Bab Empat Belas

Raka melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota. Ia mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah yang sangat megah.

Melati kaget karena ternyata Raka bukan membawanya ke sebuah resto atau kafe.

"Ini rumah siapa, Raka"

"Rumah tanteku. Kita mampir sebentar mengantar obat ini. Aku tadi ke dokter untuk meminta obat pada dokter buat tante."

"Oh...gitu ya"

Raka turun dari mobil. Dan melihat Melati masih duduk. Ia membukakan pintu mobil buat Melati.

"Raka, aku menunggu di mobil aja ya"

"Jangan, tante aku pasti tak mengizinkan aku pergi sebelum makan atau minum dulu. Nanti kamu lama menunggunya"

"Tapi aku nggak enak jika turun"

"Kenapa, aku akan kenalkan kamu sebagai temanku...ayo" ucap Raka sedikit memaksa.

Melati akhirnya turun dari mobil dan mengikuti langkah Raka dibelakangnya.

Raka dan Melati masuk setelah pembantu rumah tangga membukakan pintu rumah itu.

Melati kaget melihat foto yang terpampang di ruang tamu rumah ini.

"Raka, apakah ini rumah orang tua mas Jino"

"Ya, kan mama Jino tantenya aku"

Melati ingin membalikan badan saat ia mendengar suara sapaan.

"Raka, kamu datang sama siapa. Calon ustri kamu ya" ucap Mama Jino

"Nggak tante, dengan Melati sepupunya Nia"

Melati membalikan badannya dan membungkuk sambil tersenyum. Ia menyalami mama Jino dan mencium tangannya.

"Apa kabar tante..." ucap Melati masih dengan menunduk

"Sehat. Ternyata kamu. Kalian kelihatan sangat akrab"

"Kami berteman tante" ucap Raka.

Tiba tiba mama Jino memegang perut Melti dan mengusapnya.

"Kamu sedang hamil. Udah berapa bulan. Apa suami kamu tak keberatan kamu jalan dengan Raka"

"Tante, kalau tanya itu satu satu. Pasti Melati sulit mau menjawab yang mana duluan"

"Oh iya, silakan duduk."

Mama Jino minta tolong pembantunya membawakan minuman dan cemilan buat Raka dan Melati.

Mama Jino mempersilakan Melati duduk. Ia minta Melati duduk disampingnya.

"Berapa bulan kandunganmu, Melati"

"Lima bulan , tante"

"Udah tahu jenis kelaminnya"

"Udah tante, cowok"

Mama Jino mengelus perut Melati dan seakan bayinya tahu jika yang memegang perut bundanya adalah neneknya, bayi Melati bergerak. Membuat mama Jino senang.

"Astaga, ia bergerak...." ucap mama Jino girang

"Mungkin ia senang tante pegang. Seandainya itu anak Jino, apa tante senang" ucap Raka

"Tentu saja. Tapi apa mungkin Jino memberikan cucu buat tante. Pernikahannya dengan Nia telah memasuki lima tahun dan tak ada tanda tanda Nia hamil"

"Kalau begitu tante anggap aja anak yang dikandung Melati , cucunya tante. Bukankah Melati juga sepupunya Nia" ucap Raka lagi.

"Kenapa Raka bicara begitu. Apa ia tahu jika ini memang anaknya Jino. Apa Raka tahu aku istrinya Jino"

"Kamu nggak keberatan jika tante menganggap anakmu cucu tante, Melati"

"Tentu saja tidak tante. Aku senang jika tante juga menyayanginya anakku"

"Apa kamu mau main ke rumah tante kapan kapan. Nanti tante akan buatkan kue yang enak buat kamu dan anak dalam kandunganmu ini"

"Aku izin suamiku dulu ya tante"

"Kamu bawa aja suami kamu sekalian"

"Eh...suamiku pemalu tante. Ia tak biasa mengumpul dengan orang yang baru dikenalnya" ujar Melati berbohong.

Raka, Melati dan mama Jino asyik mengobrol ketika tiba tiba Jino hadir. Melati kaget, wajahnya langsung pucat. Ia takut dimarahi Jino nantinya.

"Ada apa mama menghubungiku" ucap Jino. Ia kaget melihat Melati yang duduk dekat mamanya.

"Kenapa baru sekarang kamu tanyakan itu. Mama menghubungi kamu dari pagi. Obat mama habis. Mama hanya ingin minta tolong kamu ambilkan obat ke dokter. Untung ada Raka. Kamu mana ada peduli, yang kamu pedulikan cuma istrimu saja..."

