Aborsi

Ciara mengambil nafas dalam sebelum mengetuk rumah bidan yang terkenal dengan tempat aborsi tanpa diketahui pihak berwajib sama sekali. Dan untuk menyamarkannya, tempat tersebut juga melayani pengobatan seperti biasa jika ada orang yang sakit dan memerlukan bantuan.

Setelah keberaniannya terkumpul akhirnya Ciara mengetuk pintu rumah tersebut dan tak lama seorang wanita yang kira-kira berusia 40 tahunan membuka pintu tersebut dengan senyum diwajahnya dan Ciara membalas senyuman tersebut.

"Silahkan masuk!" Ciara mengangguk dan melangkahkan kakinya yang tampak berat ke dalam rumah yang disulap menjadi ruangan seperti layaknya dirumah sakit.

"Silahkan duduk!" Ciara lagi-lagi hanya mengangguk. Nafas yang keluar masuk dari hidungnya semakin berat bahkan detak jantungnya tak beraturan.

"Ada keluhan apa?" Tanya bidan tersebut sembari menatap wajah Ciara. Lidah Ciara mendadak kelu untuk mengucapkan apa yang ia ingin katakan. Ia sangat gugup saat ini bahkan tangannya tak henti-hentinya meremas dress yang ia pakai.

Bidan yang tak mendengar jawaban dari Ciara pun mengerutkan keningnya.

"Keluhannya apa?" Ulangnya. Ciara menghela nafas.

"Hmm anu itu saya mau tanya apa benar disini juga bisa melakukan aborsi?" Tanya Ciara lirih diakhiri kalimat.

Bidan tersebut menganggukkan kepalanya paham dengan tujuan Ciara datang ke padanya.

"Apa kamu mau aborsi?" Tanyanya memastikan dan dengan ragu Ciara mengangguk kepalanya.

"Apa kamu yakin?" Ciara lagi-lagi hanya menjawab dengan anggukan saja.

"Kenapa kamu mau melakukan hal itu?" Ciara yang tadinya tak berani menatap bidan didepannya pun kini menatap bidan tersebut dengan kerutan di keningnya. Ia tak mau ditanya-tanya lagi karena dia tak ingin mengingat kejadian memuakan tersebut. Yang ia inginkan saat ini bidan didepannya menyetujui dan merencanakan kapan mereka akan melakukan proses tersebut dan kalau bisa detik ini juga aborsi itu dilakukan.

Bidan yang mengerti tatapan mata Ciara pun hanya bisa menghela nafas berat dan segera beranjak dari duduknya.

"Baiklah. Kita akan lakukan sekarang," ucapnya. Kemudian bidan tersebut nampak sibuk mempersiapkan alat-alat yang akan ia gunakan.

"Ganti pakaian kamu dengan ini!" Perintah bidan tersebut dengan menyerahkan pakaian berwarna hijau yang Ciara tak tau namanya. Tanpa banyak bicara, Ciara menerima pakaian tersebut dan segera menuju kamar mandi tak jauh dari tempatnya tadi.

"Semoga kamu berubah pikiran nantinya," gumam sang bidan.

Tak berselang lama, Ciara telah kembali kehadapan bidan tersebut.

"Berbaringlah disana!" Bidan tersebut menunjuk brankar yang telah tersedia didalam ruangan tersebut. Ciara pun menganggukkan dan segera berbaring.

Entah rasa apa yang ia hadapi saat tubuhnya sudah telentang di atas banker. Rasa khawatir, takut, gugup tengah ia rasakan sekarang. Ia memejamkan matanya sebentar guna menghilangkan segala rasa yang menjalar di tubuhnya saat ini. Namun sesaat setelah ia menutup mata tiba-tiba ia merasakan ada tangan yang tengah mengelus perutnya.

Ciara dengan cepat membuka matanya kembali dan saat matanya terbuka dengan sempurna, ia melihat bidan tadi yang mengelus perutnya.

"Biarkan saya mengelus perut kamu dulu sebelum melakukan aborsi anggap saja sebagai salam perpisahan," tutur bidan tersebut. Ciara hanya bisa diam melihat tangan yang sudah terbungkus sarung tangan tersebut terus mengelus perut ratanya.

"Apa kamu tau banyak orang diluar sana yang menginginkan kehadiran bayi didalam rahimnya?" Tanya bidan tersebut yang membuat Ciara tergelak.

