Bab Tiga Belas

Kandungan Melati saat ini telah memasuki bulan kelima. Jino kemarin berjanji akan menemani Melati untuk melakukan pemeriksaan kandungan.

Hari ini rencananya Melati akan melihat jenis kelamin anaknya. Ia sudah tak sabar ingin tahu jenis kelamin bayinya.

Sikap Jino pada Melati tetap sama. Terkadang ia tampak baik dan terkadang masih saja membuat Melati terluka.

Melati telah mencoba untuk tidak menyukai apa lagi mencintai pria itu. Tapi di saat Jino lembut dan perhatian tetap saja Melati akan terbawa perasaan.

Ia akui saat ini ada sedikit rasa suka pada suaminya itu. Tapi setiap saat ia akan berusaha menepis dan membuangnya. Ia tak mau makin terluka jika nanti ia mencintai pria itu.

Melati tetap melayani apapun itu maunya Jino. Sebagai seorang istri ,ia tetap melakukan kewajibannya sebaik mungkin.

Jika Nia pergi dan Jino harus makan malam di rumahnya, Melati akan memasakan makanan yang enak buat suaminya. Jino akan melahapnya hingga habis. Ia senang melihat Jino memakan setiap masakannya dengan lahap.

Sudah satu jam dari perjanjian, tapi Jino belum juga muncul. Melati akhirnya mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Jino.

Setelah beberapa saat, akhirnya Jino mengangkat sambungan ponselnya.

"Ada apa, kenapa kamu selalu mengganggu"

"Mas, apa mas lupa jika hari ini kita akan ke dokter"

"Apa kamu tak bisa pergi sendirian..."

"Bisa mas, tapi mas kemarin janji akan menemani buat aku periksa kandungan"

"Pergilah sendirian jika bisa. Aku menemani Nia belanja. Aku tak mau nanti ia kecapean membawa barang belanjaannya"

"Baiklah mas...."

"Jika kamu bisa lakukan sendiri , jangan pernah mengharapkan aku. Kamu tahukan statusmu apa di dalam hidupku. Aku tak mau kamu jadi bergantung dan manja padaku. Kamu harus mandiri. Bukankah nantinya kamu harus hidup sendiri lagi. Aku juga telah memberimu kartu kredit. Apa lagi kurangnya..."

"Iya mas. Maaf, aku tak bermaksud mengganggu mas"

"Udah...pergilah"

Jino mematikan sambungan ponselnya dan kembali melihat Nia yang memilih pakaian dan tas yang akan dibelinya.

"Siapa yang tadi menelpon , Jino"

"Orang tak penting. Apa kamu sudah memilih pakaiannya, sayang"

"Kita cari tempat lain aja ya. Di sini hanya dua baju ini yang aku suka"

"Baiklah, sayang"

"Kamu nggak capekkan menemani aku belanja"

"Sampai pagipun jika kamu ingin belanja, akan aku temani"

"Terima kasih. Kamu memang suami terbaik" ucap Nia dan mengecup pipi Jino.

Jino menggandeng tangan Nia dan membayar baju yang dipilihnya. Setelah itu ia kembali mencari pakaian di butik yang lain.

Sementara itu Melati sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk pemeriksaan kandungannya.

"Sayang, jangan sedih ya jika papi kamu tidak bisa menemani kita. Yang penting bunda akan selalu menjaga kamu. Dan akan menjamin kamu tetap sehat. Bunda menyayangi kamu nak. Dan bunda harap mami dan papi juga menyayangi kamu seperti bunda. Maaf, jika kita nantinya akan berpisah"

Melati mengusap perutnya, berbicara dengan anak yang ada dikandungannya.

Melati mengusap air mata yang menetes dipipinya.

Setelah sampai di rumah sakit, Melati mendaftar untuk periksa kandungan.

Tanpa ia sadari, Raka melihat dan mengikuti Melati. Ia sengaja tak menyapa Melati, karena ia ingin menyelidiki siapa suaminya.

