Chapter 12 Manis Sekali

Keesokan harinya Zafrina terbangun, ia melihat papi dan maminya tidur saling berpelukan. Ada perasaan senang tersendiri dihatinya. Namun sesaat wajahnya muram. Semalam ia bermimpi bermain bersama kakak dan adik-adiknya. Zafrina merindukan mereka.

Gadis kecil itu turun dari ranjang dan duduk di sofa. Menunggu papi dan maminya bangun.

Velia merasakan kehangatan dalam dekapan Rian, ia semakin menelusup kedalam pelukan Rian. Ia bahkan tak mengingat dirinya tengah berada dikamar siapa. Rian yang sebenarnya sejak tadi sudah bangun tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia semakin mempererat pelukannya.

Lama kelamaan Velia tersadar ia langsung membuka matanya lebar-lebar. Lalu ia mendorong tubuh Rian. Namun sayangnya tubuh tinggi tegap itu sama sekali tak bergeser. Rian membuka matanya. Menatap manik kecoklatan milik Velia. Ia membelai lembut wajah Velia sambil tersenyum. Sedang Velia mendelik kesal kearah Rian.

Wajah keduanya tak berjarak hidung mereka saling bersentuhan. Jantung Velia seakan lepas dari tempatnya. Rian memagut bibir seksi istri yang baru ia nikahi beberapa hari ini.

Ada rasa hangat yang menjalar di hati Velia. Tangan Rian mengusap punggung Velia yang halus, Velia mulai terbuai dan tanpa sadar membalas ciuman Rian dengan tak kalah panas. Lidah mereka saling bertaut, decakan demi decakan terdengar memenuhi ruangan.

Setelah beberapa saat Rian melepas pagutannya, ia mengusap bibir Velia yang sedikit bengkak dan basah. Gadis itu justru menyembunyikan wajahnya di dada Rian karena malu.

"Kau manis sekali gadis bar-barku." Batin Rian

"Dasar Velia bodoh. kenapa membalas ciumannya." Velia merutuki kesalahannya.

Rian bangun dari posisi tidurnya. Ia melirik ke sebelah Velia, namun kosong. Ia mengedarkan pandangannya, dan melihat putri kecilnya tertidur di sofa.

Mau tak mau Velia ikut bangun, ia menoleh kebelakang dan tak ada Zafrina disana. Ia mengikuti arah pandangan Rian. Dan ternyata gadis kecil itu pindah tidur di sofa.

Rian mendekati Zafrina dan membelai rambutnya. Gadis kecil itu terbangun lalu memeluk ayahnya.

"Papi, Ina mau pulang ke rumah Oma ayu." Kata Zafrina.

"Kenapa sayang, apa Ina tidak mau sama papi lagi?" tanya Rian sedikit kecewa. Mendengar permintaan Zafrina, Velia ikut mendekati putri sambungnya.

"Ina kenapa?" tanya Velia.

Gadis itu menatap Rian dan Velia bergantian. Matanya langsung basah. "Ina kangen Zafa, Ana dan Zayn. Ina mau sama mereka." Lirih gadis itu.

Rian menyadari bagaimanapun memang Zafrina tidak pernah jauh dari Dian dan saudaranya yang lain.

Tapi papi masih ingin menghabiskan waktu sama Ina dan Mami." Kata Rian membujuk putrinya.

"Tapi Ina kesepian ga ada teman main." Ujar gadis itu sesenggukan. Rian menjadi tak tega melihat anaknya menangis. Ia memeluk putrinya dan Veli mengusap kepala Zafrina.

"Ya sudah sekarang Ina mandi dan sarapan. Nanti setelah itu mami dan papi akan antarkan Ina ke rumah Oma ayu." Kata Velia. Rian mengangkat wajahnya menatap Velia. Ia tahu lambat lain gadis yang ia nikahi ini pasti mau menerima kehadiran putrinya. Bahkan sekarang Velia tak sungkan lagi menyebut dirinya mami. Gadis itu justru memalingkan wajahnya yang memerah saat mendapat tatapan mata yang begitu intens dari Rian. Bayangan ciuman panas mereka tadi terlintas dibenak Rian menerbitkan Senyum tipis dibibir Rian.

Setelah bersiap Rian menghubungi Yusuf dan Alif untuk mengantar putrinya, dirinya dan Velia ke rumah Sekar.