"Aku tau bayi didalam kandungan mu ini hadir karena kesalahan." Ciara terdiam karena apa yang bidan tersebut ucapkan adalah benar adanya.

"Benarkan?" Ciara dengan ragu menganggukkan kepalanya. Bidan tersebut merespon hanya dengan senyuman.

"Huh. Sudah ketebak. Kamu tau cantik, bayi yang sekarang tengah berkembang di dalam perutmu ini tak memiliki salah apapun. Bahkan jika ia di tanya dan memilih darimana ia akan dilahirkan pasti ia akan memilih dirahim dan keluarga yang benar. Tapi inilah takdir yang mereka harus jalani. Tumbuh dan berkembang di rahim yang tak pernah mengharapkan kehadirannya sama sekali." Ciara masih saja diam dengan pikirannya yang tengah berperang saat ini.

"Aku tau kamu tak menginginkannya kan? Tapi apakan kamu pernah berfikir bagaimana perasaan calon anakmu yang mungkin nantinya akan menemani mu dan merubah hidupmu jadi lebih baik lagi. Sebenarnya saya tak suka melihat seorang wanita melakukan aborsi sepertimu ini. Dan saya sering berfikir kenapa mereka harus merelakan bayi yang tak bersalah menjadi korban keegoisan dari kelakuan yang mereka lakukan. Bukannya berkaca diri dengan bertanggungjawab untuk merawatnya hingga besar untuk menebus dosanya eh malah menambah dosa lagi dengan menggugurkannya. Sungguh miris," sambung bidan tersebut yang langsung mengenai hati Ciara. Ucapan demi ucapan tadi seakan-akan menjadi sindiran baginya.

"Huh. Maaf ya saya malah jadi bicara ngelantur. Ya sudah kalau gitu kita mulai saja. Rilekskan badan kamu terlebih dahulu," tuturnya. Ciara menganggukkan kepalanya dan menuruti ucapan sang bidan.

Sedangkan di tempat lain Devano baru bangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal dan perasaan yang tak karuan yang kini menghantuinya.

"Anak kecil siapa tadi dimimpi gue. Manggil gue dengan sebutan Papa dan minta untuk nolongin dia. Arkh kenapa bisa mimpi seperti ini," gumam Devano sembari mengacak rambutnya. Hatinya merasa sakit saat ini lebih sakit saat ditinggal sama pacar pas lagi sayang-sayangnya.

"Ini juga kenapa dada gue sakit banget. Perasaan macam apa ini," geram Devano. Suara dalam mimpinya tiba-tiba berputar di otaknya kembali membuat dirinya frustasi bahkan tangisan anak kecil tersebut membuat hati Devano tambah tersayat dan tak terasa air mata yang tak pernah keluar dari matanya kini dengan bebas keluar begitu saja.

"Gue harus nolong kamu kemana?" Gumam Devano seakan-akan ia bisa berkomunikasi dengan suara anak kecil dalam otaknya.

"Please jangan nangis. Gue gak kuat denger tangisan kamu," sambung Devano.

Suara tangisan anak kecil tersebut perlahan menghilang dari pikiran Devano yang malah membuat Devano semakin resah.

"Kenapa tangisan tadi tampak nyata. Ya Tuhan." Devano sekarang benar-benar seperti orang gila. Berbicara sendiri dan sesekali menangis. Entahlah saat ini pikiran dan hatinya benar-benar sangat kacau. Rasanya hanya ingin menangis dan menuruti apa yang anak kecil tadi katakan namun ia juga tampak bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini.

Beralih kerumah Ciara. Setelah hilangnya Ciara dari rumahnya, Mama Mila berjalan dengan tenang menuju kamar anak pertamanya. Setelah berhasil masuk Mama Mila tampak melihat sekitar sebelum memutuskan mencari apa yang ia butuhkan tadi. Setiap laci ia tarik dan mengobrak-abriknya sesaat namun benda yang ia cari tak kunjung Mama Mila temukan.

"Haish ditaruh dimana sih potong kukunya Cia," geram Mama Mila sembari terus mencari keberadaan benda tadi. Dan kini mata Mama Mila menatap nakas disamping tempat tidur Ciara.

Tanpa ragu Mama Mila menghampiri nakas tersebut dan mulai menariknya hingga benda yang ia cari dapat dia lihat.

