Love Struggle
🌻Tak perlu mengatakan ketulusan cintaku kepada semua orang, asal kau tahu saja itu sudah cukup bagiku🌻
.
.
.
.
"Aku tidak akan pernah lupa dengan semua perbuatan kalian" teriak seorang gadis dengan wajah dan tubuh penuh darah.
Gadis dengan luka di sekujur tubuhnya adalah Valeria Anastasia Kusumo, putri semata wayang dari pasangan Budi Kusumo dan Arinta Cahya Winata - Kusumo yang saat ini berumur 15 tahun.
Valeria menatap ayah dan ibunya dengan tatapan kebencian dan dendam. Semua perlakuan kasar ia dapatkan dari kedua orang tuanya semenjak kehadiran anak selingkuhan ayahnya.
Valeria masih ingat dengan jelas saat kedatangan saudara tirinya yang seumuran dengannya. Mulai saat itu kehidupan Valeria berubah drastis dari sebelumnya.
5 Tahun yang lalu
Valeria Anastasia Kusumo adalah putri semata wayang Budi Kusumo. Valeria saat ini berumur 10 tahun memiliki seorang kakak yang berumur 5 tahun diatasnya bernama Bagas Panji Kusumo.
Ayah dan ibunya adalah seorang yang sangat di hormati di daerah tempat tinggal mereka.
Mereka berasal dari Solo dan saat ini tinggal di Solo, ayah Valeria adalah seorang pengusaha batu bara di Papua dan kantor pusatnya berada di Solo sedangkan ibunya adalah seorang desainer, sekaligus putri bangsawan yang memiliki galeri butik terbesar di Solo dan beberapa kota besar di Indonesia.
Arinta Cahya Winata adalah putri kedua dari Raden Arya Winata dan Putri Cahya Winata. Mereka adalah keturunan bangsawan Surakarta di Jawa Tengah.
Darah ningrat yang mengalir di tubuh ibu Valeria membuat didikannya kepada anak-anaknya sangat keras.
Didikan keras dari kedua orang tuanya membuat Valeria menjadi pribadi yang introvert dan kurang bersosialisasi di dunia luar. Sedangkan kakaknya Bagas di didik langsung oleh ayahnya untuk menjadi pewaris bisnisnya kelak.
Valeria memiliki wajah cantik dan ayu seperti ibunya. Rambutnya hitam panjang, kulit putih pucat khas orang Asia, mata bulat agak sipit, hidung mancung, dan bibir mungil berwarna pink alami seperti buah chery.
Sejak kecil Valeria sudah di ajar sesuai dengan budaya keraton dan etika sopan santun yang tinggi. Ada begitu banyak peraturan yang tidak boleh ia langgar tetapi Valeria menjalani kehidupannya dengan riang demi berbakti pada orang tua.
Hari ini adalah ulang tahun eyang putri dari sang ibu, sudah dari pagi ibunya menyuruh Valeria bersiap untuk ke keraton tempat tinggal sang eyang kakung dan eyang putri.
Nb: eyang kakung berarti kakek dan eyang putri berarti nenek
"Apa kita harus memakai pakaian adat bu?" tanya Valeria.
"Kamu itu jangan sampai mempermalukan ibu di sana ya" ucap Arinta dengan tatapan tajam tidak menanggapi pertanyaan putrinya.
"Ba..ik bu" ucap Valeria dengan gugup.
Arinta menatap putrinya dengan tatapan dingin seakan tidak memperdulikan putrinya sendiri. Baginya semua yang sudah ia atur harus berjalan sesuai kemauannya.
Tak lama sosok pria paruh baya dengan tubuh tegap dan wajah tegas muncul. Dia adalah ayah Valeria yang sangat tegas dan tidak segan-segan memukul anaknya jika mempermalukan namanya di depan umum.
"Apa semuanya sudah siap" ucap Budi dengan suara tegas.
"Sudah mas" ucap Arinta sambil tersenyum manis.
Budi lalu menyuruh mereka semua untuk segera naik ke mobil. Di dalam perjalanan hanya ada keheningan saja, Valeria yang duduk bersama dengan kakaknya tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
Bagas melirik adiknya dan sangat kasihan kepada sang adik yang masih berumur 10 tahun sudah di didik dengan keras. Meski didikan ayahnya keras tapi tidak sekeras didikan ibunya.
