Sudah lima hari Jino berada di rumah Melati. Sedikit perubahan dirasakan Melati. Jino ternyata tak sedingin dan sekejam yang selama ini ia pikirkan.
Melati mulai bisa memahami sifat kasar Jino. Semua itu ia lakukan hanya karena Jino yang terlalu mencintai Nia. Jino tak mau membagi hatinya buat wanita lain.
Jino pulang kerja dengan wajah yang sangat lelah. Ia langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
Melati membuka sepatu yang dipakai Jino dan menyelimuti tubuh suaminya.
"Mela...." panggil Jino pelan ,membuat Melati kaget.
"Kenapa mas...ada yang bisa aku bantu"
"Kamu bukan pembantu. Jangan berkata begitu. Kesinilah berbaring disampingku" ucap Jino.
Melati dengan ragu naik ke ranjang dan berbaring sedikit berjarak dengan Jino.
Jino memeluk pinggangnya, membuat tidak ada lagi jarak antara mereka. Jino mengelus perut Melati.
"Kenapa kamu belum hamil, Mela. Apakah aku juga bermasalah. Dokter kandungan Nia mengatakan jika aku baik baik saja..."
"Mungkin belum mas, bukankah kita menikah baru dua bulan"
"Mela, kenapa perasaanku tidak enak begini sejak Nia ke Bandung...."
"Mungkin mas kangen sama mbak Nia , jadi uringan begini"
"Kamu benar Mela. Aku kangen banget sama Nia. Biasanya paling lama ia pergi hanya tiga hari..."
"Kenapa mas nggak ikut mbak Nia aja kemarin"
"Aku sibuk, minggu depan perusahaanku mengadakan pesta peringatan sepuluh tahun berdirinya usahaku itu"
"Dua hari lagi mbak Nia kembali, mas sabar aja"
"Kamu benar aku harus bersabar. Aku tak bisa membayangkan jika harus berpisah selamanya dengan Nia, seminggu aja aku udah mau gila. Jika tidak ada kamu , mungkin aku udah menyusulnya dan aku tak peduli dengan perusahaanku. Bagiku Nia segalanya"
"Beruntung sekali mbak Nia dicintai begitu besarnya oleh mas Jino"
Jino melepaskan pelukannya pada pinggang Melati. Pandangannya menerawang entah kemana.
"Mela, jangan pernah jatuh cinta padaku. Karena aku tak akan pernah mencintai wanita selain Nia. Tak ada alasan bagiku untuk membagi cintanya. Ia wanita yang baik, cantik dan lembut. Semua yang diinginkan pria pada wanita dimiliki Nia. Dan ingat Mela, kamu jangan melunjak hanya karena aku bersikap baik padamu. Ini juga semua atas permintaan Nia. Ia marah ketika tahu aku kasar padamu. Ia ingin aku sedikit bersikap baik padamu. Bukankah Nia terlalu baik jadi seorang istri..."
"Iya mas. Mbak Nia memang pantas mas cintai sebegitu beaarnya. Ia wanita yang sempurna . Tak ada satu cela dari dirinya. Udah cantik, baik lagi" gumam Melati.
"Aku mau tidur. Nanti setelah kamu masak bisa bangunkan aku. Kali ini aku bebaskan kamu untuk tak melayaniku. Aku lagi tak ingin. Aku sudah sangat merindukan tubuh dan belaian Nia..."
"Baiklah mas, aku masak dulu"
Melati bangun dan meninggalkan Jino sendirian di kamar. Ia menghubungi Nia.
"Selamat sore suamiku...."
"Kamu sedang apa , sayang. Aku kangen...."
"Aku juga kangen...kangen banget. Tapi akubtak mungkin meninggalkan acara ini. Kamu tahukan jika ia sahabatku..."
"Iya sayang, jangan lupa makan..."
"Kamu juga jangan lupa makan. Kamu sednang apa, sedang main kuda kudaan ya sama Melati"
"Aku penginnya main sama kamu...."
"Aku juga sudah pengin main sama kamu. Aku rindu dengan adik kecilmu...."
"Nia....kamu membuat aku jadi pengin sayang"
"Disanakan ada Melati..."
"Kamu nggak cemburu dengan Melati...."
"Kenapa harus cemburu, aku tahu kamu sangat mencintaiku. Kamu menggauli Melati hanya untuk keturunan bukan..."
Jino mendengar suara mendesah. Ia menjadi heran. Nia memang sedang bergulat dengan Alex saat ini.
"Kamu kenapa sayang...."
"Aku sedang makan dengan sambal . Pedas banget..."
"Jangan banyak makan sambal , nanti kamu sakit perut...."
"Iya , udah dulu. Aku mau minum...sampai jumpa lusa...."
"I love you...."
"I love you too...."
