Setelah Jino pergi , Nia menghubungi Alex mengabarkan jika ia akan menghadiri pesta bersama Melati , istri kedua Jino.
Ia akan mengusahakan bisa berdua dengan Alex dan Melati yang menemani Jino.
Siang harinya Nia mendatangi rumah Melati. Ia mengetuk pintu rumah Melati dengan perlahan.
"Melati...ini aku, mbak Nia" ucap Nia dengan suara keras, karena sudah beberapa diketuk pintu belum juga dibuka.
Melati yang ketiduran di sofa ruang keluarga kaget mendengar teriakan memanggil namanya.
Ia berjalan tergesa menuju pintu dan membukanya.
"Mbak Nia, maaf lama membukanya. Aku ketiduran..."
"Nggak apa, boleh aku masuk"
"Tentu saja mbak...silakan masuk"
"Kamu kelihatan agak pucat, apa kamu sakit"
"Cuma sedikit sakit kepala, mbak. Mbak mau minum apa ,biar aku buatkan"
"Nggak usah Melati. Aku kesini mau mengajak kamu ke pesta ulang tahun perusahaan Jino. Bagaimanapun kamu juga istri Jino. Kamu harus tahu bagaimana kehidupan Jino dan keluarganya. Jika suatu saat identitas kamu sebagai istri Jino diketahui, kamu udah nggak canggung lagi"
"Tapi apa mas Jino mengizinkan, mbak"
"Apapun yang aku inginkan Jino pasti mengizinkan"
"Iya mbak aku tahu. Mas Jino sangat mencintai mbak Nia. Aku percaya apapun yang mbak mau dan inginkan pasti diizinkan"
"Kamu nggak perlu cemburu. Suatu saat nanti pasti Jino juga mencintaimu. Kamu kan calon ibu bagi anak anaknya"
"Aku tak mengharapkan mas Jino mrncintaiku mbak. Aku sadar dan tahu diri kok...."
"Kamu jangan bicara begitu. Sekarang kamu siap siap, kita akan ke butik dan ke salon. Kita berdua akan mendampingi Jino. Tapi maaf saat ini kami belum bisa mengenalkan kamu sebagai istrinya Jino, aku hanya mengenalkan kamu sebagai sepupu aku. Kamu nggak keberatan , Melati"
"Nggak apa mbak. Aku sudah senang banget mbak mengajakku"
"Ayo , kita harus segera berangkat. Habis magrib acara udah akan di mulai"
Melati mengganti pakaiannya dengan dresa yang baru dibeli Nia minggu lalu. Ia berjalan mengikuti Nia masuk ke dalam mobilnya.
Melati duduk disamping Nia dengan gugup. Supir mengendarai mobil dengan perlahan menuju sebuah butik.
Nia mencarikan baju buat Melati, setelah mendapatkan baju yang pas buat Melati, Nia membawa ke salon langganannya.
Karyawan salon menyambut Nia dengan ramah. Mereka membawa Nia menuju ruangan VIP. Nia memang pelanggan setia salon mereka.
Nia meminta Melati juga dilayani serta dirias sebaik mungkin seperti yang mereka lakukan pada mereka.
Setelah Melati di rias, karyawan itu membawa Melati kehadapan Nia.
"Bagaimana bu Nia, apa sudah pas dengan keinginan bu Nia"
"Sempurna...aku suka. Kamu tampak sangat cantik dan berbeda Melati" ujar Nia
"Terima kasih, mbak. Karena sudah membawa aku ke salon ini"
"Kamu jangan bicara begitu. Kamu juga pantas mendapat pelayanan seperti yang aku dapat"
Nia selesai dirias dan didandani dengan gaun yang sangat pas dibadannya. Semua karyawan memuji kecantikan Nia.
"Mbak Nia cantik banget" ucap Melati kagum.
"Kamu juga cantik , Melati. Kita tunggu supir menjemput sebentar lagi. Jino sudah nggak sabar menanti. Ia takut kita telat datangnya"
"Mas Jino pasti takut mbak tak hadir mendampinginya" gumam Melati
Tak lama datang supir menjemput. Nia dan Melati masuk ke dalam mobil.
Sampai di depan gedung perusahaan, tampak Jino telah menunggu. Disamping Jino berdiri seorang pria yang juga tampan.
Jino membuka pintu mobil buat Nia, dan membiarkan Melati membuka pintu mobilnya sendiri.
Melati berjalan keluar dari mobil,pandangan Jino tertegun melihat Melati yang tampak sangat berbeda.
