Chapter 18. Apakah kau sudah mencintaiku?

*******

Bianca menatap kagum pada Rian, tidak sia-sia dirinya melahirkan anak secantik Velia, hingga mendapatkan menantu setampan Rian.

Rian mendekat kearah Velia, ia membelai rambut panjang Velia. Tanpa memperdulikan Stevi yang blingsatan menatap pesona dirinya. Bagi Rian satu-satunya wanita yang berhak mendapat perhatiannya adalah Velia.

"Ma, kenalin ini Rian." Kata Velia, Rian menyalami Bianca. Namun David merasa janggal kenapa mereka baru berkenalan bukankah Velia sudah menikah dengan pria itu.

"Bukankah dia suamimu? kenapa baru memperkenalkan dirinya pada tante? Apa pernikahan kalian hanya pura-pura?" Tanya David menatap sengit kearah Rian. Namun Rian tak menggubrisnya. Ia justru asik menatap wajah Velia yang memerah karena cemburu Stevi terus memandangi dirinya.

"Sayang, saudaramu sedang bertanya kepadamu." Kata Rian, Velia tersentak ia menoleh kearah David berada.

"Karena kami kawin lari." Jawab Velia enteng.

"Aku jadi ingin merasakan sensasinya." Bisik Rian di telinga Veli.

Blush ..!!

Wajah Veli semakin memerah. Ia mencubit perut Rian dengan keras. Rian terkekeh melihat Velia salah tingkah.

Baiklah, sepertinya pasangan itu seolah menganggap mereka yang ada disana sebagai pajangan.

"Mama kenapa bisa sampai masuk rumah sakit?" tanya Velia dengan tatapan intimidasi.

Daniel berdehem untuk menghilangkan grogi, mendapat tatapan seperti itu dari Velia.

"Mama darah tingginya kambuh. Untungnya tidak terjatuh di kamar mandi." Kata Daniel.

"Sayang, jangan menatap mereka seperti itu. Lihatlah ayahmu begitu takut." Ujar Rian.

"Tentu saja mereka takut. Asal kau tau mereka sering membohongi ku supaya aku pulang." Kata Velia ketus. Bianca tersenyum canggung pada menantunya.

"Jika kau mau setelah ibu mertua sembuh kita honeymoon lagi. Jangan karena honeymoon kita terganggu kau marah pada mereka." Kata Rian, Velia tanpa sadar menyusupkan kepalanya diperut Rian. Karena posisi Rian masih berdiri sedang Velia duduk.

Stevi semakin tak karuan saat tatapan matanya bertemu dengan manik biru milik Rian. Tubuhnya serasa panas dingin. Inti tubuhnya berkedut.

"Sial .. dia tampan sekali." Gumam Stevi.

David semakin panas mendengar ucapan Rian dan melihat Velia begitu manja pada pria selain dirinya.

"Paman kami permisi dulu. Stevi ada jadwal pemotretan." Kata David. Rian hanya melirik David lewat ekor matanya.

"Kalian segeralah menikah." Ujar Daniel.

"Kami belum berpikiran kesana paman." Kata David menjawab.

"Kak David tidak baik tinggal satu atap tapi tidak menikah." Kata Veli. David diam tak menjawab dia keluar dari ruang perawatan Bianca dengan nafas yang memburu.

"Jangan bicara seperti itu sayang." Kata Bianca menegur Velia.

"Kenapa mah, bukankah ucapan Velia benar?" Sanggah Velia.

"Iya tapi biarkan kakakmu sendiri yang mengambil keputusan." tukas Bianca.

"Mama setuju mereka terus-menerus berbuat dosa?" tanya Velia.

"Wah, sekarang papa semakin yakin menikahkan dirimu ternyata membawa dampak yang baik." Kata Daniel, sambil tersenyum.

"Papa .." Velia mengerucutkan bibirnya.

Setelah berbasa-basi sebentar, Velia dan Rian pamit pulang. Daniel mengundang keduanya makan malam di rumah. Menunggu Bianca diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

.

.

.

Rian menggenggam jemari Velia sepanjang berjalan di lorong rumah sakit. Velia hanya diam saja mendapatkan perlakuan begitu manis dari Rian.

"Kamu ingin tinggal di rumah atau apartemen?" tanya Rian.

"Terserah .." Jawab Velia singkat.

"Baiklah, kalo begitu aku akan menunjukkan rumahku dan apartemen. Agar kau bisa menentukan pilihanmu." Kata Rian.

