Bab Sepuluh

Raka telah menghubungi Jino kembali pagi ini. Jino yang akan berangkat ke kantor langsung menuju rumah sakit yang dikatakan Raka.

Sampai diruangan rawat inap Melati, ia melihat Raka dan Melati yang sedang mengobrol dengan akrabnya.

Jino langsung masuk tanpa mengetuk dan menggenggam tangan Melati.

"Kamu kenapa tak menghubungiku" ucap Jino

"Aku nggak bawa ponsel..."jawab Melati gugup karena tangannya yang masih dalam genggaman Jino.

"Di mana kamu menemukan Melati ...."ucap Jino dengan Raka.

"Ia pingsan di kamar mandi..."

"Apa..." ucap Jino kaget.

"Astaga...aku lupa jika ia kutinggalkan di kamar mandi. Apakah ini karena aku menyiramnya dengan air kemarin"

"Apa kata dokter...."gumam Jino memandangi wajah Melati.

"Ia sedang hamil. Untung bayinya tak apa apa. Jika kamu bertemu dengan suaminya. Katakan padanya, jaga istrinya baik baik. Apa ia tidak tahu jika itu bahaya bagi wanita yang sedang hamil muda. Dan jika ia tak bisa menjaga istrinya jangan salahkan jika suatu saat ada pria yang menggantikannya menjaga istrinya"

"Maksudmu apa..." tanya Jino

"Jika ia tak peduli lagi pada istrinya , aku bersedia menggantikan posisinya" bisik Raka dengan Jino.

"Kamu jangan macam macam. Jangan coba coba mendekatinya. Ia sedang mengandung anakku"

"Apa...anakmu. Apa Melati istrimu" tanya Raka kaget. Melati yang mebdengarnya juga tak kalah kagetnya.

"Kamu salah dengar, aku mengatakan jika ia sedang mengandung. Apa kamu tidak bisa mencari wanita yang masih sendiri"

"Aku rasa pendengaranku masih bagus"

"Dan aku rasa kamu juga tahu bagaimana rasa cintaku pada Nia, aku tak mungkin menduakan Nia. Kenapa kamu bisa berpikir jika ia istriku"

"Jika Melati bukan istrimu , ya sudah. Jangan emosi begitu." ujar Raka. Ia lalu mendekati Melati.

"Melati, aku pamit. Jaga kesehatanmu agar bayi dalam kandunganmu juga sehat. Tolong sampaikan salamku pada suamimu. Katakan pada suamimu, jangan biarkan istrinya berjalan sendirian. Apa lagi jika sampai istrinya menangis , karena akan menyakitkan bila nanti ada pria lain yang menghapus air mata istrinya"

Jino mengepalkan tangannya menahan amarah mendengar ucapan Raka.

"Aku pamit, Jino. Jangan sampai kamu terpesona dengan sepupu Nia..." bisik Raka sambil menepuk bahu Jino.

Setelah Raka menghilang , Jino kembali mendekati Melati.

"Jangan pernah dekat dekat Raka, aku tak suka"

"Bukankah Raka itu sepupu kamu"

"Ya, tapi aku suamimu. Apa kamu ingin membantahku, kamu menyukai Raka"

"Mana mungkin aku menyukai Raka, mas. Aku telah bersuami. Dan saat ini aku juga sedang mengandung anakmu"

Jino tanpa sadar mengelus perut Melati. Ia mengecup perut Melati.

"Kamu harus sehat nak..." ucap Jino kembali mengecup perut Melati.

Melati jadi tersenyum melihat apa yang dilakukan Jino.

"Ya Tuhan, buat suamiku mencintaiku sedikit saja...mungkin bayi ini akan membuatnya lebih bisa bersikap baik padaku"

"Kamu harus menjaga bayi ini agar tetap sehat dan selamat ketika dilahirkan. Nia pasti sudah tak sabar untuk menggendong bayi ini. Aku akan beri tahu Nia jika kamu telah hamil. Ia pasti sangat senang mendengarnya"

"Ya Tuhan...tadinya aku pikir Jino akan menyayangiku karena sedang mengandung anaknya tapi ternyata itu ia lakukan hanya untuk bayiku bukan diriku. Ia hanya ingin anak ini untuk membuat Nia bahagia"

Setelah mengurus administrasi pembayaran , Jino membawa Melati pulang. Melati langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya yang masih terasa lemah.

