Bab Tujuh Belas

Melati dengan perlahan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang perawatan Jino.

Sampai di depan ruangan yang ia pastikan tempat Jino di rawat, Melati mengetuk pintunya.

Terdengar suara sahutan dari dalam yang ia yakini suara Nia.

"Masuklah..."

Melati membuka pintu dan masuk ke ruang itu. Ia melihat dahi Jino ada yang dibalut perban. Nia yang duduk di sampingnya sedang menyuapi Jino.

"Melati, kenapa dari kemarin ponselmu dimatikan"

"Baterainya habis mbak, aku nggak tahu"

"Nanti aku ada urusan, kamu bisa tolong jagain mas Jino"

"Bisa, mbak. Mas Jino kenapa...."

"Kecelakaan dekat jalan tak jauh dari rumahmu. Untung ada yang menolong membawakan ke rumah sakit. Setelah sadar Jino langsung menghubungi aku. Kamu kemarin dari mana, Jino. Kok bisa ada di jalan dekat rumah Melati" ucap Nia

"Aku ada urusan kantor dekat sana..."

"Kemarin sehabis mengantar aku pulang, kamu pamit ke rumah mama. Tapi kenapa jadi berada di jalan itu"

"Aku nggak jadi kerumah mama karena ada klien yang ingin bertemu" ucap Jino berbohong.

Setelah menyuapi Jino, Nia pamit ingin pergi. Ia mengatakan pada jino ada pertemuan dengan rekan kerjanya.

Sudah hampir satu tahun Nia membuka butik. Ia beralasan bosan jika dirumah terus sendiri. Tak ada anak yang menemani. Sehingga Jino mau memberi modal buat usahanya.

"Jino, aku pamit ya. Kamu jangan lupa minum obat. Aku tak mau kamu lama lama di rumah sakit. Aku tak bisa tidur jika nggak memeluk kamu" ucap Nia dengan manjanya membaringkan kepalanya di dada Jino.

"Aku tak akan lama sakitnya. Karena aku juga tak bisa tidur tanpa memelukmu" ucap Jino dan mengecup tangan Nia.

"Ingat ya...jangan lupa minum obatnya... "

Nia mengecup pipi dan bibir Jino. Ia menghampiri Melati yang duduk di sofa yang ada dalam ruangan itu.

"Mela, aku titip mas Jino ya. Suapi ia ketika jam makan. Dan ingat untuk meminum obatnya"

"Iya, mbak. Hati hati...."

Nia meninggalkan ruang tempat Jino di rawat. Melati tetap memilih duduk di sofa. Ia masih kesal melihat Jino.

Jino diam diam memandangi Melati yang duduk termenung memandang keluar ruangan. Sofa yang ia duduki berada dekat jendela.

"Aku tahu kamu masih kesal dan marah denganku. Tapi kenapa kamu tetap mau menjagaku. Apa kamu takut aku penjarakan seperti ancamanku kemarin."

"Aku haus...." ucap Jino membuat Melati kaget.

Ia berjalan mendekat ke tempat tidur Jino dan mengambilkan air minum. Ia membantu Jino untuk minum.

Jino melihat pergelangan tangan Melati yang masih membiru. Ia juga dapat melihat luka di sudut bibir Melati.

Setelah membantu Jino minum, Melati kembali duduk di sofa. Melati duduk tanpa memandangi Jino.

Jino yang tak suka diabaikan, ia mencari cara untuk mencuri perhatian Melati.

"Aku mau buah..." ucap Jino lagi.

Melati berdiri dan mengambil buah apel. Ia mengupas kulitnya dan memberikan dengan Jino tanpa suara.

"Kenapa memandangiku seperti itu. Kamu marah karena Nia meminta kamu buat menjagaku. Nia itu tidak akan meninggalkan aku jika urusannya tidak penting. Nia akan mengurusku hingga sembuh tanpa keluhan dan wajah masam"

Melati masih memandangi Jino dengan wajah masamnya. Jino menarik pergelangan tangan Melati yang sakit, agar ia bersuara.

"Mas, lepaskan. Tanganku sakit...." ucap Melati akhirnya

Jino melepaskan tangan Melati dan melihat ada tetes air mata di sudut matanya.