Sambungan ponsel itu terputus. Nia tak ingin Jino makin curiga mendengar suara desahannya.
"Kamu nakal banget sih , sayang. Bagaimana jika Jino curiga"
"Ia tidak akan curiga, ia pasti percaya apa saja ucapanmu. Ia terlalu bodoh karena mencintaimu...."
"Dan aku juga bodoh karena mencintaimu. Aku melakukan segala cara agar dapat menguasai harta Jino hanya untuk kuberi padamu" ucap Nia mengalungkan tangannya dileher Jino.
"Apa kamu menyesal melakukan itu semua untukku"
"Aku tak pernah menyesal, asal kamu berjanji tetap menungguku. Yang aku takutkan kamu meninggalkan aku setelah apa yang kulakukan untukmu"
"Aku tak akan meninggalkan kamu. Kamu wanita yang istimewa. Kamu memiliki semua yang diidamkan pria. Wajah cantik dan pandai memuaskan di ranjang"
Alex mengecup seluruh bagian di wajah Nia dan seluruh bagian ditubuhnya . Alex meninggalkan banyak jejak kepemilikan.
Ia melakukan penyatuan tubuh dengan Nia. Selama berada di Bandung udah tak terhitung mereka melakukan hubungan.
Nia memang menggunakan alat kontrasepsi tanpa setahu Jino. Ia meminta temannya yang dokter kandungan mengatakan pada Jino jika Nia tak bisa hamil lagi sejak ia mengalami kecelakaan yang disebabkan Jino menabraknya. Jino tak tahu jika saat itu Nia keguguran. Jino pikir karena ia terlalu keras menabrak Nia sehingga ia harus kehilangan rahimnya.
Sejak kecelakaan itu Jino mulai dekat dengan Nia, dan ia menerima Nia sebagai pacarnya karena rasa bersalahnya. Ia berpikir jika ia tak menikahi Nia pasti tidak ada yang bisa menerimanya karena ia yang tak bisa memeri keturunan.
Rasa bersalah yang terus menghantuinya itulah ,yang menyebabkan Jino selalu menuruti apa maunya Nia.
Jino mandi setelah menghubungi Nia. Wajahnya kembali cerah. Seharian tadi Nia susah dihubungi, itulah membuat Jino menjadi uringan.
Jino duduk di kursi makan. Dan melihatbmenu yang dibuat Melati. Semua itu menu kesukaannya.
"Mas , sini aku ambilkan" ucap Melati melihat Jino yang akan mengambil nasi.
"Aku bisa ambil sendiri...." ucap Jino kembali ketus.
Melati melihat Jino menyantap makanan yang ia masak dengan lahap. Ia senang Jino selalu menyukai apa yang dimasaknya.
"Kenapa memandangku seperti itu..."
"Aku senang mas menyukai masakanku..."
"Mela, aku sudah peringatkan kamu tadi...jangan berharap apapun padaku. Jika aku makan dan baik padamu beberapa hari ini itu semua atas permintaan Nia. Apapun yang Nia inginkan akan aku lakukan. Jadi jangan senang jika aku memakan masakanmu. Aku sebenarnya ingin makan di luar. Tapi Nia tak mengizinkan, ia akan marah jika tahu aku tidak berada dirumahmu selama ia pergi"
"Iya mas, aku mengerti. Akan aku ingatkan selalu hatiku untuk tidak pernah jatuh cinta padamu. Aku sadar mas dengan posisi aku saat ini. Aku hanyalah wanita yang menyewakan rahimku untukmu. Tidak lebih..." ucap Melati dengan penuh penekanan.
"Syukurlah jika kamu menyadarinya..."
Jino lalu pergi meninggalkan Melati sendiri di meja makan. Ia menonton televisi di ruang keluarga. Dari ruang ini Jino selalu memperhatikan Melati. Ia melihat Melati menangis.
"Kenapa ia menangis, aku rasa kata kataku tak ada yang salah. Aku hanya ingin ia sadar dimana posisinya. Jangan karena tadi aku sedikit lembut ia jadi ngelunjak. Jika begitu aku tak akan pernah memberi hati lagi. Aku harus jaga jarak dengannya. Aku tak mau ia menggunakan hatinya jika berhubungan denganku agar nanti ia juga bisa melepaskan aku begitu aku memintanya pergi"
********************
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Jasmine
Jangan bangga dulu Jino dgn hal yg kau lakukan pd Melati..ntar menyesal membuang berlian demi mempertahankan sampah yg busuk
2023-01-12
0
Jasmine
bodoh mana ada laki2 tukang selingkuh setia..emg setia sih SEtiap TIkungan Ada..km dimanfaatin Alex hbs kau kuras harta Jino llu kau berikan pd Alex disitulah saatnya km ditinggalkan..
2023-01-12
0
✨viloki✨
Njirrr pait bener ini mah
2022-06-13
0