"Ternyata Melati tak kalah cantik dari Nia jika didandani...uuhh...aku tak boleh terpesona. Nia jauh lebih segalanya dari wanita mur*han itu"
Jino lalu menggenggam tangan Nia berjalan masuk ke dalam gedung dan membiarkan Melati dibelakang mereka.Ketika akan masuk ke gedung , Nia berhenti tepat disamping pria yang bersama Jino tadi.
"Apa kabar, Alex. Lama tak bertemu" sapa Nia , pura pura.
"Sehat, kamu tambah cantik aja. Jino pasti makin mencintaimu"
"Tentu saja , Lex. Kamu bisa lihat, tak ada wanita yang bisa menandingi kecantikan istriku ini. Ia selalu bisa membuat aku makin mencintainya dengan segala yang ia lakukan."
Alex memandangi Melati yang berjalan dibelakang Nia dan Jino.
"Apakah ini wanita yang dicarikan Nia buat menjadi istri kedua Jino. Ia sangat cantik. Apakah Nia tak salah. Apakah ia tak takut Jino berpaling darinya dan mencintai wanita ini"
Menyadari Alex yang memandanginya, Melati memberikan senyumnya. Nia yang melihat itu menjadi marah.
"Berani sekali kamu tersenyum dengan priaku. Akan aku buat kamu mendapat hukuman dari Jino"
Jino berjalan dengan Nia yang menggandeng tangannya. Semua karyawan dan tamu undangan yang hadir tampak mengagumi kecantikan Nia.
Jino dan Nia tampak sangat serasi. Jino yang tampan sangat serasi dengan Nia yang sangat cantik.
Jino membawa Nia menemui keluarganya. Orang tua Jino terutama ibunya kurang menyukai Nia. Mereka tahu Nia sering menghabiskan uang Jino dengan jumlah yang tak sedikit.
Nia juga menyadari jika ibunya Jino tak menyukainya. Itulah sebabnya ia ingin mengenalkan Melati, ia berharap Melati juga mendapatkan rasa benci dari ibu Jino.
"Ma, kenalkan ini sepupuku" ucap Nia. Ia berharap mama Jino membenci Melati karena sepupunya.
Mama Jino dengan malas mengulurkan tangannya, ia tak mau tamu tau jika ia tak akur dengan menantunya.
Melati yang terbiasa hormat dengan orang tua mencium tangan mama Jino, membuat mama Jino takjub. Karena di zaman sekarang dan di kota besar begini jarang ada yang masih menghormati orang tua seperti itu.
"Melati...." ucap Melati sambil menundukan kepalanya. Begitu juga dengan papa Jino, ia menyalami dan mencium tangannya juga.
Mama Jino tersenyum pada Melati membuat Nia menjadi kaget.
"Mama bisa saja pura pura tersenyum pada Melati disini, aku tahu itu semua untuk menutupi agar orang tak ada yang tahu jika kita ini tak pernah akur"
"Kamu cantik dan sopan, beruntung pria yang menjadi suamimu kelak" ucap mama Jino
"Nia yang paling cantik diantara semua wanita yang hadir ma, coba mama perhatian baik baik" ucap Jino sambil memeluk Nia. Nia tersenyum pada Jino.
Acara segera di mulai, Jino sebagai CEO memberi kata sambutan didampingi Nia. Jino memeluk Nia erat. Semua mata memandang iri pada Nia.
Nia yang cantik dan semua tahu jika ia sangat disayangi Jino. Semua wanita pasti ingin berada diposisinya saat ini.
Mama Jino menanyakan pada Melati di mana ia tinggal dan kenapa baru tampak saat ini.
Melati dengan susah payah memberi jawaban yang tidak akan membuat mama Jino curiga.
Melati hanya mengatakan selama ini ia tidak tinggal di kota ini, baru dua bulan ini ia pindah ke kota ini. Mungkin itu yang menyebabkan ia tak pernah melihat Melati.
****************
Bonus visual....
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf❦DέȽΜɑɌ❦•§¢• ⍣⃝ꉣꉣ🍉
𝒗𝒊𝒔𝒖𝒂𝒍𝒏𝒚𝒂 𝒏𝒊𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒕𝒊 𝒌𝒆𝒌 𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒂𝒍𝒊𝒌, 𝒏𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒑𝒂2 𝒂𝒌𝒖 𝒉𝒂𝒍𝒖 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒂𝒋𝒂 𝒉𝒆𝒉𝒆 🙈🤭
2024-02-28
1
Edohmasitoh
artis korea
2024-02-17
0
Windarti08
klo menurutku, visual Nia dan Melati kebalik, visual Nia cocoknya untuk Melati, lebih kalem
2023-05-23
0