"Akhirnya ketemu." Mama Mila mengambil potong kuku tersebut tapi saat ia ingin kembali mendorong nakas, matanya tak sengaja melihat kardus yang membuat dirinya mengernyit.

Karena rasa keponya Mama Mila mengambil kerdus tersebut dan membukanya. Dan bertapa terkejutnya dia saat melihat isi didalam kerdus tersebut.

"Susu hamil? Udah berkurang setengah? Dan apa ini? Testpack? Positif. Astaga." Tubuh Mama Mila tiba-tiba merosot hingga terduduk di kasur Ciara. Tubuhnya tiba-tiba seakan tak mempunyai tulang bahkan air matanya kini telah menetes.

Terpopuler

Comments

Ahmad Zaenuri

Ahmad Zaenuri

semua di perlihatkan Devano segera cari Ciara sebelum terlambat /Cry//Cry//Cry/

2025-02-11

0

devaloka

devaloka

part bidannya bikin nangis 😭

2023-08-19

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

semoga mm nya Ciara ngelarang utk aborsi y

2023-04-18

0

lihat semua
Episodes
1 Paras mengagumkan
2 Shopping
3 Diantar pulang
4 Party
5 Bukan Mimpi tapi Kenyataan
6 Hate You
7 Semoga Salah
8 Kenyataan
9 Teralihkan Sementara
10 Niatan Kejam
11 Aborsi
12 Terbongkar
13 Kepergian Ciara
14 Surat
15 Hanya ada Penyesalan
16 Ngidam
17 Morning Sickness
18 Sahabat Untuk Selamanya
19 Pikiran Kalut
20 Tahap Awal Pencarian
21 Perubahan Sifat
22 Mulut Tanpa Filter
23 Pemeriksaan 1
24 Pemeriksaan 2
25 Keberangkatan Devano
26 Life On Campus
27 Perasaan Apa Ini?
28 Menegangkan
29 R?
30 Kerinduan
31 Mama Muda
32 Tawaran
33 Perkantoran
34 Rencana Refreshing
35 Pertanyaan Al
36 In Mall
37 Tingkah Konyol
38 Restauran
39 Pertemuan Sesaat
40 Ternyata Pertemuan Sesaat
41 Insiden
42 Teman Baru
43 Four Year
44 Perjodohan?
45 Kedatangan Seseorang
46 Keberangkatan dan Perpisahan
47 Rumah Baru
48 Pertanyaan Kembali Terulang
49 Hari pertama Al
50 Cafe
51 Duplikat Devano
52 Cari Tahu
53 Mulut Pedas
54 Interogasi
55 Kegaduhan
56 Mencari
57 Satu Langkah Lagi
58 Untuk yang Pertama
59 Memohon
60 Pertemuan dengan Al
61 Hari Indah
62 Menjemput Al
63 Pelajaran yang Setimpal
64 Seperti Keluarga Bahagia
65 Papa Devano
66 Menggoda
67 Kejahilan Devano
68 Kekhawatiran itu Kembali
69 Siasat Ayah dan Anak
70 Pertengkaran
71 Kiara?
72 Cerita Sebenarnya
73 Rindu yang Terobati
74 Quality Time
75 Wanita itu Kembali
76 Tiara
77 Kemurkaan Mom and Dad
78 Monster
79 Buaya Goreng
80 Mengobati
81 Gugup
82 Bertemu Opa dan Oma
83 Mengemis Cinta
84 Weekend
85 Khawatir
86 Siap Bertemu Camer?
87 Tamu Spesial
88 Maimeo and Daideo
89 Curhatan Mommy Nina
90 Promise
91 Semoga baik-baik saja
