Diusir

langit diselimuti oleh awan mendung hitam seakan memberi tanda sebentar lagi akan turun hujan lebat.

Risa perlahan membuka matanya yang masih terasa berat, ia memandang langit kamarnya yang berwarna putih gading.

"Apa yang terjadi padaku, kenapa kepalaku rasanya berat dan pusing?" ucap Risa berbicara sendiri.

Risa mencoba bangun dan duduk menyenderkan punggungnya bersandar pada bantal di atas ranjangnya.

Risa mengambil air putih diatas meja disamping tempat tidurnya, lalu meminumnya hingga tandas.

Cklik...

pintu terbuka dan Ibu Risa masuk kemamar Risa.

"Bagaimana keadaanmu, apa masih pusing?" ucap Ratih.

"iya bu kepala Risa berat dan pusing." jawab Risa.

"apa kamu sering merasa pusing?" ucap Ratih kembali.

"hampir satu minggu ini Risa mudah lelah dan pusing." jawab Risa jujur.

"kenapa tidak memberi tahu ibu, apa kau sengaja menyembunyikannya dari kami?" sahut sang Ayah yang mendengar jawaban Risa saat ia berjalan masuk kekamar risa.

"menyembunyikan Apa Risa hanya pusing dan lelah saja kalo istirahat juga pasti sembuh." ucap Risa.

"mungkin Risa tidak tau apa yang yang terjadi padanya yah." ucap Ratih.

Risa semakin bingung dengan ucapan ibunya.

Hermawan menatap Risa tajam.

"Bagaimana bisa kamu melakukan hubungan kotor tanpa ikatan pernikahan RISA!" ucap Hermawan dengan intonasi nada tinggi.

jebbbbb...

bagai ditancap dengan pisau, hati Risa sakit mendengar ucapan Ayahnya.

"RISA!" bentak Ayahnya karena Risa hanya diam.

"maafkan Risa Ayah." ucap Risa sambil mengeluarkan air mata membasahi pipinya.

mendengar sang anak meminta maaf, sudah bisa dipastikan Anaknya itu melakukan perbuatan haram itu dan membuat Hermawan sangat marah dengan Risa, tanpa sadar ia maju dan memukul sang anak.

plakkkk... plakkk...

dua tamparan mendarat di pipi mulus Risa.

"aku tidak pernah mendidikmu menjadi wanita pemuas ***** para lelaki kesepian." ucap Hermawan dengan suara bergetar.

"siapa yang melukannya padamu Risa?" ucap Ratih pada anaknya.

"Risa tidak kenal bu Siapa orang itu, semuanya terjadi begitu saja saat Risa tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius, tanpa Risa sadari Orang itu menodai Risa." ucap Risa sambil menunduk.

ia pun kembali melanjutkan ucapannya.

"Risa sadar saat laki-laki itu sudah memasukan miliknya, karena terasa sakit badan Risa seperti tak memiliki tenaga dan lemas, Risa tidak memiliki kekuatan untuk melawan, orang itu seperti sudah kesetanan tenaganya kuat sekali." jalas Risa.

"jadi kau tidak mengenal orang itu, bagaimana meminta pertanggung jawabannya?" ucap Hermawan.

"sebaiknya gugurkan janin itu." tambah Hermawan.

"iya nak turuti saja apa kata Ayah untuk saat ini, nanti kau bisa memiliki Anak apabila sudah menikah." bujuk sang Ibu.

"kau tidak perlu khawatir, ibu sudah lama ingin menjodohkanmu dengan anak dari sahabat ibu." tambah Ratih.

"Risa gak mau bu, hik hik hik." ucap Risa sambil terisak.

"ini semua demi masa depan dan kebaikkanmu Risa!" bentak Ayahnya.

"Ayahmu benar Risa, kamu masih kuliah masa depanmu masih panjang nak." ucap Ratih.

"Risa tetap tidak mau bu, anak ini tidak berdosa!" ucapnya sambil meneteskan air mata.

"Jika Ibu dan Ayah tidak menganggapnya cucu kalian, Risa Akan merawatnya sendiri." ucap Risa.

"kau ingin membuatku malu Risa dengan melahirkan seorang Anak tanpa suami?" ucap Hermawan dengan nada tinggi.

sang Ayah sudah sangat marah karena Risa tidak mau menurutinya.

"jika kau mempertahankan anak haram itu maka keluar dari rumah ini!" ucap Herwaman dengan Lantang.

