Dua bulan kemudian
Sejak Alex dijodohkan , ia memang jarang bertemu Nia. Alex lebih memilih jalan bersama calon tunangannya.
Sebulan lagi pertunangan Alex dan Dewi , wanita yang dijodohkan orang tuanya.
Alex harus menerima perjodohan itu, karena orang tua Dewi akan memberi modal buat ia membuka usaha baru.
Nia yang tak tahu harus melakukan apa, meminta Jino untuk pergi liburan selama seminggu.
Ia akan menghukum Alex karena tidak mau menemuinya, jadi ia pun akan pergi bersama Jino.
"Kamu tak bisa mengabaikan aku begitu saja Alex, aku juga bisa melakukan hal yang sama. Jika aku tau kamu mengabaikanku karena wanita lain, aku tak akan tinggal diam. Selam ini aku telah melakukan apapun untuk kita dapat bersatu"
"Sayang, kenapa tiba tiba pengin liburan" ucap Jino sambil bermain di tubuh Nia.
"Aku bosan. Kalau Melati udah lahiran pasti aku tak akan kesepian lagi. Ada anak yang akan menemaniku"
"Kamu sabar ya sayang, tak lama lagi Melati akan melahirkan buah hati kita. Aku juga nggak sabar ingin melihat kamu menggendong bayi. Pasti kamu akan tampak lebih cantik dengan bayi ditanganmu"
"Jino, kamu selalu saja bisa membuat aku senang dengan pujianmu itu. Aku makin cinta denganmu"
"Kita pergi liburannya lusa aja ya...besok aku akan selesaikan dulu kerjaanku di kantor"
"Baiklah...."
"Aku akan memakanmu setiap saat selama liburan. Jadi kamu siap siap aja tak bisa jalan nantinya"
"Aku tak akan menyerah, aku yang akan buat kamu lelah melayaniku"
"Kamu memang selalu memuaskan aku baik dalam urusan ranjang dan lainnya" ucap Jino dan kembali bermain dengan tubuh Nia.
Mereka melakukan pergulatan di malam itu dengan panasnya. Tapi dipikiran Nia hanya ada Alex.
................
Hari ini Jino dan Nia akhirnya berangkat pergi ke Bali buat liburan. Nia sedang kesal karena sudah berapa hari ini Alex tak mengangkat telepon dan tak membalas pesannya.
Jino tak mengabari Melati, padahal saat ini ia sedang hamil besar dan hanya menunggu saat melahirkan.
Sore harinya Melati menunggu kedatangan Jino. Hingga larut malam tapi Jino tak juga muncul.
Melati akhirnya masuk ke kamar dan mulai memejamkan matanya. Tapi ia merasakan sakit dipinggang dan pinggulnya.
Sakit itu terkadang datang dan terkadang menghilang. Melati tidur dengan gelisah.
Menjelang subuh rasa sakit itu makin terasa. Melati mengambil ponselnya dan mencari diinternet apa apa saja tanda wanita yang akan melahirkan.
Semua yang Melati baca menunjukan jika yang dialaminya saat ini sama dengan tanda ibu hamil yang mengalami kontraksi.
Ia mencoba menghubungi Nia. Tapi ponselnya tak aktif. Begitu juga Jino, ponselnya juga tak aktif.
Melati mrncoba tenang, seperti yang ia baca tadi. Ibu hamil yang mengalami tanda tanda akan melahirkan sebaiknya menenangkan pikirannya.
Ia mengganti pakaiannya. Dan menyiapkan pakaian yang akan ia bawa. Melati mengambil tas dan perlengkapan bayinya.
Melati merasakan ada air yang mengalir dipahanya dari jalan rahim.
Melati memegangnya dan melihat air itu bewarna keruh dan sedikit bau amis. Melati ingat perkataan dokter jika wanita akan melahirkan mengeluarkan air yang dinamakan ketuban.
"Apa ini yang dinamakan air ketuban...Ya Tuhan, aku harus segera ke rumah sakit. Aku tak mau terjadi sesuatu dengan bayi yang ada dalam kandunganku"
Melati kembali mencoba menghubungi Nia dan Jino tapi ponselnya tak aktif.
