Jino keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi separuh pahanya. Dadanya yang bidang dan perutnya yang rata membuat Melati tak berkedip memandanginya.
Ia menyadari jika suaminya memang pria yang sangat tampan. Begitu serasi bersanding dengan Nia yang sangat cantik.
"Kenapa memandangiku seperti itu. Air liurmu sampai menetes..." ucap Jino dengan senyum yang seolah mengejek
Melati menghapus mulutnya tapi ia tak mendapati ada iler yang mengalir. Jino sang suami telah menipunya.
Buat malu aja, aku kira memang ada ilernya.
Jino naik ke ranjang dan mendekatkan dirinya pada tubuh Melati.
"Jangan pernah terpesona apa lagi sampai jatuh cinta padaku, karena aku tak akan pernah membalasnya. Kamu tahu , aku sangat mencintai Nia dan aku menikahimu juga atas permintaannya. Jadi buang semua rasa kagummu padaku sebelum kau terluka. Kau tak lebih hanya sebagai penampung sperm*ku dan membuahkan benihku dirahimmu...."
"Aku mengerti, aku akan selalu mengingat semua perkataanmu. Bahwa antara kita tak boleh ada cinta. Aku hanyalah istri kontrakmu" ucap Melati berusaha menahan dadanya yang terasa sesak.
Kenapa ini, mengapa dadanya aku terasa nyeri dan sakit mendengar ucapannya. Padahal dari awal aku juga tahu jika tak akan ada cinta di dalam pernikahan kami ini.
"Sekarang bersiaplah menampung benihku, aku ingin kamu segera hamil. Agar aku dapat melihat senyum Nia saat menggendong anakku"
Setelah mengucapkan itu , Jino membuka seluruh kain yang melekat ditubuhnya. Saat ini ia tampak polos.
"Buka seluruh pakaian ditubuhmu. Jangan menunggu aku membukanya. Aku hanya akan melakukan itu pada Nia, istriku"
Melati dengan gugup membuka kain yang melekat di tubuhnya. Baru kali ini tubuhnya akan terlihat polos didepan pria.
Selama ini Melati tak pernah pacaran, dari semenjak lulus sekolah ia harus bekerja untuk membayar hutang yang ditinggalkan ayahnya untuk pengobatan ibunya.
Ibu Melati meninggal enam tahun lalu saat usianya baru memasuki lima belas tahun karena sakit kanker rahim yang dideritanya.
Ayahnya menyusul dua tahun kemudian saat ia berusia tujuh belas tahun dan masih duduk di kelas dua belas. Ia harus sekolah sambil bekerja. Hutang yang ditinggalkan ayahnya membuat ia harus bekerja keras untuk biaya hidup dan membayar angsuran hutang ayahnya.
Tak ada waktu baginya bersenang senang apalagi memikirkan cinta. Banyak pria yang mendekatinya tapi ia tak pernah menanggapi karena baginya waktu adalah uang. Ia hanya menghabiskan waktunya buat bekerja dan bekerja.
Melati sebenarnya wanita yang sangat cantik, tapi kecantikan itu tersembunyi dibalik kesulitan hidup yang ditanggungnya.
Setelah tubuhnya hanya dibalut pakaian dalam ,Melati menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Kenapa kamu menutupinya. Aku tak akan tertarik dengan tubuh wanita manapun. Nia telah memiliki segalanya. Tubuh yang bagus dan hati yang baik. Aku akan menggaulimu hanya untuk menanam benihku"
Melati menarik nafasnya mendengar ucapan Jino. Ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
Jino menarik paksa bra Melati dan melemparnya dengan paksa. Ia juga membuka pakaian dalam Melati dan tanpa pemanasan ia melakukan penyatuan tubuh mereka.
Melati yang baru pertama kali melakukan hubungan merasakan sakit yang teramat sangat. Ia menjerit saat Jino mulai memasuki tubuhnya.
Jino tak menghiraukan teriakan kesakitan Melati ,ia melakukan penyatuan tubuh mereka dengan kasar dan tergesa.
Melati merasakan perih di bagian intimnya karena penyatuan yang dilakukan dengan paksaan oleh suaminya.
Setelah membanjiri rahim Melati dengan benihnya, Jino lalu bangun dari atas tubuh Melati. Ia masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Jino keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan ****** ********. Melati memandangi tubuh suaminya masih dengan kekaguman.
"Aku akan kembali ke rumahku, aku tak mau Nia tidur sendirian.Kamu tak perlu bangun buat menutup pintu, aku punya kunci rumah ini ...." ucap Jino sambil memakai bajunya.
Setelah berpakaian dengan rapi Jino lalu keluar dari kamar. Melati dapat mendengar suara mobil meninggalkan halaman rumah yang saat ini ia tempati, rumah yang dihadiahi Nia saat ia menanda tangani kontrak pernikahan itu.
Tanpa disadari air mata mengalir dipipinya. Melati mengusap air mata yang terus saja mengalir tanpa bisa di bendung.
Kenapa aku harus menangis , bukankah ini yang aku mau. Mereka telah membayar tubuhku dengan mahal. Semua hutang ayahku telah Nia lunasi. Aku harus bisa menerima semua ini. Aku tak boleh cengeng. Aku harus kuat.
Melati mencoba bangun. Bagian intim tubuhnya terasa sangat sakit. Ia meringis saat mencoba berjalan.
Kenapa ia melakukan semuanya seperti ia jijik melihatku, bukankah aku bukan wanita nakal. Aku tahu, mereka telah membayar tubuhku. Tapi setidaknya ia bisa melakukan dengan pelan. Ini pertama bagiku. Aku seperti diperkosa saja.
Melati menangis merasakan sakit yang bukan hanya ditubuhnya tapi hatinya juga.
Ia berjalan perlahan menuju kamar mandi dan membasuh tubuhnya di bawah shower. Ia menangis dan menjerit.
Ayah, ibu ... kenapa kalian tak menjemputku sekalian. Aku ingin ikut, aku lelah.
*****************
Terima kasih....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Jasmine
gmn anaknya mirip jino...yg ada mirip genderuwo krn melakukan hubungan intim tanpa ada pemanasan...
2023-01-11
0
Sri Azhari
parah amat wlw sekedar wanita penitip benih se enggak nya y jgn maen kasar sok2an GK selera tar nyesel klo smp melati sakit hati dan kabur Krn lelah dgn perlakuanmu jino...
2022-12-04
2
мєσωzα
berasa sampai sini thor nyeseknya 😭
2022-08-30
0