"Ayah kasihan Risa, dia anak perempuan kita satu-satunya yah." ucap Ratih membujuk suaminya yang sedang marah agar tidak mengusir Risa dari rumah.

"biarkan saja, dia hanya akan membuat malu keluarga jika berada dirumah ini." ucap Hermawan.

"Risa sekali lagi Ayah minta gugurkan anak Haram itu!" ucap Hermawan.

"TIDAK AKAN KULAKUKAN." teriak Risa sambil menangis menahan sesak di dadanya.

"kau tidak menuruti perintah Ayah, itu artinya kau sudah tidak lagi menganggapku sebagai Ayahmu." ucap Hermawan.

"KELUAR DARI RUMAH INI SEKARANG JUGA, CEPAT!" teriak Hermawan kepada Risa.

"dan jangan bawa apapun yang ada dirumah ini termasuk uang dan ATM." tambah sang Ayah.

Risa mencoba bangkit dari ranjang, memohon balas kasihan ibunya dengan bersimpuh dibawah kaki ibunya.

"ibu tolong maafkan Risa." ucap Risa kepada Ratih ibunya.

Hermawan mendekati Risa lalu menyeret tubuh Risa tanpa balas kasihan.

"keluar dari rumah ini!" ucap Hermawan.

"Ayah kenapa harus mengusir Risa, kita kan bisa menyembuyikannya ikut Gio ke jerman." ucap Ratih.

"sampai kapan bu kita bisa menyembunyikannya, semua pasti akan terbungkar juga." ucap Hermawan.

"seseorang pasti dengan senang hati membuat beritanya untuk menghancurkan perusahaan Ayah." tambah Hermawan.

"lagi pula Risa pasti tidak lama keluar dari rumah ini, karena ia tidak memiliki uang untuk bertahan hidup." ujar sang Ayah.

"saat ia pulang dan meminta untuk tinggal disini maka saat itulah kita bisa memaksanya untuk mengugurkan janinnya." jelas Hermawan mengutaran tujuannya yang sebenarnya.

Risa keluar deri rumah hanya dengan membawa baju yang ia gunakan.

Risa terus menyusuri jalan tanpa henti, tiba-tiba perutnya berbunyi Risa mencari sesuatu yang bisa ia makan untuk mengganjal perutnya.

"bu permisi." ucap Risa pada seorang ibu yang menjual bakso gerobak dipinggir jalan.

"boleh saya minta air putih bu?" ucap Risa.

"tunggu sebentar mbak saya ambilkan, sebaikya duduk dulu." kata srorang ibu yang membantu suaminya menjual bakso.

Risa duduk di kursi plastik yang disediakan untuk pelanggan makan ditempat.

"ini air minumnya mbak." ucap ibu penjual bakso sambil menyerahkan air putih.

"terima kasih banyak bu." ucap Risa sambil menerima air putih yang dimintanya.

krueekkk... krueekkk...!

suara perut Risa terdengar oleh ibu penjual bakso.

"mbak Lapar?" tanya ibu penjual bakso ramah.

"iya bu, tapi Risa gak punya uang!" ucap Risa jujur.

"tunggu sebentar ya mbak jangan kemana-mana." ucap Ibu penjual bakso.

ibu penjual bakso itu terlihat berbicara kepada suaminya, setelah itu ia membuatkan semangkok bakso besar untuk Risa.

"dimakan sampai abis ya mbak." kata ibu penjual bakso itu pada Risa.

"tapi Risa gak ada uang untuk membayarnya bu?" ucap Risa.

"ini ga usah dibayar, mbak makan aja sampai habis." sahut ibu penjual bakso.

"terima kasih bu." ucap Risa.

Risa memakan baksonya dengan lahap hingga habis tak tersisa.

"gimana mbak enak?" ucap Ibu penjual bakso pada Risa.

"enak bu, enak banget." ujar Risa.

"Panggil saja saya bu Nengsih." ucap Ibu penjual bakso itu memperkenalkan dirinya.

"Saya Risa bu." ucap Risa memperkenalkan dirinya balik.

"mbak risa mau kemana kok malam-malam jalan kaki sendiri?" ucap bu Nengsih.

"saya juga gak tau bu Nengsih orang tua saya mengusir saya dari rumah." ucap Risa.

"Astagfirullah, maaf mbak Risa jika pertayaan saya salah." ucap bu Nengsih.

