Bab Delapan Belas

Jino terbangun dari tidurnya dan melihat jam sudah menunjukan pukul delapan malam.

"Kemana Nia, kenapa belum kembali juga. Apakah terjadi sesuatu pada dirinya"

Jino mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Nia.

Beberapa ia mencoba tapi sambungan ponselnya tidak juga diangkat. Akhirnya Jino meninggalkan pesan buat Nia.

"Sayang, kamu dimana. Kenapa belum kembali. Aku sangat kuatir"

Setelah mengirim pesan pada Nia ,Jino lalu melihat ke arah sofa. Tampak Melati yang sedang tertidur dengan posisi duduk. Perutnya udah tampak jelas.

Jino mencoba bangun dan berjalan mendekati Melati.

Jino mengusap sudut bibir Melati yang terluka karena tamparannya.

"Maafkan aku, aku tak mau jika yang menjadi milikku disentuh oleh orang lain. Dan aku juga tak tahu kenapa aku emosi ketika kamu mengatakan tidak akan pernah mencintaiku dan siap pergi dariku. Sebenarnya aku sudah mulai terbiasa akan kehadiranmu."

Jino memegang tangan Melati dan mengusap pergelangan tangannya yang membiru.

Melati reflek menarik tangannya karena masih terasa nyeri jika disentuh. Ia terbangun dan melihat Jino yang memandangi wajahnya.

"Apa mas membutuhkan sesuatu"

"Kamu belum makan...."

"Aku akan menunggu mbak Nia dulu. Nanti makan di rumah saja" ujar Melati dan menggeser duduknya sedikit menjauh dari Jino.

"Kenapa...kamu takut aku sakiti lagi" ujar Jino melihat Melati yang menjauhi dirinya.

Melati hanya diam tak membalas ucapan Jino.

"Mela, aku belum gila. Aku tak akan menyakiti jika kamu tak berbuat salah. Kamu bisa tanyakan pada Nia. Apakah aku pernah melukai atau menyakiti dirinya"

"Itu karena mas mencintai mbak Nia. Sedang aku...." Melati menghentikan ucapannya. Ia menahan ucapannya agar tak mengeluarkan air matanya. Ia tak boleh cengeng di depan Jino.

"Sedang kamu apa...." ucap Jino mengulangi ucapan Melati

"Kehadiranku tak pernah kamu anggap. Matipun aku tak akan ada pengaruhnya bagimu"

"Kamu pikir aku akan sanggup membunuhmu"

"Mungkin...."

"Apa kamu pikir aku sekejam itu"

Melati menganggukan kepalanya. Jino mendekat , ingin mengatakan sesuatu tapi diurungkan ketika melihat Nia masuk.

Nia langsung menghampiri Jino dan memeluknya.

"Mas, kamu udah bisa bangun. Aku senang banget. Maaf ...aku perginya lama. Sebenarnya aku tadi hanya di rumah sepulang dari rapat. Aku takut ke rumah sakit. Aku sedih melihatmu terluka, aku tak sanggup....kamu harus janji ya, jangan pernah terluka lagi. Aku nggak mau" ucap Nia dengan manjanya.

Jino lalu mengusap kepala Nia yang bersandar dibahunya.

"Aku nggak apa apa. Besok juga sudah diizinkan pulang. Aku tak akan terluka lagi. Aku tak akan meninggalkan kamu sendirian"

Jino mengecup pipi Nia dan bibirnya. Nia membalas kecupan dibibirnya dengan ******* bibir Jino. Ia tahu Jino akan melupakan kemarahannya jika Nia sudah mencium bibirnya.

"Lebih baik aku pamit, karena aku yakin kehadiranku tak akan pernah diharapkan jika ada mbak Nia"

Melati berdiri dan mengatakan pada Nia ia akan pamit pulang.

"Mbak...aku pamit dulu"

"Oh, Melati. Maaf karena telah merepotkan kamu. Apa kamu tak mau menginap di sini aja bersamaku"

"Aku belum makan dan mandi, mbak"

"Biarkan aja ia pulang. Jangan memaksanya. Kehadiran kamu sudah lebih dari cukup. Aku tak membutuhkan siapa siapa jika kamu ada disampingku" ucap Jino memeluk Nia

"Aku tahu mas , untuk itu aku pamit. Aku tak mau kehdiranku mengganggu. Aku juga lebih nyaman di rumah."

