12 tahun kemudian
Ling Yan kecil anak dari seorang tetua Klan Ling sekarang sudah berumur 12 tahun. Biasanya anak-anak seusianya sekarang sudah mulai melakukan kultivasi dan memiliki kekuatan pendekar pemula tergantung dari bakat mereka masing-masing.
Dari bakat yang biasa saja misalnya sekarang ini sudah memiliki kemampuan pendekar pemula bintang 5 atau bintang 6, Sedangkan bagi anak yang jenius akan memiliki kemampuan diatasnya.
Tetapi lain halnya dengan Ling Yan, di usianya yang sekarang dia masih tidak mampu menerobos tingkat ketiga, padahal sudah sejak lama ia berada di tingkatan itu.
Sudah berbagai macam cara dilakukan oleh Ling Yan untuk menerobos tingkatannya itu, baik dengan menggunakan teknik pengumpulan tenaga dalam bahkan dengan bantuan dari sumber daya sekalipun.
Namun tetap saja ia tidak dapat naik ke tingkat selanjutnya. Yang membuat Ling Yan heran adalah setiap tenaga dalam yang dia kumpulkan untuk mencoba menerobos tingkatannya, ia merasa seperti tenaga dalam itu menghilang tanpa jejak entah kemana perginya.
Tahapan pendekar :
Pendekar pemula
Pendekar petarung
Pendekar perunggu
Pendekar perak
Pendekar emas
Pendekar berlian
Pendekar jiwa
Pendekar raja
Pendekar senior
Pendekar Suci
Setiap tingkatan memiliki 9 tahapan masing-masing.
Di belakang kediaman Klan Ling ada sebuah bukit yang biasanya menjadi tempat favorit bagi Ling Yan untuk melepaskan beban fikirannya.
Disebuah pohon besar yang tinggi diatas bukit, terlihat seorang anak laki-laki yang berusia 12 tahun sedang berbaring diatas dahan pohon sambil menggigit buah apel yang baru ia petik.
Setelah memakan habis apel ditangannya dia menghembuskan nafas panjangnya. Anak itu adalah Ling Yan, anak dari tetua Klan Ling bernama Ling San.
"Haihh aku ini memang tidak bisa diandalkan, aku sudah berusia 12 tahun tapi masih saja belum bisa menerobos kultivasi pendekar pemula bintang 3." Ucapnya lesu.
"Sebenarnya apa yang terjadi denganku, padahal waktu usiaku yang menginjak 8 tahun aku adalah anak pertama Klan Ling yang menembus kultivasi pendekar pemula bintang 3." Ucapnya.
"Tetapi pada saat aku ingin menerobos ke tingkat selanjutnya, mengapa seluruh tenaga dalam yang aku kumpulkan tiba-tiba menghilang begitu saja." Pikirnya.
Setelah lama memikirkan apa yang membuat tenaga dalamnya menghilang, Ling Yan mulai frustasi dan mulai berteriak sekeras-kerasnya.
"Aaaa!!!!!!!" Ling Yan berteriak sekeras-kerasnya mengeluarkan seluruh beban di dalam pikirannya.
Karena kemampuannya yang tidak kunjung berkembang, Ling Yan yang sekarang ini sering disebut sebagai sampah Klan Ling.
Berbagai hinaan dan cacian terus ia rasakan dari waktu ke waktu, bahkan teman semasa kecilnya yang memiliki hubungan baik dengannya perlahan menjauh darinya.
Hanya kedua orang tuanya sajalah yang terus menyemangati dan mendukung dirinya agar tidak menyerah dan terus mencoba.
"Aaaaa!! mengapa hal ini harus terjadi padaku! tuhan memang tidak adil." Teriakannya sambil menggerutu menghadap ke langit yang biru.
Namun karena tidak dapat menjaga keseimbangannya dengan baik, Ling Yan terpeleset dari dahan pohon dan berakhir jatuh kebawah dengan posisi terduduk.
"Aduh, tuhan memang sangat tidak adil padaku, bahkan aku juga dibuat jatuh dari atas pohon." Ucap Ling Yan yang menggerutu sambil memegangi pantatnya yang sakit.
Karena merasa bosan diatas bukit Ling Yan memutuskan untuk pulang ke rumahnya, namun saat perjalanan kembali ke rumahnya, ia bertemu dengan seorang anak dari salah satu tetua Klan Ling bernama Ling Feng beserta beberapa anak buahnya.
"Hoho, bukankan ini adalah anak dari tetua pertama, si sampah Klan Ling." Ucap Ling Feng dengan nada bicara yang mengejek.
Semua anak yang ikut bersama Ling Feng tertawa bersama menertawakan Ling Yan. Sementara itu Ling Yan yang ditertawakan oleh mereka hanya diam dan menunjukkan kepalanya sambil berjalan meninggalkan mereka.
Melihat perkataannya diacuhkan oleh Ling Yan, Ling Feng lantas menghadangnya.
