BabTujuh

Sudah dua hari Nia kembali dari kepergiannya ke Bandung. Jino juga sudah dua hari tak mengunjungi Melati. Ia menghabiskan waktunya hanya berdua Nia.

Sejak pulang kerja ia akan selalu ingin berdekatan dengan Nia, seolah takut Nia akan pergi lagi meninggalkannya.

"Sayang, aku tak mau kamu pergi lagi jika tak bersamaku. Aku jadi kangen banget" ucap Jino memeluk punggung Nia yang sudah polos.

"Aku kan cuma pergi seminggu"

"Tapi bagiku itu terasa sangat lama. Aku rindu wangi tubuhmu, pelukanmu dan semua yang ada pada dirimu"

"Ada Melati yang menemanimu"

"Beda sayang, aku hanya inginkan kamu. Dengan Melati aku melakukannya hanya untuk mendapatkan keturunan. Aku tak menikmatinya seperti aku melakukan padamu"

"Kamu nih, seperti kita baru saja menikah. Kita udah lima tahun menikah, apa kamu tak pernah merasakan bosan denganku"

"Tak akan pernah sayang. Aku tak akan pernah puas jika hanya melakukan sekali. Ini aja adik kecilku udah bangun lagi" ucap Jino . Nia dapat merasakan jika adik kecil Jino telah bangun kembali.

"Jino, kamu tuh..." belum sempat Nia protes mulutnya udah dibungkam Jino dengan melum*tnya.

Sementara Melati di rumah sendirian. Ia merasakan sakit kepala yang tak tertahankan. Ia ingin minta izin keluar rumah membeli obat.

Melati memang tak dibolehkan keluar rumah tanpa izin dari Jino atau Nia.

Melati mencoba menghubungi Jino. Tapi yang mengangkatnya Nia. Terdengar suara desahan dan erangan dari keduanya. Melati dapat menyadari apa yang sedang mereka lakukan.

"Ada apa Melati...."

"Mbak, aku mau minta izin sama mbak atau mas Jino. Aku mau keluar sebentar , ada yangbperlu aku belikan"

"Pergilah, hati hati...."

Jino yang merasa terganggu merampas ponsel dari tangan Nia tanpa melepaskan penyatuan tubuhnya.

"Apa kamu tak punya otak, kamu pasti mendengar dan tahu apa yang sedang aku dan Nia lakukan saat ini. Masih saja kamu mengganggu dengan obrolan tak penting. Jika kamu ingin pergi, pergi saja...dasar wanita jal*ng"

Setelah mengucapkan itu Jino mematikan sambungan ponselnya.

"Kenapa kamu bicara kasar begitu dengan Melati"

"Wanita itu mengganggu saja"

"Kamu tak terganggu, buktinya kamu masih bisa terus bermain di tubuhku"

"Udahlah sayang, jangan buat aku jadi bad mood karena bicarakan wanita bodoh itu"

Jino kembali bermain ditubuh Nia dengan penyatuan tubuh mereka.

Sementara itu Melati yang mendengar bentakan dari Jino mencoba menghapus air mata yang tanpa bisa ditahan telah membasahi pipinya.

"Aku memang pantas dimarahin. Padahal aku tahu mereka sedang melakukan apa masih saja bicara dengan Nia. Mas Jino pasti merasa terganggu, apa lagi ia yang sudah seminggu ini begitu merindukan Nia"

Melati menarik nafasnya, ia berjalan keluar rumah menuju jalan raya. Ia menaiki angkot menuju salah satu apotik.

Ia ingin membeli tespek. Udah lebih dari seminggu ia telat datang bulan. Ia tak ingin salah meminum obat jika ternyata ia memang hamil.

Setelah membelinya, Melati kembali ke rumah. Dan ia segera melakukan pengujian apakah saat ini ia sedang hamil atau bukan.

Melati melihat hasil tespek dengan cemas. Ia melihat dua garis merah. Melati menrik nafasnya.

"Aku hamil, pantas saja sudah seminggu ini badanku terasa tidak enak. Apakah aku harus memberitahukan ini pada mbak Nia atau mas Jino. Jangan sekarang. Aku tunggu dulu beberapa hari. Mas Jino masih melepaskan rindunya dengan mbak Nia. Aku takut mengganggunya. Aku tak mau mas Jino marah lagi...." gumam Melati.