"Gak papa bu Nengsih." ucap Risa.

sekarang masih jam 8 malam, bagaimana kalo mbak Risa bantu ibu nganter bakso pesanan pelanggan ke meja-meja dan mengangkat piring kotornya, nanti ibu kasih uang biar bisa buat mbak risa makan." ucap bu Nengsih menawarkan pekerjaan kepada Risa.

"iya bu Risa mau, terima kasih banyak bu." ucap Risa sambil tersenyum.

"nah gitu dong senyum kan cantik." kata bu Nengsih.

tak terasa malam semakin larut jam sudah menunjukan angka 10 malam bakso ibu Nengsih juga sudah habis semua.

mbak Risa ini uangnya ucap ibu Nengsih yang memberikan uang 100 ribu.

"maaf ya mbak saya cuman bisa ngasih segini." ucap bu Nengsih.

"tidak apa bu ini juga sudah lebih dari cukup buat makan Risa besok." ucap Risa.

"oh iya ini ada nasi bungkus tadi ibu belikan buat mbak Risa makan malam." kata bu Nengsih.

"sekali lagi terima kasih bu Nengsih." ucap Risa.

"sama-sama mbak risa." ucap bu Nengsih.

"Risa pamit ya bu." ucap Risa.

"iya mbak Risa hati-hati ya." sahut bu Nengsih.

Risa berjalan terus tanpa lelah ia mencari tempat untuk bisa tidur malam ini.

rintik-rintik hujan mulai membasahi baju Risa, ia mempercepat langkahnya lalu dari kejauhan ia melihat sebuah moshola.

"sebaiknya aku istrahat disana." ucap Risa.

Risa kemudian sampai dimoshola itu, lalu dia mencuci kakinya yang kotor serta membasuh wajahnya.

tepat jam 12 malam Risa masih belum tidur hujan masih tak kunjung reda.

"Bagaimana ini, apa aku boleh tidur di moshola ini?" gumam Risa bertanya pada diri sendiri.

Risa membuka bungkus nasi yang diberi ibu Nengsih lalu memakannya dengan lahap, karena tidak ada gelas Risa meminum air kran menggunakan tangannya.

jam menunjukan jam 4.30 pagi Risa tebagun karna mendengar suara Azan di moshola itu.

-------------------------++++++-----------------------------

Tujuh Tahun Kemudian.

Seorang anak Laki-laki bernama Abimanyu Alfarizi membantu ibunya membuat kue brownis kukus.

"bunda boleh tidak sore ini Abi ikut ibu jualan, abi janji akan duduk manis di samping ibu." ucap Abimanyu merayu ibunya.

Risa yang mendengar anaknya merayunya hanya tersenyum kecut.

"Bunda boleh kan?" tanya Abi lagi

"iya boleh" ucap Risa.

"terima kasih bunda." ucap Abi

"Abi harus buat kue buatan bunda habis tak tersisa, agar bunda bisa menabung lebih banyak." ucap Risa.

Abimanyu memang baru berusia 6 tahun, tapi otaknya sengat cerdas dan sangat memahami orang lain (rasa empati dan simpatinya sangat tinggi) itulah yang bembuat Risa merasa sangat beruntung memiliki Abi.

