setelah selesai membuat kue, Risa mengajak Abimanyu untuk istrahat tidur siang sebentar, karena jam tiga sore nanti mereka akan menjual kue hasil olahannya di taman.
mungkin karena lelah dan sudah kenyang abi cepat sekali tertidur dalam buaian Risa.
Risa memandang wajah anaknya yang sedang tertidur lelap.
"Kau adalah maikat kecilku,
kau adalah alasanku bertahan hidup,
kau permata yang tak ternilai bagiku,
tingkah lucumu menghiburku setiap hari
senyum yang terukir tulus dari bibir mungilmu, membuatku tak pernah lelah untuk berusaha membuatmu bahagia." batin Risa bersajak dalam hati sanubarinya.
seyum manis Risa kala mengingat bagaimana ia melewati hidupnya sejak keluar dari rumah orang tuanya, seakan semua sudah dipersiapkan untuknya dengan baik.
Flashback on#
"Nak, kamu tidak sholat?" tanya seorang ibu menegur Risa yang saat itu sedang duduk di moshola.
Risa yang masih mengantuk kaget mendengar suara wanita itu, tapi ia tak melihat orangnya.
karena tak melihat ada orang didepannya, Risa menjadi binggung.
"hah, mungkin cuman mimpi." gumam Risa.
suara itu terdengar kembali
"kamu cari suara saya, disini" ucap seorang ibu-ibu mengenakan mukena seperti bersiap untuk sholat.
Risa memutar kepalanya kebelakang dan yang terlihat hanya banyangan putih-putih.
"a-apa itu!" ucap Risa terbata-bata.
"saya manusia neng." ucap ibu tersebut.
Risa pun berbalik, seorang wanita tua berumur kurang lebih lima puluh tahun memakai mengkena kurung, terlihat berdiri dibelakang Risa sambil tersenyum.
"maaf bu." ucap Risa merasa tidak enak hati sama Ibu tersebut.
"tak apa nak, mari sholat bersama saya." ucap Ibu itu dengan ramah.
"bukan gak mau bu, tapi saya kotor belum mandi dan gak punya baju ganti." ucap Risa.
sejenak ibu itu memandang mata risa, detik berikutnya ibu itu tersenyum.
"ya sudah kamu tunggu saja saya sholat dulu sebentar." ucap Ibu itu.
Risa mengangguk sebagai jawaban.
10 menit berlalu.
"Neng ikutlah dengan saya mandi dan ganti baju, setelah itu neng bisa melaksanakan sholat wajib." kata ibu yang tadi membangunkan risa.
Risa yang merasa dirinya penuh dengan dosapun mengikuti kata ibu itu, karena Risa mau memohon ampun dan meminta kepada yang maha kuasa, agar dia dan anaknya diberi jalan kemudahan dalam masalah yang sedang dia hadapi.
"perkenalkan nama saya ustazah Aisah."
ucap ibu tersebut ramah sambil mengeluarkan tangan.
"nama saya Clarisa Oktaviani bu ustazah." ucap Risa sembari menerima uluran tangan ustazah Aisah.
sambil tersenyum iya menyentuh pundak Risa.
"ayo ikuti saya!" ucap ustazah Aisah sambil berjalan keluar dari area moshola.
Risa mengikuti berjalan dibelakang ustazah Aisah.
lima menit berjalan sampailah Risa disebuah rumah bernuansa putih yang terlihat sangat indah, dengan beraneka tanaman buah di sisi kiri menambah sejuk suasana rumah itu.
"masuklah nak." ucap ustazah Aisah sambil membuka pintu.
"terima kasih bu." ucap Risa.
"ayo, ibu antar ke kamar mandi." ucap ustazah Aisah.
Risa mengikut dibelakang.
"ini kamar mandinya maaf bila tak sebagus kamar mandi rumah neng Risa." ucap ustazah Aisah.
Risa dibuat bingung dengan ucapan ustazah Aisah.
"Apa bu ustazah mengenal saya sebelumnya?" tanya Risa.
"mandilah dulu dan sholatlah, Ibu akan siapkan baju dan mukenanya." ucap ustazah Aisah.
10 menit berlalu.
Risa sudah selesai mengerjakan sholatnya, lalu dia berjalan ke arah depan rumah ustazah tersebut.
"duduklah disini." kata ustazah Aisah.
"minumlah, ibu membuatkannya untukmu." ucap ustazah Aisah.
"apa yang ingin kamu tanyakan saya akan menjawabnya." tambah ustazah tersebut.
"apa ibu mengenal saya sebulumnya?"
tanya Risa dengan hati-hati.
"Tidak, kita tidak pernah bertemu secara langsung." ucap ustazah Aisah.
jawaban yang diberikan ustazah Aisah membuat risa bingung.
"kita pernah bertemu didalam mimpi bahkan sampai tiga kali." ujar ustazah Aisah.
"mimp, tiga kali?" ucap Risa yang masih bingung dengan perkataan ustazah tersebut.
"yang pertama aku memimpikan kamu saat pergi ke pesta ulang tahun temanmu di hotel Lalonna." ucap ustazah Aisah.