"Sayang, tapi nanti kalo mama sama papa Gerry pulang ke Jakarta, Ina sama papi aja ya?" Ujar Rian pada Zafrina. Tapi gadis itu tampak berpikir, ia mengetuk-ngetuk dagunya.

"Gimana ya papi. Zafrina mau tinggal sama papi dan mami kalo ada adik bayi. Biar Ina ada teman main." Kata Zafrina. Wajah Velia memucat, jangan sampai gara-gara permintaan anak sambungnya ia harus menyerahkan diri sepenuhnya pada Rian.

Rian menyeringai kearah Velia. Hingga bulu kuduk Velia meremang.

"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan." Otak Velia mulai memikirkan cara untuk melepaskan diri dari situasi yang tidak dia inginkan.

Beberapa saat kemudian, mereka tiba di depan rumah Sekar. Anak-anak Dian sedang bermain di halaman. Velia menatap hal itu dengan hati yang bergetar. Ada perasaan sedih yang tergambar jelas dari sorot matanya. Ia mengingat kenangan sewaktu kecil bersama David. Sepupu, kakak angkat sekaligus cinta pertamanya. Dulu mereka berdua selalu bermain bersama-sama hanya kegembiraan dan kebahagiaan yang mereka rasakan. Tanpa sadar bulir air mata membasahi pipi Velia. Rian merasa Velia bertingkah aneh. Namun sebisa mungkin dia menahan rasa penasarannya. Ia merangkul bahu Velia, tapi tangannya buru-buru ditepis oleh gadis itu.

"Kenapa makin kesini kau semakin kurang ajar?" desis Velia. Rian mengangkat sebelah sudut bibirnya.

"Asal kau tau, aku adalah pemilik tubuhmu. Jadi aku berhak melakukan apa saja padamu. Termasuk membuatmu hamil." Ujar Rian dengan santai. Velia mendelik kesal, ia berjalan menghampiri anak-anak Dian.

"Ina .." Zayana menjerit senang, ia menghampiri kakaknya yang usianya hanya terpaut empat belas bulan dengannya. Keduanya saling berpelukan. Zafrina terlihat begitu bahagia diantara saudara-saudaranya yang lain

Setelah menyerahkan Zafrina pada Dian dan Gerry, Rian meminta Yusuf dan Alif untuk mengantar kembali ke rumah.

"Apa tuan tidak ingin berkeliling?" tanya Yusuf, Rian yang sedang sibuk dengan ponselnya menoleh ke arah pria itu.

"Aku ada meeting sebentar lagi. Jadi aku harus pulang dulu. Jika kalian masih mau menunggu nanti sore saja aku ingin berjalan-jalan dengan istriku." Ujar Rian sesekali menatap Velia yang membuang pandangan. Velia langsung menoleh kearah Rian saat Rian menyebut kata istriku tanpa keraguan, ia mengerutkan alisnya.

Sesampainya di rumah Velia, Rian langsung masuk ke kamar mengambil laptopnya. Dan keluar lagi duduk di ruang keluarga dimana Velia sedang bersantai.

Rian meletakkan laptopnya diatas meja. Lalu ia mengangkat kepala Velia yang sedang tiduran di sofa dan mengganti bantalan Velia dengan pahanya.

Velia dibuat terbengong dengan tingkah Rian yang terlampau romantis. Rian mulai menyimak jalannya rapat. Bahkan ia tak segan menegur kepala bagian yang membuat kesalahan laporan. Suaranya yang berat dan serak mampu membuat Velia bergetar.

Tangan Rian terus mengusap rambut panjang Velia. Gadis itu tertegun, tak menyangka pria arogan yang dulu sempat membuatnya selalu emosi bisa bersikap seperti ini.

Apakah ini hanya akal-akalan dia saja agar aku mau menjadi ibu sambung Zafrina. Atau memang semua perbuatannya tulus dari dasar hati? Batin Velia mulai bergejolak. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menyusup direlung hatinya.

"Kenapa hatiku merasa aneh seperti ini dengan perlakuannya?" gumam Velia, matanya terus menatap Wajah Rian dari bawah. Rahangnya yang kokoh, hidungnya yang mancung benar-benar mempesona.

Disaat Velia asik dengan lamunannya memandang sosok suaminya. Tiba-tiba Rian menunduk dan menatap manik mata Velia. Pria itu tersenyum lembut mendapati istrinya tengah memperhatikan dirinya.

Jantung Velia semakin bertalu-talu hebat.

⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅

Maafin othor ya, up nya mungkin sering siang soalnya hape othor buat daring anak othor.