Melati menunggu bersama ibu ibu hamil lainnya. Ia melihat semua ibu ibu itu ditemani suaminya. Hanya dirinya yang datang sendirian.

Nama Melati di panggil dokter. Ia masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

Raka yang melihat Melati telah masuk, langsung menemui perawat yang tadi bertugas memanggil nama pasien.

"Maaf mbak apa aku boleh tahu nama pasien yang baru masuk"

"Maaf pak, kami tak berhak memberi data pasien"

"Saya hanya ingin tahu namanya dan nama suaminya. Aku merasa ia istri temanku , tapi aku takut menyapa, nanti salah orang. Masa beri tahu nama suaminya aja nggak boleh sih" ucap Raka sambil tersenyum untuk merayu perawat itu.

"Tapi pak. Aku tak berani"

"Aku janji tak akan beritahu siapa siapa jika mbak yang beri informasi. Masa mbak nggak percaya sama aku, aku ini putra dari dokter Chandra loh. Aku tak mungkin melakukan sesuatu yang melanggar hukum"

"Baiklah pak, tapi jangan libatkan saya jika ada suatu masalah"

"Baiklah. Aku tahu yang tadi namanya ibu Melati kan, aku cuma ingin pastikan apa ia itu memang istri sahabatku"

"Siapa nama sahabat bapak"

"Jino...apa ia istrinya Jino"

"Hhhmmmm...."

"Berarti ia memang istrinya Jino ya mbak"

" Iya, pak" jawab perawat itu.

"Jadi ternyata benar. Mbak lihatlah, aku nanti menyapanya. Aku bukan orang jahat. Aku cuma tadi takut salah orang. Terima kasih ya mbak yang cantik...." ucap Raka dan mengedipkan matanya dengan genit membuat perawat itu jadi salah tingkah.

Di dalam ruang pemeriksaan Melati sedang berbaring di kasur pasien. Perawat mengoleskan jel di perutnya.

Dokter lalu melakukan pemeriksaan. Ia mengatakan anak Melati sehat. Dan berjenis kelamin cowok.

Setelah melakukan pemeriksaan USG, Melati duduk dihadapan dokter itu.

"Selamat ya ,bu Melati. Anak anda cowok seperti yang ibu harapkan ,bukan"

"Iya, dok. Suami saya yang menginginkan sekali anak cowok. Kalau saya sih, cowok atau cewek sama aja dok. Yang penting sehat"

"Pasti suami ibu senang keinginannya terkabul"

"Iya , dok."

"Ini vitamin, jangan lupa diminum ya bu...agar bayinya tetap sehat"

"Baik, bu. Terima kasih"

Melati menyalami dokter , lalu keluar dari ruang pemeriksaan menuju apotik untuk mengambil obatnya.

Ia memberikan resepnya pada petugas. Setelah itu petugas memberikan obatnya. Melati membayarnya.

Ketika ia membalikan badannya, Melati kaget karena Raka yang telah berdiri dihadapannya.

"Ketemu lagi, kayaknya kita berjodoh deh"

"Berjodoh apa. Aku udah bersuami, Raka"

"Siapa tahu nanti kamu menjadi janda. Aku siap menerimanya"

"Raka, nggak boleh ngomong gitu. Karena omongan itu sebagian dari doa"

"Maaf...kamu nggak mau ya jadi janda"

"Raka, siapapun itu pasti tak ingin menjadi janda. Tapi terkadang nasib dan takdir mengharuskan mereka menerima kenyataan itu"

"Oh ya, aku ingin menagih hutangmu"

"Hutang...apa aku ada berhutang denganmu"

"Ada...."