"Kamu baik-baik saja kan dek?" tanya Bagas dengan khawatir.
"Aku takut buat malu ibu dan ayah disana kangmas" jawab Valeria dengan suara pelan.
"Tenang ada kangmas yang nanti dampingi kamu disana" ucap Bagas sambil tersenyum manis.
"Terima kasih kangmas" ucap Valeria dengan senang.
Hanya kakaknya saja yang tidak membuat dia takut. Sedari dulu kakaknya selalu membantu Valeria saat Valeria di beri hukuman oleh ibu atau ayah karena masalah sepele.
~ Keraton Winata ~
Tak lama mobil mereka memasuki pintu gerbang keraton Winata tempat tinggal nenek dan kakeknya. Begitu banyak pengawal yang berdiri di sepanjang jalan menjaga ketertiban acara hari ini.
Saat masuk ke halaman keraton Valeria mendadak gugup melihat begitu banyak tamu undangan hari ini. Meski acaranya sore tapi sudah banyak tamu yang hadir lebih awal hanya untuk bisa bertemu langsung dengan keturunan ningrat Surakarta.
"Kangmas Valeria takut" ucap Valeria dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu tenang ya dek ada kangmas disini pokoknya kamu harus berani" ucap Bagas menenangkan sang adik.
Tak lama keduanya keluar dari mobil setelah melihat ayah dan ibu mereka sudah keluar dari mobil mereka. Valeria mengandeng tangan kakaknya dan berjalan dengan angun menuju orang tua mereka.
"Selamat datang putri Arinta dan pangeran Budi" ucap pengawal di depan pintu masuk keraton.
Keluarga Valeria lalu masuk ke dalam setelah melakukan beberapa pengecekan. Saat masuk ke dalam semua tatapan keluarga besar dari ibu Valeria menatap mereka dengan tatapan sinis.
Valeria tahu maksud pandangan itu karena memang semua yang berada di sini tidak menyukai keluarganya. Menurut mereka keluarganya adalah keluarga yang sombong dan suka menarik perhatian Raden dan Kanjeng Ayu Winata.
"Arinta menghadap ayah dan ibu" ucap Arinta sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
"Budi menghadap ayah dan ibu" ucap Budi sambil mengikuti apa yang dilakukan Arinta tadi.
"Valeria dan Bagas menghadap eyang kakung dan eyang putri" ucap Valeria dan Bagas dengan serentak.
"Kalian sudah sampai" ucap Arya dengan suara tegas.
"Iya ayah" ucap Budi mewakili keluarganya.
"Selamat ulang tahun ibu" ucap Arinta sambil memeluk sang ibunda.
"Terima kasih nak" ucap Putri sambil membalas pelukan putri keduanya.
Budi dan kedua anaknya juga turut mengucapkan selamat ulang tahun kepada Putri. Setelah mengucapkan selamat Valeria dan keluarganya lalu berbaur bersama dengan keluarga besar mereka.
Pesta perayaan ulang tahun eyang putri diadakan dengan mewah di keraton Winata. Semua tamu penting baik dari pemerintahan dan rekan kerja mereka datang memberi ucapan.
Bahkan masyarakat sekitar sedari pagi tadi juga sudah berdiri di depan keraton mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kanjeng Ayu Putri Cahya Winata. Mereka juga turut mendoakan agar nenek Valeria berumur panjang.
Valeria sedari tadi sangat senang karena sang kakak tidak meninggalkannya sendiri. Bahkan Valeria yang bertemu dengan sepupunya berbicara dengan formal seperti ajaran sang ibu.
Awalnya Valeria risih tapi karena semua perintah sang ibu mau tak mau Valeria melakukannya, tapi hanya jika berada di depan umum. Ia tahu ia akan dianggap sombong oleh sepupunya tapi itu lebih baik dari pada mendapat hukuman dari sang ibu.