"Aku pamit dulu" ucap Melati dan meninggalkan ruang itu dengan jalan perlahan. Jino melihat Melati berjalan sambil memegang pinggangnya.

Melati memang merasakan pinggangnya yang pegal karena seharian belum membaringkan tubuhnya.

"Kenapa ia memegang pinggangnya. Apa ia merasakan sakit. Aku tak tahu apa yang aku rasakan. Berdua dengan Melati , aku merasakan ketenangan. Tapi aku tak mungkin menahannya di sini. Aku tak mau ia tahu jika sebenarnya aku senang jika ia juga berada disini. Aku tak mau menjadi pria serakah, bukankah kehadiran Nia sudah lebih dari segalanya"

Nia memang tak memberitahu pada keluarga Jino mengenai kecelakaan menimpa dirinya. Ia tak ingin bertemu mertuanya yang tak pernah menyukai dirinya.

Melati pulang ke rumahnya setelah pamit. Ia merasa tak perlu lama lama di rumah sakit.

Tiga hari di rumah sakit, Jino diizinkan pulang kembali ke rumah. Sejak kecelakaan itu Jino tidak mengunjungi Melati setiap sore lagi. Ia hanya datang dua atau tiga kali seminggu.

.............

Sudah lebih dari dua bulan sejak kejadian kecelakaan itu. Melati masih saja selalu irit bicara jika Jino mengunjunginya.

Melati memang sengaja menjaga jarak agar ia tak jatuh cinta pada Jino. Karena Jino suaminya itu , terkadang tampak sangat baik dan perhatian, dan terkadang dingin juga kejam.

Melati tak tahu, apa sebenarnya isi hati suaminya. Dan bagaimana perasaan Jino padanya.

Saat ini kehamilan Melati telah memasuki bulan ke tujuh.

Jino sore ini kembali datang mengunjungi Melati sepulang kerjanya. Ia membawakan susu buat ibu hamil buat Melati.

Kemarin Jino melihat stok susu Melati telah hampir habis. Ia juga membeli beberapa stok makanan buat di kulkas.

Melati dan Raka masih sering berkomunikasi hanya sekedar buat menanyakan kabar. Melati memang memberi nomor ponselnya pada Raka . Tapi ia tidak menyimpan nomor Raka diponselnya. Ia takut sewaktu waktu Jino memeriksa ponselnya.

Jino masuk ke rumah dan menuju ke dapur. Ia tak melihat Melati. Baisanya wanita itu sore hari selalu ada di dapur sedang menyiapkan makanan buatnya.

Ia juga tak melihat ada makanan di atas meja. Jino menuju kamar dan melihat Melati yang terbaring di tempat tidurnya.

Ia memegang dahi Melati dan terasa sedikit hangat.

"Kamu sakit..." gumamnya pada diri sendiri.

Jino naik ke tempat tidur dan memeluk tubuh Melati. Ia membawa kepala Melati dan menenggelamkan di dadanya.

Melati terbangun dan melihat wajah Jino yang terus saja memandanginya.

"Kita ke rumah sakit"

"Nggak perlu. Ini biasa. Aku hanya kecapean habis membersihkan rumah kemarin. Maaf mas...aku belum masak"

"Nggak apa. Tapi kamu harus berobat, suhu badanmu hangat"

"Aku tadi siang telah ke rumah sakit"

"Kenapa tak menghubungiku...."

"Bukankah mas yang mengatakan... jika aku tak perlu menghubungi mas seandainya itu bisa aku lakukan sendiri. Aku tak boleh manja. Aku harus mandiri. Karena aku akan hidup sendiri nantinya jika kamu mengusirku saat tak membutuhkan aku lagi. Kamu nggak mungkin lupa dengan perkataanmu itu mas. Karena kamu sudah terlalu sering mengatakan itu"

Jino diam mendengar ucapan Melati. Ia memang sering mengatakan itu.

"Apa kamu terluka dan sakit hati setiap mendengar ucapanku itu sehingga kamu menghafal setiap ucapanku padamu."

Melati bangun dari tidurnya dan menuju dapur. Ia mulai memasak makanan buat Jino.