"Oh iya. Uang yang kamu bayar buat belanjaan aku dulu ya"

"Melati, masa sih kamu setega itu berpikiran jelek padaku"

"Aku...berpikir jelek. Aku rasa nggak ada"

"Masa kamu berpikir aku menagih uang atas apa yang pernah aku lakukan padamu"

"Jadi aku hutang apa"

"Hutang janji. Kamu janji akan menemani aku makan suatu saat. Ini udah hampir tiga bulan, tapi kamu belum membayarnya"

Melati berpikir sejenak sebelum menjawab ucapan Raka.

"Oh itu, hhhhmmmmmmm....baiklah. Aku akan menemani kamu, biar hutangku lunas"

"Aku pergi saja menemani Raka. Biar janjiku lunas. Lagi pula mas Jino sedang sibuk menemani mbak Nia belanja. Ia tak mungkin mengunjungiku ke rumah. Lebih baik aku pergi buat melupakan sejenak kesedihanku"

*************************

Terima kasih

Terpopuler

Comments

fujichen

fujichen

sama Raka ajh terus terang mel,

2024-12-13

0

Jasmine

Jasmine

Mulai membuka diri Mel..jgn terlalu mikirin Jino..dia aja tak mikirin km

2023-01-12

1

Borahe 🍉🧡

Borahe 🍉🧡

jahat banget si lo. entar nyessel sendiri deh

2022-10-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 BabTujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas.
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh Dua
23 Bab Dua puluh Tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Satu
38 Bab Tiga puluh Tujuh
39 Bab Tiga puluh Delapan
40 Bab Tiga puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat puluh Satu
43 Bab Empat puluh Dua
44 Bab Empat puluh Tiga.
45 Bab Empat puluh Empat
46 Bab Empat puluh Lima
47 Bab Empat puluh Enam
48 Bab Empat puluh Tujuh
49 Bab Empat puluh Delapan
50 Bab Empat puluh Sembilan
51 Bab Lima puluh
52 Bab Lima puluh Satu
53 Bab Lima puluh Dua
54 Bab Lima puluh Tiga
55 Bab Lima puluh Empat
56 Bab Lima puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima puluh Tujuh
59 Bab Lima puluh Delapan
60 Bab Lima puluh Sembilan
61 Bab Enam puluh
62 Bab Enam puluh Satu
63 Bab Enam puluh Dua
64 Bab Enam puluhTiga
65 Bab Enam puluh Empat
66 Bab Enam puluh Lima
67 Bab Enam puluh Enam
68 Bab Enam puluh Tujuh
69 Bab Enam puluh Delapan
70 Bab Enam puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh puluh Satu
73 Bab Tujuh puluh Dua
74 Bab Tujuh puluh Tiga
75 Bab Tujuh puluh Empat
76 Bab Tujuh puluh Lima
77 Bab Tujuh puluh Enam
78 Bab Tujuh puluh Tujuh
79 Bab Tujuh puluh Delapan
80 Bab Tujuh puluh Sembilan
81 Bab Delapan puluh
82 Bab Delapan puluh Satu
83 Bab Delapan puluh Dua
84 Bab Delapan puluh Tiga
85 Bab Delapan puluh Empat
86 Bab Delapan puluh Lima
87 Bab Delapan puluh Enam
88 Bab Delapan puluh Tujuh
89 Bab Delapan puluh Delapan
90 Bab Delapan puluh Sembilan
91 Bab Sembilan puluh
92 Bab Sembilan puluh Satu
93 Bab Sembilan puluh Dua
94 Bab Sembilan puluh Tiga
95 Bab Sembilan puluh Empat
96 Bab Sembilan puluh Lima
97 Bab Sembilan puluh Enam
98 Bab Sembilan puluh Tujuh
99 Bab Sembilan puluh Delapan
100 Bab Sembilan puluh Sembilan
101 Bab Seratus
102 Bab Seratus Satu
103 Bab Seratus Dua
104 Bab Seratus Tiga
105 Bab Seratus Empat
106 Bab Seratus Lima
