Wanita Pilihan Mama
Suasana Airport SoekarnoHatta di Terminal 3 kedatangan International siang itu sangatlah ramai.
Berdiri seorang pria yang kira-kira berumur 26 tahun sedang mengantri bagasi sambil memainkan smartphone nya.
Pria itu yang bernama Bramantyo Handoyo..dia baru saja menyelesaikan studinya di US.
Dan tepat hari ini dia kembali pulang ke tanah airnya..Indonesia.
Selagi menunggu..tiba-tiba handphone nya bergetar tanda panggilan masuk.
"Assalamuallaikum mah..." ujar Bram- panggilannya.
"Iya..Bram lagi ngantri bagasi dulu..yang jemput pak Rizal?..oke mah..iyaa..iyaa..ya udah..Waallaikumsallam.."
Setelah memasukan handphonenya..Bram pun mengambil kopernya yang kebetulan sudah ada di hadapan dia.
Dia pun bergegas menuju pintu keluar..setelah berada di loby pickup area..dia segera menghubungi pak Rizal..driver keluarganya
"Halo pak Rizal..bapak dimana?...oh..ok..saya tunggu diloby ya pak.."
Bram lalu melihat ke sekeliling dan matanya tertuju ke arah seorang pria paruh baya..yang ternyata pak Rizal yang sedang melambai lambai kan tangannya ke arah dirinya
"Mas Braaaam..." panggil pak Rizal yang bergegas ke arah dirinya..
"Apa khabar pak?" sapa Bram sambil menjabat tangan pak Rizal
"Khabar baik mas...weeeh...akhirnya pulang juga sampeyan...kirain mau netap disana.." kata pak Rizal sambil menenteng koper Bram menuju ke mobil.
"Nggaklah pak...masih enakan di sini ..hehehehe" cengir Bram
"Laaah..bukannya lebih enakan hidup di Amerika mas?..." kata pak Rizal sambil memasukan koper Bram ke dalam bagasi mobil Mercedez
"Masih enakan disini pak..disini tuh ..apa yah...orang orangnya beda sama orang orang di Amerika.." kata Bram yang membantu pak Rizal memasukan kopernya
Setelah Bram duduk di dalam mobil..pak Rizal langsung mengemudikan mobilnya keluar dari area Bandara SoekarnoHatta
"Mau kemana nih mas?" tanya pak Rizal..begitu sudah berada di jalan Tol Soedyatmo
"Langsung pulang aja pak...saya mau langsung tidur...ngantuuk" ujar Bram sambil menarik senderan jok mobilnya agar agak rebah kebelakang
"Siaaap mas" kata pak Rizal sambil tersenyum yang melihat Bram sepertinya kena jetlag.
Butuh waktu sekitar 2 jam..barulah pak Rizal tiba di komplek perumahan Pondok Indah.
Setibanya di depan gerbang sebuah rumah yang cukup megah..pak Rizal membunyikan klakson mobil. Dan tak lama seorang satpam membuka gerbang tersebut.
Setelah memarkirkan mobilnya di carport..pak Rizal membangunkan Bram yang tertidur di jok mobil
"Masss...masss...mas Bram...kita dah nyampe dirumah nih." kata pak Rizal sambil mengoyang-goyangkan paha Bram agar terbangun..
"Eeeeh...dah nyampe pak?" kata Bram sambil bangun
"Terima kasih ya pak.." sambung Bram
"Iya mas..sama-sama" jawab pak Rizal
Bram langsung bergegas masuk ke dalam rumah
"Assallamullaikum...maaaaaaah!!" sapa Bram
Dari dalam ruang keluarga muncul seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya..sambil menyunggingkan senyum di bibirnya
"Waallaikumsallaaaam..." wanita tersebut benama Yuliana Handoyo..Ibunda dari Bram
Bu Yuli langsung memeluk Bram dengan eratnya.
"Anak mamah akhirnya lulus juga..." kata bu Yuli sambil mencium keningnya Bram
"Iya dong mah...anak siapa duluuu?" kata Bram sambil tersenyum dan mencium tangan ibunya
Lalu bu Yuli menggandeng Bram menuju ke meja makan
"Kamu mau makan apa mau ngopi sayang?" tanya bu Yuli
"Nggak mah..Bram mau tidur..ngantuk mah" kata Bram
"Eeeh..ntar dulu dong sayang..mamah suruh bi Surti bikin kopi yaaah?..mamah masih mau ngobrol dulu sama kamu..mamah kangen Bram.." ujar bu Yuli sambil mengelus-elus kepala Bram
"Biii..bikinin mas Bram kopi yaaah.." pinta bu Yuli kepada bi Surti
"Baik bu.." jawab seseorang dari dalam dapur.
