Jino tak ingin melakukan hal yang lebih kasar lagi. Ia pergi meninggalkan rumah Melati dengan amarah yang masih memuncak. Jino mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Kenapa aku bisa berbuat kasar pada wanita. Aku dari dulu tak pernah mau menyakiti hati wanita, tapi kepada Melati aku selalu saja berbuat kasar. Kenapa aku begitu marah ketika ia mengatakan tidak akan pernah menyukai pria sepertiku. Kenapa aku marah setiap kali ia mengatakan akan siap pergi dariku"
Jino memukul setir mobilnya dengan keras. Karena kurang konsentrasi Jino tak melihat ada mobil yang melaju dari arah berlawanan.
Jino kaget dan membanting setirnya ke kiri hingga menabrak pembatas jalan.
Dahinya berdarah karena terbentur keras dengan setir mobilnya. Ia kehilangan kesadarannya.
Sementara di rumah Melati, ia menangis setelah Jino meninggalkan rumah itu.
Raka mengetuk pintu rumah Melati. Ia mengira Jino yang kembali. Melati menghapus air matanya, ia tak ingin Jino melihatnya menangis.
Ia telah bertekat tidak akan melihatkan kelemahannya di depan pria itu lagi.
Melati berjalan perlahan membuka pintu rumahnya. Ia kaget melihat Raka yang berdiri dihadapannya.
"Raka...." ucap Melati kaget
"Kenapa bibirmu..." ucap Raka menghapus darah yang mulai mengering di sudut bibirnya.
"Aku kebentur lemari" ucapnya asal.
"Aku boleh masuk...."
Melati belum menjawab tapi Raka sudah melangkahkan kakinya ke dalam rumah Melati. Ia tahu Melati pasti akan melarangnya masuk karena Jino.
"Kamu mau minum apa..."
"Duduklah...apa kamu ada kotak obatan. Lukamu harus diobati"
"Dari mana kamu tahu rumahku, apa kamu mengikutiku" ucap Melati dan duduk dihadapan Raka. Tangannya berada diatas pahanya sehingga Raka dapat melihat pergelangan tangan Melati yang membiru.
Raka langsung berdiri dan memegang pelan tangan Melati.
"Jino keterlaluan..." ucapnya
"Kamu tahu Jino yang melakukannya. Apa kamu selama ini mengikutiku. Dan kamu sudah tahu jika Jino suamiku" tebak Melati langsung
"Ya, aku sudah curiga sejak ia nggak sengaja mengatakan di rumah sakit jika kamu mengandung anaknya"
"Kenapa kamu melakukannya. Kamu tahu itu membahayakan aku" ucap Melati dengan air mata yang tak bisa ia tahan lagi. Tangisannya pecah.
"Aku tak mengira jika Jino akan muncul dirumah orang tuanya"
"Aku memang pantas diperlakukan begini. Jino dan Nia telah membeli tubuhku"
Raka menangkup wajah Melati agar memandanginya.
"Ceritakan alasan kamu menerima semua ini"
"Apa kamu akan percaya padaku"
"Ya , untuk apa kamu berbohong"
Melati menceritakan awal ia bertemu Nia hingga alasannya menerima pernikahan kontrak itu.
"Aku akan mengganti uang yang kamu terima setelah itu kamu tinggalkan mereka"
"Aku tak bisa, aku telah menandatangani kontrak jika aku akan memberikan anak yang aku kandung ini. Jika aku pergi, mereka bisa menuntutku"
"Apa Jino juga yang menyebabkan kamu pingsan ketika di perusahaannya dulu"
"Ya, aku tak sengaja menyiram Nia dengan minuman sehingga pakaiannya basah. Itu membuat Jino marah. Ia takut aku melukai Nia"
Melati tak tahu, apa yang menyebabkan ia bisa berkata jujur dengan Raka. Ia begitu nyaman menceritakan semua masalahnya.
Mungkin karena Melati merasa lelah selama ini memendam semuanya sendiri. Saat ada orang yang memberikan perhatian ia merasa nyaman. dan terlindungi.
