Bab Dua puluh

Sampai di rumah sakit, Raka langsung menggendong Melati menuju ruang IGD. Dokter langsung menanganinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan Melati dibawa ke ruang persalinan. Dokter mengatakan jika saat ini Melati sudah akan melahirkan.

Pembukaan pada jalan rahimnya udah tujuh. Dokter meminta Raka masuk, karena ia mengira Raka adalah suami Melati.

Raka akan menolak, tapi setelah ia pikirkan akhirnya Raka masuk.

"Biarlah aku temani saja Melati melahirkan. Jino mau marah padaku, aku akan terima. Lagi pula ini semua bukan salahku. Aku tadi telah menghubungi telepon rumahnya. Pembantunya mengatakan mereka saat ini sedang liburan. Jino memang keterlaluan. Bisanya pergi liburan saat Melati hampir melahirkan"

Raka melihat Melati yang merintih karena kesakitan. Ia mendekati Melati dan menghapus keringat yang bercucuran diwajahnya.

"Maaf Melati. Aku diminta masuk dengan dokter. Aku tak tau harus menolak apa"

"Raka...sakit" ucap Melati menangis.

"Kamu harus kuat ya. Demi anakmu...."

"Iya, Raka. Terima kasih. Maaf karena selalu merepotkan kamu...."

"Aku nggak merasa kamu repotkan"

"Raka, jika aku harus pergi menyusul kedua orang tuaku karena melahirkan...tolong kamu lihat anakku. Apa mereka memyayanginya...."

"Melati, kamu jangan berkata begitu. Kamu pasti bisa lalui ini"

Dokter dan bidan masuk ke dalam ruangan itu. Dokter mengatakan pembukaan jalan lahir udah lengkap. Saatnya buat Melati mengedan untuk mengeluarkan bayinya.

Raka yang sadar jika ia bukan suami Melati, pandangannya selalu ia arahkan hanya pada wajah Melati.

Melati menggenggam tangan Raka ketika ia diminta mengedan. Melati mencoba mengedan sekuat tenaganya. Tapi bayinya belum juga keluar dari jalan rahim.

"Tarik nafasnya bu Melati. Setelah itu kembali ibu coba mengedan lagi" ucap Dokter itu.

Melati kembali mencoba mengedan, tanpa sadar ia menggenggam kuat tangan Raka.

Raka yang melihat wajah Melati memerah ketika mengedan, dan keringat yang bercucuran tanpa sadar mengeluarkan air matanya.

"Ya Tuhan, beginikah ketika ibu melahirkan aku. Menahan semua rasa sakit demi anak yang akan dilahirkannya. Seharusnya Jino melihat perjuangan Melati melahirkan bayinya agar ia tak tega memisahkan ibu dan anak. Aku minta tolong vidiokan aja sama perawat itu. Nanti suatu saat akan aku kirim padanya agar ia tahu perjuangan Melati melahirkan"

Raka minta izin pada dokter dan meminta tolong perawat untuk memvidiokan semua. Raka beralasan buat dokumen pribadi.

Melati kembali mencoba mengedan sekuat tenaganya, hingga akhirnya kepala bayi nya udah mulai tampak. Tapi kembali ia tak kuat.

"Ibu, coba lebih kuat lagi ya. Ini kepala bayinya udah mulai kelihatan. Kita coba lagi, jangan putus ya bu mengedannya"

"Melati, coba lebih kuat lagi ya. Kamu pasti bisa" ucap Raka sambil mengusap telapak tangn Melati yang menggenggamnya.

"Raka...aku nggak kuat rasanya"

"Jangan menyerah, kita coba sekali lagi"

Dokter dan bidan meminta Melati kembali menarik nafas dan mengedan lagi.

Melati mencoba dengan sisa tenaganya. Ia harus kuat demi anaknya. Itu yang Melati pikirkan.

Melati menarik nafasnya dan kembali mengedan dan akhirnya terdengar suara tangisan bayinya.

Raka langsung mengusap kepala Melati begitu mendengar suara tangis bayi.

"Melati, kamu dengarkan suara bayimu..."

"Raka...Itu suara bayiku"

"Iya. Kamu telah melahirkan seorang putera yang sehat ...."

Bidan memotong tali pusar bayi Melati yang masih terhubung dengan plasenta. Dokter meminta Melati mengedan lagi buat keluarkan plasentanya.

"Selamat ya pak, bu...bayinya laki laki. Sehat dan cakep banget..."

Bayi itu diletakan di dada Melati. Melati menangis melihat bayi merah yang ada di atas dadanya. Ia memeluk putranya kuat.

Setelah itu perawat minta izin untuk membersihkan bayi itu dulu. Raka izin keuar ruangan karena Melati akan dibersihkan.

Raka mengurus administrasi untuk kepindahan Melati ke ruang perawatan.

Melati saat ini telah dibersihkan dan di dorong menuju ruang rawat. Bayinya juga ikut di bawa.

Raka menggendong bayi Melati dan mengadzankan bayi itu. Setelah itu ia kbali meletakan bayi itu.

