"Aku merasakan aura api yang sangat kuat, sepertinya ini berasal dari seekor siluman elemen api yang setidaknya sudah berada di tingkat dela...." Ling Yan tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara auman yang menggelegar dari arah sebelah kanan Ling Yan, lalu muncul sesosok siluman dari dalam semak belukar dengan tubuh yang diselimuti oleh api.
"I itu..... itu adalah...." Ling Yan tidak bisa berkata apa-apa saat seekor siluman tingkat tinggi muncul di hadapannya.
Siluman yang ada di hadapan Ling Yan saat ini adalah jenis gorilla titan api tingkat 7. Tidak seperti siluman biasa, walaupun siluman ini berada di tingkat 7 tapi kekuatan dari siluman jenis ini sudah mendekati kekuatan pendekar senior .
"Bocah Ling, itu adalah gorilla titan api tingkat 7, gunakan tenaga dalam yang kau miliki dan lari secepat yang kau bisa." Hao menyadarkan Ling Yan yang terdiam.
Mendengar perkataan Hao, Ling Yan akhirnya tersadar dari lamunannya dan sontak mengikuti apa yang di katakan oleh Hao.
Dengan segenap kekuatan dan tenaga dalam yang ia miliki, Ling Yan kembali berlari menghindari bahaya yang sedang berada di belakangnya.
Aksi kejar-kejaran kembali terjadi, gorilla titan api yang melihat Ling Yan sebagai mangsa yang mencoba kabur, dengan cepat langsung berlari mengejarnya dari belakang.
"Mengapa hari ini aku begitu sial!! pertama serigala, kedua banteng, dan sekarang mengapa aku dikejar gorilla lagi." Teriak Ling Yan menggerutu.
"Simpan omong kosong mu itu nanti, lihat ia sudah mulai menyusul mu." Hao memperingatkan.
Dengan sekuat tenaga Ling Yan berlari, tetapi siluman itu tetap mengejarnya hingga kini ia berada pada situasi terpojok dan berhenti di depan sebuah jurang yang dalam.
"Sial!! apa lagi ini?" Gerutu Ling Yan yang saat ini berada di depan jurang itu.
Ling Yan mencoba kembali ke arah berlawanan, namun ternyata siluman itu sudah menyusul Ling Yan dan kini sedang berjalan perlahan mendekati Ling Yan.
Ling Yan menggertakkan giginya dan mencoba memutar otaknya agar bisa menghindari situasi yang ia alami saat ini, tetapi siluman gorilla itu tidak mengizinkan Ling Yan untuk berpikir dan langsung bergerak menyerang Ling Yan.
"Ingin memakan ku, tidak semudah itu." Karena sudah tidak memiliki pilihan lain, dengan modal kenekatan, Ling Yan melompat kedalam jurang dan hanya bisa berharap pada keberuntungannya.
*****
Sementara itu di kediaman Ling San, terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di ruang tengah bersama dengan suaminya.
Terbesit sebuah perasaan tidak enak di dalam hatinya seakan ada sesuatu yang janggal telah terjadi.
Ling San yang melihat istrinya sedang gelisah langsung menanyainya. "Ada apa Yue'er, apa kau tidak enak badan? kau terlihat sedikit pucat." Ucap Ling San bertanya pada istrinya.
"Aku baik baik saja suamiku, hanya saja aku sedikit merindukan Ling Yan, entah apa yang sedang ia lakukan sekarang, apakah dia baik-baik saja?." Ucap Ling Yue khawatir.
Mendengar perkataan istrinya, Ling San mencoba memeluk dan menenangkannya, sesungguhnya Ling San juga merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan oleh Ling Yue, bahkan ia juga merasa bahwa mungkin sekarang ini Ling Yan sedang berada dalam masalah.
Tetapi karena tidak ingin membuat istrinya menjadi lebih khawatir, Ling San memutuskan untuk membuang jauh-jauh pikirannya itu dan tidak memberitahukannya kepada Ling Yue.
"Tenanglah Yue'er, kau harus yakin dengan Ling Yan, dia pasti baik-baik saja sekarang." Ucap Ling San yang mencoba menenangkan hati istrinya itu.
"Kau sendiri berkata seperti itu, tapi sebenarnya kau juga sangat khawatir padanya." Batin Ling Yue.
*****
Sementara itu siluman gorilla titan api yang melihat mangsanya memilih melompat kedalam jurang yang ada di depannya, saat ini hanya mendengus sambil menatap kedalam jurang itu.
