Sampai di rumah Jino langsung menuju kamar dan melihat Nia yang telah terlelap.
Ia membuka selimut yang menutupi tubuh Nia dan memeluk tubuh istrinya.
Jino mengecup bibir Nia membuat istrinya terbangun dan membuka matanya.
Nia melihat Jino yang tersenyum dan mulai menaiki tubuhnya.
"Kenapa ada di sini. Seharusnya kamu berada di rumah Melati karena ini malam pertamumu bukan. Kalau kamu terus begini, kapan kamu memberi aku bayi," ucap Nia manja sambil melingkarkan tangannya di leher Jino dan mengecup bibirnya.
"Aku sudah menunaikan kewajibanku sebagai suaminya. Aku tak bisa tidur , membayangkan kamu sendirian di rumah...."
"Kamu nih, bukan hanya sekali aku tidur sendiri. Saat kamu di kantor atau harus ke luar kota aku juga sendirian."
"Itu beda sayang. Aku merasa bersalah jika aku tidur dan bermalam dengan wanita lain."
"Aku nggak apa apa , sayang. Itu juga atas permintaanku. Aku tahu kamu suami yang setia dan baik. Kamu tak akan mengkhianati cintaku. Aku tahu hatimu hanya untukku."
"Aku tak akan mencintai wanita lain. Cintaku telah kuserahkan semuanya untukmu.... "
Jino mengecup bibir Nia lagi. Setelah itu turun ke leher dan meninggalkan banyak jejak.
Puas dengan leher Nia, Jino turun ke dada Nia. Ia melecuti seluruh pakaian yang menutup tubuh indah istrinya.
Jino memandangi tubuh istrinya dengan intens. Lalu tersenyum.
"Tubuhmu tetap indah dan menarik walau sudah berapa tahun aku nikmati. Kamu tetap yang terbaik, sayang."
Nia mengecup bibir Jino mendengar pujian dari suaminya.
"Kamu juga tetap sama seperti saat malam pertama kita... kamu juga yang terbaik."
Jino mulai menurunkan kecupannya diperut Nia dan terus turun ke bagian inti tubuhnya.
Ia bermain lama dengan tubuh Nia sebelum menyatukan tubuh mereka. Jino melakukan penyatuan tubuh dengan lembut seolah ia takut Nia merasa kesakitan.
Sangat berbeda ketika ia melakukan penyatuan tubuh dengan Melati.
Jino sebenarnya termasuk pria hipers*ks, itulah salah satu alasan kenapa Nia mengizinkan Jino menikah , selain alasan ingin mendapat keturunan.
Nia mendesah menikmati setiap sentuhan yang dilakuakan Jino. Ia juga dapat mendengar erangan kepuasan dari mulut Jino.
Jino melenguh setelah mendapatkan klimaksnya. Ia mengecup dahi dan bibir Nia setelah melepaskan penyatuan tubuh mereka.
Jino menjatuhkan tubuhnya kesamping Nia dan memeluk punggung terbuka istrinya. Tak lama terdengar suara nafas yang teratur pertanda Jino telah terlelap.
Pagi harinya Melati mencoba kembali berjalan, perih dibagian inti tubuhnya sudah sedikit berkurang. Ia kedapur dan memasak sarapan buat dirinya.
Sementara di rumah kediamannya Nia sedang menyantap sarapan paginya bersama Jino.
Setelah sarapan , Jino mengecup pipi istrinya pamit akan berangkat kerja.
"Jangan lupa mampir ke rumah Melati, bagaimanapun ia juga istrimu. Aku tak mau kamu berbuat tak adil," ucap Nia sambil memeluk Jino
"Ini yang membuat aku makin mencintaimu. Kamu wanita yang baik banget.... " ucap Jino mengecup bibir Nia.
Ia mengendarai mobilnya menuju kantor. Seharian Jino sibuk dengan urusan kantor. Nia mengingatkan Jino agar mampir ke rumah Melati.
Pulang kerja Jino langsung menuju rumah Melati. Ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Jino juga memiliki kunci rumah ini.
Saat ia masuk ke kamar, ia melihat Melati yang hanya menggunakan pakaian dalam sehabis mandi.