Bu Yuli keningnya berkerut heran..tapi tiba-tiba Bram memegang tangannya..
"Papah kemana mah?" tanya Bram.
"Papahmu kalo weekend begini pasti main golf Bram..biasa sambil urusan bisnis" kata bu Yuli sambil tersenyum.
Tak lama kemudian dari dalam dapur munculah seorang gadis muda berhijab sambil menenteng nampan berisi kopi hitam kesukaan Bram
"Loh...teh?...bi Surti kemana?..kok kamu yang buatin kopi mas Bram sih?" tanya bu Yuli kepada wanita muda itu.
"Bi Surti lagi ke Alfamart depan bu...lagi ada yang mau dibeli." kata wanita itu sambil menaruh cangkir kopi hitam ke hadapan Bram.
"Silahkan kopinya mas..." tawarnya
Bram terkesima akan pesona kecantikan alami wanita muda itu..
"Cantiik..." batin Bram seraya memperhatikannya
Wajahnya tirus putih..hidungnya mancung..bibirnya tipis merah alami..ada lesung pipit di kedua pipinya..menambah kecantikan gadis itu ketika tersenyum
"Oh iya Bram...kamu pasti lupa sama Aisyah yaaah?" tanya bu Yuli
Bram mengernyitkan dahinya sambil menatap bingung mamahnya
"Aisyah..ini mas Bram..anak Ibu yang baru pulang dari sekolah di Amerika..mosok kamu lupa sih?"
Keduanya saling pandang dengan kakunya..Bram berinisiatif menjulurkan tangannya
"Bram"
"Aisyah"
Ujar keduanya ketika berjabat tangan.
Aisyah tersenyum kikuk ketika bersalaman pertama kali dengan Bram..Aisyah lantas menundukan wajahnya karena Bram terus menatapnya
"Bener-bener cantik nih cewek.."
"Saya permisi dulu ya bu..mas.." pamit Aisyah sambil kembali masuk ke belakang.
Bram terus memperhatikan Aisyah sampai hilang di balik pintu ruang belakang
Bu Yuli tersenyum melihat Bram..
"Hayoloooooh.." kata bu Yuli sambil meraup muka Bram
"Mata tolong dijaga ya Bram.."
Bram kaget dan jadi salah tingkah..karena mamahnya mengetahui matanya mengikuti Aisyah yang masuk ke dapur
"Dia anaknya pak Mahmud Bram.."
"Eeh..pak Mahmud siapa mah?" tanya Bram
"Pak Mahmud..yang mengurusi vila dan tanah papah yang di Dago..kasihan dia Bram.."
"Loh..memangnya kenapa mah?"
"Sejak kelas 1 SMP dia sudah menjadi yatim piatu..karena kedua orangtuanya meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas" ujar bu Yuli
"Mangkanya...setelah lulus SMA mamah suruh dia tinggal disini sambil menemani mamah..supaya mamah nggak kesepian" sambung bu Yuli sambil tersenyum
"Aisyah kemarinya kapan mah?..kok Bram nggak ketemu?" tanya Bram
"Sehari selang kamu berangkat ke Amerika..mamah boyong Aisyah untuk tinggal disini.." jawab bu Yuli
Bram pun manggut manggut..lalu mulai meminum kopinya.
Tiba-tiba handphone Bram bergetar..tanda panggilan masuk. Bram melihat screen handphone nya..langsung di jawab
"Halooo Liiiid?" sapa Bram
"Sudah doooong..baru ajah nyampe.."
Bram segera beranjak dari kursi sambil berbicara lewat teleponnya
Bu Yuli yang memperhatikan Bram..hanya bisa menghela nafasnya..
"Eh..bentar yaaak...mah..Bram mau ke kamar dulu yaaah" kata Bram sambil mencium kening mamahnya
"Iya sayaaang.." senyum bu Yuli sambil memperhatikan Bram yang menuju kamarnya yang ada di lantai atas.
Tak lama kemudian dari luar masuk pak Rizal sambil menenteng tas dan koper Bram
"Tas nya mas Bram mau ditaruh dimana bu?" tanya pak Rizal
"Taruh di depan pintu kamarnya ajah ya Zal.."
"Baik bu.." lalu pak Rizal naik ke atas
"Sudah saya taruh di depan pintu kamar nya mas Bram ya bu.." kata pak Rizal begitu kembali ke bawah
"Ooh..terima kasih ya Zal.."