Acara demi acara sudah berjalan dengan sangat meriah, bahkan saat ini waktu sudah menunjukan pukul 22:00 malam. Para tamu undangan satu persatu sudah pamit undur diri tersisa keluarga inti saja.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
"Wah Arinta kamu mempunyai keluarga yang sangat sempurna" ucap Wina istri dari Raden Aji Winata kakak Arinta.
"Anak yang lahir dari keluarga yang baik akan mempunyai keluarga yang baik mbak" ucap Arinta dengan sombong.
Semua keluarga besar mereka seketika diam tidak bisa berkata apa-apa. Mereka merasa minder sendiri karena kebanyakan dari mereka memiliki keluarga yang jauh dari kata sempurna.
Arinta tersenyum smirk lalu pergi dari sana, Wina menatap adik iparnya dengan tatapan tajam dan emosi. Ia akui jika dia berasal dari keluarga yang biasa tapi tidak perlu di rendahkan seperti itu.
"Awas kamu Arinta suatu saat kamu akan merasakan apa yang aku rasakan" gumam Wina dengan suara sangat pelan.
Arinta lalu berjalan menghampiri suaminya yang sedang berbicara dengan sang kakak. Mereka lalu pamit pulang karena sudah malam dan para tamu sudah tidak ada lagi.
~ Mansion Kusumo ~
Saat masuk ke mansion Arinta lalu membawa Valeria menuju kamarnya. Bagas yang melihat sang adik di tarik oleh ibunya hanya bisa diam saja.
Ingin membantu adiknya tapi tidak bisa, ia hanya anak berumur 15 tahun yang masih duduk di bangku SMP. Bagas lalu menuju kamarnya di lantai dua, Budi yang melihat sang anak sudah masuk ke kamar segera menghampiri sang istri.
Sampai di dalam kamar ia melihat Valeria yang menangis sambil memegang pipinya. Bukannya kasihan atau melerai Budi hanya menatap putrinya dengan tatapan datar dan tidak perduli.
Budi Kusumo hanya mementingkan anak laki-laki saja ketimbang anak perempuan. Menurutnya anak perempuan hanya beban saja dan sangat menyusahkan.
"Lain kali ibu tidak mau lihat kamu seperti anak penakut di depan umum" bentak Arinta dengan suara tinggi.
"Maaf bu.......hiks.......Valeria salah.......hiks hiks" ucap Valeria sambil menangis.
"Sudahlah Arinta toh dia tidak mempermalukan nama kita tadi" ucap Budi dengan santai.
"Kembali ke kamarmu sana" hardik Arinta dengan suara tinggi.
"Iya bu" ucap Valeria.
Setelah melihat Valeria sudah pergi Budi segera membawa istrinya ke atas ranjang. Arinta hanya membiarkan suaminya karena ini sudah tugasnya melayani sang suami.
Valeria yang sudah masuk ke dalam kamar seketika menangis terisak. Beruntung kamarnya kedap suara jadi tidak ada yang mendengar tangisannya saat ini, Valeria lalu bangun dan mencurahkan semua isi hatinya dalam buku diary miliknya.
Hari berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa sudah pagi. Seperti pagi biasanya para pelayan sudah bangun dari subuh membersihkan mansion dan menyiapkan sarapan.
Seperti biasa peraturan di mansion tidak boleh ada yang berbicara saat sedang makan. Suasana di meja makan hanya ada bunyi garpu dan sendok yang terdengar.
Budi yang sudah selesai sarapan lalu mengelap mulutnya dan bangun. Valeria, Bagas, dan sang ibu lalu bangun dan menyelami tangan sang ayah sebelum ayahnya pergi.
"Aku akan ke Papua selama 1 minggu buat tinjau tambang kita disana" ucap Budi.
"Iya mas kamu hati-hati disana" ucap Arinta sambil mencium tangan suaminya.
"Jaga anak-anak kita terlebih Bagas penuhi semua keperluannya sayang"
"Iya mas"
"Aku berangkat dulu sayang"
"Hati-hati mas" ucap Arinta sambil melambaikan tangannya.
Setelah mobil sang suami sudah tidak kelihatan Arinta segera masuk ke dalam mansion. Baru tiba di ruang tamu Valeria dan Bagas sudah muncul dari arah meja makan.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
"Ibu Bagas berangkat ke sekolah dulu ya" ucap Bagas sambil mencium tangan sang ibu.