Melati ingin mengambil pakaiannya menjadi kaget karena kehadiran Jino. Ia langsung mengambil handuk yang ada di lantai untuk menutupi tubuhnya.
Jino melihatkan senyum smirknya pada Melati dan mendekatinya.
"Kenapa ditutupi. Aku sudah melihatnya kemarin. Tubuhmu tidak ada istimewanya dibandingkan Nia. Ia memiliki tubuh yang jauh lebih indah darimu," bisik Jino dan menggigit telinga Melati
Melati hanya bisa menunduk mendengar ucapan Jino. Dadanya terasa sesak mendengar penghinaan Jino.
Jino menarik handuk yang digunakan Melati dan membuangnya kesembarang tempat.
Ia menarik tangan Melati dan membawanya menuju tempat tidur. Jino mendorong tubuh Melati hingga terlentang di atas kasur.
Jino menatap tubuh Melati dari atas hingga bawah dengan intens.
Sebenarnya ia memiliki tubuh yang juga sangat indah , tapi tertutupi dengan penampilan sederhananya. Tubuhnya tak kalah indah dibandingkan Nia...uuhh...kenapa aku jadi membandingkan Melati dengan Nia. Tentu saja Nia yang terbaik. Wanita ini hanyalah jal*ng yang menjual rahimnya. Tapi ia masih perawan.
Jino menarik paksa bra Melati hingga putus dan melemparnya. Melati tampak ketakutan. Rasa perih kemarin belum hilang, apakah Jino akan melakukan lagi dengan kasar, pikir Melati.
"Bisakah kamu melakukan penyatuan dengan pelan, aku masih terasa perih."
"Apa ada hak bagimu untuk menentukan apa yang harus aku lakukan. Kamu dibayar untuk melayaniku agar di rahim kamu tumbuh benihku. Jangan mengatur bagaimana aku bersikap," ucap Jino dengan wajah yang tampak marah.
"Ya, aku tahu. Aku akan melayani kapanpun kamu mau. Aku cuma ingin kamu melakukan dengan sedikit pelan. Kemarin pertama bagiku."
"Jangan melunjak, kamu tak lebih dari seorang pel*cur, yang menjual diri untuk disetubuhi," ucap Jino marah.
Ia lalu naik ke atas tubuh Melati dan melakukan penyatuan tubuh mereka dengan kasar tanpa pemanasan.
Melati menggigit bibirnya hingga terluka menahan sakit yang ia rasakan. Ia menangis menahan perih dan sakit hatinya.
Jino menatap wajah Melati yang mengeluarkan air mata tapi tak ia pedulikan. Ia tetap melakukannya.
Setelah ia mencapai puncak kenikmatannya ,ia langsung berdiri dan masuk ke kamar mandi tanpa peduli dengan Melati.
Jino memakai bajunya yang ada di lemari. Nia telah menyediakan semuanya.
"Aku ingatkan kamu, jangan pernah menangis saat aku melakukan penyatuan tubuh lagi. Jika kamu tak mau melihat aku berbuat kasar. Aku membayar tubuhmu bukan untuk menangis. Dan ingat aku akan datang setiap sore, jadi persiapkan dirimu selalu. Aku mau kamu bersih dan rapi saat aku datang..."
Setelah mengatakan itu, Jino langsung keluar dari kamar. Tak lama Melati mendengar suara mobil yang berjalan menjauhi rumahnya.
Melati menjerit setelah ia yakin mobil Jino telah menjauh.
"Apa aku tak berhak meminta, aku juga tidak meminta sesuatu yang aneh. Aku hanya ingin kamu sedikit lembut dalam penyatuan. Aku juga manusia walau mungkin aku ini terlihat hina dimatamu. Aku hanya terpaksa melakukan semua ini," teriak Melati sambil menangis
******************
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Jasmine
pelacur.aja msh diperlakukan baik saat pertama bermain..apalagi org yg hipersex.itu foreplaying dulu, pemanasan biar makin lama makin hot dan bibit yg dikeluarkan tdk sia2
2023-01-12
1
Jasmine
leher jino gigit sampai berdarah biar impas sm2 menyakiti
2023-01-12
0
мєσωzα
thor.. itu kenapa jino tega banget sama melati?? kenapa dia diperlakukan lebih hina dari pelacur 😭😭😭
2022-08-30
0