Jauh diatas sana, dipuncak gunung Thay San, Thian long sedang berlatih dan memperdalam ilmu Tapak Buddha, diusianya yang begiru muda Thian long sudah begiru mahir menggunakan iu tersebut dengan berbagai posisi, tenaga dalam inti es dan apinya pun semakin besar dan mantab.
Selesai berlatih, Thian long termenung memikirkan seluruh rangkaian jurus ini.
' Aneh sekali, setiap aku mengerahkan jurus ke 8 jurus telapak buddha, kenapa selalu ada energi yang meluap luap seolah mengatakan kalau rangkaian jurus ini masih ada lanjutannya, tetapi bukankah guru mengatakan kalau rangkaian jurus ini hanya sampai tingkat ke 8 saja, apakah masih ada jurus tersisa yang belum sempat guru pelajari?'
demikian pertanyaan ini berputar dipikiran Thian long.
'ah, biarlah nanti aku pikirkan, beberapa malam ini ketika berlatih aku melihat seberkas sinar keemasan di puncak kawah gunung ini, kira kira ada apa disana, apakah ada pusaka terpendam atau jangan jangan ada orang lain yang berlatih ilmu disana, coba aku selidiki dulu kesana' gunam thian long.
Thian long bergegas menuju puncak kawah gunung thay san, dengan ilmu ringan tubuhnya ia dapat dengan mudah melewati medan yang berat, kondisi jalannya yang berliku penuh bahaya dikanan kirinya terdpat jurang yang dalam, belum lagi hambatan binatang buas dan beracun, namun seolah mengerti kehebatan thian long, binatang binatang itu enggan mengusik Thian long dan memilih menyingkir bersembunyi diantara kerimbunan pohon yang ada disana.
Sesampainya dikawah, thian long bergegas memeriksa kawasan tersebut, nqmun ia tidak menemui sesuatu hal yang janggal atau mencurigakan.
'Hmm.. aku sudh berkali kali mengitari kawah gunung ini, namun aku belum bisa menemukan benda apa yang bersinar ketika malam, lebih baik aku menunggu malam tiba mudah mudahan saja ada petunjuk lainnya atau benda itu mengeluarkan sinarnya kembali, iru lebih mjdah buatku untuk menemukannya' gunam thian long.
Lalu thian long mempersiapkan dirinya untuk bermalam dipuncak kawah gunung itu, dia berburu hewan disekitar kawah untuk dijadikan santapan.
Selesai makan, thian long mempergunakan waktu tersisa untuk berlatih meditasi guna meningkatkan tenaga dalamnya sambil menunggu malam tiba.
Setelah menunggu berjam jam lamanya, matahari mulai tenggelam, suasana puncak kawah gunung mulai gelap, binatang binatang malam mulai bermunculan untuk sekedar mencari makan.
Thian long mulai terbangun dari meditasinya, dia merasakan peningkatan tenaga dalamnya, dan tubuhnya kembali bugar.
' Malam yang kutunggu telah tiba, semoga aku bisa menemukan benda yang bisa mengeluarkan cahaya tersebut'
Thian long bergegas kembali memeriksa area kawah dn sekitarnya, tiba tiba ia melihat seberkas cahaya didalam kawah gunung tersebut.
Untuk mencapai lokasi, Thian ling harus turun ke bawah kawah tersebut dan lokasi iru sangat panas karena didalam lobang kawah masih terlihat letupan letupan magma gunung itu.
Thian long bergegas mengerahkan tenaga inti es untuk menahan hawa panas dari magma gunung tersebut, tanpa ragu ia melayang turun mendekati bibir kawah dimana cahaya itu berasal.
Setibanya dibibir kawah, Thian long bergegas menggali tanah sekitar, semakin dalam ia menggali cahaya emas itu semakin terlihat jelas, rembesan sinar emas semakin kuat memancar sampai akhirnya dia menemukan sesuatu yang berbentuk panjang menyerupai sebilah pedang, karena kondisinya kotor dan dipenuhi lumpur magma yang mengering, Thain long memutuskan untuk membawa benda tersebut keatas.
Dengan sekali hentakan kaki, Thian long tiba diatas lobang dan segera menjauhi kawah gunung tersebut, lalu ia memutuskan untuk membersihkan kotoran yang melekat pada benda tersebut.
Setelah membasuh kotoran dan lumpur, benda itu mulai menampakan wujudnya sebilah pedang yang sarung dan gagangnya terbuat dari emas murni.
Pada gagangnya terukir kepala naga, thian long berdecak kagum selain pedang ini memiliki keindahan secara fisik, ternyata pedang ini mengalirkan hawa dingin dan panas secara bergantian, sehingga ketika ia menggemgam pedang ini, thian long merasakan tenaga dalamnya semakin meningkat dan pandangannya semakin jernih.
' Luar biasa sekali pedang ini, ini pasti pedang pusaka yang sangat hebat, lalu kenapa pedang ini bisa sampai terkubur didalam kawah sedemikian rupa, lalu siapakah pemilik pedang ini, apakah ia sengaja menguburkan pedang pusakanya disini?'
'Baiklah, sekarang aku akan melihat dan membuka sarung pedang ini, aku ingin melihat setajam apa pedang ini'
'Wahai pedang emas kalau kau berjodoh denganku, semoga aku bisa mengeluarkanmu dari sarungmu katena aku ingin sekali melihatmu'
Dengan tangan bergetar Thian long mulai menarik gagang pedang dari sarungnya, semakin pedang itu tertarik keluar dari sarungnya cahayanya semakin bersinar cemerlang tetapi cahaya itu sangat lembut dan tidak menyilaukan mata'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Budi Efendi
mantap thorrr
2023-02-25
2
Ida Safira
Joss tidak bertele tele
2021-05-19
1
Ujibmaki Milito
berkelana ya jgn terlalu muda Thor usianya nanti jadi aneh
2021-05-10
3