Ia mendekati Melati yang masih tampak kelelahan. Raka mengambil bubur yang diberikan buat sarapan Melati.

"Raka, kenapa bayiku kamu letakan kembali. Aku mau menggendongnya"

"Kamu sarapan dulu. Biar tenaga kamu pulih kembali. Saat ini bayimu masih lelap dalam tidurnya"

"Raka, aku nggak tahu harus bicara apa. Aku tahu tak cukup hanya mengucapkan terima kasih atas semua yang kamu lakukan. Tapi aku janji akan membantu kamu jika kamu membutuhkan bantuanku kapanpun.Walau tak banyak yang bisa aku lakukan, tapi apapun itu yang bisa buat membantumu, akan aku lakukan. Hanya dengan itu aku bisa membalas semua kebaikanmu selama ini"

"Aku tak mengharapkan balasan apapun. Karena aku memang ikhlas melakukan semuanya"

"Aku hanya bisa mendoakan semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu padaku. Dan memberikan kamu kebahagiaan selalu. Aku juga berharap kamu diberikan jodoh yang baik. Aku percaya lelaki yang baik buat wanita yang baik juga"

Raka menyuapi Melati sarapan. Setelah itu ia mengambil bayi Melati dari tempat tidurnya dan memberikan pada Melati.

Melati mencoba menyusui putranya. Raka yang melihat itu langsung membuang mukanya. Ia memilih menjauh dengan duduk di sofa.

Bayi Melati mulai mencari ASI nya. Ia mulai menyusu dengan Melati.

Melati memeluk putranya dan meneteskan air matanya.

"Ya Tuhan, apa aku akan sanggup berpisah dengan putraku ini. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan agar aku masih bisa melihatnya. Aku ingin terus memeluknya. Tapi aku sadar ia bukan milikku. Maafkan bunda sayang, bukannya bunda tak menyayangimu jika bunda memberikan kamu pada mami Nia. Tapi ini terpaksa bunda lakukan. Jika kamu besar nanti dan tahu kenyataannya, bunda harap kamu bisa mengerti apa yang bunda lakukan ini. Bunda terpaksa harus meninggalkan kamu, nak. Jika bunda punya pilihan pasti bunda ingin terus bersamamu...sayang. Semoga kita suatu saat nanti dipertemukan dan bisa bersatu lagi"

Raka mendengar suara isakan tangis Melati yang memeluk putranya.

"Melati, aku ikut sedih melihatmu menangis. Pasti kamu berat sekali melepaskan putramu buat Nia. Seandainya Jino mau melepaskan kamu dan putranya, aku akan mau menggantinya dengan uang sebesar apapun itu yang ia pinta. Tapi aku tak yakin Jino mau melakukan itu, kecuali Nia yang memintanya. Jika Nia mengizinkan Melati membawa anaknya, pasti Jino juga akan ikut mengizinkan. Jino hanya mau menuruti maunya Nia"

****************

Terima kasih

Terpopuler

Comments

Ibelmizzel

Ibelmizzel

Raka carilh kelemahan Nia biar anak melati tetap sama melati

2025-02-23

0

Vera Wilda

Vera Wilda

hayooo Raka negosiasi sama Nia, karena Nia cuma mau duit doang .... kumpulkan bukti2 perselingkuhan Nia, ancam dia Raka , hayooo Raka kamu bisa bantu Melati....

2023-01-27

0

Jasmine

Jasmine

kapan ya terungkap perselingkuhan nia dan alex...sakit jg terpisah dr anak yg dilahirkan tanpa bisa memberikan haknya

