"Mas pergi dulu ya dek, daa assalamualaikum" senyum mas Arsya sangat manis, kita tunggu berapa detik senyum manis berubah kecut.
Berapa detik kemudian, mas Arsya masuk ke dalam rumah dengan wajah kesal, dan menutup pintu dengan keras.
"Loh, kamu kenapa mas, harus ya tutup pintu dengan keras, bikin kaget aja, tuh anak anak kaget kan jadinya " tanya ku pura pura tidak tahu apa yang terjadi
"ah, ban motor kempes segala, pasti ini karena jalan di perumahan kita yang masih belum di aspal, jalan nya bergelombang banyak batuan kecil kecil jadinya motor ku jadi korban " ucap mas Arsya dengan kesal
"gagal jadinya uuuu kesal aku " sambung nya lagi sambil melempar bantal kursi ke lantai
"Pah, main mobilan yuk pah" ajak Akbar datang dari kamar
"Main aja sendiri dulu ,papa lagi pusing" jawab mas Arsya,
Akbar langsung pergi dengan wajah kecewanya .
"apa salah nya kamu temenin Akbar main sebentar mas, sudah berapa lama kamu tidak quality time sama Akbar mas, apa kamu masih ingat mas kapan kamu terakhir bermain berdua sama Akbar mas" ucapku dengan nada santai tapi menekan
"Kamu aja yang main sama dia dek, aku ngantuk mau tidur "jawab mas Arsya santai
"Ya Allah, berat sekali cobaan mu , kuatkan saya ya Allah kuatkan" doaku dalam hati.
Andai ibu masih ada, mungkin aku tidak selemah ini. Apa aku harus menceritakan semuanya ke Ayah ku atau ke saudara saudara ku. Tapi aku tidak mau membuat ayah terfikir kan dengan masalah yang menimpa ku ini. Cukup ayah shock dengan kematian ibu yang mendadak. Untuk sekarang cukup aku dulu yang tahu dan ku coba menyelesaikan sendiri dulu.
Jam dinding sudah menunjukkan jam 10.00 WIB, Akbar dan Attar sudah tertidur. Mas Arsya seperti nya juga sudah tertidur, sudah terdengar dengkulan dengkulan kecil dari kamar anak anak. Ku tutup semua pintu dan ku rapikan rumah yang tadi berantakan anak anak main. Setelah itu ku ambil Wuduk dan sujud ke pada Tuhan ku Allah S.W.T
Ku buka pintu kamar pelan pelan, ku pastikan mas Arsya sudah nyenyak tidurnya. Sekarang rencana awal pencarian bukti di mulai. Dengan baca bismillah ku ambil handphone mas Arsya, dan "capp" ku ambil jari tangan mas Arsya ku tempelkan sidik jari ke layar handphone nya, Alhamdulillah handphone terbuka. Selanjutnya aku bawa handphone ke kamar anak anak takutnya nanti mas Arsya bangun.
Ku buka aplikasi hijau, aku scrol chat di ke bawah , Ada chat dengan nama indah ku buka chat tersebut. Astaghfirullah sakit hati ku melihat chat mereka, panggilan sayang yang mereka gunakan, tapi aku harus kuat, cukup sudah air mata ku jatuh karena ulah mu mas.
"Ternyata kamu benar benar kurang ajar mas, kamu sudah menghianati janji suci kita, kamu tidak pantas lagi jadi suami ku mas" aku berbicara dalam hati ku sendiri sambil mengirim semua bukti ke handphone ku.
"Tidak akan bisa mengelak lagi kamu mas, semua bukti ku sudah lengkap, semua foto dan chat kamu sudah ada di handphone ku mas, bahkan no telfon istri sirih mu pun sudah ada dengan ku mas" Aku berbicara dalam hati sambil melihat mas Arsya yang tertidur pulas, ku letak handphone pada tempat semula dan aku pergi ke kamar anak anak ku, tak Sudi rasanya hati ini mas, tidur satu kamar, satu tempat tidur dengan lelaki yang sudah menghianati ku.
* Mohon like vote dan saran nya Kaka , biar author semangat 😍, mohon kritik nya juga kak, karena author baru belajar menulis* terimakasih Kaka 🙏🙏🙏😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Gamerz Mod
yg sabar.y
2025-02-15
0
ria
semangat kuat warna..juga anak2
2023-07-06
1
ria
the best thor..
2023-07-06
0