"Hei sampah keluarga, beraninya kau tidak menyapaku seorang jenius keluarga Ling ini, cepat berlutut di hadapanku." Ucapnya dengan nada bicara yang sombong.
Ling Feng adalah anak dari tetua kedua Klan Ling bernama Ling Yuan dan merupakan anak jenius no 1 di Klan Ling.
Dengan bantuan sumberdaya dari keluarganya, Ling Feng berhasil menerobos ke tingkat pendekar pemula bintang 7 di usianya yang menginjak 12 tahun.
Akan tetapi dia memiliki sikap yang sombong dan seenaknya, dan Ling Yan merupakan salah satu anak yang selalu di buli olehnya dan teman-temannya.
Tiba-tiba seorang anak buah Ling Feng mengatakan sesuatu.
"Tuan muda Feng, jangan mengganggu saudara Yan," Katanya seakan membela Ling Yan.
"Nanti dia menangis dan pulang lalu mengadukan kita kepada ibunya Hahahaha." Setelah mengatakan itu mereka semua tertawa terbahak-bahak.
Mendengar perkataan itu Ling Yan sangat marah didalam hatinya, namun apalah daya, dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka.
Dengan sekuat tenaga Ling Yan menahan amarah yang bergejolak didalam hatinya, terlihat ia menggenggam erat kepalan tangannya sendiri sampai urat syaraf nya timbul.
Setelah amarahnya sedikit mereda Ling Yan kembali mengangkat kepalanya dan mengatakan.
"Maaf tuan muda Feng, aku tidak memiliki urusan apapun dengan mu." Ucapnya lalu kembali berjalan menuju kediamannya.
Merasa di acuhkan oleh Ling Yan, Ling Feng kini tersulut emosi dan amarah yang sangat menggebu gebu.
"Seandainya saja kau bukan anak dari tetua pertama, kau pasti sudah mati di tangan ku, kau lihat saja, jika bertemu di upacara kedewasaan Klan nanti aku akan menghajar mu sampai kau berlutut minta ampun padaku." Gerutunya.
Setelah mengatakan itu Ling Feng beserta anak buahnya pun berlalu pergi dari tempat itu.
Upacara kedewasaan Klan Ling adalah sebuah kompetisi untuk menguji kemampuan generasi muda yang bertujuan untuk melihat bakat-bakat beladiri yang akan diseleksi untuk ikut pada kompetisi kedewasaan antar tiga Klan di kota Teratai.
Sesampainya di rumah, Ling Yan menemukan ibunya sedang memasak makanan kesukaannya di dapur dan ayahnya yang sedang duduk di ruang tengah.
Ayah Ling Yan yang menyadari kepulangan putra satu-satunya itu lantas memanggilnya masuk dan menyuruhnya duduk disebelahnya.
"Yan'er kau sudah pulang ternyata, kemarilah, ada sesuatu yang ayah ingin bicarakan denganmu." Ucap Ling San.
Ling Yan yang di panggil oleh ayahnya langsung berjalan mendekat dan duduk disampingnya.
"Ling Yan ayah ingin mewariskan sebuah jurus tingkat tinggi padamu." Ucap Ling San.
"Ayah, aku bahkan belum bisa menerobos masuk ke tahap pendekar pemula bintang 4, mengapa ayah ingin mewariskan sebuah jurus padaku sekarang." Tanya Ling Yan pada ayahnya dengan senyuman pahit yang terukir di wajahnya.
"Yan'er, setidaknya kau bisa mempelajari teknik ini terlebih dahulu, ayah yakin dan percaya, kau pasti bisa menerobos tingkatan itu tidak lama lagi." Ucap Ling San meyakinkan.
"Mengapa ayah begitu yakin padaku." Ling Yan bertanya dengan nada bicara yang bergetar sambil menundukkan kepalanya.
"Karena kau adalah anak ayah, dan ayah percaya padamu." Jawab Ling San meyakinkan ayahnya.
Mendengar perkataan ayahnya Ling Yan langsung memeluk ayahnya dengan erat seakan tak mau melepaskannya, dia sangat bahagia dengan semua itu, walaupun orang-orang di Klannya hanya menganggap dia sebagai sampah, tetapi kedua orang tuanya tidak pernah memperlakukan dia seperti itu.
Ling San lalu memberikan jurus tingkat tinggi yang bernama jurus Seribu Pukulan Angin kepada Ling Yan.
"Ayah, bukankah ini adalah jurus yang menggunakan elemen angin, bagaimana aku bisa mempelajari teknik ini, aku kan hanya memiliki elemen api." Ling Yan bertanya sambil memasang wajah bingung menatap lekat wajah ayahnya yang saat ini sedang tersenyum padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Iskandar Yunaeni
Ayolah
2024-11-16
0
Alfon Kayuri
sangat keren d baca
2024-09-03
0
Ryan Sutardjo
Up
2024-06-04
2