"Bagaimana jika bertanya pada Zafrina. Sebaiknya kau tanya saja putrimu, karena mungkin selera kami berbeda. Lagipula aku lelah." Ujar Velia. Rian menoleh sebentar kearah istrinya. Lalu tersenyum.

"Baiklah kita ke rumah orangtuaku dulu untuk menjemputnya." Kata Rian.

Karena setibanya di Jakarta Rian meminta Yusuf mengantar mereka terlebih dahulu kerumah orang tuanya untuk menitipkan Zafrina dan mengambil mobil Rian. Dan tanpa menjelaskan apapun pada ibunya Rian pergi begitu saja membawa Velia.

Setelah 30 menit akhirnya mereka tiba dirumah orangtua Rian. Rian memasukkan mobilnya ke garasi. Ia menggandeng tangan Velia masuk ke rumahnya.

Tangan Velia begitu dingin. Rian dapat merasakan itu.

"Jangan khawatir, keluargaku tidak akan menggigit mu." Kata Rian berbisik ditelinga Velia. Velia tersenyum canggung dan memukul lengan Rian.

"Papi, mami .." Suara Zafrina melengking menggema di seluruh ruangan. Nyonya Santika menatap tajam ke arah putranya. Bisa-bisanya anaknya itu menikah lagi tanpa memberi tahu dirinya.

"Rian Al Fares. Bisa kau jelaskan pada mama siapa gadis yang kau bawa itu." Ujar nyonya Santika.

"Oma .. tadi Ina sudah bilang itu mami baru Ina." Kata Zafrina, gadis itu merasa cemas jika Oma-nya sampai membuat mami barunya pergi.

"Sayang, kamu ikut mbaknya dulu ya. Oma mau ngomong sama papinya Ina." Ujar Nyonya Santika. Namun Zafrina menggeleng.

"Oma, nanti mami Zafrina pergi kalo Oma galak-galak sama papi." Kata gadis kecil itu mulai berkaca-kaca. Nyonya Santika sampai tak tega melihat cucunya mengkhawatirkan ibu barunya.

Zafrina mendekat kearah Velia.

"Mami, maafin Oma ya. Oma Ina emang galak." Kata Zafrina. Yang membuat pengasuh dan pelayan yang ada di ruang itu menahan tawa. Velia tersenyum canggung. Baru kali ini dia dihadapkan dengan situasi seperti ini. Rasanya benar-benar mendebarkan melebihi sidang skripsinya dulu.

"Iya sayang, mami ga apa-apa kok." Kata Velia mengusap Wajah Zafrina.

Velia melepas genggaman tangan Rian. Ia berjalan mendekat kearah nyonya Santika. Ia meraih tangan Santika dan mencium punggung tangan ibu mertuanya.

"Saya Velia mama. Senang bisa bertemu dengan mama." Kata Velia. Nyonya Santika tertegun menerima perlakuan Velia.

Rian mendekat lalu merangkul bahu Veli. "Ayo kau butuh istirahat." Velia mengangguk, lalu menunduk sebentar kearah ibu mertuanya dan mengikuti langkah kaki Rian meninggalkan ruang utama.

Zafrina menatap tajam kearah neneknya. "Oma, kalo Oma galak sama mami. Ina pulang aja ke rumah nenek Arimbi." Ancam gadis kecil itu, Santika terkekeh mendengar ancaman cucunya.

"Iya, maafin Oma ya sayang." Kata nyonya Santika merayu cucunya.

Velia ada di kamar Rian, kamar yang begitu luas dengan cat dinding berwarna abu-abu. Ranjang yang begitu besar ada di sudut ruangan membelakangi jendela besar. Balkonnya juga sangat luas menghadap ke hamparan taman dibawah sana. Velia berjalan mengelilingi kamar Rian dan terhenti di balkon kamar itu. Ia menghirup udara dalam-dalam. Rian memeluknya dari belakang.

"Maafkan sikap ibuku tadi." Ujar Rian lembut yang mampu menegakkan bulu-bulu halus ditubuh Velia.

"Itu hal yang wajar tenanglah. Selama sikap ibumu tidak keterlaluan aku tidak masalah." Jawab Velia. Tangannya mengusap lengan kokoh Rian.

"Apakah kau sudah mencintaiku?" tanya Rian, Velia berbalik, tatapan matanya bertemu dengan mata biru milik Rian. Ada debaran aneh yang ia rasakan. Namun ia belum bisa memastikan itu cinta atau bukan.

