Razia

Ayura berjalan mengikuti langkah pria di depannya. Dia menatap punggung yang menurutnya tidak asing. Tapi entah kenapa dia susah untuk meninggat dimana melihat punggung itu.

'Apa dia pria yang nabrak gue di bandara tadi? Tapi mana mungkin. Haduh......ngapin sih lo Ra. Pake acara ngurusin orang aja. Lebih baik lo pikirin nasib lo sendiri,' batin Ayura yang kini tiba-tiba merasa kepalanya semakin berdenyut.

Karena merasa pusing Ayura memilih berjalan sambil berpegangan dengan tembok sambil menatap pria didepannya yang kini berjalan cukup santai sambil memainkan ponsel di tangannya. Bahkan tanpa memperdulikan Ayura sama sama sekali.

Ayura benar-benar ingin cepat sampai di kamar mereka. Kepalanya sudah mulai berkunang-kunang, namun tiba-tiba pandangan matanya menjadi buram dan lama-lama menggelap.

Bruk..

Ello membalikan badan dan sedetik kemudian dia membelalakan kedua matanya saat melihat seorang gadis yang baru dia temui diresepsionis kini sudah tergeletak tak sadarkan diri diatas lantai.

"Woey....bangun. Lo kenapa?" tanya Ello panik. Apalagi dia merasakan suhu panas menjalar ditelapak tangannya saat menepuk-nepuk pipi gadis itu. Bahkan Ello juga dapat melihat keringat dingin yang terus merembes keluar dari kulit mulus gadis yang baru saja berperan sebagai adiknya.

Dengan sekali hentakan, Ello membopong tubuh Ayura menuju kekamar yang akan mereka tempati. Jujur saja Ello merasa khawatir melihat wajah pucat Ayura. Entah karena dia sedang berperan sebagai kakak yang baik atau memang Ello yang memiliki empati tinggi.

Ello membaringkan tubuh Ayura dengan perlahan diatas ranjang. Dia juga melepaskan sepatu, topi, jaket dan waist bag milik Ayura agar gadis itu bisa istirahat dengan nyaman.

Setelah menyelimuti tubuh Ayura dan meletakan rangsel yang sejak tadi berada di punggungnya, Ello bergegas keluar kamar dan meminta air hangat pada penjaga losmen untuk mengompres Ayura.

Ello kembali ke kamar setelah mendapat air hangat-hangat kuku didalam baskom dan obat penurun panas. Dia duduk ditepi ranjang dan mulai mengompres Ayura dengan sangat telaten. Butuh waktu cukup lama hingga suhu tubuh Ayura kembali normal.

Dan setelah memastikan keadaan Ayura sudah membaik, Ello memilih untuk segera mandi dan membersihkan diri. Tubuhnya terasa lengket. Apalagi rambutnya sudah lepek karena tadi sempat kehujanan.

Tak butuh waktu lama untuk Ello menyelesaikan ritual mandinya. Dia keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya

Dengan santai dia berjalan menuju tas ranselnya untuk mengambil pakaian ganti. Namun suara dering ponsel di atas nakas membuat Ello memilih mengambil ponselnya karena khawatir mengganggu Ayura yang sedang tidur.

"Mama? Kenapa jam segini menelepon?" gumam Ello khawatir lalu dengan cepat dia geser tombol hijau.

"Hallo mama? Ada apa? Kenapa mama telepon Ello jam segini?" tanya Ello begitu khawatir pasalnya sekarang sudah menunjukan pukul tiga pagi.

".........."

"Syukurlah kalau mama gak papa. Mama gak perlu khawatir. Ello baik-baik aja."

".........."

"Itu hanya perasaan mama aja, Ello beneran baik-baik aja," sahut Ello mencoba menenangkan mamanya.

".........."

"Ello gak marah sama papa, Ello cuma butuh waktu sendiri ma. Ello butuh waktu buat nenangin diri," sahut Ello lirih.

".........."

"Iya.. Iyaa.. Ello akan pulang buat hibur kakak."

".........."

"Iya ma. Ello akan jaga diri baik-baik."

"........."

"Iya ma. Love you too."

Tutt.. tutt.. tutt..

Panggilan telepon telah berakhir. Namun masih menyisakan perasaan sakit di hati Ello. Bukan karena mamanya melaikan pembahasan tentang papanya membuat hati Ello kembali terusik.

Flashback On

"Kamu itu sudah kelas tiga SMA Ello. Kamu harusnya fokus belajar untuk masa depan kamu. Bukan hanya maen game saja yang kamu pikirkan," ucap papa Ello dengan berteriak padanya di tengah sarapan pagi mereka.