"Apa tangannya begitu sakit, sehingga ia menangis ketika aku tarik. Bukankah itu tangan yang kemarin aku tekan"

"Jika kamu keberatan menjagaku, kamu pulang saja. Aku bisa sendirian"

"Aku nggak keberatan...." ucap Melati dan kembali duduk di sofa.

Selang beberapa saat , perawat mengantar makanan buat Jino. Melati berdiri setelah perawat pergi dari ruangan.

Ia duduk disamping Jino dan mengambil makanan yang diberikan perawat.

"Waktunya makan siang ,mas...."

"Letak aja lagi. Nanti jika aku lapar, aku bisa memakannya"

"Mas, kamu harus makan. Agar kamu bisa minum obat"

Melati lalu menyuapi Jino dengan tanpa suara. Setelah Jino makan, ia lalu memberi obat.

Melati mengambil tisu dan membersihkan mulut Jino.

"Kamu nggak makan..." ucap Jino

"Sebentar lagi...."

"Aku nggak mau kamu membalas rasa kesalmu padaku dengan bayi itu. Jika kamu marah padaku, jangan siksa ia. Kamu harus makan supaya bayiku juga bisa makan. Jangan bilang kamu sengaja agar bayiku tak selamat"

"Apa kamu lupa mas, jika aku juga bundanya. Aku tak mungkin mencelakai bayiku sendiri. Aku masih waras...."

"Apa kamu ingin mengatakan aku gila"

"Aku tak pernah mengatakan itu, mas"

"Aku tahu kamu mengatakan itu karena kemarin aku mendorong tubuhmu hingga perutmu membentur kasur"

"Aku lupa jika mas pernah melakukan itu"

"Apa kamu saat ini masih marah padaku. Apa kamu pikir kamu berhak marah ...."

"Sudah aku katakan pada mas, jika aku sadar posisiku dimana. Tak mungkin aku marah pada, mas...."

"Syukurlah jika kamu menyadarinya"

Setelah mengucapkan itu, Jino memejamkan matanya. Karena pengaruh obat , Jino akhirnya tertidur.

Setelah melihat Jino tertidur, Melati keluar menuju kantin. Perutnya sudah terasa lapar.

Jino terbangun ketika dokter masuk ingin melepaskan perban dikepalanya. Luka yang dialami Jino tidak begitu parah. Hanya sedikit lecet.

Setelah perban di buka , dokter pamit keluar. Jino tak melihat kehadiran Melati di ruang itu.

"Kemana perginya Melati. Apa ia telah pulang dan sengaja meninggalkan aku sendirian. Ia tampaknya sangat marah padaku. Nia kemana perginya, ponselnya tak aktif. Apa ia masih mengadakan rapat"

Jino mencoba mendudukan badannya. Ia merasa haus. Jino mencoba berdiri karena letak dispenser yang cukup berjarak dari tempat tidurnya.

Melati yang akan masuk melihat dari jendela Jino yang mencoba berdiri. Ia berlari membuka pintu dan membantu Jino.

"Mas mau apa..."

"Aku mau minum sekalian buang air kecil"

Melati mengambilkan minum dan setelah itu membantu Jino menuju kamar mandi dengan membawakan infusnya.

Jino membuka celananya tanpa malu. Melati yang tampak membuang pandangannya.

"Kenapa kamu malu... bukankah kamu sudah sering melihatnya" ujar Jino melihat Melati

Melati tak menjawab ucapan Jino, ia membantu Jino memakaikan celananya.

Melati akan kembali ke sofa setelah membantu Jino tidur di kasurnya. Tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara Jino.

"Aku tak suka kamu dekat dengan Raka atau pria lain. Aku mau kamu belajar dari Nia, ia selama menjadi istriku tak pernah jalan dengan pria lain dibelakangku. Ia selalu menjaga nama baikku. Aku tak akan berbuat kasar lagi padamu, jika kamu mau mendengar ucapanku"

"Aku tak ada hubungan apa apa dengan Raka. Aku tak akan berselingkuh. Walau pernikahan kita hanyalah diatas kontrak tapi aku menghargainya. Aku akan tetap berusaha menjadi istri yang baik walau kamu tak pernah menganggap aku"

"Baguslah jika kamu memang tak ada hubungan dengan Raka atau pria lain. Karena aku akan bisa berbuat kasar dan diluar pikiranmu jika aku tahu kamu berselingkuh"

"Bagaimana jika yang melakukan perselingkuhan itu mbak Nia, apa kamu juga akan menghukumnya"

"Apa maksudmu...."

