hari ini cuaca sangat panas namun hal itu tidaklah membuat Abi dan Risa bermalas-malasan, mereka tetap bersemangat untuk menjual dagangannya di taman sekolah Tk Al-Qur'an.
"bunda bolehkah Abi pulang sebentar mengambil Air minum, Abi sangat haus?" ucap Abi meminta izin sang bunda.
"tidak usah nak kita beli saja air mineral disana." ucap Risa sembari menunjuk tempat penjual minuman dingin di taman sekolah tersebut.
Abi mengerucutkan bibirnya kedepan mendengar jawaban sang bunda.
"niat hati Abi ingin membuat minuman untuk di jual, eh malah enggak di izinkan pulang." gumam Abi dalam hati.
"bunda sudah selesaikan menata semua jualannya, Abi mau nemuin ustazd yusuf dulu ya bunda boleh kan?" ucap Abi.
"tadi katanya haus mau minum kok sekarang mau nememuin ustazd Yusuf?" sahut Risa heran.
"hehe." ucap Abi memperlihatkan diretan gigi kecilnya yang tersusun rapi.
"Abi akan beli minum dulu baru nemuin ustazd Yusuf." sahut Abi
Risa lalu memberikan uang kertas 10 ribu untuk Abi membeli mineral dingin.
"belikan juga untuk ibu satu." ucap Risa.
"baiklah bu." ucap Abi sambil beranjak pergi menuju penjual minuman dingin.
setelah membeli Air minum, Abi kembali lagi mengembalikan sisa uang belanjanya dan juga air minum yang dipesan bundanya.
"Bunda Abi bawa tester kuenya ya sebagian, mau Abi kasih sama teman dikelas Abi." ucap Abi.
"iya nak, ingat jangan memaksa jika mereka tidak mau menerima pemberian kita." ucap Risa.
"iya bunda, Abi ingat selalu pesan bunda." sahut Abi sembari melangkah pergi menuju kelasnya.
"Assalamuaikum pa ustazd"ucap Abi sopan.
"wa alaikum salam Abi." jawab ustazd Yusuf sambil tersenyum senang.
Abi mendekati ustazd Yusuf lalu mengulurkan tangannya, setelah mendapatkan sambutan tangan dari ustazd Yusuf Abi mencium punggung tangan sang ustad.
"oh iya ini Abi buatkan kue baru dari ubi ungu silahkan dicoba pa ustad." ucap Abi sambil memberikan kue testernya.
ustazd yusuf menerima kue pemberian Abi lalu mencoba mencicipinya.
"Rasanya enak sekali Abi, apa ibumu menjualnya, saya mau beli satu ya." ucap ustad Yusuf.
"untuk hari ini tidak dijual, kami hanya membagikan testernya saja besok akan Abi buatkan untuk ustad." ucap Abi.
"baiklah Abi, bapak pesan satu yang ukuran besar ya." ucap ustad Yusuf.
"ya pa ustazd besok akan Abi bawakan kue nya." ucap Abi tersenyum manis.
"terima kasih Abi." ucap ustad Yusuf.
kalo begitu Abi boleh mita izin untuk membagikan kue sama taman-teman di kelas ini." ucap Abi penuh harap.
"silahkan Abi, 15 menit lagi kita akan memulai belajarnya." ucap ustazd Yusuf sambari tersenyum tulus.
Abi segera membagi kue yang ia bawa kepada anak-anak dikelasnya, ada 10 orang anak dikelasnya yang meminta bawakan kembali besok.
Abi mencatat semua yang memesan kue buatannya.
"baiklah tunggu saja besok ya, jangan lupa untuk membayar karena besok kuenya tidak lagi gratis." ucap Abi kepada teman-teman barunya di kelas TK Al-Qurannya.
"iya." jawab teman-temannya kompak.
ustazd Yusuf yang sedari tadi memperhatikan Abi, sangat senang melihat Abi yang sedari tadi sibuk membagi kue buatannya.
"Abi saya yakin kamu pasti akan sukses nanti nak!" gumam ustad Yusuf pelan.
tuk... tuk... tuk....
"permisi pak ustazd." ucap Risa.
ustazd yusuf beranjak dari kursi tempatnya duduk lalu menghampiri Risa yang berada didepan pintu kelas.
"Ada apa bu Risa?" tanya ustad Yusuf ramah.
"maaf pa ustazd jika saya menganggu, saya mau nitip Abi disini sama pa ustad, baru saja saya di beri kabar dari panti ada seorang anak yang meninggal, karena itu saya mau pulang untuk membantu ibu panti, nanti Abi akan saya jemput kembali?" ucap Risa menjelaskan maksudnya.
"tidak perlu sungkan bu, Abi adalah murid saya jadi selama disini Abi adalah tanggung jawab saya, nanti jika kelas sudah berakhir Abi akan saya bawa pulang kerumah saya, ibu Risa bisa menjemputnya disana." ucap ustad Yusuf.
"terima kasih banyak pa ustazd." ucap Risa.
"Abi, kemarilah!" panggil ustazd Yusuf.
dengan cepat Abi menghampiri ustad Yusuf ketika sampai ia melihat sang bunda yang terlihat sedih.
"Abi ibu kamu pulang sebentar." ucap ustad Yusuf.
"Ada apa bu kenapa wajah ibu terlihat sedih apa terjadi sesuatu di panti?" ucap Abi.