"Pa, Ello juga mikirin masa depan Ello. Papa gak usah khawatir."

"Mikir masa depan? Kamu kerjaan bolos sekolah. Nilai pas-pasan. Tiap hari kluyuran gak jelas. Bisanya cuma hambur-hamburin uang. Itu yang kamu bilang mikirin masa depan?" sahut papa Ello dengan berapi-api.

"Papa udah. Kasihan Ello," ucap mama Ello mencoba menengahi perdebatan antara suami dan putranya.

"Ini semua salah kamu ma. Kenapa mama selalu manjain anak itu. Lihat sekarang. Apa dia masih punya masa depan?" ucap papa Ello sedikit menurunkan nada bicaranya saat berbicara dengan istrinya.

"Tapi gak seharusnya papa marah-marah sama Ello kayak gitu." Mama Ello masih mencoba menenangkan suaminya.

"Dia memang seharusnya di kasih tau kayak gini biar ngerti. Papa malu ma, malu punya anak kayak-"

"Papa." Teriak mama tak ingin suaminya melanjutkan ucapannya karena khawatir akan melukai hati putra bungsunya.

"Kamu harusnya seperti kakak kamu Ello. Kakak kamu itu pintar dan bisa di andalkan. Dulu saat kakakmu baru masuk SMA dia sudah belajar bisnis. Dan kamu lihat sekarang? Sekarang bahkan kakakmu sudah bisa bantu papa mimpin perusahaan di usianya yang masih muda," ucap papa Ello. "Sedangkan kamu?"

"Ello memang gak seperti kakak. Dan gak akan pernah sama. Karena Ello bukan dia," ucap Ello lalu mendorong kursinya ke belakang dan pergi meninggalkan meja makan.

"Ello. Mau kemana kamu? Papa belum selesai ngomong. Ello dengerin papa," teriak papa Ello tapi tidak di hiraukan sama sekali oleh Ello.

Flasback Off

"Maafin Ello ma. Ello janji akan buat mama bangga," gumam Ello lirih.

Tok.. tok.. tok..

"Siapa sih jam segini ngetok pintu?" gumam Ello lalu meraih tas ranselnya ingin memakai baju dulu sebelum membuka pintu.

Dorr... dorr.. dorr..

Ketukan pintu itu berubah menjadi gedoran. Hingga membuat Ello mengurungkan niatnya memakai baju dan langsung berjalan ke arah pintu untuk mengetahui siapa orang yang sangat tidak sopan dijam segini mendatangi kamar orang lain.

"Kenpa sih gedor-gedor pintu. Ganggu banget," ucap Ello dengan kesal sesaat setelah membuka pintu.

"Selamat malam mas, maaf menggangu waktu anda. Kami tim gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP Kota Yogyakarta sedang melakukan razia hotel dan penginapan yang berada diwilayah kami. Hal ini dilakukan dalam rangka penegakan peraturan daerah nomor 9 tahun 2012 tentang ketertiban umum," ucap salah satu bapak berbaju hijau loreng. "Boleh kita masuk?" tanyanya lagi.

Dan tanpa persetujuan dari Ello hampir sebagian aparat penegak hukum itu langsung menerobos masuk kedalam kamar berukuran kecil yang Ello sewa.

"Maaf mas kenapa anda tidak memakai pakaian?" tanya pak polisi curiga.

"I-itu pak sa-saya ha-habis mandi," jawab Ello dengan terbata. Tubuhnya pun mulai gemetaran. Takut? tentu saja Ello takut karena dia tau dia salah.

Karena tidak seharusnya Ello menginap didalam satu kamar hotel dengan seorang gadis. Apalagi gadis itu bukan istrinya. Walaupun mereka tak melaku hal negatif tapi tetap saja menginap dengan lawan jenis di dalam satu kamar adalah sebuah kesalahan.

"Lalu siapa gadis itu?" tanya bu Polwan padanya sambil menunjuk gadis yang tengah tertidur pulas diata s ranjang.

Terpopuler

Comments

Gagas Permadi

Gagas Permadi

rasain dah🤣🤣🤣🤣🤣

2024-01-26

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Noh di grebek…🤭🤭😀😀

2023-09-18

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Ello ini adeknya Fano kan?? yg di jodohin ke Yura, Berarti gak papa lah gak jadi tunangan ama kakaknya,Sekarang malah langsung nikah dgn adeknya,😂😂😂😜

