Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi

Setelah puas bermain di game center, Alex mengajak Kami ke taman di pusat kota. Kami bermain-main di sana. Menjelang sore Alex mengantarkan Kami pulang ke rumah.

"Sesekali Aku menculikmu seperti ini tidak apa-apa kan?"

"Iya, nggak apa-apa..."

"Terima kasih untuk hari ini ya. Met istirahat Khans..."

"Iya, Kamu juga Al. Hati-hati di jalan."

"Oke, see you." Dan Alex dengan cepat menggeber motor gedenya.

Di hari-hari berikutnya setiap dua hari sekali Alex selalu mengajak Kita berdua main. Terkadang dia mengajakku ke cafe dimana di tempat itu ada arena permainan anak. Kadang ke warnet, tempat PS / XBOX dan tempat menyenangkan lainnya yang menjadi surganya anak kecil.

Semakin hari Kita menjadi semakin akrab. Alex banyak membicarakan tentang cita-citanya. Alex lebih terbuka dari yang kubayangkan.

"Aku ingin menjadi pakar teknologi nano, tapi orangtuaku menginginkanku untuk menjadi dokter." Aku yang masih awam dengan istilah itu hanya mendengarkan curhatan Alex dengan seksama.

"Beliau bilang, teknologi nano tidak akan berkembang di Indonesia. Jadi bukan merupakan pekerjaan yang bagus untuk di geluti. Padahal kalau mereka tahu potensi dari nano partikel yang menjadi inti dari kehidupan manusia, mereka pasti akan terkejut. Tapi susah sekali mengubah pendirian mereka. Mereka hanya ingin anaknya menggeluti pekerjaan yang di idam-idamkan semua orang dan pekerjaan itu juga dibutuhkan banyak orang sepanjang masa, seorang dokter..." Alex berkeluh kesah.

Melihatnya seperti ini membuat Alex tampak seperti anak kecil yang tengah merajuk. Dia menginginkan mainan A, tapi orangtuanya memberinya mainan B. Dia tidak puas dengan keputusan orangtuanya, padahal mainan A lebih berguna untuknya, seperti itulah kira-kira.

"Kalau Kamu ingin jadi apa Khans? Maaf ya, Kamu jadi mendengarkan curhatanku. Orang-orang di sekelilingku tidak ada yang mau mendengar isi hatiku. Bahkan Diana juga mendukung keputusan orangtuaku. Aku benar-benar tidak punya pendukung. Maaf ya Khans, kalau Aku curhatnya sama Kamu. Kamu membuatku sangat nyaman. Membuatku ingin menumpahkan semua kekesalan yang menumpuk di hatiku yang selama ini kupendam."

"Iya, nggak apa-apa. Aku senang Kamu cerita seperti ini. Itu artinya Kamu benar-benar menganggapku sebagai seorang sahabat. Bukankah wajar bila antar sahabat saling bercerita seperti ini?"

"Terima kasih Khans. Hanya Kamu yang mengerti Aku." Alex menggenggam tanganku, membuat jantungku seolah-olah akan melompat keluar. Jantungku menjadi berdebar tak karuan.

"Meoong... Meoongg... Meooong..." Terdengar suara kucing dari bawah kakiku. Aku menengok dan melihat kucing kecil yang tampak tak terurus. Sepertinya kucing itu sangat kelaparan.

"Wah... Puss... Pusss.... Ckckck... Pusss..." Alex sudah berjongkok dan mengelus-ngelus bulu kucing yang tampak kotor.

"Kasihan sekali Kamu. Kamu pasti kelaparan ya." Alex mengambil makanannya dan memberikannya pada kucing kecil itu. Kucing itu memakan dengan sangat lahap.

"Andaikan Aku bisa merawatmu..." Suara Alex terdengar mengambang. Seolah-olah ingin mengatakan, dia ingin merawat kucing itu tapi kondisi tidak memungkinkan.

"Kamu ingin merawatnya?"

"Iya. Sepertinya kucing ini juga kucing liar. Tapi Aku tidak bisa merawatnya."

"Kenapa?"

"Mamaku alergi bulu kucing. Beliau akan gatal-gatal kalau dekat dengan kucing..."

"Aku bisa merawatnya."

"Serius?" Alex tampak antusias.

"Iya, Aku akan merawatnya untukmu. Tapi Aku kasih makan seadanya nggak apa-apa?"

"Nggak apa-apa dong Khans, yang penting dia ada yang ngerawat. Aku nengokin sekali-sekali boleh ya?"

"Boleh dong. Dia kan anakmu. Aku bantu merawat aja."

"Anak?!"

"Anggep aja kayak gitu kan." Aku tersenyum geli.

"Oke. Kalau dia anakku, berarti Kamu mamanya. Hai mama kucing, rawat Aku ya, please..." Alex berkata sembari memainkan kaki kucing kecil itu, seolah-olah kucing itu yang berbicara denganku.

"Oke, dengan satu syarat."

"Apa syaratnya?"

"Tidak boleh nakal, hehe."