Terpopuler

Comments

Nur Azizah

Nur Azizah

lanjuutt kakak autlthorr yang hebat,,/Heart//Heart//Heart//Good//Good//Good/

2025-04-04

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

Rian 🤗

2024-09-20

0

ira

ira

sungguh sweet s Rian ini🥰🥰

2024-05-06

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Awalan
2 chapter 2 Kabur Kemana?
3 Chapter 3 Dinikahkan
4 Chapter 4 Calon Istrinya Galak
5 Chapter 5 Suami Velia
6 Chapter 6 Hadiah
7 Chapter 7 Itu Papi Ina
8 Chapter 8 Otak kotor
9 Chapter 9 Apa Kau Sakit?
10 Chapter 10 Papi awas ya!
11 Chapter 11 Adik Bayi
12 Chapter 12 Manis Sekali
13 Chapter 13 Mimpi Mesum
14 Chapter 14 Menginginkan Dirimu
15 Chapter 15 Bukan Begitu Sayang?
16 Chapter 16. Kau apakan aku?
17 Chapter 17. Kembali Ke Ibukota
18 Chapter 18. Apakah kau sudah mencintaiku?
19 Chapter 19. Kenapa Berteriak?
20 Chapter 20. Di culik
21 Chapter 21. Pingsan
22 Chapter 22. Sadar
23 Chapter 23. Amnesia?
24 Chapter 24. Kenapa Sangat Mengerikan?
25 Chapter 25. Berharganya Dirimu
26 Chapter 26. Papa kenapa?
27 Chapter 27. Jawab Aku Veli!
28 Chapter 28. Aku Lelah
29 Chapter 29. Aku Ikut
30 Chapter 30. Istanaku
31 Chapter 31. Kenapa Bisa Jatuh?
32 Chapter 32. Siapa Juna?
33 Chapter 33. Pinter kebangetan
34 Chapter 34. Ini Rumah Siapa Papi?
35 Chapter 35. Aku Minta Maaf
36 Chapter 36. Tes
37 Chapter 37. Dina dan Joe
38 Chapter 38. Susunya Tidak Enak
39 Chapter 39. Jadi Pelakor
40 Chapter 40. Aku Mau Kamu
41 Chapter 41. Nasi Lemak
42 Chapter 42. Cemburu?
43 Chapter 43. Ngidam Bakso
44 Chapter 44. Ayo Pulang
45 Chapter 45. Pergi
46 Chapter 46. I love you Papi
47 Chapter 47. Tidurlah
48 Chapter 48. Tidak Semua Pria
49 Chapter 49. Stevi mencari David
50 Chapter 50. Hei David Gila
51 Chapter 51. Dasar Bucin
52 Chapter 52. Aku baik-baik saja
53 Chapter 53. Mau Liburan
54 Chapter 54. Ingin mengerjai
55 Chapter 55. Rencana Rian
56 Chapter 56. Takut?
57 Chapter 57. Menikahlah Denganku
58 Chapter 58. Cemburu Pada Teralis
59 Chapter 59. Berterima kasih
60 Chapter 60. Meringkus Jeremy
61 Chapter 61. Dina Cemas
62 Chapter 62. Kalian Harus Menikah
63 Chapter 63. Menyiapkan Surprise Untuk Papi
64 Chapter 64. Jangan Marah
65 Chapter 65. Selamat Ulang Tahun Papi
66 Chapter 66. Menantuku
67 Chapter 67. Dendam Stevi
68 Chapter 68. Kabar
69 Chapter 69. Aku Takut
70 Chapter 70. Jangan Kasar
71 Chapter 71. Dimana Aku?
72 Chapter 72. Sudah Jauh Lebih Baik
73 Chapter 73. Pilihan Stevie
74 Chapter 74. Kita Suami Istri
75 Chapter 75. Batu Sandungan
76 Chapter 76. SAH (Joe dan Dina)
77 Chapter 77. Aku Suamimu Dina
78 Chapter 78. Suaramu Merdu
79 Chapter 79. Rencana Kejutan Resepsi
80 Chapter 80 Mendapat Balasan
81 Chapter 81. Sangat Mencintaimu
82 Chapter 82. Apakah Berat?
83 Chapter 83.
84 Chapter 84. Fitting
85 Chapter 85. Happy End
86 Extra part 1
87 Extra part 2. Mami Jangan Nangis
88 Extra part 3. Mengganggu Selera Makanku
