Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi

1. Kehidupan Firda

Bruk…

Sorang gadis terjatuh sengaja di dorong oleh seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunya sendiri.

"Sudah ku bilang, kau boleh pulang saat membawa uang untuk kami, dasar anak tak tahu diri" ucap wanita itu yang bernama Rani Tirani.

"Tapi kemarin gajiku habis di ambil olehmu Bu…hiks" ucap gadis itu yang tak lain adalah Firda Permata, ia menahan tangisnya dalam diam.

"Jadi kamu menyalahkan ku, dasar anak gak tahu diri, ikut aku!!!" ucapnya sambil menyeret tangan Firda dengan kasar ke arah kamar mandi.

Firda di siram habis-habisan oleh ibunya, sedangkan adik Firda yang bernama Karina Aulia, dengan senang hati ia membantu ibunya, Karina membawa air panas dari arah dapur dan ia langsung menyiramkannya pada lengan Firda.

"Aww…Ampun Bu, ampuuuuun, aku mohon hentikan…sakit hiks" jerit Firda tak kuasa menahan panas di lengannya.

"Ganti bajumu!!! lalu pergi bekerja!! awas kalau kamu berani mengadu pada ayahmu! aku gak akan menganggap mu sebagai anakku lagi" ucap Rani yang langsung pergi dari kamar mandi.

Firda berdiri sekuat tenaganya, kakinya begitu lemas, tangannya terasa perih, dan kepalanya sedikit pusing akibat banyak air yang menghujam tubuhnya.

Firda menangis dalam diam, andai ada ayahnya di sini, dia akan memeluk ayahnya dan tak membiarkannya pergi bekerja di luar kota lagi.

' Ayah aku membutuhkanmu saat ini, Ayah aku ingin memelukmu saat ini ' batin Firda.

Firda bergegas mengganti pakaiannya karena sebentar lagi jam bekerjanya akan segera masuk, ia menutupi luka tangannya dengan menggunakan kemeja berwarna putih, dan rok hitam pendek, rambutnya yang basah ia biarkan tergerai, jika nanti sudah kering ia pasti akan mengikat nya.

"Eh..anak gak tahu diri" panggil Karina pada kakaknya itu.

"Ada apa dek?" ucap Firda lembut, ia seakan melupakan kejadian yang belum lama.

"Gak usah sok baik, gue cuma mau minta uang Lima ratus ribu" pinta Karina tak tahu malu.

"Tapi kakak gak punya uang sebanyak itu dek" ucap Firda lembut.

"Gak usah bohong Lo pasti punya simpanan kan?" Tanya Karina nyolot.

"Tapi itu buat bahan masakan kita nanti dek" bantah Firda.

Plak…

Rani tiba-tiba datang dan menamparnya, ia melihat Firda tak suka, sangat tak suka.

"Cepat berikan atau kau mau aku tampar lagi Haah?" Bentak Rani.

Pipi Firda terasa perih akibat tamparan yang di berikan ibunya, ia mengeluarkan uang sebanyak dua ratus ribu, karena memang itu sisa dari gajinya kemarin.

"Uangnya hanya segini" ucap Firda sambil menyodorkan uang itu.

"okeh gak papa, namun lain kali jika aku mintanya lebih, uang itu harus ada!!" ucap Karina dan langsung meninggalkan Fifi sendiri, mereka berdua pergi keluar sambil tertawa.

Firda hanya tersenyum kecut mengingat betapa malangnya nasib hidupnya, ' Ya allah untung aku kemarin menyimpan uang bonus dari bos buat bayar kuliah, aku harus cepat-cepat membayar uang kuliahku agar aku bisa masuk lagi semester ini ' gumam Firda dalam hati.

Sebenarnya Firda mendapat beasiswa di fakultasnya, namun jika libur semester dia tetap harus membayar uang awal masuk semester, maka dari itu dia sebisa mungkin menyimpan uang itu agar tidak ketahuan oleh ibu dan adiknya.

Jalanan sangat macet, hingga Firda harus sabar menunggu di dalam angkot, ia melihat sekitarnya,,, namun lokasi kerjanya sudah hampir dekat dari angkot yang ia tumpangi, akhirnya ia memilih untuk turun dan berjalan, karena sebenarnya ia takut terlambat bekerja.

