Dua bulan sudah usia kandungan Melati. Sejak kehamilannya Jino lebih perhatian padanya. Tapi Melati mengira itu semua pastilah karena Jino yang ingin melindungi bayinya, bukan karena Jino mulai meyayangi dirinya.
Melati berjalan menuju dapur dan membuka kulkasnya. Ia pengin sekali makan buah mangga. Melati melihat isi kulkasnya, tapi tak ada sisa buah apapun di kulkas.
Ia coba menghubungi Nia tapi ponselnya tak aktif. Melati juga beberapa kali mencoba menghubungi Jino tapi tak di jawab.
Jino yang sedang rapat meninggalkan ponsel di ruang kerjanya.
Sedangkan Nia sengaja mematikan ponselnya karena ia sedang berdua dengan Alex.
Alex selama ini ada di kota Batam menjalankan bisnisnya. Baru beberapa bulan ini ia kembali ke Jakarta karena bisnis yang dijalaninya di kota Batam mengalami kebangkrutan.
Nia yang meminta ia kembali ke Jakarta. Ia akan membujuk Jino untuk mempekerjakan Alex di perusahaan miliknya.
Melati akhirnya keluar tanpa izin, ia memesan taksi online. Setelah taksi sampai didepan rumahnya, Melati meminta mengantarnya ke supermarket terdekat.
Melati memilih banyak buah buat stok di kulkas. Semenjak hamil ia lebih senang makan buah. Nasi jarang disantapnya.
Melati juga mengambil beberapa bahan makanan, karena kulkasnya memang telah kosong.
Ketika sedang asyik memilih barang yang akan dibelinya Melati dikagetkan dengan tepukan dibahunya. Ia memandang ke belakang, asal tepukan.
"Selamat siang, Melati yang harum mewangi"
"Raka...aku kira siapa"
"Sama siapa, suami kamu ya. Mana ...aku ingin tahu siapa pria yang bisa menaklukan wanita secantik kamu"
"Kamu tuh gombalnya udah tingkat dewa ya. Sama istri orang aja masih bisa juga ngegombal"
"Wanita secantik kamu emang pantas digombalin"
"Nanti dengar suamiku bisa berantem loh, suamiku pencemburu" ujar Melati becanda sambil tersenyum.
"Mana suami kamu emangnya" ucap Raka sambil memandangi sekeliling supermarket.
"Lagi kerja. Ia tak bisa mengantar"
"Masih aja suami kamu membiarkan istrinya berjalan sendirian. Apa ia tidak kuatir, wanita cantik dan sedang hamil sepertimu berjalan sendirian. Ia bisakan meninggalkan pekerjaan sebentar. Apa ia tak peduli dengan anak dan istrinya"
"Aku masih bisa melakukannya sendirian, kenapa harus ditemani. Kamu sedang apa dan sama siapa" tanya Melati mengalihkan pembicaraan.
"Aku mau belanja buat kebutuhan sehari hari, maklum masih sendirian, jadi semua harus dilakukan sendiri"
"Kenapa pria tampan dan kelihatannya kamu juga mapan, masih belum ada pasangan"
"Karena aku telat mengenalmu. Seandainya aku lebih dulu kenal kamu, pasti aku nggak sendirian lagi"
"Raka, aku serius. Nggak becanda..." ucap Melati sambil manyun.
"Melati, aku serius dengan jawabanku. Aku tak tahu pertama melihatmu di pesta ulang tahun perusahan Jino , aku langsung menyukaimu. Walau aku tahu kamu sudah ada suami, tapi rasa ini belum juga bisa aku hilang**kan"
Setelah merasa semua kebutuhannya telah dibeli, Melati mendorong barang belanjaannya yang berada di dalam troli menuju kasir, ia akan melakukan pembayaran.
Raka mengikuti Melati ke kasir. Ketika barang Melati telah dihitung, ia langsung memberikan kartu kreditnya.
"Sekalian dengan barang belanjaanku" ucap Raka dengan kasir.
"Nggak usah , Raka. Biar aku bayar sendiri"
"Melati, aku ini sepupu dari Jino. Kamu sepupu Nia, bukankah kita masih ada hubungan kekeluargaan, nggak ada salahnya aku membayarkan. Jika kamu takut suamimu marah, jangan katakan jika aku yang membayar"
Melati yang tak mau berdebat akhirnya membiarkan Raka yang membayar. Ia tak ingin orang yang mengantri dibelakangnya marah jika ia terlalu lama berdebat dengan Raka.