"Kenapa kamu nggak minta bantuan kemarin"

"Aku pingsan. Saat Raka membawaku saja aku tak sadar, mas"

"Aku harap kamu jangan pernah lagi melakukan kesalahan pada Nia. Karena aku sanggup melakukan hal yang lebih kejam dari kemarin. Beruntung saat ini kamu sedang hamil, jika tidak ...aku pasti masih akan meneruskan hukumanku. Gara gara kamu Nia malu untuk hadir ditengah tengah tamu yang datang dan tak bisa mendampingiku. Ia harus bersembunyi. Kamu telah mengacaukan segalanya"

"Maaf mas , aku tak sengaja."

"Aku telah menghubungi Nia. Ia lagi perjalanan kemari. Aku mau kamu bersimpuh meminta maaf di kaki Nia. Jika ia tak memaafkan kamu. aku harap kamu bersiap siap terima hukuman berikutnya"

Setelah mengucapkan itu Jino meninggalkan Melati sendirian di kamar. Tanpa bisa ditahan air matanya keluar.

"Sayang, maafkan bunda karena hampir membuatmu celaka. Mulai saat ini bunda akan berhati hati. Bunda tak akan membuat papimu marah lagi. Karena bunda tak ingin membahayakan kamu. Walau nanti kita akan berpisah, tapi bunda tetap akan menyayangi kamu selamanya"

Melati mengusap perutnya sambil menghapus air matanya yang tak berhenti terus mengalir.

Melati mendengar suara mobil berhenti , ia yakin itu pastilah Nia yang datang.

Melati berjalan keluar kamar dan melihat Jino yang memeluk Nia dan mengecup bibirnya.

Melati lalu berlutut dan bersimpuh di kaki Nia seperti yang Jino inginkan.

"Maafkan aku mbak, aku benar benar tak sengaja menumpahkan air ke baju mbak"

"Nggak apa Melati, aku juga sudah melupakan"

Nia memegang kedua bahu Melati dan menolongnya untuk berdiri.

"Berdirilah, kamu tak perlu begini minta maafnya. Aku telah memaafkan kamu dari kemarin malam"

"Terima kasih mbak ,karena sudah memaafkan aku"

"Lain kali aku tak mau melihatmu melukai Nia"

"Jino, aku tak terluka. Cuma bajuku aja yang basah"

"Tapi pecahan gelas itu bisa saja melukai kakimu"

"Melati tak sengaja, lagi pula ia sudah meminta maaf"

"Sayang, ini yang membuat aku makin mencintaimu. Kamu itu jadi wanita terlalu baik. Tak ada sedikitpun kamu berpikir jahat pada orang. Aku pria yang paling beruntung karena bisa menjadi suamimu"

"Aku juga wanita yang paling beruntung karena dicintai kamu sebesar ini"

Jino dan Nia saling ******* bibir seolah hanya mereka saja diruangan itu. Melati hanya diam melihat semuanya.

"Mas Jino memang sangat mencintai mbak Nia, mereka pasangan yang serasi. Tampan dan cantik...."

Setelah melihat Nia yang kesulitan bernafas, Jino melepaskan pagutan mereka. Ia lalu menggendong Nia dan membaringkan di sofa ruang keluarga.

Jino lalu menaiki tubuh Nia. Ia kembali mencumbu Nia. Ia mengecup seluruh wajah Nia, dan turun keleher. Jino membuka kancing atas kemeja Nia.

Tangan Jino yang ingin bermain di dada Nia, ditahannya.

"Sayang, kamu lupa...ada Melati"

Jino lalu memandangi Melati

"Kamu tuh memang benalu, selalu mengganggu"

Jino lalu menggendong Nia menuju kamar dan menutup pintu kamarnya.

Ia meneruskan permainannya yang tadi terhenti karena Nia menahannya. Melati bisa mendengar suara desahan dan erangan mereka dari luar kamar.

Setelah melakukan penyatuan , Nia keluar kamar bersama Jino yang pakaiannya sudah tidak rapi lagi.

"Melati, apa benar kamu saat ini sedang hamil" ucap Nia duduk di sofa yang berhadapan dengan Melati.

"Iya, mbak..."

"Karena ini hamil muda dan katanya sangat berisiko aku mau kamu tidak usah bekerja terlalu capek. Kamu harus bisa menjaga buah hati kita"

Jino mendengar semua ucapan Nia sambil terus mengecup bahu Nia.

