Bab Sembilan

Setelah memberi kata sambutan Jino dan Nia turun dari panggung. Mereka menghampiri tamu undangan.

Nia sudah tampak gelisah. Ia menerima pesan dari Alex untuk menyusulnya ke samping gedung. Alex ingin berduaan dengan Nia.

Melati yang kehausan ,pamit dari hadapan mama Jino. Ia berjalan ke arah meja tempat minuman tersedia.

Nia yang melihat Melati berjalan dengan membawa gelas minuman, mendekati dan menabraknya. Minuman tumpah membasahi baju Nia dan gelas pecah jatuh ke lantai.

Jino yang sedang berbincang dengan rekan kerjanya memandangi Melati dan Nia. Ia menghampiri mereka.

"Ada apa, sayang" ucap Jino lembut.

"Bajuku basah kena tumpahan minumnya Melati"

"Apa kamu tak punya mata" bentak Jino

"Udah Jino. Nggak apa. Aku ke kamar mandi dulu membersihkan pakaianku. Jangan mengundang keributan. Kamu nggak mau kita jadi pusat perhatiankan..."

"Kamu ikut aku...." ucap Jino menarik pergelangan tangan Melati erat

"Sakit mas, maaf ...aku tak sengaja menumpahkannya" ucap Melati sambil menahan sakit.

Jino tak peduli dengan ucapan Melati. Ia terus saja memegang pergelangan tangan Melati dengan kuat seolah ingin mematahkannya.

Jino menarik Melati masuk ke kamar mandi. Ia lalu mendorong tubuh Melati hingga membentur dinding.

"Mas ...aku minta maaf. Aku benar benar tak sengaja " ucap Melati menangis dengan terisak.

"Kamu iri melihat Nia yang begitu cantiknya malam ini"

"Nggak mas...aku nggak iri"

"Jadi kamu ingin mengatakan Nia tak cantik, sehingga tak ada yang perlu kamu irikan"

"Bukan begitu mas, aku tak iri karena mbak Nia memang pantas mas cintai. Ia memiliki segalanya"

"Karena kamu telah membuat baju Nia basah, sekarang rasakan ini"

Jino menyiram air bekas pel ke tubuh Melati. Ia juga menghidupkan kran air dan menampung air lalu kembali disiram ke tubuh Melati.

"Mas Jino...maaf. Ampun mas...dingin" ucap Melati memegang kaki Jino memohon agar Jino tak menyiramnya lagi.

Kepalanya yang emang sudah sering sakit karena hamil bertambah pusing karena kedinginan.

"Kamu pantas mendapatkannya" ucap Jino kembali menyiram seember air lagi ke tubuh Melati.

Melati yang udah sangat kedinginan hanya bisa pasrah menerima semua siraman dari Jino.

Setelah Melati basah kuyup Jino lalu meninggalkannya.

Nia yang meminta izin ke kamar mandi tapi malahan berbelok ke luar gedung menemui Alex.

"Sayang...maaf harus menunggu lama" ucap Nia langsung memeluk Alex dan mengecup bibir Alex.

"Ini tak seberapa jika dibandingkan aku harus menunggu kamu berpisah dari Jino"

"Kita kemana...."

"Kebelakang gedung aja, biar tak ada yang melihat"

Nia dan Alex akhirnya bercumbu dibelakang gedung dengan cahaya yang temaram tanpa ada yang tahu.

Sementara itu Jino mencari keberadaan Nia. Ia sangat kuatir dengan istrinya.

"Dimana Nia. Aku tak mau nantinya ia masuk angin karena bajunya yang basah"

Acara di gedung itu hampir selesai, Nia yang telah memadu kasih dengan Alex menemui Jino.

"Jino, maaf aku baru bisa muncul. Aku malu karena bajuku yang basah" ucap Nia memeluk Jino yang sedang menunggunya.

"Sayang, kamu tak apa apa. Apa kamu tak masuk angin" ucap Jino cemas.

"Nggak apa apa , Jino"

"Ayo kita pulang. Aku tak mau kamu nanti sakit dengan pakaian yang basah ini"

Jino lalu meninggalkan acara. Ia pamit dengan asistennya dan meminta ia yang mengurus semua acara.