Terpopuler

Comments

Wulan Dari

Wulan Dari

ll

2022-05-29

0

Mutiara Azzura

Mutiara Azzura

masih nyimak thor

2022-05-25

0

Erma Wahyuni

Erma Wahyuni

aku baru gabung thor🙏

2022-04-06

0

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan Yang Pahit
2 Hamil !
3 Diusir
4 Pertolongan
5 Penyesalan !
6 Harta Yang Berharga
7 Anak Cerdas
8 Terpukau
9 Masa Lalu !
10 Murid Yang Luar Biasa !
11 Bakat
12 Seni !
13 Permintaan Abi
14 Musuh Lama !
15 Jebakan
16 Mulai Mengontrol
17 Tipu Daya Vania
18 Akankah ?
19 Keberangkatan
20 Kairo
21 Persiapan
22 Kemampuan Abi
23 Dor !
24 Sebuah Kabar
25 Lahirnya Si Jenius
26 Abi sadar
27 suara ledakan
28 Sebuah pesan
29 tanggisan haru
30 pulang
31 pertemuan dua saudara
32 pernikahan
33 Resepsi pernikahan.
34 Kemarahan Risa
35 Balasan Risa
36 Tes DNA
37 Grandma
38 ruang Rahasia
39 Makan Malam
40 terungkap.
41 mimpi Abi
42 petunjuk
43 pelaku.
44 Trauma
45 waspada
46 Sebuah Rencana
47 Licik
48 kecelakan yang menguntungkan
49 persiapan sebuah toko
50 calon pewaris
51 tawaran Rubah licik
52 kekalah Rubah licik
53 permohonan maaf
54 memberikan hak
55 Cerita
56 melukis di atas kue
57 nasehat
58 permintaan
59 tak menerima
60 syarat Abi
61 menginap
62 Bertemu Kakek
63 Bertemu nenek
64 kasus lama
65 menyerahkan Diri
66 laboraturium
67 Keyakinan Yusuf
68 hasil yang tak sesuai
69 Rumah Duka
70 pesan mesteri
71 Rahasia Abi
72 masalalu rubah
73 Menunggu
74 menolong
75 Jati diri
76 Umi sakit
77 Siapa yang melakuakan
78 batu kutukan
79 kejadian tak terduga
80 penjelasan
81 curiga
82 membuat obat
83 saudara Kembar
84 Rahasia Marcello
85 subuah tindakan
86 Wanita berhati Iblis.
87 Ritual
88 Harapan
89 Memberi pengertian
90 Sebuah Virus
91 siapa dia.
92 Darah keturunan
93 pirasat.
94 Sedia payung
95 tak terduga
96 keinginan Abi
97 Rengekan Abi
98 perjalanan ke gunung.
99 Larangan juru Kunci
100 hutan Larangan
101 pertolangan
102 Telaga
103 pengalaman baru
104 ketulusan Abi
105 Demensi Lain
106 Siapa sebenarnya?
107 persiapan pulang
108 Kesalahan
109 Turun Gunung
110 menatap Takjub
111 Ragu
112 Karna dendam
113 penjelasan
114 Kisah saudara kembar.
115 Kisah saudara kembar 2
116 Kisah dua saudara.
117 masa lalu dua saudara.
118 Cerita Marcelo dan Willem
119 Anilasa Abi
120 menetas
121 jatuh hati
122 Mimpi
123 Kerikil kecil.
124 Hadiah terindah.
125 Nasehat
126 pertengkaran.
127 salah Paham
128 Terluka dan bala bantuan
129 informasi
130 cerita Mang Atok
131 Menculik.
132 Zahra
133 Di serang.
134 Terperangkap di alam lain
135 Melawan
136 Kuasanya
137 kembali
138 Tutup mulut