92 Kemurkaan Papa Julian
93 Kondisi Devano
94 Apa Lagi Ini?
95 Boom!
96 Kembali
97 Two Baby
98 Kunjungan
99 Dilarang Kepo!
100 Back Home
101 Ehemmm!
102 Permasalah
103 Restu
104 Dafit
105 Rawrrrrr
106 H-1 Pernikahan
107 Akad
108 Resepsi
109 Belah Duren
110 18+
111 Belajar Mandiri
112 Rencana Devano dan Ciara
113 Mengungkap Kebenaran
114 Perubahan Ciara
115 Jangan-jangan?
116 Meyakinkan Ciara
117 Hasilnya + Or -
118 Pemeriksaan Adik Al
119 Jalan-jalan Al dengan Maimo
120 Pembelaan untuk Al
121 Rahel
122 Pengaduan Al
123 Memberitahu Al
124 Bertemu Sahabat Lama
125 Melepas Rindu
126 Tahan Emosi
127 Amukan Rahel
128 Perkenalkan
129 Setangkai Mawar
130 Mencoba Mengikhlaskan
131 Titik Terang
132 Jeweran Mematikan
133 Terkabulnya Permintaan Devano
134 Jurus Tendangan Bokong
135 Buat Khawatir Saja
136 Pengintai
137 Al Salting
138 Penjelasan
139 Mandi bareng?
140 Merajuk
141 Mengumbar Keromantisan
142 Kecemburuan Al
143 Sebuah Takdir
144 Pelit
145 Membujuk
146 Perdebatan Pengantin Baru
147 Posesif dan Overprotektif
148 Kepolosan Rahel
149 Gagal
150 Simulasi Anak
151 Aksi Merajuk di Mulai
152 Berhasil
153 Berbaikan
154 Sogokan
155 Bayaran Menjaga Al
156 Dimulai
157 Dilema Dalam Dua Pilihan
158 Solusi
159 Bibir Al Beraksi
160 Penyiksaan
161 Melumpuhkan Lawan
162 Hukuman bagi Tiara
163 Kesakitan
164 Welcome Baby Girl
165 Adzkiya Eileen Rodriguez
166 Kesibukan Baru
167 Ketakutan Al
168 Mencurigakan
169 Pelaku Lain
170 Apa Dia Kabur?
171 Emosi Meradang
172 Hukuman dan Penyesalan
173 Mengerikan
174 Jahilnya Devano
175 Cerita Penculikan Al
176 Kehebohan Dirumah Devano
177 Mengurungkan Niat
178 Parno
179 Kekacauan dari Tiga Gadis
180 Awal Pengobatan
181 Penjelasan Trauma Al
182 Teman Laknat
183 Baby Sitter Baru
184 Tahap Awal Penyembuhan
185 Support Al
186 Kesembuhan Al
187 Kado dari Al
188 Pasangan Laknat
189 Kondisi Tiara
190 Keluarga Aneh
191 Hidup dalam kebahagiaan
192 Cek Ombak!!!
193 S2_Story MK Al, Kiya Part 1
194 S2_Story MK Al, Kiya Part 2
195 S2_Story MK Al, Kiya Part 3
196 S2_Story MK Al, Kiya Part 4
197 S2_Story MK Al, Kiya Part 5
198 S2_Story MK Al, Kiya Part 6
199 S2_Story MK Al, Kiya Part 7
200 S2_Story MK Al, Kiya Part 8
201 S2_Story MK Al, Kiya Part 9
202 S2_Story MK Al, Kiya Part 10
203 S2_Story MK Al, Kiya Part 11
204 S2_Story MK Al, Kiya Part 12
205 S2_Story MK Al, Kiya Part 13
206 S2_Story MK Al, Kiya Part 14
207 S2_Story MK Al, Kiya Part 15
208 S2_Story MK Al, Kiya Part 16
209 S2_Story MK Al, Kiya Part 17
