"Sebenarnya tadi aku datang ke rumah kak Ling Yan untuk membawakan cemilan, tapi paman Ling San bilang kak Ling Yan sedang berada di sini untuk berlatih, jadi aku menyusul kak Ling Yan kesini dan menemukan kak Ling Yan pingsan disana." Jawab Ling Xuilan.
"Oh iya mengapa kak Ling Yan bisa pingsan?" Ling Xuilan membuka suara dan kembali bertanya.
"Ahaha sepertinya aku terlalu memaksakan diri saat latihan tadi." Jawab Ling Yan.
"Oh iya aku membawa cemilan untuk kak Ling Yan, ini aku yang membuatnya sendiri." Ucap Xui sambil memperlihatkan keranjang yang ia bawa.
Ling Xuilan membuka keranjang makanan yang ia bawa dan memberikannya kepada Ling Yan.
Terlihat beberapa kue kering berbagai macam jenis dan rasa yang berbeda.
"Ini cobalah." Sambil memberikan salah satu kue buatannya kepada Ling Yan.
Ling Yan lalu menyambut kue itu dan memakannya, tanpa ia duga ternyata kue buatan Xuilan terasa sangat enak.
"Bagaimana rasanya, enak?" Ling Xuilan bertanya dengan nada sedikit gugup.
"Wah ternyata Xuilan sangat pandai membuat kue, rasanya manis seperti orang yang membuatnya." Ucap Ling Yan sedikit menggoda Ling Xuilan.
Mendengar perkataan Ling Yan memuji masakannya, Xuilan menundukkan kepalanya dengan wajah yang memerah padam karena malu.
"Ada apa Xui, mengapa kau menunduk, dan mengapa wajahmu memerah." Ling Yan kembali menggodanya.
"Kak Ling Yan menyebalkan." Teriakannya.
Karena merasa sangat malu akhirnya Ling Xuilan memberikan keranjang makanannya pada Ling Yan dan berlari pergi meninggalkannya.
Sementara itu Ling Yan yang merasa kebingungan karena Ling Xuilan yang salah tingkah, hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ada apa dengannya, aku kan hanya menggodanya saja." Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ling Yan lalu kembali memakan kue yang diberikan oleh Ling Xuilan dengan lahap, namun karena terlalu banyak, ia memutuskan untuk membawa sisanya pulang ke rumah.
"Sebaiknya aku pulang, jika aku terus memaksakan diri seperti tadi aku pasti akan pingsan lagi." Ucapnya.
Ling Yan lalu memutuskan untuk pulang menuju rumahnya, tak lupa ia juga membawa keranjang makanan milik Ling Xuilan tadi.
Dalam perjalanan menuju kediamannya, Ling Yan terus memikirkan cara bagaimana agar ia dapat memperoleh kekuatan fisik yang kuat dalam waktu yang cepat.
"Latihan yang kulakukan di gunung sepertinya tidak terlalu berefek pada peningkatan kekuatan fisikku, aku harus mencari cara berlatih yang lebih baik untuk mencapainya."
Tiba-tiba Ling Yan teringat akan suatu tempat yang bisa ia jadikan sebagai tempat berlatihnya.
"Oh iya, jika aku bisa melatih kekuatan fisikku disana, maka bukan hanya fisikku yang meningkat, namun kemampuan bertarung ku juga." Gumamnya pelan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan membicarakan tentang hal ini dengan ayah setelah di rumah nanti." Ucap Ling Yan lalu bergegas mempercepat langkahnya.
Sesampainya di kediamannya, Ling Yan mendapati ayahnya sedang melatih jurus tingkat tinggi yang sebelumnya diberikan kepadanya.
"Seribu pukulan angin!! hyahh." Teriaknya lantang dan mengarahkan serangannya pada batu yang cukup besar di halaman depan kediaman orang tuanya itu.
Betapa kagumnya Ling Yan saat melihat kekuatan dari serangan jurus yang di gunakan oleh ayahnya itu, batu yang menjadi sasaran dari ayahnya tadi, terlihat memiliki bekas pukulan yang dalam dan bukan hanya 1 melainkan banyak bekas.
"Serangan yang begitu hebat, seperti inikah kekuatan seorang pendekar berlian." Ling Yan menatap ayahnya kagum.
Ayah Ling Yan sendiri adalah seorang tetua Klan Ling yang memiliki kemampuan pendekar berlian bintang 3, dan juga pendekar pengguna elemen angin.