Jino melihat Melati yang memasak dengan sedikit sulit karena perutnya yang membesar.

Ia berjalan mendekati Melati dan memeluk tubuhnya dari belakang.

"Maafkan aku...." ucap Jino dan mengecup pipi Melati.

Jino mengusap perut Melati dan membalikan tubuh Melati. Ia membungkuk dan mengecup perut Melati.

"Maafkan papi ya, papi tak bermaksud membuat ibumu terluka begini. Papi hanya menjaga jarak agar ibumu tidak akan merasakan sakit yang begitu parah jika ia sampai jatuh cinta pada papi dan harus pergi saat papi memintanya"

Jino berdiri dan memegang kedua bahu Melati dan memandangi wajahnya.

"Maafkan aku, aku berkata begitu agar kamu bisa mandiri jika suatu saat kamu harus hidup tanpa bantuan aku dan Nia. Tapi aku tak terpikirkan jika ucapanku itu akan menyakiti hatimu. Sekali lagi...maafkan aku"

Melati hanya diam tanpa membalas ucapan Jino.

"Apa yang kamu pikirkan mas, terkadang kamu begitu jahat dan kejam. Terkadang kamu tampak begitu lembut. Tapi aku harus menutup hatiku untuk tak terjerat denganmu mas. Aku tak mau membuat luka buat diriku sendiri. Aku harus bisa menjaga hatiku"

****************

Terima kasih

Terpopuler

Comments

watashi tantides

watashi tantides

Aku sakit hati dengernya apalagi Melati yang mengalaminya langsung😭💔

2025-01-13

0

Sumi Atun

Sumi Atun

laki asu

2023-04-26

1

Jasmine

Jasmine

jgn sampai terpengaruh dgn perlakuan baik jino...itu ada maunya...semoga melati secepatnya bebas dr jino dan menikah dgn raka