"Aku hanya sekedar bertanya, bagaimana jika yang berselingkuh bukan aku tapi mbak Nia. Apa kamu tetap memberi hukuman yang sama"

"Tentu saja aku akan menghukumnya dan tak memaafkan ..tapi aku yakin Nia tidak mungkin berselingkuh. Ia wanita yang baik..."

"Ya, aku tahu. Mbak Nia memang wanita yang sempurna"

Melati lalu kembali melangkah menuju sofa dan duduk membelakangi Jino dengan pandangan keluar ruangan.

"Jika benar yang Raka katakan, apa mas Jino juga akan melakukan hal yang kejam jika ia tahu mbak Nia berselingkuh"

****************

Terima kasih

Terpopuler

Comments

watashi tantides

watashi tantides

Sungguh Melati adalah istri idaman semua🥹 walaupun dia kesal dan marah sama Jino tapi dia ga melupakan tanggungjawabnya🫶

2025-01-13

0

Jasmine

Jasmine

5 thn diselingkuhi dan dibodohi...aku rasa tak ada suami di dunia ini dgn mudahnya istri selingkuh dibelakang suami...upss ada jg cth ternyata kasus istri sambo dgn kuat maaruf sampai lahir seorg anak

2023-01-12

0

Kus Mini

Kus Mini

semoga jino memergoi Nia berselingkuh dgn alexs

2023-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 BabTujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas.
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh Dua
23 Bab Dua puluh Tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Satu
38 Bab Tiga puluh Tujuh
39 Bab Tiga puluh Delapan
40 Bab Tiga puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat puluh Satu
43 Bab Empat puluh Dua
44 Bab Empat puluh Tiga.
45 Bab Empat puluh Empat
46 Bab Empat puluh Lima
47 Bab Empat puluh Enam
48 Bab Empat puluh Tujuh
49 Bab Empat puluh Delapan
50 Bab Empat puluh Sembilan
51 Bab Lima puluh
52 Bab Lima puluh Satu
53 Bab Lima puluh Dua
54 Bab Lima puluh Tiga
55 Bab Lima puluh Empat
56 Bab Lima puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima puluh Tujuh
59 Bab Lima puluh Delapan
60 Bab Lima puluh Sembilan
61 Bab Enam puluh
62 Bab Enam puluh Satu
63 Bab Enam puluh Dua
64 Bab Enam puluhTiga
65 Bab Enam puluh Empat
66 Bab Enam puluh Lima
67 Bab Enam puluh Enam
68 Bab Enam puluh Tujuh
69 Bab Enam puluh Delapan
70 Bab Enam puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh puluh Satu
73 Bab Tujuh puluh Dua
74 Bab Tujuh puluh Tiga
75 Bab Tujuh puluh Empat
76 Bab Tujuh puluh Lima
77 Bab Tujuh puluh Enam
78 Bab Tujuh puluh Tujuh
79 Bab Tujuh puluh Delapan
80 Bab Tujuh puluh Sembilan
81 Bab Delapan puluh
82 Bab Delapan puluh Satu
83 Bab Delapan puluh Dua
84 Bab Delapan puluh Tiga
85 Bab Delapan puluh Empat
86 Bab Delapan puluh Lima
87 Bab Delapan puluh Enam
88 Bab Delapan puluh Tujuh
89 Bab Delapan puluh Delapan
90 Bab Delapan puluh Sembilan
91 Bab Sembilan puluh
92 Bab Sembilan puluh Satu
93 Bab Sembilan puluh Dua
94 Bab Sembilan puluh Tiga
95 Bab Sembilan puluh Empat
96 Bab Sembilan puluh Lima
97 Bab Sembilan puluh Enam
98 Bab Sembilan puluh Tujuh
99 Bab Sembilan puluh Delapan
100 Bab Sembilan puluh Sembilan
101 Bab Seratus
102 Bab Seratus Satu
103 Bab Seratus Dua
104 Bab Seratus Tiga
105 Bab Seratus Empat
106 Bab Seratus Lima
