"Ah aku ingat, saat aku masih berusia 7 tahun, aku pernah jatuh kedalam jurang karena terpeleset saat bermain dengan Ling Mei, menurut yang aku ingat saat aku terjatuh aku hanya melihat sebuah kobaran api biru yang menyelimuti seluruh tubuhku dan aku berhasil selamat." Batin Ling Yan.
"Apakah kau adalah kobaran api biru yang menyelamatkanku saat jatuh kedalam jurang 5 tahun yang lalu?" Ucap Ling Yan bertanya.
"Akhirnya kau sudah mengingatnya bocah, itu memang benar, aku adalah kobaran api biru yang kau lihat, aku adalah salah satu dari inti kekuatan api spiritual, banyak yang menyebutku sebagai kobaran api abadi." Kata suara misterius itu.
"Api abadi? aku pernah membaca sebuah buku di dalam perpustakaan Klan Ling berjudul api spiritual, menurut apa yang ada di dalam buku itu, kau adalah api abadi yang berada di urutan kedua dari seratus api spiritual yang ada di dunia." Jelas Ling Yan.
"Oh benarkah? apakah aku sekuat itu hahaha." Api abadi tertawa didalam fikiran Ling Yan.
"Bocah bodoh, sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu." Ucap api abadi itu lagi.
"Berterima kasih, atas dasar apa?" Ucap Ling Yan bertanya.
"Terima kasih atas tenaga dalam yang selama 5 tahun ini kau berikan padaku, berkat tenaga dalam itu, aku akhirnya bisa memulihkan kekuatanku yang hilang." Jawabnya.
"Tenaga dalam, 5 tahun, apa!! jadi kau yang selama ini menyerap seluruh tenaga dalam yang kumiliki saat aku mencoba menerobos." Ling Yan berteriak kesal.
"Hei bocah, aku hanya menyerap tenaga dalam mu selama lima tahun, mengapa kau sampai begitu kesal, lagi pula aku sudah mengembalikan seperempat dari semua tenaga dalam yang aku ambil." Ucap api abadi tanpa merasa bersalah.
"Apa seperempat, itu berarti kau menyerap tenaga dalam ku yang setara dengan kekuatan pendekar perak. Gara gara kau, aku jadi bahan hinaan semua orang, bahkan Ling Mei yang aku anggap sebagai adikku sendiri juga orang-orang terdekat ku semuanya menjauhiku dan menganggap diriku sebagai sampah." Ucap Ling Yan sangat kesal.
"Bahkan sekarang hanya paman Hao, Xui kedua orang tua ku saja yang selalu menyemangati diriku, ini semua karena dirimu dasar api payah." Ucap Ling Yan yang air matanya sudah mulai menetes.
"Aku mengerti perasaanmu bocah, selama ini kau menjadi seperti orang yang terbuang memang karena aku, tetapi aku juga tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan itu, karena jika kekuatanku menghilang, maka kau pun akan ikut mati bersamaku." Ucap roh inti api abadi.
"Sebagai gantinya aku akan menjadi kekuatanmu, bukankah kau juga membutuhkan kekuatan untuk melindungi keselamatan orang orang terdekatmu." Ucap api abadi.
Mendengar perkataan api abadi, Ling Yan mengusap air matanya dan kembali mengangkat kepalanya.
"Kau benar, aku akan menjadi kuat untuk melindungi semua orang yang aku sayangi." Ucapnya.
"Tapi sebelum itu, kau harus menghadapi bahaya yang datang karena teriakan mu barusan." Ucap api abadi lagi.
"Hah bahaya apa yang kau maksud?." Bertanya dengan wajah yang polos.
Tiba-tiba terdengar suara auman keras dari seekor siluman yang mulai mendekat ke arahnya. Tanpa Ling Yan sadari ternyata ia memancing kedatangan siluman banteng tanduk besi tingkat empat yang kekuatannya setara dengan pendekar emas bintang 3.
"Itu adalah banteng tanduk besi tingkat empat, setidaknya paling rendah ia lebih kuat dari seorang pendekar emas bintang 3, dia bukan tandingan mu sekarang." Ucap api abadi dari dalam tubuh Ling Yan.
"Tapi tadi kau bilang kau bisa melindungi ku bukan." Ucap Ling Yan memastikan.
"Tadinya bisa, tapi sekarang kekuatanku sedang melemah setelah mengembalikan tenaga dalammu itu." Ucap api abadi.
Banteng tanduk besi yang berada di hadapan Ling Yan mulai bersiap untuk menyerangnya dan mengambil ancang-ancang.
"Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang, sepertinya ia sedang marah." Ucap Ling Yan.
"Lari!!"
Mendengar perkataan api abadi Ling Yan lalu berlari dengan cepat dan kabur dari tempat banteng tanduk besi sebelumnya.
Dengan kekuatan fisik dan kemampuan barunya Ling Yan dapat berlari dengan kecepatan 200 km perjam, dia berlari secepat mungkin untuk menghindar dari kejaran siluman banteng itu.
Akan tetapi siluman banteng tingkat 4 bukanlah pelari yang buruk, dengan kecepatannya, banteng itu dengan mudah dapat mengejar Ling Yan dan menyusulnya.
Dengan sekuat tenaga Ling Yan berlari, namun tetap saja siluman itu tidak menyerah untuk mengejarnya. Tanpa sadar dengan keadaan sekitarnya, Ling Yan terus berlari menuju ke arah bagian pertengahan hutan kegelapan.
Hingga menjelang malam hari Ling Yan terus berlari semakin jauh masuk kedalam hutan kegelapan, dan tanpa ia sadari ternyata siluman banteng itu sudah tidak lagi mengikutinya, bahkan ia sudah sangat jauh meninggalkan siluman itu.
"Hmm ada apa, mengapa siluman itu sudah tidak mengejar ku lagi? apa dia kelelahan?." Ling Yan bertanya-tanya sambil menengok ke belakang.
"Aku juga tidak mengerti, sepertinya siluman itu memang kelelahan." Api abadi ikut bicara membenarkan perkataan Ling Yan.
Tanpa Ling Yan sadari, ada dua pasang mata raksasa sedang menatapnya dari belakang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Ling Yan yang sudah memastikan bahwa siluman banteng sudah tidak mengejarnya lagi, mulai memeriksa sekelilingnya, setelah beberapa saat, Ling Yan kemudian baru tersadar kalau ia saat ini berada di tempat yang begitu asing baginya.
"Tempat apa ini, sepertinya aku belum pernah sekalipun berada disini?." Ling Yan menatap sekelilingnya dengan wajah kebingungan.
Api abadi yang seakan sadar dengan keadaan sekitarnya kini merubah nada bicaranya menjadi serius "Tidak mungkin, bukankah ini... Bocah, mengapa kau bisa seceroboh ini." Roh api abadi bertanya dengan nada bicara yang sedikit tinggi.
"Apa maksudmu? aku kan hanya berlari sekuat tenaga seperti yang kau katakan tadi." Jawab Ling Yan pada api abadi.
"Aku memang menyuruhmu berlari sekuat tenaga, tapi aku tidak menyuruhmu berlari hingga masuk ke bagian terdalam hutan kegelapan ini." Ucap api abadi yang kesal.
"Apa!! maksudmu kita sekarang berada di bagian terdalam hutan." Ucap Ling Yan sedikit panik.
"Dasar bodoh, pantas saja siluman tingkat 4 tadi tidak mengejarmu lagi, sebenarnya dia tidak kelelahan, tetapi kau yang sudah melewati batas dan masuk ke tempat yang bahkan sangat ia takuti." Ucap api abadi marah.
"Ugh, sepertinya ada sesuatu yang sedang mengawasi kita, apa kau merasakannya?" Ling Yan bertanya sambil mulai memasang wajah waspada terhadap sekitarnya.
"Hei aku punya nama, kau bisa memanggilku dengan sebutan Huo (yang berarti api)."
"Baiklah baiklah apa kau merasakannya Huo?" Tanya Ling Yan malas.
"Ya, aku merasakan hawa membunuh yang begitu tinggi, sepertinya yang sedang mengawasi kita berdua adalah seekor siluman tingkat tinggi." Jawab api abadi.
Ling Yan kini terus memandang ke sekelilingnya dengan wajah waspada dan terus mengawasi sekitarnya dengan sangat teliti.
"Aku bisa merasakan aura api yang sangat kuat, sepertinya ini berasal dari seekor siluman elemen api yang setidaknya sudah berada di tingkat dela...." Ling Yan tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara auman yang menggelegar dari arah sebelah kanan Ling Yan, lalu muncul seekor siluman dari dalam semak belukar dengan tubuh yang diselimuti oleh api.
"I itu..... itu adalah...." Ling Yan tidak bisa berkata apa-apa saat seekor siluman tingkat tinggi muncul di hadapannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Luthfi Aamiin
325⁵
2024-06-29
2
Ryan Sutardjo
Lanjuut
2024-06-04
0
baim aja
hahaha cerdas
2024-05-28
0