210 S2_Story MK Al, Kiya Part 18
211 S2_Story MK Al, Kiya Part 19
212 S2_Story MK Al, Kiya Part 20
213 S2_Story MK Al, Kiya Part 21
214 S2_Story MK Al, Kiya Part 22
215 S2_Story MK Al, Kiya Part 23
216 S2_Story MK Al, Kiya Part 24
217 S2_Story MK Al, Kiya Part 25
218 S2_Story MK Al, Kiya Part 26
219 S2_Story MK Al, Kiya Part 27
220 S2_Story MK Al, Kiya Part 28
221 S2_Story MK Al, Kiya Part 29
222 S2_Story MK Al, Kiya Part 30
223 S2_Story MK Al, Kiya Part 31
224 S2_Story MK Al, Kiya Part 32
225 S2_Story MK Al, Kiya Part 33
226 S2_Story MK Al, Kiya Part 34
227 S2_Story MK Al, Kiya Part 35
228 S2_Story MK Al, Kiya Part 36
229 S2_Story MK Al, Kiya Part 37
230 S2_Story MK Al, Kiya Part 38
231 S2_Story MK Al, Kiya Part 39
232 S2_Story MK Al, Kiya Part 40
233 S2_Story MK Al, Kiya Part 41
234 S2_Story MK Al, Kiya Part 42
235 S2_Story MK Al, Kiya Part 43
236 S2_Story MK Al, Kiya Part 44
237 S2_Story MK Al, Kiya Part 45
238 S2_Story MK Al, Kiya Part 46
239 S2_Story MK Al, Kiya Part 47
240 S2_Story MK Al, Kiya Part 48
241 S2_Story MK Al, Kiya Part 49
242 S2_Story MK Al, Kiya Part 50
243 S2_Story MK Al, Kiya Part 51
244 S2_Story MK Al, Kiya Part 52
245 S2_Story MK Al, Kiya Part 53
246 S2_Story MK Al, Kiya Part 54
247 S2_Story MK Al, Kiya Part 55
248 S2_Story MK Al, Kiya Part 56
249 S2_Story MK Al, Kiya Part 57
250 S2_Story MK Al, Kiya Part 58
251 S2_Story MK Al, Kiya Part 59
252 S2_Story MK Al, Kiya Part 60
253 S2_Story MK Al, Kiya Part 61
254 S2_Story MK Al, Kiya Part 62
255 S2_Story MK Al, Kiya Part 63
256 S2_Story MK Al, Kiya Part 64
257 S2_Story MK Al, Kiya Part 65
258 S2_Story MK Al, Kiya Part 66
259 S2_Story MK Al, Kiya Part 67
260 S2_Story MK Al, Kiya Part 68
261 S2_Story MK Al, Kiya Part 69
262 S2_Story MK Al, Kiya Part 70
263 S2_Story MK Al, Kiya Part 71
264 S2_Story MK Al, Kiya Part 72
265 Info info!!!
266 S2_Story MK Al, Kiya Part 73
267 S2_Story MK Al, Kiya Part 74
268 S2_Story MK Al, Kiya Part 75
269 S2_Story MK Al, Kiya Part 76
270 S2_Story MK Al, Kiya Part 77
271 S2_Story MK Al, Kiya Part 78
272 S2_Story MK Al, Kiya Part 79
273 S2_Story MK Al, Kiya Part 80
274 S2_Story MK Al, Kiya Part 81
275 S2_Story MK Al, Kiya Part 82
276 S2_Story MK Al, Kiya Part 83
277 S2_Story MK Al, Kiya Part 84
278 S2_Story MK Al, Kiya Part 85
279 S2_Story MK Al, Kiya Part 86
280 S2_Story MK Al, Kiya Part 87
281 S2_Story MK Al, Kiya Part 88
282 Wajib Di baca!
283 The Dark Love rilis!!!
284 New Novel!!!
285 New Novel!!!
286 Cerita Baru!
287 Cerita Baru!
Episodes