Ia mengambil segelas air hangat dan meminumnya. Sudah beberapa hari ini Melati malas melakukan semuanya. Tapi ia tidak ingin memanjakan dirinya. Ia paksakan dirinya trtap melakukan semua kegiatan.

Melati melangkah kembali masuk kekamarnya. Ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil mengelus perutnya yang masih rata.

"Sayang, bunda harap kamu baik baik saja dan sehat terus di rahim bunda. Bunda tahu walau kamu darah daging bunda, tapi bunda tidak ada hak untuk memiliki kamu. Bunda harap jika kamu dewasa kamu mengerti dengan keputusan yang bunda ambil. Jika suatu saat kita harus terpisah karena hak asuh kamu ada pada mami Nia, hanya satu yang bunda ingin katakan... bunda menyayangi dan mencintaimu nak. Bunda hanya terpaksa menyerahkan kamu, karena ini telah menjadi perjanjian bunda dengan papimu. Bunda sebenarnya juga tak ingin berpisah darimu..."

Melati menangis mengingat, waktunya akan tiba saat ia akan menyerahkan darah dagingnya. Baru saja ia tahu ada nyawa dirahimnya hatinya sudah begitu sedih mengingat jika bayi yang dikandungnya bukanlah miliknya. Bayi ini hanya akan berada bersamanya selama dalam kandungan, setelah lahir ia akan menjadi milik Nia.

"Mbak Nia wanita yang baik. Aku yakin ia akan menjaga anakku dengan penuh kasih sayang. Mbak Nia pasti menyayanginya seperti darah dagingnya sendiri"

Setelah lama termenung dengan alam pikirannya, akhirnya Melati tertidur.

Pagi harinya ia merasakan kepalanya makin pusing. Ia merasakan mual. Melati masuk kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.

"Ya Tuhan, kenapa aku jadi ingat mas Jino. Aku ingin berada disampingnya , memeluk dan mencium bau tubuhnya. Apakah ini keinginan bayiku. Apakah jika aku meminta ia menginap, mas Jino akan mengabulkan. Tidak... aku tak boleh mengatakannya, nanti mas Jino pasti marah dan mengatakan aku ngelunjak...."

Melati kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia masih ingin bermalas malasan. Jika diikuti kata hatinya, Melati hanya ingin tiduran saja. Tapi itu tak mungkin, ia harus tetap membersihkan rumah dan memasak buat makannya.

Apa lagi sudah tiga hari sejak Nia kembali dari Bandung , Jino tak pernah datang ke rumah. Melati harus bisa melakukan semuanya sendiri.

Sementara itu dikediaman Jino, ia dan Nia sedang menyantap sarapan yang dibuatkan pembantu rumah tangganya.

"Melati selalu memasak dan menyiapkan sarapan buatku dari tangannya sendiri. Dan masakannya terasa enak sesuai dengan lidahku. Apaan sih...kenapa aku jadi memikirkan Melati. Aku tak boleh membandingkan Nia dan Melati, karena mereka memang tak pantas dibandingkan. Nia adalah wanita terbaik...."

"Jino...Jino...." panggil Nia. Namun Jino masih dengan lamunannya.

Nia lalu menyentuh telapak tangan Jino membuat ia kaget dan langsung menoleh.

"Jino...kamu sedang memikirkan apa" tanya Nia cemberut.

"Nggak ada sayang, siapa yang ada dipikiranku selain kamu..."

"Kenapa dari tadi aku panggil kamu diam aja"

"Aku memikirkan pesta nanti malam, sayang" ucap Jino berbohong.

"Jino, aku nanti mengajak Melati ya ke pesta ulang tahun perusahaan"

"Nanti orang akan bertanya siapa Melati"

"Akan aku katakan ia sepupuku"

"Terserah kamu aja, asal ia tidak akan melakukan sesuatu yang membuat aku malu"

"Aku pastikan ia tidak melakukan itu. Melati akan berada disampingku terus."