107 Bab Seratus Enam
108 Bab Seratus Tujuh
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Bab Seratus Dua Belas
114 Bab Seratus Tiga belas
115 Bab Seratus Empat Belas
116 Bab Seratus Lima Belas
117 Bab Seratus Enam Belas
118 Bab Seratus Tujuh Belas
119 Bab Seratus Delapan Belas
120 Bab Seratus Sembilan Belas
121 Bab Seratus Dua Puluh
122 Novel Noda Merah Pernikahan
123 Pengumuman.
124 LOVE IS RAIN
125 Promo
126 Ratu Ketiban Duren
127 EMAK AKU PENGEN KAWIN
128 CINTA YANG DIABAIKAN
129 HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
BabTujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas.
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh Dua
23
Bab Dua puluh Tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Satu
38
Bab Tiga puluh Tujuh
39
Bab Tiga puluh Delapan
40
Bab Tiga puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat puluh Satu
43
Bab Empat puluh Dua
44
Bab Empat puluh Tiga.
45
Bab Empat puluh Empat
46
Bab Empat puluh Lima
47
Bab Empat puluh Enam
48
Bab Empat puluh Tujuh
49
Bab Empat puluh Delapan
50
Bab Empat puluh Sembilan
51
Bab Lima puluh
52
Bab Lima puluh Satu
53
Bab Lima puluh Dua
54
Bab Lima puluh Tiga
55
Bab Lima puluh Empat
56
Bab Lima puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima puluh Tujuh
59
Bab Lima puluh Delapan
60
Bab Lima puluh Sembilan
61
Bab Enam puluh
62
Bab Enam puluh Satu
63
Bab Enam puluh Dua
64
Bab Enam puluhTiga
65
Bab Enam puluh Empat
66
Bab Enam puluh Lima
67
Bab Enam puluh Enam
68
Bab Enam puluh Tujuh
69
Bab Enam puluh Delapan
70
Bab Enam puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh puluh Satu
73
Bab Tujuh puluh Dua
74
Bab Tujuh puluh Tiga
75
Bab Tujuh puluh Empat
76
Bab Tujuh puluh Lima
77
Bab Tujuh puluh Enam
78
Bab Tujuh puluh Tujuh
79
Bab Tujuh puluh Delapan
80
Bab Tujuh puluh Sembilan
81
Bab Delapan puluh
82
Bab Delapan puluh Satu
83
Bab Delapan puluh Dua
84
Bab Delapan puluh Tiga
85
Bab Delapan puluh Empat
86
Bab Delapan puluh Lima
87
Bab Delapan puluh Enam
88
Bab Delapan puluh Tujuh
89
Bab Delapan puluh Delapan
90
Bab Delapan puluh Sembilan
91
Bab Sembilan puluh
92
Bab Sembilan puluh Satu
93
Bab Sembilan puluh Dua
94
Bab Sembilan puluh Tiga
95
Bab Sembilan puluh Empat
96
Bab Sembilan puluh Lima
97
Bab Sembilan puluh Enam
98
Bab Sembilan puluh Tujuh
99
Bab Sembilan puluh Delapan
100
Bab Sembilan puluh Sembilan
101
Bab Seratus
102
Bab Seratus Satu
103
Bab Seratus Dua
104
Bab Seratus Tiga
105
Bab Seratus Empat
106
Bab Seratus Lima
107
Bab Seratus Enam
108
Bab Seratus Tujuh
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Bab Seratus Dua Belas
114
Bab Seratus Tiga belas
115
Bab Seratus Empat Belas
116
Bab Seratus Lima Belas
117
Bab Seratus Enam Belas
118
Bab Seratus Tujuh Belas
119
Bab Seratus Delapan Belas
120
Bab Seratus Sembilan Belas
121
Bab Seratus Dua Puluh
122
Novel Noda Merah Pernikahan
123
Pengumuman.
124
LOVE IS RAIN
125
Promo
126
Ratu Ketiban Duren
127
EMAK AKU PENGEN KAWIN
128
CINTA YANG DIABAIKAN
129
HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!