Updated 287 Episodes

1
Paras mengagumkan
2
Shopping
3
Diantar pulang
4
Party
5
Bukan Mimpi tapi Kenyataan
6
Hate You
7
Semoga Salah
8
Kenyataan
9
Teralihkan Sementara
10
Niatan Kejam
11
Aborsi
12
Terbongkar
13
Kepergian Ciara
14
Surat
15
Hanya ada Penyesalan
16
Ngidam
17
Morning Sickness
18
Sahabat Untuk Selamanya
19
Pikiran Kalut
20
Tahap Awal Pencarian
21
Perubahan Sifat
22
Mulut Tanpa Filter
23
Pemeriksaan 1
24
Pemeriksaan 2
25
Keberangkatan Devano
26
Life On Campus
27
Perasaan Apa Ini?
28
Menegangkan
29
R?
30
Kerinduan
31
Mama Muda
32
Tawaran
33
Perkantoran
34
Rencana Refreshing
35
Pertanyaan Al
36
In Mall
37
Tingkah Konyol
38
Restauran
39
Pertemuan Sesaat
40
Ternyata Pertemuan Sesaat
41
Insiden
42
Teman Baru
43
Four Year
44
Perjodohan?
45
Kedatangan Seseorang
46
Keberangkatan dan Perpisahan
47
Rumah Baru
48
Pertanyaan Kembali Terulang
49
Hari pertama Al
50
Cafe
51
Duplikat Devano
52
Cari Tahu
53
Mulut Pedas
54
Interogasi
55
Kegaduhan
56
Mencari
57
Satu Langkah Lagi
58
Untuk yang Pertama
59
Memohon
60
Pertemuan dengan Al
61
Hari Indah
62
Menjemput Al
63
Pelajaran yang Setimpal
64
Seperti Keluarga Bahagia
65
Papa Devano
66
Menggoda
67
Kejahilan Devano
68
Kekhawatiran itu Kembali
69
Siasat Ayah dan Anak
70
Pertengkaran
71
Kiara?
72
Cerita Sebenarnya
73
Rindu yang Terobati
74
Quality Time
75
Wanita itu Kembali
76
Tiara
77
Kemurkaan Mom and Dad
78
Monster
79
Buaya Goreng
80
Mengobati
81
Gugup
82
Bertemu Opa dan Oma
83
Mengemis Cinta
84
Weekend
85
Khawatir
86
Siap Bertemu Camer?
87
Tamu Spesial
88
Maimeo and Daideo
89
Curhatan Mommy Nina
90
Promise
91
Semoga baik-baik saja
92
Kemurkaan Papa Julian
93
Kondisi Devano
94
Apa Lagi Ini?
95
Boom!
96
Kembali
97
Two Baby
98
Kunjungan
99
Dilarang Kepo!
100
Back Home
101
Ehemmm!
102
Permasalah
103
Restu
104
Dafit
105
Rawrrrrr
106
H-1 Pernikahan
107
Akad
108
Resepsi
109
Belah Duren
110
18+
111
Belajar Mandiri
112
Rencana Devano dan Ciara
113
Mengungkap Kebenaran
114
Perubahan Ciara
115
Jangan-jangan?
116
Meyakinkan Ciara
117
Hasilnya + Or -
118
Pemeriksaan Adik Al
119
Jalan-jalan Al dengan Maimo
120
Pembelaan untuk Al
121
Rahel
122
Pengaduan Al
123
Memberitahu Al
124
Bertemu Sahabat Lama
125
Melepas Rindu
126
Tahan Emosi
127
Amukan Rahel
128
Perkenalkan
129
Setangkai Mawar
130
Mencoba Mengikhlaskan
131
Titik Terang
132
Jeweran Mematikan
133
Terkabulnya Permintaan Devano
134
Jurus Tendangan Bokong
135
Buat Khawatir Saja
136
Pengintai
137
Al Salting
138
Penjelasan
139
Mandi bareng?
140
Merajuk
141
Mengumbar Keromantisan
142
Kecemburuan Al
143
Sebuah Takdir
144
Pelit
145
Membujuk
146
Perdebatan Pengantin Baru
147
Posesif dan Overprotektif
148
Kepolosan Rahel
149
Gagal
150
Simulasi Anak
151
Aksi Merajuk di Mulai
152
Berhasil
153
Berbaikan
154
Sogokan
155
Bayaran Menjaga Al
156
Dimulai
157
Dilema Dalam Dua Pilihan
158
Solusi
159
Bibir Al Beraksi
160
Penyiksaan
161
Melumpuhkan Lawan
162
Hukuman bagi Tiara
163
Kesakitan
164
Welcome Baby Girl
165
Adzkiya Eileen Rodriguez
166
Kesibukan Baru
167
Ketakutan Al
168
Mencurigakan
169
Pelaku Lain
170
Apa Dia Kabur?
171
Emosi Meradang
172
Hukuman dan Penyesalan
173
Mengerikan
174
Jahilnya Devano
175
Cerita Penculikan Al
176
Kehebohan Dirumah Devano
177
Mengurungkan Niat
178
Parno
179
Kekacauan dari Tiga Gadis
180
Awal Pengobatan
181
Penjelasan Trauma Al