Setelah Raka melakukan pembayaran, ia mengajak Melati buat minum di kafe. Tapi Melati menolaknya.
"Maaf , Raka. Aku nggak bisa keluar lama lama. Lain kali aku akan coba buat janji dan katakan pada suamiku dulu. Aku nggak mau ia salah paham"
"Baiklah , kalau gitu aku antar kamu pulang aja. Nggak apakan...."
"Terima kasih Raka, atas tawarannya. Tapi sekali lagi ...maaf, aku tak bisa. Aku tahu niat kamu baik, tapi aku tak bisa berjalan berdua saja denganmu tanpa suamiku tahu. Karena saat ini aku telah bersuami, nanti bisa jadi fitnah"
"Beruntung sekali pria yang menjadi suami kamu..." gumam Raka
"Aku pamit dulu ya. Sekali lagi terima kasih. Aku banyak berhutang padamu. Semoga Tuhan membalasnya dengan memberi kamu jodoh wanita yang kamu cintai"
"Aamiin...." ucap Raka cepat.
Raka mencarikan taksi dan membantu Melati membawa barang belanjaannya dan memasukan ke dalam taksi.
Ketika taksi Melati baru berjalan , Raka langsung mengikutinya. Ia penasaran dimana Melati tinggal.
Jino yang melihat banyak panggilan tak terjawab dari Melati langsung menuju rumahnya. Ia pikir Melati ada memerlukan sesuatu.
Ketika ia sampai dirumah, ia mencari Melati di seluruh bagian rumah. Melati tak jua ditemui.
Jino akhirnya menunggu kedatangan Melati di teras rumah.
Taksi yang Melati tumpangi berhenti di halaman rumahnya. Melati kaget melihat Jino yang duduk di teras.
Ia takut Jino marah karena ia keluar tanpa izin, Melati keluar dari taksi dengan gugup.
Raka yang mengikuti Melati kaget melihat Jino ada di rumah Melati.
Jino melihat Melati keluar dengan menenteng kantong belanjaan yang banyak dan berat. Ia lalu menyusulnya dan mengambil barang belanjaan Melati dari tangannya.
"Maaf mas, aku nggak izin keluar. Kulkas udah kosong, jadi aku pergi buat belanja"
"Kenapa tak mengirim pesan kemana kamu pergi biar aku tak cemas" ujar Jino membuat Melati kaget akan reaksi Jino yang tak memarahinya.
Jino menutup pintu setelah Melati masuk ke rumah. Ia tak menyadari ada mobil Raka yang memperhatikan semua itu.
Raka yang melihat semua itu makin mencurigai Jino.
"Apa Jino suaminya Melati. Aku mendengar dengan jelas saat ia mengatakan Melati sedang mengandung anaknya ketika di rumah sakit saat itu. Berarti Nia berbohong jika Melati adalah sepupunya. Apa ini karena Nia yang tak bisa memberikan Jino keturunan sehingga ia mengizinkan Jino menikah lagi. Tapi yang aku tahu Jino sangat mencintai Nia, kenapa ia bisa menduakannya saat ini. Kalau Nia aku tahu, ia tak pernah mencintai Jino. Nia masih saja berhubungan dengan Alex dibelakang Jino. Aku sudah sering mengingatkan Jino akan kelakuan Nia, tapi ia selalu menuduhku berbohong. Jino selalu berpikir aku menyukai Nia sehingga aku sengaja menjelekan Nia. Tapi jika benar Melati istri Jino, kenapa saat Melati pingsan di kamar mandi Jino tidak mengetahuinya. Aku akan cari tahu rahasia semua ini"
Raka menjalani mobilnya perlahan meninggalkan rumah Melati dengan berbagai pikiran.
Ia berencana akan menyelidiki sendiri tentang Melati dan Jino.
*************
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Jasmine
Wah...klu Raka tahu kebusukan Nia kenapa tdk memberikan bukti dgn merekam pertemuan mereka...trs bisa bertahan sampai 5thn...helehhh
2023-01-12
0
Feeza_MCI
jino sudah buta mata hatinya makanya masih melihat Nia itu bak malaikat
2022-08-02
0
Nur 'S
ternyata raka tau siapa nia....
2022-06-25
0