2023-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 Coming Home
2 Grafano Arriel Darmawangsa
3 Mencetus Sebuah Ide
4 Kabur
5 Kabur Untuk Berlibur
6 Welcome To Yogyakarta
7 Razia
8 Interogasi
9 Apa Kalian Sudah Siap
10 SAH
11 Dibekukan
12 Kembali Ke Losmen
13 Masih Di Bawah Gue
14 Pulang Ke Jakarta
15 Hukuman
16 Rekor Kesialan
17 Rencana Papi Genta
18 Terlambat
19 Jadi Youtuber
20 Siswa Baru
21 Menemukanmu
22 Rival
23 Nafkah Lahir
24 Belajar Dari Kesalahan
25 Mengantar Pulang
26 Mengembalikan Jam Tangan
27 The Most Wanted Boys
28 Jantungku
29 Jalan-jalan
30 Aku Suamimu
31 Salim
32 Boneka Beruang
33 Bini Gue
34 Tampil Berbeda
35 Axel Corp.
36 Mundur Sebelum Berjuang
37 Makan Sore Dengan Kak Fano
38 Istriku
39 Panggilan Video
40 Ayuraku Sayang
41 Salah Tingkah
42 Ayura Capek
43 Udah Ganteng Belum?
44 Rooftop
45 Istirahat With Most Wanted Boys
46 Mabar
47 Tentang Ello
48 Udang Makanan Favorit
49 Ingin Jujur Dengan Mama Rani
50 Janji Dengan Laura
51 Nonton Bersama Laura
52 Mana Yang Dipegang Reno
53 Meminta Izin Papi Genta
54 Bantuan Kak Hiro
55 Gak Macam-macam
56 Digarap Dulu
57 Taman Bermain
58 Alex Emang Ember
59 Bertemu Papi Mertua
60 Dia Pacar Ayura
61 Do You Want To Be My Girlfriend?
62 Kita Berbeda
63 Mencintaimu Tak Butuh Alasan
64 Obat Nyamuk
65 Mata-Mata
66 Jangan Bilang Papi
67 Pijit Memijit
68 Bolehkan?
69 Berangkat Sekolah Bersama
70 Refreshing
71 Nyesel Do'ain Kalian
72 Malunya Sampai Ke Ubun-ubun
73 Lampu Hijau
74 Hiro Tak Menyangka
75 Seserahan
76 Ingin Seperti Kalian
77 Turnamen
78 Tunangan
79 Ello Gak Setuju
80 Alasan Kita Menikah
81 Sesakit Ini
82 Tidak Mau Bercerai
83 Mengesahkan Secara Hukum
84 Kecelakaan
85 Butuh Donor Darah
86 Jarum Raksasa
87 Operasi Fano
88 Keadaan Fano
89 Penyebab Kecelakaan
90 Kamar Ayura
91 Jangan Aneh-Aneh
92 Jangan Tinggalin Kakak
93 Membangunkan Little Pasutri
94 Panas Dingin
95 Ayura Pengen Ikut
96 Rencana
97 Trip Ke Raja Ampat
98 Trending Topik
99 Kecelakaan Yang Disengaja
100 Mengantar Papa Pulang
101 Kamar Ello
102 Live
103 Gak Mau Solo Lagi
104 Bucin Sebucin-bucinnya
105 Ancaman Agam
106 Dalang Utama
107 Ngambek
108 Papa Arya
109 Minta Maaf
110 Gaun
111 Catok Rambut
112 Malu Sama Mama Rani
113 Nasib Pernikahan
114 The Power Of Duit
115 Khawatir
116 Sadar Dari Koma
117 Tunggu Setahun
118 Niken
119 Showroom Mobil
120 Mengungsi
121 Nyoba Mobil Baru
122 Pesan Mama Rani
123 Manjanya Ayura
124 Tebar Pesona
125 Jepang
126 Bertemu Eiji
127 Lebih Suka Ayura Manja
128 SELAMANYA
129 Jangan Sekarang
130 Bebek
131 Pengen Lagi
132 Honeymoon Ala Kadarnya
133 Bisikan Hiro
134 Roti Jepang
135 Penangkaran Boneka
136 Panti Asuhan
137 Rasa Sakit Yang Masih Ada
138 Special
139 Jangan Pura-Pura Bahagia
140 Kasih Pelajaran
141 Semoga Kamu Baik-Baik Aja
142 Visum
143 Hukuman
144 Memberitahu Ayura
145 Anugrah
146 Semakin Takut Ruangan Gelap
147 Solusi
148 Hanya Bisa Pasrah
149 Keisengan Little Pasutri
150 Memanjat Pohon Mangga
151 Seasam Buah Mangga
152 Final (END)
153 EXTRA PART
154 EXTRA PART 2
155 EXTRA PART 3
156 EXTRA PART 4