Ling San yang menyadari kedatangan putranya, kini menghentikan kegiatannya dan mendekati Ling Yan yang sedang melongo.
"Ling Yan, kau sudah pulang, bagaimana latihan mu, oh iya tadi Xui datang mencari mu, dan menyusul mu ke bukit, apakah kau bertemu dengannya." Ling San langsung menyambut Ling dengan banyak pertanyaan.
"Latihan ku berjalan lancar ayah, aku sudah bisa lari mendaki bukit seratus kali sambil membawa beban, aku juga sudah bertemu Xui tadi, dia membawakan makanan untuk ku." Jawab Ling Yan menjawab semua pertanyaan ayahnya, walaupun ia tidak mengatakan kalau ia pingsan karena terlalu memaksakan diri.
"Makanan? oh iya tadi Xui membawa keranjang bersamanya, ayah pikir ia akan memberikannya pada ayah tadi." Ucap Ling San sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha, maksud ayah keranjang ini? isinya adalah kue, rasanya lumayan enak katanya ia yang membuatnya sendiri, tapi karena terlalu banyak, aku tidak bisa menghabiskan semuanya." Ucap Ling Yan.
"Apa ayah mau mencobanya?" Ucap Ling Yan lagi sambil memberikan keranjang yang ada ditangannya.
Ling San yang sedikit penasaran dengan rasa dari kue itu langsung membuka dan mengambil salah satu dari kue-kue yang ada di dalam keranjang itu.
Dengan satu gigitan Ling San memakannya, rasa manis dari kue itu langsung dirasakan oleh lidah Ling San.
"Wah ini benar benar enak, sepertinya ibumu harus belajar membuat kue seperti ini dengan Xui hahaha." Ucapnya sambil terkekeh.
Tanpa Ling San sadari ternyata Ling Yue istrinya sudah berada di belakangnya.
"Oh jadi selama ini kue yang sering aku buatkan untukmu tidak enak." Ucap Ling Yue dibelakang suaminya.
Tanpa menyadari sedikitpun kehadiran Ling Yue yang saat ini berada dibelakangnya Ling San lantas menjawab "iya itu bena.." Ling San lalu tersadar.
"Ah Yue'er, apa yang sedang kau lakukan disini hehehe." Tanya Ling San pada istrinya dengan nada sedikit canggung.
Ling Yan yang melihat itu, hanya bisa tertawa di dalam hatinya melihat ayahnya yang jadi salah tingkah.
"Begitu ya, tidak enak, baiklah lain kali kau buat saja sendiri." Ucap Ling Yue lalu berjalan masuk kedalam rumah.
"Yue'er bukan seperti itu, hei, mengapa kau tidak bilang kalau ibumu ada dibelakang ayah tadi." Ucap Ling San pada Ling Yan.
"Aku baru saja mau mengatakannya pada ayah, tapi ayah sudah..."
"Hahh ya sudahlah, sepertinya ayah harus membujuk ibumu nanti." Ling San menghela nafasnya pelan.
"Oh iya ayah sebenarnya aku merasa kalau latihan fisik yang kulakukan tidak terlalu berefek pada kemampuanku." Ucap Ling Yan.
"Lalu."
"Hmm jika ayah mengizinkan, bolehkah aku pergi berlatih di hutan kegelapan?" Tanya Ling Yan tanpa basa-basi
Mendengar perkataan putranya, Ling San merasa sedikit terkejut, pasalnya hutan kegelapan adalah hutan yang banyak dihuni oleh berbagai macam jenis siluman.
"Nak apa kau yakin dengan keputusan mu, hutan kegelapan adalah hutan yang dihuni oleh berbagai macam jenis siluman, dan itu adalah tempat yang sangat berbahaya, bahkan seorang yang berada di tingkat pendekar berlian seperti ayah saja berpikir 2 kali untuk masuk ke bagian dalam hutan itu." Ucap Ling San.
"Ayah, aku hanya akan berlatih di bagian terluar hutan kegelapan, aku yakin tidak akan terlalu berbahaya bagiku jika hanya berlatih di bagian luar saja." Ucapnya sambil membujuk ayahnya.
Melihat tekad putranya yang kuat Ling merasa sedikit luluh, namun ia juga merasa sedikit bimbang untuk membiarkan putranya pergi ketempat yang sangat berbahaya seperti hutan kegelapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Iskandar Yunaeni
Lanjutken
2024-11-16
0
Ryan Sutardjo
Up
2024-06-04
2
baim aja
hmmm
2024-05-27
0