaan Ling Yan tidaklah salah, sekarang ini Ling Yan sudah berada di bagian terdalam hutan kegelapan yang di penuhi oleh siluman tingkat tinggi.
Akan tetapi entah mengapa selama 2 hari ini Ling Yan belum pernah bertemu dengan seekor siluman pun, namun entah mengapa saat ini Ling Yan memiliki perasaan bahwa ia sedang di awasi oleh sesuatu.
"Mungkin hanya perasaanku saja yang terlalu berlebihan." Ucapnya sambil mengangkat kedua bahunya.
Tiba-tiba suara auman keras di sertai keluarnya seekor siluman gorila titan api tingkat delapan mengejutkan Ling Yan tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Sepertinya aku mengenali siluman ini." Ucap Ling Yan.
"Ah kau yang di jurang waktu itu." Ucap Ling Yan lalu berlari sekuat tenaga.
Melihat mangsanya ingin kabur, gorilla titan api mengaum marah dan langsung mengejar Ling Yan, bahkan setelah Ling Yan berhasil keluar pada bagian pertengahan hutan kegelapan, siluman gorilla itu masih tetap mengejar Ling Yan hingga sampai pada situasi sekarang.
Flashback off.
"Ahh!! mengapa aku selalu di kejar oleh siluman seperti ini sih." Ling Yan berdecak kesal sambil berteriak dan berusaha kabur dari kejaran siluman gorilla titan itu.
Lama kelamaan Ling Yan mulai kehabisan kekuatan dan tenaga dalamnya, dengan modal kenekatan, Ling Yan memutuskan untuk melawan siluman gorila titan api itu.
Dengan mengerahkan seluruh tenaga dalam yang tersisa, Ling Yan memusatkan tenaga dalamnya ke telapak tangannya dan menyerang gorilla titan itu.
"Hah Api Abadi!!!" Ling Yan berteriak dan mengeluarkan aura api abadi pada kedua tinjunya.
"Jika serangan ini tidak berpengaruh terhadap siluman ini, maka habislah aku." Ucap Ling Yan.
"Seribu Pukulan Api!!." Dengan sisa tenaga dalam yang ia miliki, Ling Yan mengarah tinju apinya pada siluman itu dan berhasil mengenai lengan kanannya hingga menimbulkan luka yang cukup dalam.
Siluman gorilla titan api itu nampak kesakitan dan sangat marah, namun saat siluman itu ingin menyerang Ling Yan lagi, tatapan mata Ling Yan yang sangat tajam membuatnya ragu.
Karena merasa terintimidasi oleh tatapan mata Ling Yan, gorilla titan api itu memilih untuk tidak mengejar Ling Yan lagi dan berlari kembali masuk ke dalam hutan.
Melihat siluman itu kabur Ling Yan akhirnya bisa bernafas lega, dengan sisa-sisa tenaganya ia terus melangkahkan kakinya dan berhasil keluar dari dalam hutan kegelapan, namun saat ia berhasil menemukan jalan keluar, Ling Yan kehabisan semua tenaga dalamnya dan jatuh pingsan.
*****
Di dalam sebuah kereta kuda, terlihat seorang gadis kecil berusia 12 tahun tengah duduk manis bersama dengan seorang wanita paruh baya yang memiliki paras yang cukup cantik.
"Yang mulia, sebentar lagi kita akan memasuki area perbatasan antara kedua kekaisaran, tetapi sepertinya persediaan air kita tidak akan cukup untuk melanjutkan perjalanan." Ucap seorang pria yang menunggangi kuda serta berpakaian armor lengkap dengan senjatanya.
"Kalau begitu berhenti sejenak untuk beristirahat, cari sumber air di sekitar sini, dan ingat jangan terlalu lama karena ini sangat dekat dengan area hutan kegelapan, akan sangat berbahaya jika kita bertemu dengan siluman." Ucap wanita yang di panggil yang mulia itu.
"Baik yang mulia, hamba mengerti." Ucap pria yang menunggangi kuda itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Ryan Sutardjo
Lanjut Thor
2024-06-04
2
baim aja
knapa nih
2024-05-28
0
Andi Wawan99
tidk jadi kasih bintang dan like ... pendekar perak pingsan 🤣🤣🤣🤣
2024-05-16
3