Setelah pergulatan panasnya dengan sang pria, Nia menyandarkan kepalanya di bahu sang pria.
"Kamu tetap sama. Tetap menggairahkan dan memuaskan. Pantas Jino sangat tergila gila denganmu. Kamu selalu bisa membuat pria merasa nyaman disampingmu."
"Tapi bagiku kamu yang terbaik."
"Apa kamu tak pernah terpikirkan, apa yang akan Jino lakukan jika ia tahu kamu menduakannya. Jino , pria itu terlalu mencintaimu hingga ia tampak seperti pria bodoh. Apapun akan ia lakukan agar kamu bahagia."
"Aku sudah mencarikan wanita sebagai pemuas nafsunya. Aku bisa sedikit lebih santai. Ia terlalu hiper, terkadang aku merasa lelah melayaninya."
"Tapi ia memberikan semua yang kamu inginkan. Hanya tinggal satu yang belum kamu dapatkan dari pria bodoh itu.... "
"Aku yakin sebentar lagi akan mendapatkannya. Aku sudah meyakinkan Jino jika anak yang lahir dari wanita bayaran itu akan menjadi milikku. Termasuk nama orang tuanya yang akan tersemat namaku bukan wanita bodoh itu. Setelah aku dapat meyakinkan Jino jika aku sangat menyayangi darah dagingnya , barulah aku akan meminta ia mengatas namakan perusahaan itu atas namaku dengan alasan itu buat anaknya kelak. Akan ku buat ia percaya jika atas namaku keluarganya tidak bisa mengambilnya. Semua untuk masa depan anaknya. Aku yakin Jino percaya dan memberikan perusahaan itu."
"Kamu memang wanita yang pintar.... "
"Jika aku tak pintar , aku tak akan bisa membuat ia percaya jika aku memang mencintainya. Padahal semua demi hartanya. Aku hanya mencintai uangnya.... "
"Tapi kamu memang wanita hebat, kamu bisa menjalani kebohongan dan sandiwara selama tujuh tahun ini. Dua tahun pura pura menjadi pacar terbaik dan lima tahun menjadi istri yang setia."
"Itu semua demi kamu. Aku ingin suatu saat kita bisa bersama tanpa ada lagi ketakutan akan ketahuan oleh Jino."
"Apa kamu tak merasa bersalah jika ia nantinya menjadi gelandangan. Dan bagaimana dengan anaknya nanti."
"Anak anaknya akan aku tinggalkan bersamanya. Aku tak mau menjaga darah dagingnya. Aku hanya ingin darah daging darimu. Ini balasan karena ia pernah membuat darah daging kita terbunuh."
"Bukankah itu hanya kecelakaan. Ia tidak sengaja menabrakmu. Ia juga nggak tahu kamu sedang mengandung anak kita...."
"Kenapa sepertinya kamu membelanya, apa karena ia sahabatmu. Atau kamu sekarang sudah bosan denganku, kamu ingin aku menerima Jino sebagai suami seutuhnya."
"Jangan salah paham, apa kamu lupa bagaimana terlukanya aku saat kamu memutuskan menikah dengannya. Aku pikir kamu hanya ingin pura pura menjadi kekasihnya bukan pura pura jadi istri yang setia."
"Aku juga memutuskan menikah, karena kamu. Jika saja saat itu kamu tidak selingkuh dariku, aku pasti tak akan menerima lamarannya Jino."
Alex... nama pria itu yang ternyata sahabat dari Jino. Ia kembali membawa Nia berbaring bersama dan memeluk tubuh polos Nia yang habis bergulat dengannya tadi.
"Aku cemburu melihatmu selalu mesra dengan Jino... jadi aku juga ingin membalasmu dengan pacaran bersama wanita lain."
"Kamu tahukan aku hanya pura pura cinta dengannya , aku hanya ingin uangnya. Apa kamu lupa jika biaya kuliahmu dari hasil aku morotin uang Jino," ucap Nia cemberut.
"Jangan cemberut, aku jadi pengin memakanmu lagi, saat ini juga. Aku tak akan pernah puas jika hanya melakukan sekali denganmu.... "
"Aku sudah siap dimakan lagi," ucap Nia dan mengecup bibir Alex.
Alexpun mulai bergerak kembali di atas tubuh Nia dan dengan panasnya mereka melakukan penyatuan tubuh mereka sekali lagi, tanpa ada rasa bersalah pada Jino.
Dikediamannya Melati sedang menyajikan masakan buat makan malam pertamanya bersama Jino.