"Aku dari pagi sampai sore ini rapat ma"

"Kamu jangan bohong. Nia telah menghubungi mama dengan ponselnya. Dan mengatakan jangan ganggu kamu, karena kamu sedang menemaninya belanja. Pasti kamu yang mengatakan jika mama menghubungimu, dan kamu sengaja tak mengangkat ketika mama menelpon"

"Mama jangan bohong, kapan Nia menghubungi mama"

"Terserah, kamu tak akan percaya. Sekalipun mama melihatkan buktinya, kamu pasti tetap akan membela istrimu itu"

"Mama, kenapa mama tidak pernah akur dengan Nia. Apa salahnya. Padahal Nia istri yang sangat baik"

"Baik bagimu, tidak dengan mama"

"Udahlah ma. Aku tak mau berdebat lagi. Mama pasti akan mencari kesalahan Nia. Sebaik itu istriku masih salah di mata mama. Apakah mama lebih senang jika aku memiliki istri seorang wanita jal*ng"

Jino mengucapkan itu sambil memandangi Melati dengan mata yang kelihatan marah. Raka memperhatikan semua itu.

"Kenapa Jino tampak tak menyukai Melati. Apa sebenarnya yang terjadi. Apa yang membuat Jino menikahi Melati. Aku bisa lihat, hubungan Melati dan Jino tidak berjalan baik. Melati saja tampak pucat ketika melihat Jino"

"Udahlah, Jino. Mama capek selalu bertengkar denganmu"

"Mama yang selalu memulai"

"Jangan buta karena cinta ,Jino" gumam Raka

"Apa maksud ucapanmu"

"Aku tak bermaksud apa apa"

"Jangan selalu ikut campur dalam rumah tanggaku. Kamu belum pernahkan memiliki istri yang sangat cantik dan baik. Aku yakin kamu akan melakukan hal yang sama denganku jika memiliki istri seperti Nia " ucap Jino.

"Aku akan selalu melindungi dan menjaga istriku jika ia memang setia. Dan tak akan aku biarkan istriku berjalan sendirian jika ia sedang hamil"

"Itu kamu sadar bukan. Itu lah yang aku lakukan, aku akan selalu menjaga Nia dari orang orang yang menyukainya"

Mama Jino memegang tangan Raka seolah memintanya diam. Ia tak ingin Raka dan Jino kembali adu jotos. Mereka memang tak pernah akur.

Jino memandangi Melati, seakan ingin mengulitinya.

"Kenapa kamu bisa sampai disini" ucap Jino dengan terus memandangi Melati dengan sinis.

"Aku...aku..." ucap Melati gugup.

Melihat Melati yang gugup dan ketakutan , Raka lalu membantu menjawab.

"Aku yang mengajaknya. Aku bertemu Melati di rumah sakit. Aku melihatnya periksa kandungan sendiri. Ia tampak kelelahan. Aku ingin mengajaknya makan dan sebelum itu aku bawa kesini karena aku mengantar obat tante. Apa ada yang salah"

"Salah...karena Melati itu telah bersuami. Suaminya bisa salah sangka jika melihat kalian berdua"

"Suami macam apa yang membiarkan istri yang sedang hamil periksa kandungannya sendiri"

"Mungkin saja suaminya sibuk"

"Sepertinya kamu mengenal dekat suami Melati. Bisa kamu mengenalkannya padaku. Aku ingin katakan pada suaminya, jika tak bisa menemani istrimu periksa kandungan , kenapa kamu menghamilinya. Ini bukan pertama kali ia membiarkan Melati sendirian. Jika ia tak bisa menjaga istrinya, jangan salah jika suatu saat istrinya pergi mencari orang yang bisa melindungi dirinya."

Jino mengepalkan tangannya menahan amarah. Ia menarik nafasnya.

"Raka benar. Suami macam apa yang membiarkan istrinya periksa kandungan sendirian. Tak ada tanggung jawab. Bisanya hanya membuat wanita hamil" ucap mama Jino.

"Kenapa mama ikutan..."