"Iya bu..saya permisi dulu bu.."
"Iyaa.."
Lalu pak Rizal beranjak ke depan
Sepeninggal pak Rizal yang menuju ke depan..bu Yuli menuju ke ruang belakang.
"Teeeh?...kamu lagi ngapain?" tanya bu Yuli yang melihat Aisyah yang sedang menulis sesuatu di meja makan yang ada di dapur
"Lagi nggak ngapa-ngapain bu..." jawab Aisyah sambil menutup bukunya
"Temenin ibu ke PIM yuuk..ibu mau beli makanan buat mas Bram" ajak bu Yuli
"Baik bu.."
Lalu Aisyah mengikuti bu Yuli menuju ke depan.
"Zaaal..." panggil bu Yuli
"Iya buu.." kata pak Rizal sambil keluar dari garasi
"Anterin saya ke PIM yaah" pinta bu Yuli
"Baik bu.." kata Rizal yang kembali masuk ke dalam garasi
Tak lama kemudian sebuah Mercedez keluar dari dalam garasi
Setelah bu Yuli dan Aisyah masuk ke dalam mobil..pak Rizal lalu membawa mobilnya menuju ke arah Pondok Indah Mall.
"Kamu kenapa teh?" tanya bu Yuli yang melihat Aisyah seperti termenung memikirkan sesuatu
"Eeh..ee..enggak bu ..nggak ada apa-apa" jawab Aisyah sambil tersenyum rikuh
Bu Yuli tersenyum sambil membelai rambut Aisyah yang tertutup oleh pasminanya
"Ibu tahu kalau kamu lagi mikirin sesuatu..ya kan?" tanya bu Yuli
Aisyah menganggukan kepalanya
"Iya bu..Aisyah heran..mas Bram kok kayak nggak ngenalin Aisyah ya bu?.." jawab Aisyah
Bu yuli kembali tersenyum
"Eh..kita beli jadi apa kita beli mentah aja ya teh?" tanya bu Yuli seperti mengalihkan topik pembicaraan
"Apanya bu?"
"Buat makan mas Bram.."
"Beli mentah aja bu..biar nanti Aisyah yang masakin buat mas Bram"
"Ya udah..ibu juga setuju kalau begitu..eh..Zal.."
"Iya bu.." jawab pak Rizal yang tengah mengemudikan mobil sambil melihat ke spion tengah mobil
"Kita nggak jadi ke PIM yaah..kita ke Ranch Market ajah" pinta bu Yuli
"Baik bu"
"Kamu mau bikinin apa buat mas Bram?" tanya bu Yuli ke Aisyah
"Mas Bram sukanya apa ya bu?" tanya Aisyah
"Mas Bram apa aja suka teh..yang penting bisa dimakan..tapi dia nggak suka pedes"
"Ohh..gitu ya bu..bagaimana kalau mas Bram..Aisyah bikinin Roast Duck aja ya bu..sama salad?"
"Ya udah..ibu juga suka itu..eh..iya..sama bikinin smash potatto ya teh..ibu sudah lama nggak makan itu.."
"Baik bu"
_________
Terlihat suasana di loby Ranch Market tidaklah ramai..dari dalam tampak Aisyah mendorong troley belanjaan yang diikuti oleh bu Yuli di sebelahnya..dan di depan loby..pak Rizal telah menunggu mereka
Setelah memasukan barang belanjaan ke dalam bagasi..pak Rizal lalu membawa mobilnya untuk kembali ke rumah
Sesampainya dirumah..Aisyah lalu membawa barang belanjaan ke dapur
Setelah itu..dia mulai meracik bumbu untuk membuat bebek panggang dan salad
Dari dalam..bu Yuli menghampiri Aisyah yang sedang memasak..dia lalu duduk di bangku meja makan dan memperhatikan Aisyah yang sedang memasak
"Ibu mau Aisyah bikinin teh?" tanya Aisyah
"Nggak usah teh..nanti saja" jawab bu Yuli
Dari belakang masuk bi Surti yang membawa keranjang baju..sepertinya bi Surti habis menjemur di belakang
"Kopernya mas Bram sudah bibi bongkar?" tanya bu Yuli pada bi Surti
"Sudah bu..baju-baju kotor mas Bram sudah saya cuciin semua"
Bi Surti lalu beranjak ke sebelah Aisyah
"Mau bikin apa neng?" tanya bi Surti
"Bikin bebek panggang bi.." jawab Aisyah
Lalu Aisyah mengarahkan bi Surti untuk meracik bumbu-bumbu yang lain
Bu Yuli tersenyum melihat Aisyah yang terampil mengajarkan bi Surti meracik bumbu-bumbu untuk memasak Roast Duck
Aisyah tidak tahu..kalau bu Yuli merekam kegiatan di di dapur dengan kamera handphonenya
___________
Sekitar jam 6 sore..Bram baru turun dari kamarnya..dia lalu menuju ke dapur
Di dapur dia menjumpai Aisyah yang sedang menata bebek panggang yang sudah matang
"Bikin apaan kamu Syaah?" tanya Bram sambil menuju ke kulkas
"Eh..mas..bikin bebek panggang mas.." jawab Aisyah
Bram yang mengambil bir dari kulkas..lalu menghampiri Aisyah
"Hmmmm..kayaknya enak nih.." kata Bram yang melihat masakan yang sudah tersedia di meja makan
"Mas mau kopi?"