139 Berhati mulia.
140 Dewi teratai Emas.
141 Kebohongan Marcella
142 Kabar Duka
143 petunjuk mimpi
144 perjanjian iblis.
145 Zahra bertemu keluarga Abi
146 Tertarik.
147 titik terang
148 Niat Jahat.
149 Bos kecil.
150 Pesan Sang Ular
151 Terpersona
152 menuntut balas jasa
153 pembagian Tugas.
154 Kemarahan sang Dewi
155 Marcella
156 padepokan
157 Tipu daya Zahra
158 Terikat perjanjian.
159 sebuah permainan
160 Putri Lasmi
161 pertemuan Mars, Devan dan Willem.
162 gegabah
163 William
164 pengakuan
165 bersembunyi
166 keras kepala
167 Nasehat Abi
168 Kesempatan
169 Hukuman atau balasan
170 Perintah Putri Arum.
171 Rencana
172 Kemarahan Baiyura
173 Ketakutan Abi
174 Kemarahan Abi
175 Balasan Abi
176 Perkumpulan sakte
177 Ilusi
178 Halangan
179 Godaan iman
180 Penyesalan Abi
181 Tidak pernah tau
182 Menjadi tidak berguna
183 Kesedihan Abi
184 Berduka
185 Pemakaman.
186 tugas
187 tidak percaya
188 Usil
189 Putri Lasmi
190 Mendukung dari belakang
191 Tunduk
192 Permintaan Kyai
193 Roqyah
194 Ganguan
195 Kecewa
196 Pertolongan
197 Tidak banyak bicara.
198 Tidak berbeda
199 Penawaran
200 Jeda
201 ANGSA
202 Datangnya Bala bantuan
203 Sengaja mengejek
204 Bukan Lawan yang sepadan
205 Perangkap
206 Kekuatan Doa
207 Wajah iblis putri Raja Jin
208 Tewasnya Harimau putih.
209 Saling menjaga
210 Terkejut
211 Tewas di tangan anak dan cucu
212 Bisikan tanpa wujud.
213 Istirahat
214 Sahabat Zahra
215 Pasrah
216 Ratu Teratai
217 Khawatir
218 Pengorbanan
219 Wajah iblis
220 Tongkat sang Ratu
221 Pengendalian
222 Menolong sukma
223 Perjanjian
224 Musibah
225 Pemakaman
226 Hinaan
227 Hancur
228 Senam jantung
229 Berlatih bersama !
230 Menerima
231 Mencari informasi
232 Putri Arum
233 Tongkat
234 Penjelasan
235 kekek Zahra.
236 Massa lalu
237 petunjuk
238 takjub
239 bola kristal
240 penuh kejutan
241 Tandir
242 Apakah jebakan..?
243 terpisah
244 bantuan tidak terduga
245 serangan
246 Desa siluman
247 Kampung Mati
248 Menjadi Murid
249 memberikan pelajaran
250 jatuh hati
251 serangan Xia Hua
252 Nenek tua
253 niat jahat
254 terperangkap
255 Kalajengking Api
256 bantuan pengusaha pantai
257 kembali
258 Portal Antar Dimensi
259 menolong santriwati
260 menyelamatkan para santri
261 perjalan ke gunung merapi
262 Jebakan di Balik Cahaya
263 Bayang di Antara Kabut
264 Malam Sebelum Badai
265 Langkah Menuju Kegelapan
266 Bayang - Bayang di Puncak
267 Pertempuran di Ambang Fajar
268 Cahaya Setelah Badai
269 Ritual di Bawah Purnama
270 Damai yang Dirindukan
271 Epilog: Cahaya Abadi
272 Perjalanan Telah Usai
Episodes