"Entahlah." Jawab Velia, dia mulai memiringkan wajahnya dan mangut bibir Rian yang hangat."

⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅

Like vote dan komen jangan lupa ya.

Terpopuler

Comments

Nur Azizah

Nur Azizah

si ulat bulunya tumbuh lagi

2025-04-04

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

ihhh Stevi Gatel banget...tusuk sama biji kedondong saja Stevi🤣🤣🤣

2024-08-01

1

Femmy Femmy

Femmy Femmy

🤣🤣🤣

2024-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Awalan
2 chapter 2 Kabur Kemana?
3 Chapter 3 Dinikahkan
4 Chapter 4 Calon Istrinya Galak
5 Chapter 5 Suami Velia
6 Chapter 6 Hadiah
7 Chapter 7 Itu Papi Ina
8 Chapter 8 Otak kotor
9 Chapter 9 Apa Kau Sakit?
10 Chapter 10 Papi awas ya!
11 Chapter 11 Adik Bayi
12 Chapter 12 Manis Sekali
13 Chapter 13 Mimpi Mesum
14 Chapter 14 Menginginkan Dirimu
15 Chapter 15 Bukan Begitu Sayang?
16 Chapter 16. Kau apakan aku?
17 Chapter 17. Kembali Ke Ibukota
18 Chapter 18. Apakah kau sudah mencintaiku?
19 Chapter 19. Kenapa Berteriak?
20 Chapter 20. Di culik
21 Chapter 21. Pingsan
22 Chapter 22. Sadar
23 Chapter 23. Amnesia?
24 Chapter 24. Kenapa Sangat Mengerikan?
25 Chapter 25. Berharganya Dirimu
26 Chapter 26. Papa kenapa?
27 Chapter 27. Jawab Aku Veli!
28 Chapter 28. Aku Lelah
29 Chapter 29. Aku Ikut
30 Chapter 30. Istanaku
31 Chapter 31. Kenapa Bisa Jatuh?
32 Chapter 32. Siapa Juna?
33 Chapter 33. Pinter kebangetan
34 Chapter 34. Ini Rumah Siapa Papi?
35 Chapter 35. Aku Minta Maaf
36 Chapter 36. Tes
37 Chapter 37. Dina dan Joe
38 Chapter 38. Susunya Tidak Enak
39 Chapter 39. Jadi Pelakor
40 Chapter 40. Aku Mau Kamu
41 Chapter 41. Nasi Lemak
42 Chapter 42. Cemburu?
43 Chapter 43. Ngidam Bakso
44 Chapter 44. Ayo Pulang
45 Chapter 45. Pergi
46 Chapter 46. I love you Papi
47 Chapter 47. Tidurlah
48 Chapter 48. Tidak Semua Pria
49 Chapter 49. Stevi mencari David
50 Chapter 50. Hei David Gila
51 Chapter 51. Dasar Bucin
52 Chapter 52. Aku baik-baik saja
53 Chapter 53. Mau Liburan
54 Chapter 54. Ingin mengerjai
55 Chapter 55. Rencana Rian
56 Chapter 56. Takut?
57 Chapter 57. Menikahlah Denganku
58 Chapter 58. Cemburu Pada Teralis
59 Chapter 59. Berterima kasih
60 Chapter 60. Meringkus Jeremy
61 Chapter 61. Dina Cemas
62 Chapter 62. Kalian Harus Menikah
63 Chapter 63. Menyiapkan Surprise Untuk Papi
64 Chapter 64. Jangan Marah
65 Chapter 65. Selamat Ulang Tahun Papi
66 Chapter 66. Menantuku
67 Chapter 67. Dendam Stevi
68 Chapter 68. Kabar
69 Chapter 69. Aku Takut
70 Chapter 70. Jangan Kasar
71 Chapter 71. Dimana Aku?
72 Chapter 72. Sudah Jauh Lebih Baik
73 Chapter 73. Pilihan Stevie
74 Chapter 74. Kita Suami Istri
75 Chapter 75. Batu Sandungan
76 Chapter 76. SAH (Joe dan Dina)
77 Chapter 77. Aku Suamimu Dina
78 Chapter 78. Suaramu Merdu
79 Chapter 79. Rencana Kejutan Resepsi
80 Chapter 80 Mendapat Balasan
81 Chapter 81. Sangat Mencintaimu
82 Chapter 82. Apakah Berat?
83 Chapter 83.
84 Chapter 84. Fitting
85 Chapter 85. Happy End
86 Extra part 1