Cuacanya sangat panas, di tampah luka di tangan Firda masih terasa nyeri, ia berjalan di pinggir jalan, ia hanya perlu berjalan lurus karena sebentar lagi dia akan masuk bekerja.

Namun…saat di jalan, ia melihat seorang nenek-nenek yang kesulitan untuk menyebrang, Firda sangat bingung antara pergi bekerja atau menolong nenek itu terlebih dahulu.

Firda menghela nafas pelan, lalu ia langsung menghampiri nenek-nenek itu.

"Nek,, biar saya bantu ya!" ucap Firda lembut.

Nenek itu hanya mengangguk dan langsung memegang tangan Firda yang sakit karena ia tidak tahu.

"Aww" rintih Firda pelan.

"Maaf, nenek gak tahu kamu lagi sakit!" Ucapnya dengan nada menyesal.

"Enggak kok nek, aku gak papa, kita lanjutkan jalannya aja yu!" ucap Firda lembut, ia tak mau nenek itu merasa bersalah.

"Makasih ya nak!" ucap nenek itu saat ia sudah sampai di sebrang jalan.

"sama-sama nek, tapi maaf saya gak bisa antar nenek sampai tujuan, soalnya saya mau berangkat bekerja, gak papa kan nek?" Ucap Firda menyesal tak bisa mengantarkan nenek itu, sebab ia harus mengejar waktu untuk sampai di tempat kerja.

"Enggak apa-apa nak, nenek seneng kamu bantu nenek tadi"

"Saya permisi dulu ya nek!" ucap Firda dan langsung berlari agar ia cepat sampai pada tujuannya.

Nenek itu hanya tersenyum melihat tingkah Firda yang berlari seperti anak kecil yang sedang mengejar tukang balon.

' dia baik ' gumam si nenek dalam hati sambil melangkah pergi ke toko baju.

"Huh…huh…huh…" Firda mengatur nafasnya saat ia sudah berada di depan toko kue yang bernama " HAPPY CAKE SHOP " yang artinya Toko kue bahagia.

"Kamu habis maraton?" tanya salah satu pegawai ketika Firda masuk ke dalam toko.

"Iya Sa, jalan macet banget, aku harus lari jika gak mau telat" ucap Firda pada wanita yang bernama Sasa itu.

Sasa adalah teman kerja Firda yang sangat baik, hanya Sasa yang mau mendekati Firda sebagai teman, pegawai yang lain selalu cuek pada Firda, entah apa kesalahannya hingga semua orang tak menyukainya, itu yang Sasa pikirkan.

"Kasian banget sih, kalau aja kamu telepon aku, aku pasti bisa jemput kamu pakai motor aku" ucap Sasa kasihan mendengar ucapan Firda.

"Udah bukan masalah kok" Ucap Firda santai.

"ouh Iyah ini ada pesanan kue pelangi, gak ada yang sempet bikin For, kamu mau kan membuatnya di dapur?" tanya Sasa, karena memang Sasa di tugaskan sebagai pelayan toko, sedangkan Firda termasuk pelayan Umum.

Firda hanya melakukan pekerjaan yang memang perlu bantuan, jadi kalau menurut Sasa pekerjaan Firda paling berat di bandingkan dengannya, Firda harus mengantar pesanan, membuat pesanan dan hal yang lainnya.

pegawai lain malah suka menyuruh Firda seenaknya.

"Ouh kue pelangi, bisa kok,,, tenang aja, nanti aku juga yang mengantarkan nya" ucap Firda yakin.

"biar orang lain aja yang antar Fir, nanti kamu cape" bantah Sasa.

"Enggak kok tenang aja, kan ada motor kantor yang bisa aku pakai" ucap Firda meyakinkan temannya itu.

Sasa hanya pasrah mendengar keras kepalnya Firda saat itu.

"Yaudah terserah kamu aja deh, aku gak bisa larang orang yang keras kepala" ucap Sasa yang hanya di balas senyuman oleh Firda.

Akhirnya Firda memulai pekerjaannya di dapur, setiap hari ia selalu bersemangat bekerja, kadang kala wakil kepala bosnya suka memberi uang lebih pada Firda sebagai bonus, ia semakin giat agar tidak mengecewakan wakil bosnya itu.

jika kalian bertanya bos aslinya siapa? Firda pun tidak mengetahuinya, dia hanya mendengar bosnya yang asli selalu di sibukkan dengan pekerjaan yang lain, mungkin bosnya terlalu kaya, pikir Firda.