Setelah dua bulan pernikahan mereka inilah pertama kalinya ia bisa menyiapkan dan memasak buat suaminya itu.
Jino keluar dari kamar setelah mencium bau masakan dari kamar.
"Kamu masak sendiri apa pesan," ucap Jino melihat hidangan di meja makan.
"Aku masak sendiri. Aku harap kamu menyukai masakanku."
Jino duduk dan Melati mengambilkan makanan buat suaminya itu.
Ia melihat Jino yang dengan lahapnya memakan masakannya. Melati tersenyum melihat Jino yang menghabiskan makanan dipiringnya.
"Boleh tambah.... " ucap Jino dengan wajah datarnya.
"Tentu saja boleh ,mas. Aku memasak buat dimakan."
Melati mengambilkan nasi dan lauk buat Jino dan meletakkan dihadapan Jino.
"Masakanmu cukup enak dan sesuai dilidahku"
"Terima kasih mas. Mas bisa minta masakin apa saja , kapan mas mau...."
"Aku tak akan makan di sini jika ada Nia. Jadi jangan pernah memasak buatku jika Nia telah kembali. Aku tak akan membiarkan ia makan sendiri."
Melati terdiam mendengar ucapan Jino.
Tak apa mas, aku sadar aku hanyalah wanita yang tak kamu cintai. Kehadiranku hanyalah untuk memberi keturunan padamu dan Nia. Tapi saat ini aku cukup bahagia karena aku bisa merasakan jadi istri seutuhnya. Apa aku salah jika aku mengharapkan mbak Nia sering pergi ke luar kota agar aku bisa selalu bersama mas Jino.
Setelah makan malam, Melati membersihkan dan mencuci piring bekas mereka makan. Jino memperhatikan dari ruang keluarga apa yang dilakukan Melati.
Sebenarnya Melati wanita yang cantik. Ia juga pintar memasak. Tapi kenapa ia mau melakukan semua ini. Aku rasa pasti ada pria yang mau menikahinya. Kenapa ia lebih memilih menikah kontrak. Untuk apa uang yang ia terima dari Nia. Uang yang sangat besar. Apa ia seorang penjudi sehingga memiliki banyak hutang. Apa ia hanya pura pura polos.
Nia mengatakan pada Jino , jika ia memberi uang sebanyak sepuluh miliar untuk Melati agar ia mau meminjamkan rahimnya untuk mengandung anak Jino.
Padahal Nia hanya memberi sekitar empat miliar buat membayar hutang hutang orang tua Melati dan satu miliar diberikan buat Melati. Melati menyimpannya sebagai pegangan jika suatu saat ia tak menginginkan Melati lagi.
Hutang orang tua Melati sebenarnya tidak sebanyak itu, semua bertambah karena bunga pinjaman yang begitu besar.
Melati duduk di hadapan Jino setelah menyelesaikan semua pekerjaan di dapur.
"Mas mau aku buatkan susu atau cokelat untuk teman menonton"
"Kenapa kamu melakukan ini," tanya Jino tiba tiba.
"Maksud mas apa... melakukan apa"
"Sudah lupakan saja, aku tak mau apa apa. Bukankah tadi kamu mengatakan kepalamu sakit."
"Iya, mas.... "
"Apa masih sakit."
"Sedikit.... "
"Tidurlah jika kepalamu sakit. Aku tak mau kamu mati sebelum mengandung anakku. Aku telah membayar sangat mahal padamu."
Melati merasakan sesak didadanya mendengar ucapan Jino.
Baru saja aku merasa senang karena perhatiaanmu yang meminta aku istirahat, tapi detik ini juga kamu membuat aku jadi kembali merasakan sakit mas. Jadi kamu hanya takut aku sakit karena kamu tak mau rugi karena telah membayar aku mahal. Kamu hanya takut aku mati sebelum mengandung benihmu. Apa memang tak ada rasa sedikit kasihan atau perhatian darimu untukku. Aku tak meminta kamu menyayangiku seperti kamu menyayangi serta mencintai Nia, aku hanya minta sedikit saja perhatian itu, bukankah aku juga istrimu yang sah.
**********************
Terima kasih....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Vera Wilda
kirain Nia bener2 baik Thor... ternyata... 🤔🤔😄
2023-01-26
0
Jasmine
Seiring waktu bersama seharusnya Jino udh hrs lembut memperlakukan Melati..meskipun dia membayar besar buat Melati
2023-01-12
1
Jasmine
5 M ditilap..
pintar dan licik Nia
2023-01-12
0