Jino lupa jika Melati yang kedinginan di kamar mandi.

Raka sepupunya Jino yang ingin buang air kecil kaget melihat ada seseorang yang terkapar di kamar mandi.

Ia mendekatinya dan melihat seorang wanita yang ia tahu tadi Nia mengenalkannya sebagai sepupunya.

Raka lalu mengangkat tubuh Melati dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Dokter segera menangani Melati dan mengganti pakaiannya yang basah dengan baju pasien.

Setelah dokter memeriksa, ia memindahkan Melati ke ruang rawat inap.

Raka menunggu sampai Melati sadar. Ia duduk disamping tempat tidur Melati.

Setelah dua jam akhirnya Melati sadar. Ia membuka matanya dan menyadari jika saatbini ia berada di rumah sakit.

Melati melihat seseorang yang tertidur dengan kepala berada di ujung tempat tidur. Melati ingin menyentuh tangan pria itu tapi pria itu terlebih dahulu mengangkat kepalanya. Raka tersenyum melihat Melati telah sadar.

"Apa kamu yang membawa saya ke rumah sakit" ucap Melati pelan

"Ya, apa yang kamu rasakan. Kenapa kamu sampai basah begitu. Siapa yang telah menyirammu"

"Pertanyaan kamu bisa satu satu ,nggak. Saya nggak tahu harus jawab yang mana duluan"

"Maaf, saya kuatir. Apa lagi dokter mengatakan saat ini kamu sedang hamil"

"Terima kasih ya karena telah membantu"

"Siapa yang menyirammu..."

"Tidak ada, aku tadi ke kamar mandi terpeleset"

"Itu sangat bahaya buat keselamatan bayimu, kamu harus hati hati. Suamimu dimana, kenapa kamu nggak didampingi suamimu datang ke pesta kemarin"

"Suamiku kerja diluar kota. Aku ingat ...kamu tadi yang berdiri diantara keluarga mas Jino kan, apa kamu juga keluarganya"

"Ya, kenalkan saya Raka. Sepupu Jino"

"Jadi kamu sepupunya...."

"Ternyata kamu udah berkeluarga, aku tadi pikir kamu masih gadis. Padahal aku udah langsung tertarik melihatmu..." ucap Raka sambil tersenyum

"Kamu bisa aja. Masa sih kamu bisa tertarik dengan wanita seperti aku. Kamu itu tampan, pasti banyak wanita yang menyukaimu"

Melati dan Raka tampak langsung akrab. Melati juga tak tahu kenapa ia bisa langsung akrab dengan Raka. Mungkin karena ia sepupu Jino, pikir Melati.

"Mana yang lebih ganteng, aku apa Jino"

"Kenapa kamu tanyakan itu...."

"Karena dari dulu aku dan Jino jadi idola disekolah. Dan kamu tahu, kami dua kali menyukai wanita yang sama"

"Apakah mbak Nia salah satunya"

"Nggak, dengan Nia aku tak pernah menyukainya. Aku tak tahu kenapa. Tapi aku tak tertarik aja dengannya"

"Padahal mbak Nia cantik dan baik"

"Maaf, aku tak bermaksud menyinggung kamu. Aku tahu Nia sepupu kamu, tapi aku memang tak pernah tertarik dengannya. Aku lebih tertarik denganmu, jika saja kamu belum menikah ....pasti aku akan mendekatimu"

"Mungkin karena kamu tahu Nia itu istri sepupu kamu sehingga kamu merasa enggan mendekatinya"

"Aku rasa bukan. Ada sesuatu didiri Nia yang membuat aku tak pernah tertarik padanya. Oh ya,aku sudah mencoba menghubungi Jino. Tapi ponselnya tak aktif. Besok pagi aja aku coba lagi ya menghubunginya. Mungkin ia lagi asyik dengan istrinya. Kamu tahukan, Jino itu bucin nya Nia"

"Sekali lagi, terima kasih Raka. Aku tak tahu harus membalas kamu dengan apa..."