Gorilla itu pun membalikkan tubuhnya dari sana dan pergi tanpa berbalik lagi. Sedangkan Ling Yan yang melompat ke dalam jurang ternyata berhasil selamat karena bergantung pada dahan pohon yang tumbuh di tebing jurang itu.
"Huhh, hampir saja, ternyata aku masih beruntung karena ada dahan pohon ini, sial, hampir saja aku mati konyol tadi." Ucap Ling Yan seraya menghela nafas lega.
"Kau hampir mati karena kecerobohan mu sendiri dasar bodoh." Mendengar perkataan Huo, Ling Yan hanya bisa terkekeh.
"Hahh sudahlah, sekarang, bagaimana caranya agar aku bisa naik ke atas." Gumam Ling Yan.
Ling Yan yang kebingungan kini mengarahkan pandangannya ke sekelilingnya untuk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk naik ke atas.
Tetapi pada saat Ling Yan membalikkan pandangannya ke arah bawah, ternyata tepat dibawah dahan pohon tempatnya bergelantung ada sebuah gua di tebing jurang itu.
"Mengapa bisa ada gua di tebing jurang seperti ini?" Ling Yan yang merasa penasaran, kini melepaskan genggamannya dari dahan pohon itu dan melompat ke mulut gua di bawahnya.
Ling Yan pun mendarat dengan santai di depan mulut gua itu, ia lalu menatap dan menyusuri gua itu dengan pandangannya.
"Ini pasti bukan sebuah kebetulan, bagaimana bisa ada gua di tebing jurang yang tinggi di hutan kegelapan." Ucap Ling Yan.
Karena penasaran dengan apa yang ada di dalam gua itu, walaupun ada rasa ragu di dalam hatinya, Ling Yan memberanikan dirinya masuk kedalam hingga sampai ke dasar gua itu.
Tetapi saat ia baru beberapa langkah memasuki gua yang cukup dalam itu, Ling Yan merasakan sebuah aura yang begitu kuat keluar dari dalam sana.
"Ugh aura yang begitu kuat." Batin Ling Yan.
Sementara itu Huo si api abadi di dalam tubuh Ling Yan juga merasakan hal yang sama.
"Bocah, tempat apa yang sedang kau masuki ini, mengapa aku merasa ada aura yang sangat kuat di sini?" Ucap Huo bertanya di dalam fikiran Ling Yan.
"Aku juga tidak tau, tetapi entah mengapa jiwaku seperti terpanggil untuk masuk kedalam." Ucap Ling Yan.
Ling Yan lalu melangkahkan kakinya lagi dan terus berjalan menyusuri gua itu. Perlahan ia sudah berada di dasar gua dan tidak sengaja menendang sesuatu seperti tulang yang berserakan.
"Apa itu, apakah aku baru saja menendang tulang." Ucap Ling Yan yang tidak bisa melihat keadaan di dalam gua karena gua yang gelap.
"Bocah, gunakan elemen api mu untuk menciptakan cahaya." Ucap Huo pada Ling Yan.
"Ahaha aku tidak tau, bagaimana cara melakukannya." Ucap Ling Yan menggaruk kepalanya.
"Dasar payah, pusat kan tenaga dalam yang kau punya pada telapak tanganmu lalu keluarkan kobaran elemen api yang kau miliki." Ucap Huo.
"Baiklah akan kulakukan." Ling memusatkan tenaga dalamnya ke telapak tangan dan mengeluarkan kobaran elemen api yang ia miliki.
Terlihat kobaran api berwarna biru keluar dari telapak tangannya, dan membuat pancaran cahaya di dalam gelapnya gua itu.
Ling Yan yang melihat warna api berwarna biru keluar dari telapak tangannya merasa sedikit kebingungan, karena api pada umumnya kebanyakan berwarna merah, tetapi warna elemen api yang ia miliki dan ia lihat saat ini adalah warna api biru yang membara.
"Kau tidak perlu bingung dengan warna elemen api yang kau miliki, karena itu adalah warna dari wujud api ku" Ucap Hao.
Mendengar perkataan Hao, Ling Yan hanya manggut-manggut dan kembali mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.
Alangkah terkejutnya ia saat mengetahui ternyata yang ia tendang barusan benar-benar sebuah tulang, tetapi yang paling membuatnya terkejut adalah tulang yang ada dihadapannya saat ini bukanlah tulang hewan atau siluman dan sejenisnya, melainkan sebuah tulang kerangka manusia yang sepertinya mati di dalam gua itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Upik Sky
up
2024-06-06
2
Ryan Sutardjo
Up
2024-06-04
0
baim aja
walahh
2024-05-28
0