jam sudah menunjukan angka 8.30 malam waktu setempat.
gemerlap suasana, kelap kelip lampu jalanan yang indah dipandang mata saat malam hari seperti saat sekarang ini.
sepasang mata lelaki paruh baya nampak memandang jalanan dengan pandangan yang sulit di artikan, entah apa yang saat ini dia pikirkan.
"Risa-Gio kalian pikir dengan Cara kalian tak pulang kerumah, ayah akan datang untuk menjemput dan memohon agar kalian pulang, jika itu yang kalian harapkan kalian salah berharap denganku, aku justru senang kalian tidak lagi tinggal rumah dan menghabiskan uangku." ucap lelaki paruh baya berbicara sendiri yang tidak lain adalah Hermawan.
"hanya Ratih yang bodoh menyiksa dirinya dengan terus bersedih, aku bahkan sudah memberi tahunya agar tidak memikirkan kedua anak yang tidak tahu berterima kasih itu, tetapi dia justru menyalahku atas apa yang terjadi, apa sebenarnya yang dia harapkan dari anak itu yang hanya bisa mempermalukan wajah kedua orang tuanya?" gumam Hermawan.
"setiap pulang kerumah dia hanya menyambutku dengan pertayaan yang sama setiap hari." lanjut gumam Hermawan.
"selalu itu dan itu saja membuatku muak, apabila jawabanku tak sesuai yang dia inginkan dia terus saja menyalahkanku yang telah mengusir Risa." ucap Hermawan.
"ahhhkkk, sebaiknya malam ini aku tidak usah pulang, aku muak setiap pulang bertengkar dengan Ratih, sesekali tidak apa bersenang-senang menghilangkan lelah." ucap Hermawan dalam hati.
Hermawan melajukan mobilnya menuju sebuah club besar di kotanya.
lalu sebuah mobil sedan silver mengikuti mobil Hermawan dari belakang.
"mobil itu sepertinya dari tadi mengikutiku!" ucap Hermawan berbicara sendiri sambil melihat spion mobilnya.
tiba-tiba mobil sedan silver yang berada di belakang Hermawan menyelipnya dengan kecepatan yang kencang.
"oh hanya perasaanku saja ternyata mobil itu tidak sedang mengikutiku." gumam Hermawan.
semantara didalam mobil seseorang bernama Jack berhasil mengelabui Hermawan dengan cara menyelipnya terlebih dahulu, dari depan dia terus mengawasi mobil yang ada di belakangnya.
setelahbitu mobil Hermawan berbelok menuju ke sebuah club malam terbesar dikotanya.
mobil Jack yang tadi ada di depannya berbalik arah menyusul mobil Hermawan yang sudah berhenti di depan sebuah club malam.
tak perlu menunggu waktu lama, Jack menemukan mobil Hermawan yang sedang masuk menuju ke area parkir club tersebut.
"ini kesempatan bagus." gumam Jack berbicara sendiri
Jack kemudian masuk ke area club malam tersebut.
sebelum keluar dari mobil dia sempat menelpon seseorang untuk datang menemuinya di club malam Double X.
Hermawan sedang duduk di sebuah sofa dengan dua gelas minuman hasil racikan sang bartender di dalam club tersebut.
Hermawan menikmati minumannya sambil melihat wanita-wanita yang sedang berdansa dengan pasangannya masing-masing.
tiba-tiba datang seorang wanita berpakaian merah maron datang dan mengajaknya berdansa.
"aku sedang tidak ingin berdansa badanku terasa lelah." ucap Hermawan menolak ajakan wanita malam itu.
semantara di depan meja bar, Jeck sedang berbicara dengan seorang wanita muda Cantik bernama Vania Rose.
Vania adalah seorang wanita malam yang bekerja di sebuah club malam ternama di salah satu kota negara jerman.
Dimas Anggara sengaja mengontrak mahal Vania dan membawanya ke indonesia, untuk membantu rencananya merebut kembali semua harta peninggalan orang tuanya yang dikuasai Hermawan saat ini.
bukan tanpa alasan Dimas memilih Vania, selain cantik, Vania juga pandai sekali menjerat targetnya dengan kata-katanya, setelah mangsanya masuk kedalam perangkapnya, Vania dengan tanpa ampun akan menguras habis harta kekayaannya.
"lakukan sesuai perintahku Vania." ucap Jack.
"kau tenang saja Jack, aku pastikan pria paruh baya itu akan berakhir." ucap Vania berapi-api.
"kau terlihat bersemangat sekali Vania?" ucap Jack.
"tentu saja aku sangat bersemangat, karena Dimas akan memberikanku anak perusahannya yang di jerman jika aku berhasil mengerjakan tugas ini." ucap Vania senang.