"Balajar yang rajin ya nak" ucap Arinta sambil mengelus kepala Bagas.
"Iya bu" ucap Bagas.
"Bu aku juga pamit mau berangkat ke sekolah" ucap Valeria sambil mencium tangan sang ibu.
"Hemmm.......Jangan buat masalah di sekolah yang mencoreng nama baik ayah dan ibu" ucap Arinta dengan suara tegas.
"Iya bu" ucap Valeria sambil tersenyum getir.
Valeria dan Bagas segera pergi ke sekolah. Valeria yang saat ini berada di kelas 4 SD dan Bagas yang berada di kelas 3 SMP segera naik ke mobil yang akan mengantar mereka.
~ SD Pelita Harapan ~
Valeria di antar lebih dulu ke sekolahnya baru menuju sekolah Bagas. Sampainya di SD Pelita Harapan Valeria lalu turun dan bergegas masuk ke dalam sekolah tanpa lupa mengucapkan perpisahan pada kakaknya.
"Hati-hati ya kangmas" ucap Valeria sambil melambaikan tangan kepada Bagas.
"Kamu belajar yang rajin ya dek" ucap Bagas.
"Iya kangmas"
Valeria lalu berlari masuk ke dalam sekolah menuju teman sekelasnya yang sedang menunggunya. Bagas tersenyum melihat kelakuan sang adik.
Setidaknya kamu masih bisa tertawa bahagia di sekolah dek, batin Bagas dengan sedih.
"Pagi semuanya" ucap Valeria dengan senyum manis.
"Pagi juga Valeria" ucap teman sekelas Valeria dengan serentak.
Valeria tersenyum manis karena setidaknya disini ia tidak harus merasa sedih. Teman-teman sekelasnya tidak sama seperti ibunya yang membuat peraturan berteman harus dengan orang tertentu saja.
Tak lama bel masuk berbunyi tanda waktunya pelajaran akan di mulai. Veleria mengikuti pelajaran sambil mendengarkan penjelasan guru dengan antusias.
~ Kusumo group ~
Di perusahaan *Kusumo*Group tepatnya lantai 40 Budi sedang berbicara dengan seseorang dengan suara lembut. Ia tersenyum melihat wajah cantik itu di layar hpnya.
"Kapan kamu kesini mas" ucap seorang perempuan dengan suara mengoda.
^^^"Sebentar aku akan kesana sayang"^^^
"Yang benar sayang"
^^^"Iya sayang"^^^
"Aku udah ngak sabar pengen ketemu sama kamu sayang"
^^^"Aku juga sayang"^^^
"Aku akan beritahu Bianca pasti dia senang ayahnya datang"
^^^"Jangan sayang biar ini jadi kejutan untuk putri kita" ucap Budi sambil tersenyum manis.^^^
"Iya mas kalau gitu sampai jumpa mas"
^^^"Iya sayang"^^^
Budi lalu mematikan panggilannya dan seketika raut wajahnya berubah. Ia akui Bianca adalah anak hasil perselingkuhannya tapi ia sangat mencintai istrinya Arinta.
"Secepatnya aku harus mengurus perempuan ja***g itu" ucap Budi dengan rahang mengeras.
❄❄❄❄❄
To be continue............
Hay para readersku semua ini adalah karya aku tentang Valeria dan Thomas ya.
Semoga kalian suka dengan ceritanya dan mohon maaf jika ada kesalahan pengucapan kata atau gelar, karena author sendiri baru pertama kali nulis cerita dengan alur yang mempunyai gelar ya, jadi author mohon di maklumi ya😉😍😍😍
Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
范妮·廉姆
Hai kak perkenalkan saya poicpan dan Gc Bcm, kita di gc akan belajar bersama kaka mentor senior jg kita kemarin sudah mengadakan event tertentu dan mendapatkan reward.
Saya Mau mengajak kaka untuk bergabung bersama kami
caranya hanya wajib follow akun saya pemilik Gc Bcm ya, maka otomatis akan mendapatkan undangan.
Terima Kasih.?
2024-10-04
0
Jade Meamoure
keluarga keraton kejawen koq nama bule ya
2022-07-07
1