"Baik mbak, aku akan menjaga bayi ini tetap sehat"

"Jika terjadi sesuatu dengan bayi itu. Kamu yang akan aku bunuh" ujar Jino membuat Melati kaget.

"Jino, bagaimana jika di sini kamu mempekerjakan satu orang pembantu agar Melati tidak capek"

"Jangan terlalu baik. Nanti ia makin melunjak. Masa cuma membereskan rumah yang kecil ini saja ia tak mampu. Manja banget"

"Mas Jino benar mbak. Aku masih sanggup mengerjakan semuanya"

"Baiklah Melati. Tapi jika kamu capek, jangan masak. Kamu pesan aja makanan ya. Ini uang buat peganngan. Jika nanti habis , kamu ngomong saja."

Nia mengulurkan uang pecahan seratus ribu satu ikatan .

"Jangan boros...." ucap Jino

"Sayang, itu cuma sepuluh juta. Uang saku aku aja sehari lebih dari itu kamu berikan."

"Kamu pantas mendapat lebih, kamu banyak kebutuhan buat kecantikan dan tubuhmu. Tapi Melati tidak membutuhkan apapun selain buat makan. Ia tak pantas berdandan"

"Jino, jangan ngomong gitu...."

"Udahlah, kita kembali lagi yuk. Aku bosan dirumah ini"

Jino lalu membawa Nia meninggalkan rumah Melati tanpa berpikir Melati akan makan apa. Bukankah ia baru keluar dari rumah sakit.

Melati memegang dadanya yang terasa sesak atas sikap Jino.

"Aku harus bersabar dan bertahan, aku yakin Tuhan pasti telah menyiapkan sesuatu yang indah dibalik semua yang aku jalani saat ini"

******************

Terima kasih

Terpopuler

Comments

Windarti08

Windarti08

kasih kopi sianida ke Jino dosa gak seh...😏😏
gemes banget pen nampol mulut lemesnya Jino saat mencaci & menghina Melati😡

2023-05-23

0

Vera Wilda

Vera Wilda

sekejam2 nya manusia gak GT juga kali Jino....

2023-01-26

0

Jasmine

Jasmine

jijaii...tak tahu tempat tuh Jino...
kayak tak pernah dibelai...hipersex ga gitu amatlah