"bos sepertinya benar-benar ingin membuat Hermawan itu sengsara." ucap Jack.
"kau benar, Dimas sangat dendam pada lelaki tua itu." ucap Vania.
"sebaiknya aku segera memulai misi pertamaku." ucap Vania sambil memberikan kiss bye kepada Jack.
tanpa waktu lama Vanita kemudian berjalan menuju sofa tempat Hemawan duduk, setelah sampai Vania segera duduk di sisi sebelah kanan Hermawan.
"maaf mas jika aku lancang duduk di sampingmu, apa kamu sedang menunggu pasanganmu?" ucap Vania ramah.
"tidak apa-apa nona, saya sendirian saja, saya datang kemari karena ingin melepas penat dan lelah." ucap Hermawan jujur.
"jika begitu aku juga sama sepertimu." sahut Vania.
"maksud nona kemari juga ingin melepas lelah dan mencari hiburan?" ucap Hermawan.
"ya bisa dikatakan seperti itu!" kata Vania.
"wanita muda yang cantik sepertimu harusnya tidak perlu berkerja terlalu lelah." ucap Hermawan.
"mau bagaimana lagi, aku adalah anak tunggal dan orang tuaku sudah tua, jadi aku sebagai anaklah yang menjadi tulang punggung mereka." ucap Vania.
"bolehkah aku tahu apa pekerjaanmu nona?" ucap Hermawan.
"aku adalah wanita yang bekerja untuk memuaskan para lelaki yang ingin merakasakan kenikmatan surga dunia!" ucap Vania santai.
"jadi kau menjual tubuhmu?" ucap Hermawan memastikan pendengarannya.
"ya begitulah pekerjaanku dan sekarang aku mencoba keberuntunganku di disini." ucap Vania.
"maksudnya?" sahut Hermawan.
"aku datang ke indonesia baru bebarapa hari, belum tahu seperti apa situasi club malam disini, jika penghasilannya lebih besar dari pada di jerman aku akan menetap di kota ini." ucap Vania.
"pelayan!" ucap Hemawan memanggil seorang pelayan di club itu.
kemudian seorang pelayan club menghampiri meja Hermawan dan Vania.
"mau pesan apa tuan?" ucap pelayan club.
"tolong bawakan aku minuman koleksi terbaik di klub ini." ucap Hermawan dengan nada sombong.
Vania tersenyum miring melihat tingkah Hermawan.
"ternyata kau laki-laki yang angkuh dan suka pamer." ucap Vania dalam hati.
"lelaki sepertimu akan mudah masuk kedalam jebakanku, tunggu saja!" ucap Vania dalam hati.
"kau ingin pesan apa nona?" ucap Hermawan.
"sepertinya aku ingin meminta bartender meracik minuman langsung sesuai ke inginanku." ucap Vania sambil berlalu ke meja bar.
tak butuh waktu lama Vania kembali dengan membawa dua gelas minuman ditangannya.
"ini untukmu mas." ucap Vania sambil memberikan satu gelas minuman untuk Hermawan.
"terima kasih." ucap Hermawan.
"minumlah ini hasil racikanku sendiri mas." ucap Vania meminta.
"apa rasany enak mas?" ucap Vania.
"minuman ini sangatlah enak nona." ucap Hermawan senang.
"Vania Rose panggil saja Vania." ucap Vania memperkenalkan dirinya.
"panggil aku Hermawan." balas Hermawan memperkenalkan dirinya.
"mas Hermawan, bagaimana jika kita mencari tempat yang tidak terlalu berisik di dalam, agar kita lebih leluasa untuk mengobrol." tawar Vania.
"kau benar Vania, disini terlalu berisik karena suara musik, aku akan membuka box Vip untuk kita berdua."
"baiklah aku tunggu disini, nanti panggilah aku." ucap Vania.
Hermawan melangkahkan Kaki ke meja kasir lalu ia bertanya apa ada room Vip Yang kosong.
"ada pa, room Vip no 8 ya pak silahkan pelayan akan mengantarkan bapa." ucap kasir club itu.
setelah Membukakan room Vip, Hermawan mendatangi Vania lalu pelayan club mengantarkan mereka memasuki room.
"bagaimana Vania apa kau suka room ini?" ucap Hermawan.
"lumayan, tidak berisik setidaknya, aku tak perlu bersuara keras untuk berbicara kepadamu mas." ucap Vania sambil tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
Audrey Chanel
selamat datang kehancuran
2022-07-07
2
Wirda Lubis
Hermawan akan hancur
2022-07-01
1
theresia
bapak geblek ga gablek otak
2022-03-24
1