"Enggak Syaah..nanti ajah" jawab Bram sambil meminum birnya dan duduk di kursi meja makan
"Mamah mana?" tanya Bram
"Ibu ada arisan mas..di rumah bu Darsi" jawab Aisyah
Bram lalu memperhatikan Aisyah yang sedang mempersiapkan makan malam
Aisyah yang tahu diperhatikan oleh Bram..hanya tersenyum malu-malu..ketika matanya beradu dengan mata Bram
Bram merasa bingung dengan perasaan dia..kenapa dia kalau melihat Aisyah..seperti ada perasaan yang berbunga-bunga..perasaan teduh dan tentram
Tak lama terdengar adzan magrib berkumandang
"Mas nggak sholat?" tanya Aisyah yang membuyarkan lamunan Bram
"Heeh?..ntar ajah..kamu mau kemana?" tanya Bram yang melihat Aisyah melepas dan melipat apronnya
"Sholat magrib dulu mas.." jawab Aisyah sambil menuju ke kamar mandi
Bram menghela nafasnya setelah Aisyah menutup pintu kamar mandi
Dari depan..dia mendengar ada yang memanggil namanya..Bram lalu beranjak ke depan
"Brammmm!!..anak papah sudah pulang yaaah?"
Ternyata pak Agung Handoyo yang memanggil Bram..Bram lalu menghampiri papahnya dan mencium tangannya
"Gimana Bram?...sehat kan kamu?" tanya pak Agung sambil memeluk Bram
"Alkhamdulillah pah..sehat"
Lalu mereka beranjak ke ruang keluarga dan duduk di sofa
Pak Agung lalu bertanya tentang aktifitas Bram selama di luar negeri
Malam itu..Bram kembali merasakan makan malam bersama keluarganya..setelah sekian lama sekolah diluar negeri
Dari dapur muncul Aisyah membawakan hidangan utama ke meja
"Kamu mau kemana teh?" tanya bu Yuli yang melihat Aisyah yang ingin kembali ke dapur
"Sini...makan bareng-bareng.."
"Iya bu.." jawab Aisyah rikuh
"Kan sudah ibu bilang..kalau makan harus sama-sama..yaaah?" kata bu Yuli
"Iya bu"
Lalu Aisyah duduk disebelah bu Yuli
Dia menyendok nasi dengan kikuknya..karena dihadapan dia persis Bram duduk
Pak Agung yang melihatnya hanya tersenyum
"Berapa lama kamu nggak ketemu sama mas Bram teh?" tanya pak Agung
"Eh..ee..kira-kira 10 tahun pak.." ujar Aisyah
Bram terperanjat kaget setelah mendengar jawaban Aisyah
"10 tahun?..memangnya Bram pernah ketemuan sama Aisyah pah?" tanya Bram
"Iya..kalian kan sudah pernah ketemuan waktu kecil dulu.." jawab pak Agung
Bram bingung atas ucapan papahnya
Dia pun melanjutkan makan malamnya..sesekali dia melirik ke Aisyah yang juga sedang menyantap makan malamnya disebelah mamahnya
"Bebek panggangnya enak nih mah..siapa yang bikin?" tanya Bram
"Aisyah Bram.." jawab bu Yuli
"Enak nih Syaah...empuk dagingnya.." puji Bram
"Terima kasih mas.."