"Kucing ini mau dibawa pulang Kak?" tanya Fian.

"Iya, Fian keberatan?" tanyaku.

"Kucingnya jelek. Aku nggak suka."

"Jelek karena belum di rawat, nanti kalau sudah di rawat pasti gemuk dan lucu."

"Beneran?"

"Iya dong."

"Siapa namanya Kak?"

"Eh ya itu Aku yang bingung. Mau dikasih nama apa ya Al?"

"Bentar, Aku mikir dulu." Alex tampak berpura-pura berpikir. "Kasih nama Alkhans aja."

"Alkhans? Bagus juga sih... Terlalu bagus untuk nama kucing. Ada arti spesial?" tanyaku kepo.

"Alkhans \= Alex Khansa, bagus kan?" Alex tersenyum usil.

"Ya ampun, kenapa nama kucing jadi pake nama sendiri? Berasa jadi kucing..." Mulutku berkata seperti itu, tapi hatiku senang. Setidaknya namaku dan Alex bisa bersanding, meskipun dalam bentuk nama seekor kucing.

"Pokoknya fix, dia namanya Alkhans... Halo Khans... Khans..."

"Kok panggilannya pakai namaku? Aku merasa seperti seekor kucing..."

"Karena Kamu memang mirip dia. Kecil, polos, pemalu, penakut. Bikin orang lain pengen melindungi." Alex berkata sembari mengusap-ngusap kucing bernama Alkhans.

"Ta-tapi Aku tidak pernah minta untuk dilindungi." Aku protes.

"Siapa yang mau lindungin Kamu? Maksudku kucing ini kok. Ge-er ya, hehe." Alex mengacak-ngacak rambutku dengan usil. Membuat pipiku memerah karena malu.

Sore itu Kami pulang dengan membawa kucing bersama Kami. Mungkin ini adalah jalan-jalan terakhir Kami pada liburan kali ini, karena besok sekolah sudah masuk.

"Sampai bertemu besok ya Khans. Semoga Kita bisa satu kelas lagi."

"Iya, semoga saja. Terima kasih ya Al, hati-hati di jalan."

"Oke." Aku menatap Alex sampai menghilang dari pandangan.

"Oke Al, mulai hari ini Mama akan merawatmu. Bila Papa memanggilmu 'Khans', maka Mama akan memanggilmu 'Al', panggilan yang adil bukan, hihihi."

Aku senang sekali. Keberadaan kucing itu seolah-olah menjadi pengikat hubunganku dengan Alex. Meskipun Alex menganggap hubungan ini hanya persahabatan semata, tapi tidak apa-apa kan Aku menganggapnya lebih?

***

Hari pertama sekolah pun di mulai. Sekarang Aku sudah kelas 2 SMA. Di hari pertama, biasanya para murid akan berbondong-bondong melihat pengaturan kelas. Sama dengan harapan Alex, Aku berharap bisa kembali satu kelas lagi dengan pria kesayanganku itu.

Aku pun ikut berdesak-desakan. Tidak sabar untuk mengetahui kelas baruku. Aku melihat namaku ada di kelas 2 E. Aku membaca nama-nama di daftar yang terdiri dari 40 siswa itu. Aku baca dari atas ke bawah, kembali dari bawah ke atas. Namun Aku tidak melihat nama Alex di sana. Apa Kami tidak satu kelas lagi?

Aku mulai membaca semua daftar itu. Dan ternyata Alex berada di kelas 2A, satu kelas dengan Diana. Seketika Aku merasa kakiku lemas. Aku segera duduk untuk mencegah diriku agar tidak jatuh.

Ternyata takdir memang tidak bisa dipungkiri. Mereka sepasang kekasih yang sudah ditakdirkan. Bahkan bila Aku berdoa setengah mati agar mereka terpisah, itu tidak akan terjadi. Sepertinya Tuhan sudah menakdirkan mereka bersama.

"Khans..." Aku sangat familiar dengan suara itu. Suara yang selalu mengisi mimpi-mimpiku. Aku mendongak dengan antusias. Wajah bahagiaku langsung bias begitu melihat siapa yang datang.

Aku melihat Alex datang bersama Diana. Aku senang dengan kedatangan Alex tapi Aku cemburu pada Diana. Sungguh lucu sekali bukan? Apa hakku untuk cemburu?! Aku bukan siapa-siapanya Alex. Yang berhak cemburu seharusnya Diana. Dia adalah pacar Alex yang diketahui oleh dunia! Lama-lama Aku menjadi wanita tidak tahu diri yang menginginkan milik orang lain. Aku wanita yang memiliki hati yang buruk.

***

Happy Reading 🥰

Terpopuler

Comments

Ningke Endengi

Ningke Endengi

cinta itu tdk di undang tpi dtng sendiri😍😍😍

2024-06-12

0

Erny Manangkari

Erny Manangkari

Khansa kalw memang Alex ditakdirkan bersamamu kalaupun kalian terpisah pasti bisa ketemu dilain waktu

2023-01-29

2

miawcie

miawcie

gemess hahaha

2022-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!