"Lisna meninggal nak, tadi ibu Laila menghubungi ibu." ucap Risa.
"inalillahi wa inailaihirajion sebenarnya Abi sudah curiga kenapa tadi ka Lisna terlihat sangat cantik saat menemui Abi." ucap Abi
"menemui Abi maksud nya tadi Lisna kesini?" ucap Risa.
"ya tadi ka Lisna duduk di samping Abi, ka Lisna bilang hari ini dia sangat bahagia karena seluruh badannya tidak lagi sakit." sahut Abi.
ustazd Yusuf melihat kedalam mata Abi.
"Abi, apa Abi sering melihat arwah sebelumnya, apa kamu indigo?" tanya ustazd Yusuf.
"tidak ustad hanya sesekali saja tidak sering, memang yang bersangkutan ingin menampakan dirinya pada Abi." jawab Abi.
ustazd Yusuf mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
"kalo begitu saya pamit ya pa ustad." ucap Risa.
"Abi nanti ibu jemput lagi ya nak." tambah Risa sambil mengelus kepala Abi lembut.
"iya bunda." ucap Abi sambil mencium tangan sang bunda.
setelah mengucapkan salam Risa pun berjalan pergi meninggalkan kelas Abi.
"Abi kembalilah duduk ke tempat dudukmu nak kita akan memulai belajar." ucap ustad Yusuf.
"baik pa ustad." ucap Abi.
sambil menunggu gilirannya maju ke depan, Abi menulis dibukunya sesekali ia terlihat berpikir lalu kembali lagi menulis, semua yang di lakukan Abi tidak lepas dari pandangan mata ustazd Yusuf.
ustazd yusuf sengaja menjadikan Abi giliran terakhir karna ia ingin tau apa yang anak itu kerjakan sedari tadi.
"Abimanyu." ucap ustazd Yusuf memanggil Abi sedikit keras dari kursinya agar muridnya itu mendengar.
Abi pun segera maju kedepan membawa iqro lalu duduk di kursi yang ada di depan ustad Yusuf.
setelah selesai membaca iqro Abi kembali lagi ke tempat duduknya.
ustazd Yusuf menulis dipapan tulis tugas untuk murid didiknya.
"isilah tugas ini dengan nama kalian masing-masing yang di tulis menggunakan huruf Arab." ucap ustad Yusuf kepada murid-muridnya.
"baik pak ustad." jawab semua Anak yang ada disana.
"bagi yang sudah selesai menulis soalnya boleh pulang, ingat tugasnya besok dikumpulkan ya!" seru ustad Yusuf.
"baik pa ustad." jawab semua murid.
ustazd Yusuf berjalan ke arah murid-muridnya sesekali ia membantu muridnya yang kesulitan menulis tulisan Arab.
ketika sampai dikursi tampat Abi duduk, ustad Yusuf melihat Abi bukannya menulis tugas, Anak itu justru terlihat Asik mengukir namanya menjadi sebuah kaligrafi yang Cantik berbentuk burung.
"Abi!" ucap ustazd Yusuf.
Abi tersentak kaget mendengar suara ustazd Yusuf tiba-tiba ada disampingnya.
ustazd Yusuf ternyum melihat wajah Abi yang terlihat kaget.
"Abi, kaligarafimu bagus nak." ucap ustad Yusuf.
"terima kasih pak ustad." ucap Abi.
"apa kamu sudah menulis tugasmu nak?" ucap ustad Yusuf.
"sudah pa ustad." ucap Abi sambil memperlihatkan tulisannya.
"ikutlah pulang bersama saya, saya punya sesuatu untukmu di rumah saya." ucap ustad Yusuf.
10 menit kemudian Abi dan ustad Yusuf sudah ada di sebuah ruang belajar ustad Yusuf.
"Abi kamu bisa menggunakan tempat ini untuk melukis atau membuat kaligrafi." ucap ustad Yusuf.
Abi sangat senang melihta Alat lukis yang lengkap, dia pun dan cepat duduk dan membuat kaligrafi dalam waktu singkat kaligrafi berbentuk burung merak dan burung gagak selesai dibuatnya.
ustazd Yusuf lagi-lagi tercengang melihat kemampuan Abi yang menurutnya diluar kempuan anak seusianya, hanya dalam waktu lima menit Abi berhasil membuat nama Yusuf Ammar Abqari dan Abimanyu Alfarizi dalam bentuk kaligrafi burung yang sangat indah dan cantik.
"anak ini membuatku bergidik ngeri, megajari membaca iqro saja sudah membuatku merinding karna suaranya merdunya saat membaca iqro, ditambah kemampuannya membuat kaligrafi ini." ujar ustad Yusuf dalam hati.
"aku harus memastikan sesuatu terhadap anak ini, jika memang benar maka aku harus memberinya bekal untuk kehidupannya dikemudian hari, agar dia tidak salah dalam melangkah." tambah ustad Yusuf dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
Jalan Lurus
ceritanya mantap, beda dgn anak genius yg lain... klu disini lebih menunjukkan sisi kepintran agama
2022-06-07
2
Beci Luna
kerdn ceritax thor ,walau awalx sangat sedih kisahx..diusir sang ayah...
2022-03-25
1
D'Megaa 🌻
the best pak Ust ❤
2022-03-19
0