"Kamu cukup membalasku dengan memberi nomor ponselmu"

"Aku tak bisa Raka. Suamiku tak mengizinkan siapapun tahu nomor ponselku"

"Suami kamu pantas melakukan itu. Kamu memang cantik, ia pasti takut kamu direbut pria lain. Jika aku menjadi suami kamu tak aku biarkan kamu pergi sendirian"

"Kamu salah Raka , suamiku bukan takut aku di rebut pria lain, tapi ia tak mengizinkan aku bergaul karena ia takut orang tahu statusku. Aku tak berani membantahnya , aku tak mau ia marah dan akhirnya menyiksaku seperti ini. Aku tak tahu, kenapa aku bisa mengobrol santai dengan Raka ...padahal kami baru kenal. Apa karena Raka sepupunya mas Jino"

*********************

Visual Raka

Terima kasih

Terpopuler

Comments

fujichen

fujichen

actor Thailand

2024-12-13

0

Jasmine

Jasmine

Kasihan bgt Melati..dasar mak lampir...Alex yg lbh dulu genit sama Melati..ga mungkinkan Melati marah atau cuek klu disenyumin..emg hukum alam begitu..Jino kasar dan tegaan bgt...yg berbuat itu Nia tuh lihat rekaman cctv...

2023-01-12

0

Rosa Rosidin Sari

Rosa Rosidin Sari

kerentohr

2022-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 BabTujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas.
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh Dua
23 Bab Dua puluh Tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Satu
38 Bab Tiga puluh Tujuh
39 Bab Tiga puluh Delapan
40 Bab Tiga puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat puluh Satu
43 Bab Empat puluh Dua
44 Bab Empat puluh Tiga.
45 Bab Empat puluh Empat
46 Bab Empat puluh Lima
47 Bab Empat puluh Enam
48 Bab Empat puluh Tujuh
49 Bab Empat puluh Delapan
50 Bab Empat puluh Sembilan
51 Bab Lima puluh
52 Bab Lima puluh Satu
53 Bab Lima puluh Dua
54 Bab Lima puluh Tiga
55 Bab Lima puluh Empat
56 Bab Lima puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima puluh Tujuh
59 Bab Lima puluh Delapan
60 Bab Lima puluh Sembilan
61 Bab Enam puluh
62 Bab Enam puluh Satu
63 Bab Enam puluh Dua
64 Bab Enam puluhTiga
65 Bab Enam puluh Empat
66 Bab Enam puluh Lima
67 Bab Enam puluh Enam
68 Bab Enam puluh Tujuh
69 Bab Enam puluh Delapan
70 Bab Enam puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh puluh Satu
73 Bab Tujuh puluh Dua
74 Bab Tujuh puluh Tiga
75 Bab Tujuh puluh Empat
76 Bab Tujuh puluh Lima
77 Bab Tujuh puluh Enam
78 Bab Tujuh puluh Tujuh
79 Bab Tujuh puluh Delapan
80 Bab Tujuh puluh Sembilan
81 Bab Delapan puluh
82 Bab Delapan puluh Satu
83 Bab Delapan puluh Dua
84 Bab Delapan puluh Tiga
85 Bab Delapan puluh Empat
86 Bab Delapan puluh Lima
87 Bab Delapan puluh Enam
88 Bab Delapan puluh Tujuh
89 Bab Delapan puluh Delapan
90 Bab Delapan puluh Sembilan
91 Bab Sembilan puluh
92 Bab Sembilan puluh Satu
93 Bab Sembilan puluh Dua
94 Bab Sembilan puluh Tiga
95 Bab Sembilan puluh Empat
96 Bab Sembilan puluh Lima
97 Bab Sembilan puluh Enam
98 Bab Sembilan puluh Tujuh
99 Bab Sembilan puluh Delapan
100 Bab Sembilan puluh Sembilan
101 Bab Seratus
102 Bab Seratus Satu
103 Bab Seratus Dua
104 Bab Seratus Tiga
105 Bab Seratus Empat