"yang kedua saat kamu di jebak oleh seseorang ke kelinik, nyatanya orang itu membawamu ke sebuah hotel bintang 5 yang mengakibatkan kamu harus kehilangan mahkota kehormatanmu." ucap ustazah itu lagi.
"dan yang ke tiga saat kamu positif hamil, lalu orang tuamu mengusirmu." tambah ustazah Aisah menjelaskan mimpinya pernah bertemu Risa.
"semua itu memang saya Alami bu ustazah." ucap Risa sambil menunduk.
"Allah menunjukan itu semua pada ibu, awalnya ibu tidak mengerti maksudnya." kata ustazah tersebut.
"tapi setelah kita benar -benar bertemu ibu mulai paham." ucap ustazah Aisah lagi.
"paham apa bu ustazah." tanya Risa bingung.
"tinggalah disini Risa dan rawat bayi yang Allah titipkan untukmu." ucap ustazah Aisah.
"benarkah bu, terima kasih banyak bu ustazah." ucap Risa merasa bahagia yang ditawari tempat tinggal.
"ibu punya panti asuhan, jika kamu bosan disini kamu bisa mengibur diri dengan bermain dengan anak-anak di panti asuhan." ucap ustazah Aisah.
"tidah usah dipikirkan bagaimana makan dan yang lain sebagainya, cukup rawat kandunganmu dengan baik." tambah ustazah itu.
"kita tidak pernah tahu bagaimana masa yang akan datang, kepada siapa Allah meniupkan roh seorang bayi yang kelak akan menjadi pemimpin atau yang lainnya." ucap ustazah Aisah.
"berpikirlah postif terus menerus, agar perkembangan otak anakmu tidak terganggu." kata ustazah itu.
"iya bu." ucap Risa.
tak terasa hari sudah jam 11 siang.
Ustazah Aisah membawa serta Risa menuju panti Asuhan Harapan Kasih bunda.
"Risa boleh tidak tinggal dipanti ini saja bu ustazah" ucap Risa.
"sekarang kamu harus fokus menjaga kandunganmu, kamu ikut ibu saja agar ibu bisa menjagamu dan anakmu." ucap ustazah Aisah.
"tapi Risa suka dengan anak-anak disini bu, sekalian mau bantu-bantu di panti asuhan ini bu ustazah." ucap Risa tulus.
"gini aja Risa kamu nanti ikut ibu belajar bikin kue sama teman ibu mau gak?" ucap ustazah Aisah.
"mau bu ustazah." jawab Risa senang.
"bukan ibu tidak mengizinkanmu tinggal dipanti nak, tapi Allah sudah memilih ibu untuk menolongmu, jadi sekarang kau dan anakmu adalah tanggung jawab ibu." jelas ustazah Aisah kepada Risa.
flashback off#
saat usia Abimanyu Alfarizi tiga bulan dewi penolong Risa (ustazah aisah) menutup matanya untuk selamanya.
meski anak dari ustazah Aisah mengizinkan Risa untuk tetap tinggal dirumah ibunya dan mau menggantikan ibunya untuk memenuhi semua kebutuhan Risa dan anaknya, Risa menolaknya dengan alasan ia tak mau selamanya menggantungkan hidupnya bersama orang lain.
Risa memilih tinggal di asuhan menjadi ibu angkat bagi anak-anak panti.
dengan bermodalkan uang 250 ribu, Risa membuka usaha membuat kue dan keripik dari kentang serta ubi, lalu dia menitipkan kue serta keripik buatannya ke toko sembako dan kedai makanan untuk dijual.
Risa percaya bahwa setiap manusia memiliki rezeki masing-masing, meski tak lulus kuliah bukan berarti ia tak bisa mencari uang.
"sekarang aku adalah seorang ibu yang memiliki tanggung jawab untuk memenuhi segala kebutuhan anakku." batin Risa berbicara.
Risa dengan perlahan memindahkan kepala Abi ke bantal, kemudian ia turun dari kasur dengan perlahan berjalan membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali.
Risa memasukan semua kue buatan kedalam keranjang plastik serta menatanya dengan rapi
kue yang dijadikan sebagai tester untuk pembeli dimasukan Risa ke kotak kue terpisah.
Risa tersenyum kala mengingat pembicaran serius anak semata wayangnya saat tadi pagi membuat kue.
"bu harusnya kita membuat tester untuk pelanggan nanti sebulum mereka membeli, mereka bisa merasakan dulu bagaimana rasanya dan dari situ kita tahu mana yang paling banyak disukai pelanggan." uca Abi dengan wajah serius yang justru tampak imut dimata Risa.
"benar juga kata Abi, kenapa cara seperti itu tidak terpikirkan oleh otakku." batin Risa.
"Baiklah ibu setuju membuat tester Untuk pelanggan." ucap Risa.
"Nah dengan begitu Abi punya pekerjaan yaitu menawarkan tester pada pelanggan ucap Abu antusias.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
Ana Uhibbuka Fillah
aku suka banget ceritanya tentang anak genius
2022-11-26
2
Indri Ani40
anak yg mmbawa berkah dn keberuntungan...
2022-07-12
0
Audrey Chanel
kasih vote buat penulisnya😘😘😘
2022-07-06
0