"Mama hanya memberi pendapat"

"Tante...Raka, suamiku sedang sibuk, makanya tidak bisa menemani aku periksa kandungan. Aku juga masih bisa melakukannya sendirian"

"Istri jangan terlalu sering dibiarkan sendirian. Nanti jika ia terlalu nyaman melakukan apapun sendirian, ia jadi tak membutuhkan suami. Lagi pula apa gunanya suami, hanya bisa minta jatah aja. Saat istri hamil dibiarkan sendirian. Maaf, Melati. Tante nggak suka dengan pria seperti itu. Tante ketika hamil, paling di manja om. Kemanapun pergi selalu ditemani. Tak dibiarkan tante melakukan apapun sendirian. Kamu jangan mau diperlakukan begitu. Jadwal periksa kandungan bukan setiap hari, masa suami kamu tidak bisa meluangkan waktunya. Dasar suami tak berguna"

"Kenapa mama jadi menghina suami Melati" ucap Jino dengan suara keras.

"Dan kenapa kamu kelihatan marah ,mama bukan menghina kamu...tapi suaminya Melati"

"Tante, aku tak keberatan melakukan semuanya. Aku bisa memaklumi kesibukan suamiku. Aku tahu , pasti dalam hatinya ia juga pengin tau perkembangan bayi kami, jenis kelaminnya apa"

"Berarti ia belum tahu jenis kelamin anaknya"

"Nanti aku beritau , tante" ujar Melati memandangi Jino

"Beruntung suami kamu memiliki istri yang bisa memahami dan menerima apa adanya. Tidak menuntut apapun dari sang suami"

"tentu saja Melati harus bisa menerima aku apa adanya, karena ia hanyanya istri kontrak. Ia sengaja menjual rahimnya demi uang. Jika mama tau kenyataan itu pastilah mama tidak akan memuji lagi"

***************

Terima kasih

Terpopuler

Comments

watashi tantides

watashi tantides

Mantap Raka biar si Jino sadar diri

2025-01-13

0

watashi tantides

watashi tantides

Double kill Jino hahaha

2025-01-13

0

Windarti08

Windarti08

klo denger kata-kata pedas dari mulut Jino sih gak cuma pengen nampol... lebih bagus lagi dilempar mercon biar meledak skalian tuh mulut lucknut! 😡