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Coming Home
2
Grafano Arriel Darmawangsa
3
Mencetus Sebuah Ide
4
Kabur
5
Kabur Untuk Berlibur
6
Welcome To Yogyakarta
7
Razia
8
Interogasi
9
Apa Kalian Sudah Siap
10
SAH
11
Dibekukan
12
Kembali Ke Losmen
13
Masih Di Bawah Gue
14
Pulang Ke Jakarta
15
Hukuman
16
Rekor Kesialan
17
Rencana Papi Genta
18
Terlambat
19
Jadi Youtuber
20
Siswa Baru
21
Menemukanmu
22
Rival
23
Nafkah Lahir
24
Belajar Dari Kesalahan
25
Mengantar Pulang
26
Mengembalikan Jam Tangan
27
The Most Wanted Boys
28
Jantungku
29
Jalan-jalan
30
Aku Suamimu
31
Salim
32
Boneka Beruang
33
Bini Gue
34
Tampil Berbeda
35
Axel Corp.
36
Mundur Sebelum Berjuang
37
Makan Sore Dengan Kak Fano
38
Istriku
39
Panggilan Video
40
Ayuraku Sayang
41
Salah Tingkah
42
Ayura Capek
43
Udah Ganteng Belum?
44
Rooftop
45
Istirahat With Most Wanted Boys
46
Mabar
47
Tentang Ello
48
Udang Makanan Favorit
49
Ingin Jujur Dengan Mama Rani
50
Janji Dengan Laura
51
Nonton Bersama Laura
52
Mana Yang Dipegang Reno
53
Meminta Izin Papi Genta
54
Bantuan Kak Hiro
55
Gak Macam-macam
56
Digarap Dulu
57
Taman Bermain
58
Alex Emang Ember
59
Bertemu Papi Mertua
60
Dia Pacar Ayura
61
Do You Want To Be My Girlfriend?
62
Kita Berbeda
63
Mencintaimu Tak Butuh Alasan
64
Obat Nyamuk
65
Mata-Mata
66
Jangan Bilang Papi
67
Pijit Memijit
68
Bolehkan?
69
Berangkat Sekolah Bersama
70
Refreshing
71
Nyesel Do'ain Kalian
72
Malunya Sampai Ke Ubun-ubun
73
Lampu Hijau
74
Hiro Tak Menyangka
75
Seserahan
76
Ingin Seperti Kalian
77
Turnamen
78
Tunangan
79
Ello Gak Setuju
80
Alasan Kita Menikah
81
Sesakit Ini
82
Tidak Mau Bercerai
83
Mengesahkan Secara Hukum
84
Kecelakaan
85
Butuh Donor Darah
86
Jarum Raksasa
87
Operasi Fano
88
Keadaan Fano
89
Penyebab Kecelakaan
90
Kamar Ayura
91
Jangan Aneh-Aneh
92
Jangan Tinggalin Kakak
93
Membangunkan Little Pasutri
94
Panas Dingin
95
Ayura Pengen Ikut
96
Rencana
97
Trip Ke Raja Ampat
98
Trending Topik
99
Kecelakaan Yang Disengaja
100
Mengantar Papa Pulang
101
Kamar Ello
102
Live
103
Gak Mau Solo Lagi
104
Bucin Sebucin-bucinnya
105
Ancaman Agam
106
Dalang Utama
107
Ngambek
108
Papa Arya
109
Minta Maaf
110
Gaun
111
Catok Rambut
112
Malu Sama Mama Rani
113
Nasib Pernikahan
114
The Power Of Duit
115
Khawatir
116
Sadar Dari Koma
117
Tunggu Setahun
118
Niken
119
Showroom Mobil
120
Mengungsi
121
Nyoba Mobil Baru
122
Pesan Mama Rani
123
Manjanya Ayura
124
Tebar Pesona
125
Jepang
126
Bertemu Eiji
127
Lebih Suka Ayura Manja
128
SELAMANYA
129
Jangan Sekarang
130
Bebek
131
Pengen Lagi
132
Honeymoon Ala Kadarnya
133
Bisikan Hiro
134
Roti Jepang
135
Penangkaran Boneka
136
Panti Asuhan
137
Rasa Sakit Yang Masih Ada
138
Special
139
Jangan Pura-Pura Bahagia
140
Kasih Pelajaran
141
Semoga Kamu Baik-Baik Aja
142
Visum
143
Hukuman
144
Memberitahu Ayura
145
Anugrah
146
Semakin Takut Ruangan Gelap
147
Solusi
148
Hanya Bisa Pasrah
149
Keisengan Little Pasutri
150
Memanjat Pohon Mangga
151
Seasam Buah Mangga
152
Final (END)
153
EXTRA PART
154
EXTRA PART 2
155
EXTRA PART 3
156
EXTRA PART 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!