2023-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 BabTujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas.
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh Dua
23 Bab Dua puluh Tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Satu
38 Bab Tiga puluh Tujuh
39 Bab Tiga puluh Delapan
40 Bab Tiga puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat puluh Satu
43 Bab Empat puluh Dua
44 Bab Empat puluh Tiga.
45 Bab Empat puluh Empat
46 Bab Empat puluh Lima
47 Bab Empat puluh Enam
48 Bab Empat puluh Tujuh
49 Bab Empat puluh Delapan
50 Bab Empat puluh Sembilan
51 Bab Lima puluh
52 Bab Lima puluh Satu
53 Bab Lima puluh Dua
54 Bab Lima puluh Tiga
55 Bab Lima puluh Empat
56 Bab Lima puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima puluh Tujuh
59 Bab Lima puluh Delapan
60 Bab Lima puluh Sembilan
61 Bab Enam puluh
62 Bab Enam puluh Satu
63 Bab Enam puluh Dua
64 Bab Enam puluhTiga
65 Bab Enam puluh Empat
66 Bab Enam puluh Lima
67 Bab Enam puluh Enam
68 Bab Enam puluh Tujuh
69 Bab Enam puluh Delapan
70 Bab Enam puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh puluh Satu
73 Bab Tujuh puluh Dua
74 Bab Tujuh puluh Tiga
75 Bab Tujuh puluh Empat
76 Bab Tujuh puluh Lima
77 Bab Tujuh puluh Enam
78 Bab Tujuh puluh Tujuh
79 Bab Tujuh puluh Delapan
80 Bab Tujuh puluh Sembilan
81 Bab Delapan puluh
82 Bab Delapan puluh Satu
83 Bab Delapan puluh Dua
84 Bab Delapan puluh Tiga
85 Bab Delapan puluh Empat
86 Bab Delapan puluh Lima
87 Bab Delapan puluh Enam
88 Bab Delapan puluh Tujuh
89 Bab Delapan puluh Delapan
90 Bab Delapan puluh Sembilan
91 Bab Sembilan puluh
92 Bab Sembilan puluh Satu
93 Bab Sembilan puluh Dua
94 Bab Sembilan puluh Tiga
95 Bab Sembilan puluh Empat
96 Bab Sembilan puluh Lima
97 Bab Sembilan puluh Enam
98 Bab Sembilan puluh Tujuh
99 Bab Sembilan puluh Delapan
100 Bab Sembilan puluh Sembilan
101 Bab Seratus
102 Bab Seratus Satu
103 Bab Seratus Dua
104 Bab Seratus Tiga
105 Bab Seratus Empat
106 Bab Seratus Lima
107 Bab Seratus Enam
108 Bab Seratus Tujuh
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Bab Seratus Dua Belas
114 Bab Seratus Tiga belas
115 Bab Seratus Empat Belas
116 Bab Seratus Lima Belas
117 Bab Seratus Enam Belas
118 Bab Seratus Tujuh Belas
119 Bab Seratus Delapan Belas
120 Bab Seratus Sembilan Belas
121 Bab Seratus Dua Puluh
122 Novel Noda Merah Pernikahan
123 Pengumuman.
124 LOVE IS RAIN
125 Promo
126 Ratu Ketiban Duren
127 EMAK AKU PENGEN KAWIN
128 CINTA YANG DIABAIKAN
129 HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
BabTujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas.
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh Dua
23
Bab Dua puluh Tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Satu
38
Bab Tiga puluh Tujuh
39
Bab Tiga puluh Delapan
40
Bab Tiga puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat puluh Satu
43
Bab Empat puluh Dua
44
Bab Empat puluh Tiga.
45
Bab Empat puluh Empat
46
Bab Empat puluh Lima
47
Bab Empat puluh Enam
48
Bab Empat puluh Tujuh
49
Bab Empat puluh Delapan
50
Bab Empat puluh Sembilan
51
Bab Lima puluh
52
Bab Lima puluh Satu
53
Bab Lima puluh Dua
54
Bab Lima puluh Tiga
55
Bab Lima puluh Empat
56
Bab Lima puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima puluh Tujuh
59
Bab Lima puluh Delapan
60
Bab Lima puluh Sembilan
61
Bab Enam puluh
62
Bab Enam puluh Satu
63
Bab Enam puluh Dua
64
Bab Enam puluhTiga
65
Bab Enam puluh Empat
66
Bab Enam puluh Lima
67
Bab Enam puluh Enam
68
Bab Enam puluh Tujuh
69
Bab Enam puluh Delapan
70
Bab Enam puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh puluh Satu
73
Bab Tujuh puluh Dua
74
Bab Tujuh puluh Tiga
75
Bab Tujuh puluh Empat
76
Bab Tujuh puluh Lima
77
Bab Tujuh puluh Enam
78
Bab Tujuh puluh Tujuh
79
Bab Tujuh puluh Delapan
80
Bab Tujuh puluh Sembilan
81
Bab Delapan puluh
82
Bab Delapan puluh Satu
83
Bab Delapan puluh Dua
84
Bab Delapan puluh Tiga
85
Bab Delapan puluh Empat
86
Bab Delapan puluh Lima
87
Bab Delapan puluh Enam
88
Bab Delapan puluh Tujuh
89
Bab Delapan puluh Delapan
90
Bab Delapan puluh Sembilan
91
Bab Sembilan puluh
92
Bab Sembilan puluh Satu
93
Bab Sembilan puluh Dua
94
Bab Sembilan puluh Tiga
95
Bab Sembilan puluh Empat
96
Bab Sembilan puluh Lima
97
Bab Sembilan puluh Enam
98
Bab Sembilan puluh Tujuh
99
Bab Sembilan puluh Delapan
100
Bab Sembilan puluh Sembilan
101
Bab Seratus
102
Bab Seratus Satu
103
Bab Seratus Dua
104
Bab Seratus Tiga
105
Bab Seratus Empat
106
Bab Seratus Lima
107
Bab Seratus Enam
108
Bab Seratus Tujuh
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Bab Seratus Dua Belas
114
Bab Seratus Tiga belas
115
Bab Seratus Empat Belas
116
Bab Seratus Lima Belas
117
Bab Seratus Enam Belas
118
Bab Seratus Tujuh Belas
119
Bab Seratus Delapan Belas
120
Bab Seratus Sembilan Belas
121
Bab Seratus Dua Puluh
122
Novel Noda Merah Pernikahan
123
Pengumuman.
124
LOVE IS RAIN
125
Promo
126
Ratu Ketiban Duren
127
EMAK AKU PENGEN KAWIN
128
CINTA YANG DIABAIKAN
129
HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!