"Pasti mas Jino dan mbak Nia mematikan ponselnya agar tak ada yang mengganggunya. Aku harus minta tolong siapa. Aku takut harus sendirian ke rumah sakit. Apa aku minta tolong Raka saja . Tapi aku takut nanti mas Jino jadi marah . Ah..biar saja ia marah. Yang penting anakku selamat"
Melati lalu menghubungi Raka sambil menahan sakit. Air masih mengalir dari jalan rahimnya walaupun tidak banyak. Baru sekali Melati menghubungi, Raka langsung mengangkatnya.
"Ada apa Melati. Kamu sakit, kenapa menghubungi tengah malam begini"
"Raka...sepertinya aku akan lahiran. Aku telah mencoba menghubungi mbak Nia dan mas Jino, tapi ponselnya tidak aktif. Apa kamu bisa menolongku"
"Tunggu sebentar Melati, kamu jangan cemas. Aku segera kesana...tenang ya"
Raka langsung mematikan sambungan ponselnya. Melati membuka pintu rumahnya dan ia duduk di sofa ruang tamu menunggu Raka.
Tak berapa lama Raka telah sampai di rumah Melati. Mungkin ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Raka keluar dari mobil tanpa mematikan mesin mobilnya.
Ia berlari masuk ke rumah Melati dan melihat Melati yang duduk bersandar dengan memegang pinggangnya tampak sedang menahan sakit.
"Raka...sepertinya air ketubanku udah keluar. Dokter bilang itu berarti aku akan lahiran"
Raka tanpa bicara langsung menggendong Melati.
"Raka...aku bisa jalan sendiri" ucap Melati, ia malu karena Raka menggendongnya . Pakaiannya pasti basah karena air ketuban.
"Kamu itu udah jelas menahan sakit, mana mungkin bisa jalan dengan benar"
Raka membuka pintu dan mendudukan Melati di kursi depan. Raka kembali ke rumah dan mengambil tas yang terletak di samping sofa.
Setelah itu ia menutup pintu rumah Melati dan menguncinya.
Raka mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Beruntung jalanan sepi karena jam masih menunjukan pukul tiga pagi.
"Raka...terima kasih" ucap Melati sambil merintih menahan sakit.
"Melati, bayi yang kamu kandung itu juga ponakanku. Aku tak mau ia dalam bahaya, apa lagi kamu. Aku ingin kamu bisa bertahan dan kuat ya"
"Raka...kamu baik banget. Aku banyak berhutang denganmu"
Melati menangis terharu. Saat ia membutuhkan bantuan , Raka selalu ada. Seakan Tuhan mengirim Raka buat menolongnya.
"Melati...aku tak bisa memungkiri hatiku, aku mencintaimu. Walau aku tahu ini salah ,karena tak seharusnya aku mencintai istri dari sepupuku. Tapi aku tak bisa menepis dan menghilangkan perasaan ini. Aku juga sangat mengagumimu. Kamu wanita yang sangat kuat"
Melati memandangi Raka yang menyetir mobil dengan serius. Ia tak tahu, pada siapa ia akan minta tolong jika tak ada Raka.
"Ya Tuhan, apakah kehadiran Raka dalam hidupku merupakan bentuk pertolongan darimu. Setiap aku menghadapi kesulitan dan masalah ,ia seakan tahu dan selalu hadir. Aku percaya kalau semua ini takdir darimu. Engkau mengenalkan Raka sebagai penolong bagiku yang tidak memiliki siapa siapa lagi di dunia ini"
****************
Terima kasih.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Ibelmizzel
sakit hati bacanya tapi terus lajut baca
2025-02-23
0
Jasmine
dan Tuhan mengirimkan Raka sbg bagian tulang rusukmu
2023-01-12
0
Bunbun Oke
nyesek mewek yg kuat ya Melati
Ibu hamil itu perjuangan sangat brt dr awal sampai melahirkan nyawa taruhannya
Jgn krn nerduit membuat mati hatinya Jino n Nia
Yang seenaknya menindas Melati yg selalu sakit hati ga bahagia
Tinggalkan aja si Jino,Melati kamu patut bahagia
Jika Jino tahu dan dgn mata kepalanya melihat Nia berselingkuh dgb Raka pasti penyesalan yg akan didapat
Jangan maafkan Jino dgn mudah balas semua sakit hati yg telah kamu dptkan krnnya
2022-12-14
0