106 Bab Seratus Lima
107 Bab Seratus Enam
108 Bab Seratus Tujuh
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Bab Seratus Dua Belas
114 Bab Seratus Tiga belas
115 Bab Seratus Empat Belas
116 Bab Seratus Lima Belas
117 Bab Seratus Enam Belas
118 Bab Seratus Tujuh Belas
119 Bab Seratus Delapan Belas
120 Bab Seratus Sembilan Belas
121 Bab Seratus Dua Puluh
122 Novel Noda Merah Pernikahan
123 Pengumuman.
124 LOVE IS RAIN
125 Promo
126 Ratu Ketiban Duren
127 EMAK AKU PENGEN KAWIN
128 CINTA YANG DIABAIKAN
129 HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
BabTujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas.
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh Dua
23
Bab Dua puluh Tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Satu
38
Bab Tiga puluh Tujuh
39
Bab Tiga puluh Delapan
40
Bab Tiga puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat puluh Satu
43
Bab Empat puluh Dua
44
Bab Empat puluh Tiga.
45
Bab Empat puluh Empat
46
Bab Empat puluh Lima
47
Bab Empat puluh Enam
48
Bab Empat puluh Tujuh
49
Bab Empat puluh Delapan
50
Bab Empat puluh Sembilan
51
Bab Lima puluh
52
Bab Lima puluh Satu
53
Bab Lima puluh Dua
54
Bab Lima puluh Tiga
55
Bab Lima puluh Empat
56
Bab Lima puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima puluh Tujuh
59
Bab Lima puluh Delapan
60
Bab Lima puluh Sembilan
61
Bab Enam puluh
62
Bab Enam puluh Satu
63
Bab Enam puluh Dua
64
Bab Enam puluhTiga
65
Bab Enam puluh Empat
66
Bab Enam puluh Lima
67
Bab Enam puluh Enam
68
Bab Enam puluh Tujuh
69
Bab Enam puluh Delapan
70
Bab Enam puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh puluh Satu
73
Bab Tujuh puluh Dua
74
Bab Tujuh puluh Tiga
75
Bab Tujuh puluh Empat
76
Bab Tujuh puluh Lima
77
Bab Tujuh puluh Enam
78
Bab Tujuh puluh Tujuh
79
Bab Tujuh puluh Delapan
80
Bab Tujuh puluh Sembilan
81
Bab Delapan puluh
82
Bab Delapan puluh Satu
83
Bab Delapan puluh Dua
84
Bab Delapan puluh Tiga
85
Bab Delapan puluh Empat
86
Bab Delapan puluh Lima
87
Bab Delapan puluh Enam
88
Bab Delapan puluh Tujuh
89
Bab Delapan puluh Delapan
90
Bab Delapan puluh Sembilan
91
Bab Sembilan puluh
92
Bab Sembilan puluh Satu
93
Bab Sembilan puluh Dua
94
Bab Sembilan puluh Tiga
95
Bab Sembilan puluh Empat
96
Bab Sembilan puluh Lima
97
Bab Sembilan puluh Enam
98
Bab Sembilan puluh Tujuh
99
Bab Sembilan puluh Delapan
100
Bab Sembilan puluh Sembilan
101
Bab Seratus
102
Bab Seratus Satu
103
Bab Seratus Dua
104
Bab Seratus Tiga
105
Bab Seratus Empat
106
Bab Seratus Lima
107
Bab Seratus Enam
108
Bab Seratus Tujuh
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Bab Seratus Dua Belas
114
Bab Seratus Tiga belas
115
Bab Seratus Empat Belas
116
Bab Seratus Lima Belas
117
Bab Seratus Enam Belas
118
Bab Seratus Tujuh Belas
119
Bab Seratus Delapan Belas
120
Bab Seratus Sembilan Belas
121
Bab Seratus Dua Puluh
122
Novel Noda Merah Pernikahan
123
Pengumuman.
124
LOVE IS RAIN
125
Promo
126
Ratu Ketiban Duren
127
EMAK AKU PENGEN KAWIN
128
CINTA YANG DIABAIKAN
129
HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!