87 Extra part 2. Mami Jangan Nangis
88 Extra part 3. Mengganggu Selera Makanku
89 Extra part 4. Zafrina Cemburu
90 Extra Part. Welcome Home
91 Final Part. Happy end
92 Pengumuman Karya Baru
93 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Chapter 1 Awalan
2
chapter 2 Kabur Kemana?
3
Chapter 3 Dinikahkan
4
Chapter 4 Calon Istrinya Galak
5
Chapter 5 Suami Velia
6
Chapter 6 Hadiah
7
Chapter 7 Itu Papi Ina
8
Chapter 8 Otak kotor
9
Chapter 9 Apa Kau Sakit?
10
Chapter 10 Papi awas ya!
11
Chapter 11 Adik Bayi
12
Chapter 12 Manis Sekali
13
Chapter 13 Mimpi Mesum
14
Chapter 14 Menginginkan Dirimu
15
Chapter 15 Bukan Begitu Sayang?
16
Chapter 16. Kau apakan aku?
17
Chapter 17. Kembali Ke Ibukota
18
Chapter 18. Apakah kau sudah mencintaiku?
19
Chapter 19. Kenapa Berteriak?
20
Chapter 20. Di culik
21
Chapter 21. Pingsan
22
Chapter 22. Sadar
23
Chapter 23. Amnesia?
24
Chapter 24. Kenapa Sangat Mengerikan?
25
Chapter 25. Berharganya Dirimu
26
Chapter 26. Papa kenapa?
27
Chapter 27. Jawab Aku Veli!
28
Chapter 28. Aku Lelah
29
Chapter 29. Aku Ikut
30
Chapter 30. Istanaku
31
Chapter 31. Kenapa Bisa Jatuh?
32
Chapter 32. Siapa Juna?
33
Chapter 33. Pinter kebangetan
34
Chapter 34. Ini Rumah Siapa Papi?
35
Chapter 35. Aku Minta Maaf
36
Chapter 36. Tes
37
Chapter 37. Dina dan Joe
38
Chapter 38. Susunya Tidak Enak
39
Chapter 39. Jadi Pelakor
40
Chapter 40. Aku Mau Kamu
41
Chapter 41. Nasi Lemak
42
Chapter 42. Cemburu?
43
Chapter 43. Ngidam Bakso
44
Chapter 44. Ayo Pulang
45
Chapter 45. Pergi
46
Chapter 46. I love you Papi
47
Chapter 47. Tidurlah
48
Chapter 48. Tidak Semua Pria
49
Chapter 49. Stevi mencari David
50
Chapter 50. Hei David Gila
51
Chapter 51. Dasar Bucin
52
Chapter 52. Aku baik-baik saja
53
Chapter 53. Mau Liburan
54
Chapter 54. Ingin mengerjai
55
Chapter 55. Rencana Rian
56
Chapter 56. Takut?
57
Chapter 57. Menikahlah Denganku
58
Chapter 58. Cemburu Pada Teralis
59
Chapter 59. Berterima kasih
60
Chapter 60. Meringkus Jeremy
61
Chapter 61. Dina Cemas
62
Chapter 62. Kalian Harus Menikah
63
Chapter 63. Menyiapkan Surprise Untuk Papi
64
Chapter 64. Jangan Marah
65
Chapter 65. Selamat Ulang Tahun Papi
66
Chapter 66. Menantuku
67
Chapter 67. Dendam Stevi
68
Chapter 68. Kabar
69
Chapter 69. Aku Takut
70
Chapter 70. Jangan Kasar
71
Chapter 71. Dimana Aku?
72
Chapter 72. Sudah Jauh Lebih Baik
73
Chapter 73. Pilihan Stevie
74
Chapter 74. Kita Suami Istri
75
Chapter 75. Batu Sandungan
76
Chapter 76. SAH (Joe dan Dina)
77
Chapter 77. Aku Suamimu Dina
78
Chapter 78. Suaramu Merdu
79
Chapter 79. Rencana Kejutan Resepsi
80
Chapter 80 Mendapat Balasan
81
Chapter 81. Sangat Mencintaimu
82
Chapter 82. Apakah Berat?
83
Chapter 83.
84
Chapter 84. Fitting
85
Chapter 85. Happy End
86
Extra part 1
87
Extra part 2. Mami Jangan Nangis
88
Extra part 3. Mengganggu Selera Makanku
89
Extra part 4. Zafrina Cemburu
90
Extra Part. Welcome Home
91
Final Part. Happy end
92
Pengumuman Karya Baru
93
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!