"Baiklah, jika kamu memang masih ingin bertahan karena perjanjian itu. Tapi ingat, jika kamu disakiti Jino lagi kamu harus janji mengatakan semuanya padaku. Dan juga kamu harus bisa melawan dan membela diri sendiri. Jangan mau ditindas hanya karena mereka merasa telah membelimu. Dulu Jino itu pria yang baik, tapi sejak menikah dengan Nia, ia seakan buta. Semua yang ia lakukan hanya untuk Nia. Ia bodoh karena terlalu mencintai wanita itu"
"Mbak Nia wanita yang baik, memang pantas mas Jino mencintainya"
"Nia tidak sebaik yang orang pikirkan. Aku lebih mengenalnya dari pada Jino suaminya. Jino hanya tahu wajah palsu Nia, wajah aslinya ia tidak mengenalnya"
"Apa maksud kamu, Raka"
"Nia itu sebenarnya mengkhianati Jino dibelakangnya. Tapi Jino tak pernah percaya setiap aku mengatakannya. Ia malah menuduhku iri karena ia bisa menikahi Nia, yang baginya wanita paling baik"
"Apa kamu tak salah, Raka. Mana mungkin mbak Nia berselingkuh. Ia dan mas Jino tampak akur dan mesra selalu"
"Nia hanya pura pura mencintai Jino"
"Kasihan mas Jino jika benar mbak Nia berselingkuh. Pasti ia syok jika tahu kenyataannya nanti. Mas Jino sangat mencintai mbak Nia"
"Ya, sebenarnya aku juga kasihan. Tapi mau bagaimana lagi, Jino itu telah dibutakan oleh cintanya pada Nia. Itu mungkin resikonya, oa harus bisa menerima saat ia tahu segalanya tentang Nia. Sekarang kamu jangan pikirkan mereka lagi. Aku obati lukamu ya..."
Raka meminta Melati mengambil kotak obatnya. Ia mengobati luka di bibir Melati dan pergelangan tangannya.
Raka pamit setelah ia mengobati luka Melati. Ia berpesan agar Melati harus menjadi wanita kuat , jangan mau diinjak walau mereka telah memberinya banyak uang.
Melati masuk ke rumah setelah mengantar Raka hingga mobilnya menghilang dari pandangan.
Ia lalu menuju ke kamar dan mecoba membaringkan tubuhnya. Ia besok akan ke rumah sakit untuk periksa kandungannya. Ia takut terjadi sesuatu dengan bayinya karena benturan diperutnya tadi.
Pagi harinya Melati bangun karena sinar cahaya matahari yang masuk melalui celah dikamarnya.
Ia mengambil ponselnya yang dari kemarin sejak Jino meninggalkan rumah dimatikannya.
Melati menghidupkan kembali ponselnya dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari Nia.
Ia membaca satu pesan dari Nia yang mengatakan jika Jino mengalami kecelakaan dan saat ini sedang di rawat di salah satu rumah sakit.
Melati segera mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah itu ia sempatkan sarapan sebelum memesan taksi online.
Setelah taksi tiba, Melati segera masuk setelah mengunci pintu rumahnya.
"Walaupun mas Jino sangat kejam dan jahat padaku, tapi aku tak pernah menginginkan kematiannya. Bagaimanapun sikapnya, ia adalah ayah dari bayi yang aku kandung. Aku tak menginginkan hal buruk terjadi padanya. Ya Tuhan lindunginya mas Jino, berilah ia kesembuhan. Aku tak ingin anakku lahir tanpa seorang ayah. Jika mas Jino tiada, aku takut nanti anakku dijaga oleh bapak tiri. Aku tak sanggup membayangkan jika itu terjadi"
***************
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Jasmine
Aku berharap kecelakaan itu membuat Jino lumpuh atau cacat sementara waktu biar dia merenungi nasibnya dan dia tak bisa berkutik hrs ditolong dan diurus org yg dibencinya
2023-01-12
0
Arum Rafandra Putra
luluh sudah air mata ini
2022-01-06
0
Aly'Jawa
karma menyiksa istri di bayar lunas langsung tanpa menunggu waktu
2022-01-03
0