Tak lama kemudian terdengar suara bel dari depan
Bu Yuli dan pak Agung menoleh ke arah pintu depan
"Biar Aisyah lihat bu" ujar Aisyah
Aisyah lalu segera beranjak untuk kedepan..kemudian dia kembali lagi
"Ada kak Lidya mas.." kata Aisyah sambil melihat ke Bram
"Suruh tunggu di ruang tamu teh...kamu selesaikan makan kamu Bram" kata bu Yuli yang melihat Bram sepertinya akan bangkit menyongsong Lidya
"Baik bu.." kata Aisyah yang kembali ke depan
Tapi Aisyah kembali dengan seorang wanita cantik yang berjalan di belakangnya..Lidya Angeli Hapsari..kekasih Bram yang masuk ke ruang makan
"Malem om..tantee.." sapa Lidya
"Malem.." jawab bu Yuli
"Halo hon.." ujar Lidya sambil mencium pipi Bram yang tengah makan..lalu duduk di sebelah Bram
Aisyah yang sudah duduk kembali..melihat roman muka bu Yuli yang nggak nyaman dengan kehadiran Lidya di tengah makan malam
"Kamu mau makan sekalian Lid?" tanya bu Yuli datar
"Nggak tan..Lidya nanti mau makan sama Bram diluar" jawab Lidya tanpa menoleh ke bu Yuli..karena tangannya mencicipi daging bebek yang ada di piring Bram
Tak lama..Bram lalu mengajak Lidya ke depan..Aisyah yang telah selesai segera memberesi piring bekasnya makan dan piring kepunyaan Bram lalu dia bawa ke belakang
Bu Yuli yang melihat Bram berduaan dengan Lidya di ruang tamu..menatap pak Agung
"Gimana ini pah?" tanya bu Yuli
"Tenang ajah maaah..baru juga ketemu..ntar lama-lama juga beda..percaya deh sama papah.." ucap pak Agung sambil menenangkan bu Yuli
"Papah udah ada rencana buat mereka berdua" kata pak Agung sambil tersenyum
Pak Agung dan bu Yuli pindah ke ruang keluarga..bu Yuli menghidupkan televisi dengan remote yang ada di tangannya..tapi matanya terus memperhatikan Bram dan Lidya yang tengah ngobrol di ruang tamu
Tak lama kemudian Aisyah muncul dari dapur sambil membawa nampan berisikan minuman..dia taruh kopi dan teh hijau untuk pak Agung dan bu Yuli di meja
"Terima kasih ya teh" ujar bu Yuli
"Iya bu.." jawab Aisyah sambil membawa nampan yang berisikan dua gelas kopi ke tempat Bram dan Lidya
Bu Yuli hanya memperhatikan Aisyah yang tengah menyajikan kopi pada Bram dan Lidya di ruang tamu
"Teh..sini sebentar" panggil bu Yuli pada Aisyah yang kembali dari ruang tamu
"Iya bu" jawab Aisyah sambil menghampiri bu Yuli
"Besok-besok..kamu jangan menyuguhi Lidya minuman lagi yaah?..biar bi Surti ajah yang melayani Lidya..jangan kamu" pinta bu Yuli
"Kenapa memangnya bu?" tanya Aisyah heran
"Kamu tuh bukan pembantu di sini..yaah?" ujar bu Yuli
"Baik bu.." jawab Aisyah
"Kamu sekarang ada jadwal ngajar nggak?" tanya bu Yuli
"Nggak ada bu.."
"Kalau gitu..ikut ibu ke Gancit yuk" ajak bu Yuli
"Baik bu..Aisyah ganti baju dulu ya bu.."
"Iya teh.."
Lalu Aisyah masuk kedalam untuk menuju ke kamarnya
Tak lama..bu Yuli dan Aisyah keluar menuju ke depan
"Mamah mau kemana?" tanya Bram yang melihat mamahnya akan pergi dengan Aisyah
"Mamah mau ke Gancit Bram.." jawab bu Yuli sambil melintas di depan Bram
"Aisyah pergi dulu ya mas..kak Lid.." pamit Aisyah pada Bram dan Lidya
"Kamu ikut juga Syaah?"
"Iya mas..diajak ibu" jawab Aisyah
Bram sesaat terpesona dengan penampilan Aisyah malam ini..tampilan dia sangat modis sekali..baju kurung model Denim warna biru tua dipadu dengan celana joker warna peach dan memakai sepatu flat shoes warna putih
"Hon..kita jadi jalan nggak?" tanya Lidya sambil membuyarkan lamunan Bram
"Eh..jadilah..tapi tunggu sebentar yaak..gua lagi nunggu WA dari Doni..dia katanya mau kemari" jawab Bram
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
R Bendang
ikut hadir, lanjut..
2022-04-10
1
Anonymous
👍
2022-04-05
1
Siti Ashari
seru nich Kykny
2021-07-09
2