2023-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 BabTujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas.
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh Dua
23 Bab Dua puluh Tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Satu
38 Bab Tiga puluh Tujuh
39 Bab Tiga puluh Delapan
40 Bab Tiga puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat puluh Satu
43 Bab Empat puluh Dua
44 Bab Empat puluh Tiga.
45 Bab Empat puluh Empat
46 Bab Empat puluh Lima
47 Bab Empat puluh Enam
48 Bab Empat puluh Tujuh
49 Bab Empat puluh Delapan
50 Bab Empat puluh Sembilan
51 Bab Lima puluh
52 Bab Lima puluh Satu
53 Bab Lima puluh Dua
54 Bab Lima puluh Tiga
55 Bab Lima puluh Empat
56 Bab Lima puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima puluh Tujuh
59 Bab Lima puluh Delapan
60 Bab Lima puluh Sembilan
61 Bab Enam puluh
62 Bab Enam puluh Satu
63 Bab Enam puluh Dua
64 Bab Enam puluhTiga
65 Bab Enam puluh Empat
66 Bab Enam puluh Lima
67 Bab Enam puluh Enam
68 Bab Enam puluh Tujuh
69 Bab Enam puluh Delapan
70 Bab Enam puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh puluh Satu
73 Bab Tujuh puluh Dua
74 Bab Tujuh puluh Tiga
75 Bab Tujuh puluh Empat
76 Bab Tujuh puluh Lima
77 Bab Tujuh puluh Enam
78 Bab Tujuh puluh Tujuh
79 Bab Tujuh puluh Delapan
80 Bab Tujuh puluh Sembilan
81 Bab Delapan puluh
82 Bab Delapan puluh Satu
83 Bab Delapan puluh Dua
84 Bab Delapan puluh Tiga
85 Bab Delapan puluh Empat
86 Bab Delapan puluh Lima
87 Bab Delapan puluh Enam
88 Bab Delapan puluh Tujuh
89 Bab Delapan puluh Delapan
90 Bab Delapan puluh Sembilan
91 Bab Sembilan puluh
92 Bab Sembilan puluh Satu
93 Bab Sembilan puluh Dua
94 Bab Sembilan puluh Tiga
95 Bab Sembilan puluh Empat
96 Bab Sembilan puluh Lima
97 Bab Sembilan puluh Enam
98 Bab Sembilan puluh Tujuh
99 Bab Sembilan puluh Delapan
100 Bab Sembilan puluh Sembilan
101 Bab Seratus
102 Bab Seratus Satu
103 Bab Seratus Dua
104 Bab Seratus Tiga
105 Bab Seratus Empat
106 Bab Seratus Lima
107 Bab Seratus Enam
108 Bab Seratus Tujuh
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Bab Seratus Dua Belas
114 Bab Seratus Tiga belas
115 Bab Seratus Empat Belas
116 Bab Seratus Lima Belas
117 Bab Seratus Enam Belas
118 Bab Seratus Tujuh Belas
119 Bab Seratus Delapan Belas
120 Bab Seratus Sembilan Belas
121 Bab Seratus Dua Puluh
122 Novel Noda Merah Pernikahan
123 Pengumuman.
124 LOVE IS RAIN
125 Promo
126 Ratu Ketiban Duren
127 EMAK AKU PENGEN KAWIN
128 CINTA YANG DIABAIKAN
129 HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
BabTujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas.
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh Dua
23
Bab Dua puluh Tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Satu
38
Bab Tiga puluh Tujuh
39
Bab Tiga puluh Delapan
40
Bab Tiga puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat puluh Satu
43
Bab Empat puluh Dua
44
Bab Empat puluh Tiga.
45
Bab Empat puluh Empat
46
Bab Empat puluh Lima
47
Bab Empat puluh Enam
48
Bab Empat puluh Tujuh
49
Bab Empat puluh Delapan
50
Bab Empat puluh Sembilan
51
Bab Lima puluh
52
Bab Lima puluh Satu
53
Bab Lima puluh Dua
54
Bab Lima puluh Tiga
55
Bab Lima puluh Empat
56
Bab Lima puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima puluh Tujuh
59
Bab Lima puluh Delapan
60
Bab Lima puluh Sembilan
61
Bab Enam puluh
62
Bab Enam puluh Satu
63
Bab Enam puluh Dua
64
Bab Enam puluhTiga
65
Bab Enam puluh Empat
66
Bab Enam puluh Lima
67
Bab Enam puluh Enam
68
Bab Enam puluh Tujuh
69
Bab Enam puluh Delapan
70
Bab Enam puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh puluh Satu
73
Bab Tujuh puluh Dua
74
Bab Tujuh puluh Tiga
75
Bab Tujuh puluh Empat
76
Bab Tujuh puluh Lima
77
Bab Tujuh puluh Enam
78
Bab Tujuh puluh Tujuh
79
Bab Tujuh puluh Delapan
80
Bab Tujuh puluh Sembilan
81
Bab Delapan puluh
82
Bab Delapan puluh Satu
83
Bab Delapan puluh Dua
84
Bab Delapan puluh Tiga
85
Bab Delapan puluh Empat
86
Bab Delapan puluh Lima
87
Bab Delapan puluh Enam
88
Bab Delapan puluh Tujuh
89
Bab Delapan puluh Delapan
90
Bab Delapan puluh Sembilan
91
Bab Sembilan puluh
92
Bab Sembilan puluh Satu
93
Bab Sembilan puluh Dua
94
Bab Sembilan puluh Tiga
95
Bab Sembilan puluh Empat
96
Bab Sembilan puluh Lima
97
Bab Sembilan puluh Enam
98
Bab Sembilan puluh Tujuh
99
Bab Sembilan puluh Delapan
100
Bab Sembilan puluh Sembilan
101
Bab Seratus
102
Bab Seratus Satu
103
Bab Seratus Dua
104
Bab Seratus Tiga
105
Bab Seratus Empat
106
Bab Seratus Lima
107
Bab Seratus Enam
108
Bab Seratus Tujuh
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Bab Seratus Dua Belas
114
Bab Seratus Tiga belas
115
Bab Seratus Empat Belas
116
Bab Seratus Lima Belas
117
Bab Seratus Enam Belas
118
Bab Seratus Tujuh Belas
119
Bab Seratus Delapan Belas
120
Bab Seratus Sembilan Belas
121
Bab Seratus Dua Puluh
122
Novel Noda Merah Pernikahan
123
Pengumuman.
124
LOVE IS RAIN
125
Promo
126
Ratu Ketiban Duren
127
EMAK AKU PENGEN KAWIN
128
CINTA YANG DIABAIKAN
129
HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!