' Semangat Firda, dua hari lagi kamu masuk kuliah ' ucap Firda dalam hati menyemangati dirinya sendiri.

Terpopuler

Comments

Murni Zain

Murni Zain

baru mulai baca 🙏🏼

2024-01-14

0

yayan

yayan

ikut gabung thor

2024-01-04

0

Oh Dewi

Oh Dewi

Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu

2023-09-09

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kehidupan Firda
2 2. Dia menyebalkan
3 3. Bertemu Kembali
4 4. Satria
5 5. Kepulangan Ayah
6 6. Kabar Buruk
7 7. Kepahitan
8 8. Kemarahan Satria
9 9. Pulang
10 10. Kekejaman Rani
11 11. Tempat Baru
12 12. Kecewa
13 13. Lembar Baru
14 14. Di pijat
15 15. Bukan koala!
16 16. Datang Bulan
17 17. Permintaan Maaf
18 18. Rangga
19 19. Aku bukan Jalang!!
20 20. Laki-laki Brengsek!!!!
21 21. Trauma
22 22. Trauma II
23 23. Rumah Baru
24 24. Karma?
25 25. Tanpa Alas Kaki
26 26. Syarat?
27 27. Gara-gara Obat Tidur
28 28. Kabar Bahagia?
29 29. Kerinduan yang Datang
30 30. Apartemen Baru
31 31. Cemburu?
32 32. Badmood
33 33. Fitting Baju
34 34. Kembali Bekerja
35 35. Salah Paham
36 36. Berubah dan Marah
37 37. Masih Peduli
38 38. Amera
39 39. Maaf
40 40. Satu Hoodie?
41 41. Kesedihan yang kembali
42 42. Demam
43 43. Sup ayam
44 44. Luka
45 45. Bertemu Ibu
46 46. Peluk Manja
47 47. Sejuta Keberanian
48 48. Dimana Kotak itu?
49 49. Hukuman
50 50. Ngidam Sintia
51 51. Satria yang Meresahkan
52 52. Ancaman Anita
53 53. Hilang
54 54. Merasa Bersalah
55 55. Meresahkan lagi
56 56. Panti Asuhan
57 57. Ikut Rapat
58 58. Melarikan diri
59 59. Rencana Pernikahan
60 60. Gedung
61 61. Laura dan Anita
62 62. Cemas
63 63. Tidak boleh bertemu
64 64. H-1
65 65. SAH
66 66. Balon udara
67 67. Satria dan Firda
68 68. Rencana Bulan Madu
69 69. Membuka Hati?
70 70. Kepribadian Anita
71 71. Jalan-jalan yang gagal
72 72. Kehilangan kepercayaan diri!
73 73. Kehilangan Jejak
74 74. Jepang
75 75. Go to Korea
76 76. Marah
77 77. Ancaman Rani
78 78. Pulang
79 79. Ketemu Sasa
80 80. Kecelakaan
81 81. Donor Darah?
82 82. Aldo
83 83. Ayah?
84 84. Alter Ego
85 85. Keluarga Gabriel
86 86. Masih Marah
87 87. Kotak Hitam
88 88. Isi surat
89 89. Kebenaran yang terungkap
90 90. Rio
91 91. Keluarga Yang lengkap
92 92. Kucing di mansion
93 93. Maid bayaran
94 94. Mengakhiri hubungan
95 95. Masuk Angin?
96 96. Ingin Seblak
97 97. Kabar Bahagia
98 98. Mengakhiri Hidup
99 99. Hampir Salah Paham
100 100. Amukan Anita
101 101. Biji kacang
102 102. Trauma yang kembali
103 103. Sedikit pelajaran
104 104. Tuan William
105 105. Nona Muda
106 106. Ngidam Firda
107 107. Maid Baru
108 108. Satria yang diabaikan
109 109. Rencana Firda
110 110. Satria Vs Farhan
111 111. Rena
112 112. Alarm Bahaya
113 113. Terlambat?
114 114. Kehilangan
115 115. Kembali Tersenyum
116 116. Putus Asa
117 117. Usaha Arsen
118 118. Satria yang kalut
119 119. Unboxing Hadiah
120 120. Satria yang Cemburu