89 Extra part 4. Zafrina Cemburu
90 Extra Part. Welcome Home
91 Final Part. Happy end
92 Pengumuman Karya Baru
93 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Chapter 1 Awalan
2
chapter 2 Kabur Kemana?
3
Chapter 3 Dinikahkan
4
Chapter 4 Calon Istrinya Galak
5
Chapter 5 Suami Velia
6
Chapter 6 Hadiah
7
Chapter 7 Itu Papi Ina
8
Chapter 8 Otak kotor
9
Chapter 9 Apa Kau Sakit?
10
Chapter 10 Papi awas ya!
11
Chapter 11 Adik Bayi
12
Chapter 12 Manis Sekali
13
Chapter 13 Mimpi Mesum
14
Chapter 14 Menginginkan Dirimu
15
Chapter 15 Bukan Begitu Sayang?
16
Chapter 16. Kau apakan aku?
17
Chapter 17. Kembali Ke Ibukota
18
Chapter 18. Apakah kau sudah mencintaiku?
19
Chapter 19. Kenapa Berteriak?
20
Chapter 20. Di culik
21
Chapter 21. Pingsan
22
Chapter 22. Sadar
23
Chapter 23. Amnesia?
24
Chapter 24. Kenapa Sangat Mengerikan?
25
Chapter 25. Berharganya Dirimu
26
Chapter 26. Papa kenapa?
27
Chapter 27. Jawab Aku Veli!
28
Chapter 28. Aku Lelah
29
Chapter 29. Aku Ikut
30
Chapter 30. Istanaku
31
Chapter 31. Kenapa Bisa Jatuh?
32
Chapter 32. Siapa Juna?
33
Chapter 33. Pinter kebangetan
34
Chapter 34. Ini Rumah Siapa Papi?
35
Chapter 35. Aku Minta Maaf
36
Chapter 36. Tes
37
Chapter 37. Dina dan Joe
38
Chapter 38. Susunya Tidak Enak
39
Chapter 39. Jadi Pelakor
40
Chapter 40. Aku Mau Kamu
41
Chapter 41. Nasi Lemak
42
Chapter 42. Cemburu?
43
Chapter 43. Ngidam Bakso
44
Chapter 44. Ayo Pulang
45
Chapter 45. Pergi
46
Chapter 46. I love you Papi
47
Chapter 47. Tidurlah
48
Chapter 48. Tidak Semua Pria
49
Chapter 49. Stevi mencari David
50
Chapter 50. Hei David Gila
51
Chapter 51. Dasar Bucin
52
Chapter 52. Aku baik-baik saja
53
Chapter 53. Mau Liburan
54
Chapter 54. Ingin mengerjai
55
Chapter 55. Rencana Rian
56
Chapter 56. Takut?
57
Chapter 57. Menikahlah Denganku
58
Chapter 58. Cemburu Pada Teralis
59
Chapter 59. Berterima kasih
60
Chapter 60. Meringkus Jeremy
61
Chapter 61. Dina Cemas
62
Chapter 62. Kalian Harus Menikah
63
Chapter 63. Menyiapkan Surprise Untuk Papi
64
Chapter 64. Jangan Marah
65
Chapter 65. Selamat Ulang Tahun Papi
66
Chapter 66. Menantuku
67
Chapter 67. Dendam Stevi
68
Chapter 68. Kabar
69
Chapter 69. Aku Takut
70
Chapter 70. Jangan Kasar
71
Chapter 71. Dimana Aku?
72
Chapter 72. Sudah Jauh Lebih Baik
73
Chapter 73. Pilihan Stevie
74
Chapter 74. Kita Suami Istri
75
Chapter 75. Batu Sandungan
76
Chapter 76. SAH (Joe dan Dina)
77
Chapter 77. Aku Suamimu Dina
78
Chapter 78. Suaramu Merdu
79
Chapter 79. Rencana Kejutan Resepsi
80
Chapter 80 Mendapat Balasan
81
Chapter 81. Sangat Mencintaimu
82
Chapter 82. Apakah Berat?
83
Chapter 83.
84
Chapter 84. Fitting
85
Chapter 85. Happy End
86
Extra part 1
87
Extra part 2. Mami Jangan Nangis
88
Extra part 3. Mengganggu Selera Makanku
89
Extra part 4. Zafrina Cemburu
90
Extra Part. Welcome Home
91
Final Part. Happy end
92
Pengumuman Karya Baru
93
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!