Updated 272 Episodes

1
Kenyataan Yang Pahit
2
Hamil !
3
Diusir
4
Pertolongan
5
Penyesalan !
6
Harta Yang Berharga
7
Anak Cerdas
8
Terpukau
9
Masa Lalu !
10
Murid Yang Luar Biasa !
11
Bakat
12
Seni !
13
Permintaan Abi
14
Musuh Lama !
15
Jebakan
16
Mulai Mengontrol
17
Tipu Daya Vania
18
Akankah ?
19
Keberangkatan
20
Kairo
21
Persiapan
22
Kemampuan Abi
23
Dor !
24
Sebuah Kabar
25
Lahirnya Si Jenius
26
Abi sadar
27
suara ledakan
28
Sebuah pesan
29
tanggisan haru
30
pulang
31
pertemuan dua saudara
32
pernikahan
33
Resepsi pernikahan.
34
Kemarahan Risa
35
Balasan Risa
36
Tes DNA
37
Grandma
38
ruang Rahasia
39
Makan Malam
40
terungkap.
41
mimpi Abi
42
petunjuk
43
pelaku.
44
Trauma
45
waspada
46
Sebuah Rencana
47
Licik
48
kecelakan yang menguntungkan
49
persiapan sebuah toko
50
calon pewaris
51
tawaran Rubah licik
52
kekalah Rubah licik
53
permohonan maaf
54
memberikan hak
55
Cerita
56
melukis di atas kue
57
nasehat
58
permintaan
59
tak menerima
60
syarat Abi
61
menginap
62
Bertemu Kakek
63
Bertemu nenek
64
kasus lama
65
menyerahkan Diri
66
laboraturium
67
Keyakinan Yusuf
68
hasil yang tak sesuai
69
Rumah Duka
70
pesan mesteri
71
Rahasia Abi
72
masalalu rubah
73
Menunggu
74
menolong
75
Jati diri
76
Umi sakit
77
Siapa yang melakuakan
78
batu kutukan
79
kejadian tak terduga
80
penjelasan
81
curiga
82
membuat obat
83
saudara Kembar
84
Rahasia Marcello
85
subuah tindakan
86
Wanita berhati Iblis.
87
Ritual
88
Harapan
89
Memberi pengertian
90
Sebuah Virus
91
siapa dia.
92
Darah keturunan
93
pirasat.
94
Sedia payung
95
tak terduga
96
keinginan Abi
97
Rengekan Abi
98
perjalanan ke gunung.
99
Larangan juru Kunci
100
hutan Larangan
101
pertolangan
102
Telaga
103
pengalaman baru
104
ketulusan Abi
105
Demensi Lain
106
Siapa sebenarnya?
107
persiapan pulang
108
Kesalahan
109
Turun Gunung
110
menatap Takjub
111
Ragu
112
Karna dendam
113
penjelasan
114
Kisah saudara kembar.
115
Kisah saudara kembar 2
116
Kisah dua saudara.
117
masa lalu dua saudara.
118
Cerita Marcelo dan Willem
119
Anilasa Abi
120
menetas
121
jatuh hati
122
Mimpi
123
Kerikil kecil.
124
Hadiah terindah.
125
Nasehat
126
pertengkaran.
127
salah Paham
128
Terluka dan bala bantuan
129
informasi
130
cerita Mang Atok
131
Menculik.
132
Zahra
133
Di serang.
134
Terperangkap di alam lain
135
Melawan
136
Kuasanya
137
kembali
138
Tutup mulut
139
Berhati mulia.
140
Dewi teratai Emas.
141
Kebohongan Marcella
142
Kabar Duka
143
petunjuk mimpi
144
perjanjian iblis.
145
Zahra bertemu keluarga Abi
146
Tertarik.
147
titik terang
148
Niat Jahat.
149
Bos kecil.
150
Pesan Sang Ular
151
Terpersona
152
menuntut balas jasa
153
pembagian Tugas.
154
Kemarahan sang Dewi
155
Marcella
156
padepokan
157
Tipu daya Zahra
158
Terikat perjanjian.
159
sebuah permainan
160
Putri Lasmi
161
pertemuan Mars, Devan dan Willem.
162
gegabah
163
William
164
pengakuan
165
bersembunyi
166
keras kepala
167
Nasehat Abi
168
Kesempatan
169
Hukuman atau balasan
170
Perintah Putri Arum.
171
Rencana
172
Kemarahan Baiyura
173
Ketakutan Abi
174
Kemarahan Abi
175
Balasan Abi
176
Perkumpulan sakte
177
Ilusi
178
Halangan
179
Godaan iman
180
Penyesalan Abi
181
Tidak pernah tau
182
Menjadi tidak berguna
183
Kesedihan Abi
184
Berduka
185
Pemakaman.
186
tugas
187
tidak percaya
188
Usil
189
Putri Lasmi
190
Mendukung dari belakang
191
Tunduk
192
Permintaan Kyai
193
Roqyah
194
Ganguan
195
Kecewa
196
Pertolongan
197
Tidak banyak bicara.
198
Tidak berbeda
199
Penawaran
200
Jeda
201
ANGSA
202
Datangnya Bala bantuan
203
Sengaja mengejek
204
Bukan Lawan yang sepadan
205
Perangkap
206
Kekuatan Doa
207
Wajah iblis putri Raja Jin
208
Tewasnya Harimau putih.
209
Saling menjaga
210
Terkejut
211
Tewas di tangan anak dan cucu
212
Bisikan tanpa wujud.
213
Istirahat
214
Sahabat Zahra
215
Pasrah
216
Ratu Teratai
217
Khawatir
218
Pengorbanan
219
Wajah iblis
220
Tongkat sang Ratu
221
Pengendalian
222
Menolong sukma
223
Perjanjian
224
Musibah
225
Pemakaman
226
Hinaan
227
Hancur
228
Senam jantung
229
Berlatih bersama !
230
Menerima
231
Mencari informasi
232
Putri Arum
233
Tongkat
234
Penjelasan
235
kekek Zahra.
236
Massa lalu
237
petunjuk
238
takjub
239
bola kristal
240
penuh kejutan
241
Tandir
242
Apakah jebakan..?
243
terpisah
244
bantuan tidak terduga
245
serangan
246
Desa siluman
247
Kampung Mati
248
Menjadi Murid
249
memberikan pelajaran
250
jatuh hati
251
serangan Xia Hua
252
Nenek tua
253
niat jahat
254
terperangkap
255
Kalajengking Api
256
bantuan pengusaha pantai
257
kembali
258
Portal Antar Dimensi
259
menolong santriwati
260
menyelamatkan para santri
261
perjalan ke gunung merapi
262
Jebakan di Balik Cahaya
263
Bayang di Antara Kabut
264
Malam Sebelum Badai
265
Langkah Menuju Kegelapan
266
Bayang - Bayang di Puncak
267
Pertempuran di Ambang Fajar
268
Cahaya Setelah Badai
269
Ritual di Bawah Purnama
270
Damai yang Dirindukan
271
Epilog: Cahaya Abadi
272
Perjalanan Telah Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!