2023-05-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 BabTujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas.
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh Dua
23 Bab Dua puluh Tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Satu
38 Bab Tiga puluh Tujuh
39 Bab Tiga puluh Delapan
40 Bab Tiga puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat puluh Satu
43 Bab Empat puluh Dua
44 Bab Empat puluh Tiga.
45 Bab Empat puluh Empat
46 Bab Empat puluh Lima
47 Bab Empat puluh Enam
48 Bab Empat puluh Tujuh
49 Bab Empat puluh Delapan
50 Bab Empat puluh Sembilan
51 Bab Lima puluh
52 Bab Lima puluh Satu
53 Bab Lima puluh Dua
54 Bab Lima puluh Tiga
55 Bab Lima puluh Empat
56 Bab Lima puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima puluh Tujuh
59 Bab Lima puluh Delapan
60 Bab Lima puluh Sembilan
61 Bab Enam puluh
62 Bab Enam puluh Satu
63 Bab Enam puluh Dua
64 Bab Enam puluhTiga
65 Bab Enam puluh Empat
66 Bab Enam puluh Lima
67 Bab Enam puluh Enam
68 Bab Enam puluh Tujuh
69 Bab Enam puluh Delapan
70 Bab Enam puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh puluh Satu
73 Bab Tujuh puluh Dua
74 Bab Tujuh puluh Tiga
75 Bab Tujuh puluh Empat
76 Bab Tujuh puluh Lima
77 Bab Tujuh puluh Enam
78 Bab Tujuh puluh Tujuh
79 Bab Tujuh puluh Delapan
80 Bab Tujuh puluh Sembilan
81 Bab Delapan puluh
82 Bab Delapan puluh Satu
83 Bab Delapan puluh Dua
84 Bab Delapan puluh Tiga
85 Bab Delapan puluh Empat
86 Bab Delapan puluh Lima
87 Bab Delapan puluh Enam
88 Bab Delapan puluh Tujuh
89 Bab Delapan puluh Delapan
90 Bab Delapan puluh Sembilan
91 Bab Sembilan puluh
92 Bab Sembilan puluh Satu
93 Bab Sembilan puluh Dua
94 Bab Sembilan puluh Tiga
95 Bab Sembilan puluh Empat
96 Bab Sembilan puluh Lima
97 Bab Sembilan puluh Enam
98 Bab Sembilan puluh Tujuh
99 Bab Sembilan puluh Delapan
100 Bab Sembilan puluh Sembilan
101 Bab Seratus
102 Bab Seratus Satu
103 Bab Seratus Dua
104 Bab Seratus Tiga
105 Bab Seratus Empat
106 Bab Seratus Lima
107 Bab Seratus Enam
108 Bab Seratus Tujuh
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Bab Seratus Dua Belas
114 Bab Seratus Tiga belas
115 Bab Seratus Empat Belas
116 Bab Seratus Lima Belas
117 Bab Seratus Enam Belas
118 Bab Seratus Tujuh Belas
119 Bab Seratus Delapan Belas
120 Bab Seratus Sembilan Belas
121 Bab Seratus Dua Puluh
122 Novel Noda Merah Pernikahan
123 Pengumuman.
124 LOVE IS RAIN
125 Promo
126 Ratu Ketiban Duren
127 EMAK AKU PENGEN KAWIN
128 CINTA YANG DIABAIKAN
129 HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
BabTujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas.
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh Dua
23
Bab Dua puluh Tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Satu
38
Bab Tiga puluh Tujuh
39
Bab Tiga puluh Delapan
40
Bab Tiga puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat puluh Satu
43
Bab Empat puluh Dua
44
Bab Empat puluh Tiga.
45
Bab Empat puluh Empat
46
Bab Empat puluh Lima
47
Bab Empat puluh Enam
48
Bab Empat puluh Tujuh
49
Bab Empat puluh Delapan
50
Bab Empat puluh Sembilan
51
Bab Lima puluh
52
Bab Lima puluh Satu
53
Bab Lima puluh Dua
54
Bab Lima puluh Tiga
55
Bab Lima puluh Empat
56
Bab Lima puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima puluh Tujuh
59
Bab Lima puluh Delapan
60
Bab Lima puluh Sembilan
61
Bab Enam puluh
62
Bab Enam puluh Satu
63
Bab Enam puluh Dua
64
Bab Enam puluhTiga
65
Bab Enam puluh Empat
66
Bab Enam puluh Lima
67
Bab Enam puluh Enam
68
Bab Enam puluh Tujuh
69
Bab Enam puluh Delapan
70
Bab Enam puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh puluh Satu
73
Bab Tujuh puluh Dua
74
Bab Tujuh puluh Tiga
75
Bab Tujuh puluh Empat
76
Bab Tujuh puluh Lima
77
Bab Tujuh puluh Enam
78
Bab Tujuh puluh Tujuh
79
Bab Tujuh puluh Delapan
80
Bab Tujuh puluh Sembilan
81
Bab Delapan puluh
82
Bab Delapan puluh Satu
83
Bab Delapan puluh Dua
84
Bab Delapan puluh Tiga
85
Bab Delapan puluh Empat
86
Bab Delapan puluh Lima
87
Bab Delapan puluh Enam
88
Bab Delapan puluh Tujuh
89
Bab Delapan puluh Delapan
90
Bab Delapan puluh Sembilan
91
Bab Sembilan puluh
92
Bab Sembilan puluh Satu
93
Bab Sembilan puluh Dua
94
Bab Sembilan puluh Tiga
95
Bab Sembilan puluh Empat
96
Bab Sembilan puluh Lima
97
Bab Sembilan puluh Enam
98
Bab Sembilan puluh Tujuh
99
Bab Sembilan puluh Delapan
100
Bab Sembilan puluh Sembilan
101
Bab Seratus
102
Bab Seratus Satu
103
Bab Seratus Dua
104
Bab Seratus Tiga
105
Bab Seratus Empat
106
Bab Seratus Lima
107
Bab Seratus Enam
108
Bab Seratus Tujuh
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Bab Seratus Dua Belas
114
Bab Seratus Tiga belas
115
Bab Seratus Empat Belas
116
Bab Seratus Lima Belas
117
Bab Seratus Enam Belas
118
Bab Seratus Tujuh Belas
119
Bab Seratus Delapan Belas
120
Bab Seratus Sembilan Belas
121
Bab Seratus Dua Puluh
122
Novel Noda Merah Pernikahan
123
Pengumuman.
124
LOVE IS RAIN
125
Promo
126
Ratu Ketiban Duren
127
EMAK AKU PENGEN KAWIN
128
CINTA YANG DIABAIKAN
129
HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!