121 121. Baikan
122 122. Habis Terjual
123 123. Kecelakaan
124 124. Kehilangan
125 125. Kesedihan Firda
126 126. Masih Sama
127 127. Drop
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1. Kehidupan Firda
2
2. Dia menyebalkan
3
3. Bertemu Kembali
4
4. Satria
5
5. Kepulangan Ayah
6
6. Kabar Buruk
7
7. Kepahitan
8
8. Kemarahan Satria
9
9. Pulang
10
10. Kekejaman Rani
11
11. Tempat Baru
12
12. Kecewa
13
13. Lembar Baru
14
14. Di pijat
15
15. Bukan koala!
16
16. Datang Bulan
17
17. Permintaan Maaf
18
18. Rangga
19
19. Aku bukan Jalang!!
20
20. Laki-laki Brengsek!!!!
21
21. Trauma
22
22. Trauma II
23
23. Rumah Baru
24
24. Karma?
25
25. Tanpa Alas Kaki
26
26. Syarat?
27
27. Gara-gara Obat Tidur
28
28. Kabar Bahagia?
29
29. Kerinduan yang Datang
30
30. Apartemen Baru
31
31. Cemburu?
32
32. Badmood
33
33. Fitting Baju
34
34. Kembali Bekerja
35
35. Salah Paham
36
36. Berubah dan Marah
37
37. Masih Peduli
38
38. Amera
39
39. Maaf
40
40. Satu Hoodie?
41
41. Kesedihan yang kembali
42
42. Demam
43
43. Sup ayam
44
44. Luka
45
45. Bertemu Ibu
46
46. Peluk Manja
47
47. Sejuta Keberanian
48
48. Dimana Kotak itu?
49
49. Hukuman
50
50. Ngidam Sintia
51
51. Satria yang Meresahkan
52
52. Ancaman Anita
53
53. Hilang
54
54. Merasa Bersalah
55
55. Meresahkan lagi
56
56. Panti Asuhan
57
57. Ikut Rapat
58
58. Melarikan diri
59
59. Rencana Pernikahan
60
60. Gedung
61
61. Laura dan Anita
62
62. Cemas
63
63. Tidak boleh bertemu
64
64. H-1
65
65. SAH
66
66. Balon udara
67
67. Satria dan Firda
68
68. Rencana Bulan Madu
69
69. Membuka Hati?
70
70. Kepribadian Anita
71
71. Jalan-jalan yang gagal
72
72. Kehilangan kepercayaan diri!
73
73. Kehilangan Jejak
74
74. Jepang
75
75. Go to Korea
76
76. Marah
77
77. Ancaman Rani
78
78. Pulang
79
79. Ketemu Sasa
80
80. Kecelakaan
81
81. Donor Darah?
82
82. Aldo
83
83. Ayah?
84
84. Alter Ego
85
85. Keluarga Gabriel
86
86. Masih Marah
87
87. Kotak Hitam
88
88. Isi surat
89
89. Kebenaran yang terungkap
90
90. Rio
91
91. Keluarga Yang lengkap
92
92. Kucing di mansion
93
93. Maid bayaran
94
94. Mengakhiri hubungan
95
95. Masuk Angin?
96
96. Ingin Seblak
97
97. Kabar Bahagia
98
98. Mengakhiri Hidup
99
99. Hampir Salah Paham
100
100. Amukan Anita
101
101. Biji kacang
102
102. Trauma yang kembali
103
103. Sedikit pelajaran
104
104. Tuan William
105
105. Nona Muda
106
106. Ngidam Firda
107
107. Maid Baru
108
108. Satria yang diabaikan
109
109. Rencana Firda
110
110. Satria Vs Farhan
111
111. Rena
112
112. Alarm Bahaya
113
113. Terlambat?
114
114. Kehilangan
115
115. Kembali Tersenyum
116
116. Putus Asa
117
117. Usaha Arsen
118
118. Satria yang kalut
119
119. Unboxing Hadiah
120
120. Satria yang Cemburu
121
121. Baikan
122
122. Habis Terjual
123
123. Kecelakaan
124
124. Kehilangan
125
125. Kesedihan Firda
126
126. Masih Sama
127
127. Drop

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!