"Apa nanti ia tidak akan memalukan kamu dengan penampilannya"

"Aku akan mendandaninya. Aku akan mengenalkan Melati pada keluargamu. Bagaimanapun ia juga istrimu. Tapi kamu jangan kuatir aku tidak akan mengatakan kebenarannya. Aku hanya ingin Melati tahu bagaimana kehidupan keluargamu"

"Terserah kamu aja. Aku pamit dulu ya. Aku akan melihat persiapan pesta nanti malam"

Jino lalu mengecup dahi Nia dan bibirnya sebelum ia berjalan meninggalkan rumah menuju perusahaan.

**********************

Terima kasih

Terpopuler

Comments

Jasmine

Jasmine

org kaya tp tak punya mata2 tuk menyelidiki kegiatan nia di luar rumah..atau seseorg.melaporkan aksi nia diberbagai tempat kunjungannya..pasti rekan kerja atau partner bisnisnya dlm 5 thn prnh tak sengaja melihat atau bertemu nia berjalan tanpa didampingi Jino

2023-01-12

0

Borahe 🍉🧡

Borahe 🍉🧡

si Nia itu tdk bersyukur banget adh dpt suami yg mencintainya dgn gila kaya tampan baik malahan. eh di selingkuhin dong. gila emang Si Nia

2022-10-08

0

Sarah

Sarah

🤣🤣cinta memang buta...klo dah cinta mati mah susah..susah membedakan antara kebohongan n kejujuran...mau dia selalu melakukan kesalahan pun psti akan selalu terlihat baik n sempurna
makan tuh jino c nia bekas pakai orang....klo lo dah tau baru lo ngerasa jijik😛...
emotion aquh😅