2023-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 BabTujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas.
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh Dua
23 Bab Dua puluh Tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Satu
38 Bab Tiga puluh Tujuh
39 Bab Tiga puluh Delapan
40 Bab Tiga puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat puluh Satu
43 Bab Empat puluh Dua
44 Bab Empat puluh Tiga.
45 Bab Empat puluh Empat
46 Bab Empat puluh Lima
47 Bab Empat puluh Enam
48 Bab Empat puluh Tujuh
49 Bab Empat puluh Delapan
50 Bab Empat puluh Sembilan
51 Bab Lima puluh
52 Bab Lima puluh Satu
53 Bab Lima puluh Dua
54 Bab Lima puluh Tiga
55 Bab Lima puluh Empat
56 Bab Lima puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima puluh Tujuh
59 Bab Lima puluh Delapan
60 Bab Lima puluh Sembilan
61 Bab Enam puluh
62 Bab Enam puluh Satu
63 Bab Enam puluh Dua
64 Bab Enam puluhTiga
65 Bab Enam puluh Empat
66 Bab Enam puluh Lima
67 Bab Enam puluh Enam
68 Bab Enam puluh Tujuh
69 Bab Enam puluh Delapan
70 Bab Enam puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh puluh Satu
73 Bab Tujuh puluh Dua
74 Bab Tujuh puluh Tiga
75 Bab Tujuh puluh Empat
76 Bab Tujuh puluh Lima
77 Bab Tujuh puluh Enam
78 Bab Tujuh puluh Tujuh
79 Bab Tujuh puluh Delapan
80 Bab Tujuh puluh Sembilan
81 Bab Delapan puluh
82 Bab Delapan puluh Satu
83 Bab Delapan puluh Dua
84 Bab Delapan puluh Tiga
85 Bab Delapan puluh Empat
86 Bab Delapan puluh Lima
87 Bab Delapan puluh Enam
88 Bab Delapan puluh Tujuh
89 Bab Delapan puluh Delapan
90 Bab Delapan puluh Sembilan
91 Bab Sembilan puluh
92 Bab Sembilan puluh Satu
93 Bab Sembilan puluh Dua
94 Bab Sembilan puluh Tiga
95 Bab Sembilan puluh Empat
96 Bab Sembilan puluh Lima
97 Bab Sembilan puluh Enam
98 Bab Sembilan puluh Tujuh
99 Bab Sembilan puluh Delapan
100 Bab Sembilan puluh Sembilan
101 Bab Seratus
102 Bab Seratus Satu
103 Bab Seratus Dua
104 Bab Seratus Tiga
105 Bab Seratus Empat
106 Bab Seratus Lima
107 Bab Seratus Enam
108 Bab Seratus Tujuh
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Bab Seratus Dua Belas
114 Bab Seratus Tiga belas
115 Bab Seratus Empat Belas
116 Bab Seratus Lima Belas
117 Bab Seratus Enam Belas
118 Bab Seratus Tujuh Belas
119 Bab Seratus Delapan Belas
120 Bab Seratus Sembilan Belas
121 Bab Seratus Dua Puluh
122 Novel Noda Merah Pernikahan
123 Pengumuman.
124 LOVE IS RAIN
125 Promo
126 Ratu Ketiban Duren
127 EMAK AKU PENGEN KAWIN
128 CINTA YANG DIABAIKAN
129 HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
BabTujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas.
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh Dua
23
Bab Dua puluh Tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Satu
38
Bab Tiga puluh Tujuh
39
Bab Tiga puluh Delapan
40
Bab Tiga puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat puluh Satu
43
Bab Empat puluh Dua
44
Bab Empat puluh Tiga.
45
Bab Empat puluh Empat
46
Bab Empat puluh Lima
47
Bab Empat puluh Enam
48
Bab Empat puluh Tujuh
49
Bab Empat puluh Delapan
50
Bab Empat puluh Sembilan
51
Bab Lima puluh
52
Bab Lima puluh Satu
53
Bab Lima puluh Dua
54
Bab Lima puluh Tiga
55
Bab Lima puluh Empat
56
Bab Lima puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima puluh Tujuh
59
Bab Lima puluh Delapan
60
Bab Lima puluh Sembilan
61
Bab Enam puluh
62
Bab Enam puluh Satu
63
Bab Enam puluh Dua
64
Bab Enam puluhTiga
65
Bab Enam puluh Empat
66
Bab Enam puluh Lima
67
Bab Enam puluh Enam
68
Bab Enam puluh Tujuh
69
Bab Enam puluh Delapan
70
Bab Enam puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh puluh Satu
73
Bab Tujuh puluh Dua
74
Bab Tujuh puluh Tiga
75
Bab Tujuh puluh Empat
76
Bab Tujuh puluh Lima
77
Bab Tujuh puluh Enam
78
Bab Tujuh puluh Tujuh
79
Bab Tujuh puluh Delapan
80
Bab Tujuh puluh Sembilan
81
Bab Delapan puluh
82
Bab Delapan puluh Satu
83
Bab Delapan puluh Dua
84
Bab Delapan puluh Tiga
85
Bab Delapan puluh Empat
86
Bab Delapan puluh Lima
87
Bab Delapan puluh Enam
88
Bab Delapan puluh Tujuh
89
Bab Delapan puluh Delapan
90
Bab Delapan puluh Sembilan
91
Bab Sembilan puluh
92
Bab Sembilan puluh Satu
93
Bab Sembilan puluh Dua
94
Bab Sembilan puluh Tiga
95
Bab Sembilan puluh Empat
96
Bab Sembilan puluh Lima
97
Bab Sembilan puluh Enam
98
Bab Sembilan puluh Tujuh
99
Bab Sembilan puluh Delapan
100
Bab Sembilan puluh Sembilan
101
Bab Seratus
102
Bab Seratus Satu
103
Bab Seratus Dua
104
Bab Seratus Tiga
105
Bab Seratus Empat
106
Bab Seratus Lima
107
Bab Seratus Enam
108
Bab Seratus Tujuh
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Bab Seratus Dua Belas
114
Bab Seratus Tiga belas
115
Bab Seratus Empat Belas
116
Bab Seratus Lima Belas
117
Bab Seratus Enam Belas
118
Bab Seratus Tujuh Belas
119
Bab Seratus Delapan Belas
120
Bab Seratus Sembilan Belas
121
Bab Seratus Dua Puluh
122
Novel Noda Merah Pernikahan
123
Pengumuman.
124
LOVE IS RAIN
125
Promo
126
Ratu Ketiban Duren
127
EMAK AKU PENGEN KAWIN
128
CINTA YANG DIABAIKAN
129
HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!