182
Teman Laknat
183
Baby Sitter Baru
184
Tahap Awal Penyembuhan
185
Support Al
186
Kesembuhan Al
187
Kado dari Al
188
Pasangan Laknat
189
Kondisi Tiara
190
Keluarga Aneh
191
Hidup dalam kebahagiaan
192
Cek Ombak!!!
193
S2_Story MK Al, Kiya Part 1
194
S2_Story MK Al, Kiya Part 2
195
S2_Story MK Al, Kiya Part 3
196
S2_Story MK Al, Kiya Part 4
197
S2_Story MK Al, Kiya Part 5
198
S2_Story MK Al, Kiya Part 6
199
S2_Story MK Al, Kiya Part 7
200
S2_Story MK Al, Kiya Part 8
201
S2_Story MK Al, Kiya Part 9
202
S2_Story MK Al, Kiya Part 10
203
S2_Story MK Al, Kiya Part 11
204
S2_Story MK Al, Kiya Part 12
205
S2_Story MK Al, Kiya Part 13
206
S2_Story MK Al, Kiya Part 14
207
S2_Story MK Al, Kiya Part 15
208
S2_Story MK Al, Kiya Part 16
209
S2_Story MK Al, Kiya Part 17
210
S2_Story MK Al, Kiya Part 18
211
S2_Story MK Al, Kiya Part 19
212
S2_Story MK Al, Kiya Part 20
213
S2_Story MK Al, Kiya Part 21
214
S2_Story MK Al, Kiya Part 22
215
S2_Story MK Al, Kiya Part 23
216
S2_Story MK Al, Kiya Part 24
217
S2_Story MK Al, Kiya Part 25
218
S2_Story MK Al, Kiya Part 26
219
S2_Story MK Al, Kiya Part 27
220
S2_Story MK Al, Kiya Part 28
221
S2_Story MK Al, Kiya Part 29
222
S2_Story MK Al, Kiya Part 30
223
S2_Story MK Al, Kiya Part 31
224
S2_Story MK Al, Kiya Part 32
225
S2_Story MK Al, Kiya Part 33
226
S2_Story MK Al, Kiya Part 34
227
S2_Story MK Al, Kiya Part 35
228
S2_Story MK Al, Kiya Part 36
229
S2_Story MK Al, Kiya Part 37
230
S2_Story MK Al, Kiya Part 38
231
S2_Story MK Al, Kiya Part 39
232
S2_Story MK Al, Kiya Part 40
233
S2_Story MK Al, Kiya Part 41
234
S2_Story MK Al, Kiya Part 42
235
S2_Story MK Al, Kiya Part 43
236
S2_Story MK Al, Kiya Part 44
237
S2_Story MK Al, Kiya Part 45
238
S2_Story MK Al, Kiya Part 46
239
S2_Story MK Al, Kiya Part 47
240
S2_Story MK Al, Kiya Part 48
241
S2_Story MK Al, Kiya Part 49
242
S2_Story MK Al, Kiya Part 50
243
S2_Story MK Al, Kiya Part 51
244
S2_Story MK Al, Kiya Part 52
245
S2_Story MK Al, Kiya Part 53
246
S2_Story MK Al, Kiya Part 54
247
S2_Story MK Al, Kiya Part 55
248
S2_Story MK Al, Kiya Part 56
249
S2_Story MK Al, Kiya Part 57
250
S2_Story MK Al, Kiya Part 58
251
S2_Story MK Al, Kiya Part 59
252
S2_Story MK Al, Kiya Part 60
253
S2_Story MK Al, Kiya Part 61
254
S2_Story MK Al, Kiya Part 62
255
S2_Story MK Al, Kiya Part 63
256
S2_Story MK Al, Kiya Part 64
257
S2_Story MK Al, Kiya Part 65
258
S2_Story MK Al, Kiya Part 66
259
S2_Story MK Al, Kiya Part 67
260
S2_Story MK Al, Kiya Part 68
261
S2_Story MK Al, Kiya Part 69
262
S2_Story MK Al, Kiya Part 70
263
S2_Story MK Al, Kiya Part 71
264
S2_Story MK Al, Kiya Part 72
265
Info info!!!
266
S2_Story MK Al, Kiya Part 73
267
S2_Story MK Al, Kiya Part 74
268
S2_Story MK Al, Kiya Part 75
269
S2_Story MK Al, Kiya Part 76
270
S2_Story MK Al, Kiya Part 77
271
S2_Story MK Al, Kiya Part 78
272
S2_Story MK Al, Kiya Part 79
273
S2_Story MK Al, Kiya Part 80
274
S2_Story MK Al, Kiya Part 81
275
S2_Story MK Al, Kiya Part 82
276
S2_Story MK Al, Kiya Part 83
277
S2_Story MK Al, Kiya Part 84
278
S2_Story MK Al, Kiya Part 85
279
S2_Story MK Al, Kiya Part 86
280
S2_Story MK Al, Kiya Part 87
281
S2_Story MK Al, Kiya Part 88
282
Wajib Di baca!
283
The Dark Love rilis!!!
284
New Novel!!!
285
New Novel!!!
286
Cerita Baru!
287
Cerita Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!