107 Bab Seratus Enam
108 Bab Seratus Tujuh
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Bab Seratus Dua Belas
114 Bab Seratus Tiga belas
115 Bab Seratus Empat Belas
116 Bab Seratus Lima Belas
117 Bab Seratus Enam Belas
118 Bab Seratus Tujuh Belas
119 Bab Seratus Delapan Belas
120 Bab Seratus Sembilan Belas
121 Bab Seratus Dua Puluh
122 Novel Noda Merah Pernikahan
123 Pengumuman.
124 LOVE IS RAIN
125 Promo
126 Ratu Ketiban Duren
127 EMAK AKU PENGEN KAWIN
128 CINTA YANG DIABAIKAN
129 HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
BabTujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas.
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh Dua
23
Bab Dua puluh Tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Satu
38
Bab Tiga puluh Tujuh
39
Bab Tiga puluh Delapan
40
Bab Tiga puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat puluh Satu
43
Bab Empat puluh Dua
44
Bab Empat puluh Tiga.
45
Bab Empat puluh Empat
46
Bab Empat puluh Lima
47
Bab Empat puluh Enam
48
Bab Empat puluh Tujuh
49
Bab Empat puluh Delapan
50
Bab Empat puluh Sembilan
51
Bab Lima puluh
52
Bab Lima puluh Satu
53
Bab Lima puluh Dua
54
Bab Lima puluh Tiga
55
Bab Lima puluh Empat
56
Bab Lima puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima puluh Tujuh
59
Bab Lima puluh Delapan
60
Bab Lima puluh Sembilan
61
Bab Enam puluh
62
Bab Enam puluh Satu
63
Bab Enam puluh Dua
64
Bab Enam puluhTiga
65
Bab Enam puluh Empat
66
Bab Enam puluh Lima
67
Bab Enam puluh Enam
68
Bab Enam puluh Tujuh
69
Bab Enam puluh Delapan
70
Bab Enam puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh puluh Satu
73
Bab Tujuh puluh Dua
74
Bab Tujuh puluh Tiga
75
Bab Tujuh puluh Empat
76
Bab Tujuh puluh Lima
77
Bab Tujuh puluh Enam
78
Bab Tujuh puluh Tujuh
79
Bab Tujuh puluh Delapan
80
Bab Tujuh puluh Sembilan
81
Bab Delapan puluh
82
Bab Delapan puluh Satu
83
Bab Delapan puluh Dua
84
Bab Delapan puluh Tiga
85
Bab Delapan puluh Empat
86
Bab Delapan puluh Lima
87
Bab Delapan puluh Enam
88
Bab Delapan puluh Tujuh
89
Bab Delapan puluh Delapan
90
Bab Delapan puluh Sembilan
91
Bab Sembilan puluh
92
Bab Sembilan puluh Satu
93
Bab Sembilan puluh Dua
94
Bab Sembilan puluh Tiga
95
Bab Sembilan puluh Empat
96
Bab Sembilan puluh Lima
97
Bab Sembilan puluh Enam
98
Bab Sembilan puluh Tujuh
99
Bab Sembilan puluh Delapan
100
Bab Sembilan puluh Sembilan
101
Bab Seratus
102
Bab Seratus Satu
103
Bab Seratus Dua
104
Bab Seratus Tiga
105
Bab Seratus Empat
106
Bab Seratus Lima
107
Bab Seratus Enam
108
Bab Seratus Tujuh
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Bab Seratus Dua Belas
114
Bab Seratus Tiga belas
115
Bab Seratus Empat Belas
116
Bab Seratus Lima Belas
117
Bab Seratus Enam Belas
118
Bab Seratus Tujuh Belas
119
Bab Seratus Delapan Belas
120
Bab Seratus Sembilan Belas
121
Bab Seratus Dua Puluh
122
Novel Noda Merah Pernikahan
123
Pengumuman.
124
LOVE IS RAIN
125
Promo
126
Ratu Ketiban Duren
127
EMAK AKU PENGEN KAWIN
128
CINTA YANG DIABAIKAN
129
HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!