2022-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 BabTujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas.
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh Dua
23 Bab Dua puluh Tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Satu
38 Bab Tiga puluh Tujuh
39 Bab Tiga puluh Delapan
40 Bab Tiga puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat puluh Satu
43 Bab Empat puluh Dua
44 Bab Empat puluh Tiga.
45 Bab Empat puluh Empat
46 Bab Empat puluh Lima
47 Bab Empat puluh Enam
48 Bab Empat puluh Tujuh
49 Bab Empat puluh Delapan
50 Bab Empat puluh Sembilan
51 Bab Lima puluh
52 Bab Lima puluh Satu
53 Bab Lima puluh Dua
54 Bab Lima puluh Tiga
55 Bab Lima puluh Empat
56 Bab Lima puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima puluh Tujuh
59 Bab Lima puluh Delapan
60 Bab Lima puluh Sembilan
61 Bab Enam puluh
62 Bab Enam puluh Satu
63 Bab Enam puluh Dua
64 Bab Enam puluhTiga
65 Bab Enam puluh Empat
66 Bab Enam puluh Lima
67 Bab Enam puluh Enam
68 Bab Enam puluh Tujuh
69 Bab Enam puluh Delapan
70 Bab Enam puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh puluh Satu
73 Bab Tujuh puluh Dua
74 Bab Tujuh puluh Tiga
75 Bab Tujuh puluh Empat
76 Bab Tujuh puluh Lima
77 Bab Tujuh puluh Enam
78 Bab Tujuh puluh Tujuh
79 Bab Tujuh puluh Delapan
80 Bab Tujuh puluh Sembilan
81 Bab Delapan puluh
82 Bab Delapan puluh Satu
83 Bab Delapan puluh Dua
84 Bab Delapan puluh Tiga
85 Bab Delapan puluh Empat
86 Bab Delapan puluh Lima
87 Bab Delapan puluh Enam
88 Bab Delapan puluh Tujuh
89 Bab Delapan puluh Delapan
90 Bab Delapan puluh Sembilan
91 Bab Sembilan puluh
92 Bab Sembilan puluh Satu
93 Bab Sembilan puluh Dua
94 Bab Sembilan puluh Tiga
95 Bab Sembilan puluh Empat
96 Bab Sembilan puluh Lima
97 Bab Sembilan puluh Enam
98 Bab Sembilan puluh Tujuh
99 Bab Sembilan puluh Delapan
100 Bab Sembilan puluh Sembilan
101 Bab Seratus
102 Bab Seratus Satu
103 Bab Seratus Dua
104 Bab Seratus Tiga
105 Bab Seratus Empat
106 Bab Seratus Lima
107 Bab Seratus Enam
108 Bab Seratus Tujuh
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Bab Seratus Dua Belas
114 Bab Seratus Tiga belas
115 Bab Seratus Empat Belas
116 Bab Seratus Lima Belas
117 Bab Seratus Enam Belas
118 Bab Seratus Tujuh Belas
119 Bab Seratus Delapan Belas
120 Bab Seratus Sembilan Belas
121 Bab Seratus Dua Puluh
122 Novel Noda Merah Pernikahan
123 Pengumuman.
124 LOVE IS RAIN
125 Promo
126 Ratu Ketiban Duren
127 EMAK AKU PENGEN KAWIN
128 CINTA YANG DIABAIKAN
129 HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
BabTujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas.
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh Dua
23
Bab Dua puluh Tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Satu
38
Bab Tiga puluh Tujuh
39
Bab Tiga puluh Delapan
40
Bab Tiga puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat puluh Satu
43
Bab Empat puluh Dua
44
Bab Empat puluh Tiga.
45
Bab Empat puluh Empat
46
Bab Empat puluh Lima
47
Bab Empat puluh Enam
48
Bab Empat puluh Tujuh
49
Bab Empat puluh Delapan
50
Bab Empat puluh Sembilan
51
Bab Lima puluh
52
Bab Lima puluh Satu
53
Bab Lima puluh Dua
54
Bab Lima puluh Tiga
55
Bab Lima puluh Empat
56
Bab Lima puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima puluh Tujuh
59
Bab Lima puluh Delapan
60
Bab Lima puluh Sembilan
61
Bab Enam puluh
62
Bab Enam puluh Satu
63
Bab Enam puluh Dua
64
Bab Enam puluhTiga
65
Bab Enam puluh Empat
66
Bab Enam puluh Lima
67
Bab Enam puluh Enam
68
Bab Enam puluh Tujuh
69
Bab Enam puluh Delapan
70
Bab Enam puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh puluh Satu
73
Bab Tujuh puluh Dua
74
Bab Tujuh puluh Tiga
75
Bab Tujuh puluh Empat
76
Bab Tujuh puluh Lima
77
Bab Tujuh puluh Enam
78
Bab Tujuh puluh Tujuh
79
Bab Tujuh puluh Delapan
80
Bab Tujuh puluh Sembilan
81
Bab Delapan puluh
82
Bab Delapan puluh Satu
83
Bab Delapan puluh Dua
84
Bab Delapan puluh Tiga
85
Bab Delapan puluh Empat
86
Bab Delapan puluh Lima
87
Bab Delapan puluh Enam
88
Bab Delapan puluh Tujuh
89
Bab Delapan puluh Delapan
90
Bab Delapan puluh Sembilan
91
Bab Sembilan puluh
92
Bab Sembilan puluh Satu
93
Bab Sembilan puluh Dua
94
Bab Sembilan puluh Tiga
95
Bab Sembilan puluh Empat
96
Bab Sembilan puluh Lima
97
Bab Sembilan puluh Enam
98
Bab Sembilan puluh Tujuh
99
Bab Sembilan puluh Delapan
100
Bab Sembilan puluh Sembilan
101
Bab Seratus
102
Bab Seratus Satu
103
Bab Seratus Dua
104
Bab Seratus Tiga
105
Bab Seratus Empat
106
Bab Seratus Lima
107
Bab Seratus Enam
108
Bab Seratus Tujuh
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Bab Seratus Dua Belas
114
Bab Seratus Tiga belas
115
Bab Seratus Empat Belas
116
Bab Seratus Lima Belas
117
Bab Seratus Enam Belas
118
Bab Seratus Tujuh Belas
119
Bab Seratus Delapan Belas
120
Bab Seratus Sembilan Belas
121
Bab Seratus Dua Puluh
122
Novel Noda Merah Pernikahan
123
Pengumuman.
124
LOVE IS RAIN
125
Promo
126
Ratu Ketiban Duren
127
EMAK AKU PENGEN KAWIN
128
CINTA YANG DIABAIKAN
129
HASRAT TERLARANG GIGOLO by mama reni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!