Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian

Kami masih saling bertatapan. Mata Alex tampak melembut. Entah hanya perasaanku saja atau memang benar-benar nyata, wajah Alex bergerak semakin dekat dan dekat. Menyisakan jarak hanya beberapa senti saja. Hembusan napas hangatnya bisa kurasakan di pipiku. Tubuhku seolah terpaku dan tak bisa digerakan. Tujuh senti, lima senti, tiga senti... Aku mulai menutup mataku... Satu senti lagi...

"Mbak, Adek pulang!!"

Suara itu membuyarkan anganku. Serta merta Aku mendorong tubuh Alex dan Kita saling menjauh. Aku menatap si pengganggu. Ternyata adekku yang bernama Fian sudah pulang.

Fian mendekat padaku dan mencium tanganku. Kemudian dia menatap Alex dengan curiga.

"Siapa Mas itu?" tanyanya dengan nada tidak suka.

"Dia teman Mbak. Salim dulu sana..."

"Nggak mau!"

"Fian kan anak pintar, salim dulu sana Dek."

"Tadi Mas itu ngapain dekat-dekat? Mau ngapain Mbak?" Fian bertanya curiga. Fian masih kelas 2 SD. Umurku dan Fian selisih tujuh tahun. Jarak umur yang cukup jauh membuat Fian menganggapku sebagai pengganti Alm. Ibu.

"Oh, oh... Tadi Mbak bantuin bersihin debu di mata Mas Alex. Fian salim dulu. Kenalan dulu ya." Setelah dibujuk rayu akhirnya Fian menuruti perkataanku. Dia berjalan mendekati Alex. Tapi raut matanya masih penuh kecurigaan dan permusuhan. Fian mengambil tangan Alex dan menciumnya.

"Wah namamu Fian ya. Namaku Alex. Fian kelas berapa?" tanya Alex sembari mengelus kepala Fian yang langsung ditepis oleh tangan kecilnya.

"Nggak usah tanya-tanya. Nggak usah sok akrab." Fian langsung masuk ke dalam kamarnya. Aku mengikutinya dari belakang.

Aku membantu Fian berganti baju. Setelah itu kembali ke ruang depan. Biasanya sepulang sekolah Fian akan langsung bermain dengan temannya. Tapi melihat tamu kakaknya sepertinya membuatnya menjadi lebih waspada. Fian memilih menemaniku berbincang-bincang dengan Alex.

Tatapan tidak ramah Fian sepertinya membuat Alex merasa tidak nyaman. Beberapa kali Alex mencoba bercakap-cakap dengan Fian, namun laki-laki kecil itu memilih untuk tidak menjawabnya.

"Hari sudah siang. Kalau begitu Aku pamit pulang dulu ya..." Wajah Alex merasa sangat tidak enak.

"Iya, terima kasih banyak ya. Terima kasih karena telah menolongku tadi pagi. Terima kasih untuk semuanya..."

"Sesama teman memang harus saling membantu. Aku pulang dulu ya Khans, semoga segera sembuh. Aku pulang ya jagoan kecil." Alex kembali mengusap kepala Fian yang lagi-lagi ditepis oleh tangan kecilnya.

"Pulang sana. Jangan kesini lagi!" Ucap Fian dengan berang.

Aku menutup mulut Fian cepat-cepat. Tapi Alex sudah terlanjur mendengarnya. Alex tersenyum kecil. Sepertinya perkataan Fian tidak dia masukan ke hati.

Kemudian Alex berjalan ke arah motornya. Sebelum berlalu dia melambaikan tangannya dan tersenyum dengan manis. Kakiku terasa terbuat dari agar-agar. Langsung lemah dan meleleh. Sungguh Aku wanita yang lemah!

***

Aku tidak memiliki waktu untuk menafsirkan tindakan Alex. Kami memang hampir berciuman. Hanya kurang satu senti lagi maka bibir Kami akan bertemu! Dan itu membuat tubuhku panas dingin.

Otakku ingin menelaah dan menduga-duga apa maksud tindakan Alex itu. Namun Aku tidak bisa melakukannya karena Aku memiliki masalah sekarang. Masalah yang cukup besar bagi seorang siswi berusia 15 tahun.

"Kamu sudah 6 bulan berturut-turut tidak bayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan). Sesuai dengan peraturan sekolah, Kamu tidak bisa ikut ujian." Ujar petugas TU (tata usaha) tersebut.

Aku tercengang mendengar pernyataan itu. Hari ini Aku sengaja datang ke ruangan TU untuk meminta kartu ujian. Semua murid di kelasku sudah menerima kartu tersebut. Hanya Aku saja yang belum menerimanya. Ternyata alasan mereka tidak memberikan kartu itu karena Aku belum membayar SPP.

Keringat dingin mulai bermunculan di dahiku. Bagaimana mungkin Aku tidak diperbolehkan ikut ujian? Sedangkan ini adalah ujian akhir kenaikan kelas?

"Tapi Bu, kalau Saya tidak ikut ujian Saya tidak akan naik kelas..."

"Itu urusanmu dan orangtuamu. Makanya bayar SPP yang rajin, biar bisa ikut ujian." Ujar petugas TU yang bernama Nurul itu dengan ketus.

"Tapi ayah Saya belum punya uang Bu. Kalau sudah ada uang, Saya pasti akan bayar Bu..."

"Begini ini yang Aku tidak suka. Sudah tahu tidak mampu masih saja sekolah di sini. Ini sekolah favorite di kota ini. SPP mahal itu wajar, karena sesuai dengan standar sekolah. Kalau tidak mampu mending cari sekolah di pinggiran saja. Meskipun ini sekolah negeri, bukan berarti Kami menerima murid secara cuma-cuma! Maaf Aku tidak bisa memberimu kartu ujian sebelum Kamu melunasi SPP mu." Bu Nurul menutup data pembayaranku dan beralih mengerjakan hal lain. Benar-benar mengacuhkanku.

Dengan langkah lunglai dan kaki gemetar Aku kembali ke kelas. Otakku berputar-putar untuk mencari cara. Bagaimana caranya Aku bisa bayar SPP dan ikut ujian? Meminta pada ayah itu tidak mungkin. Penghasilan ayah sehari-hari hanya cukup untuk di makan hari itu juga. Tidak ada uang tersisa.

Uang SPP di SMA ku ini tergolong mahal. Dua ratus ribu sebulan. Padahal waktu di SMP uang SPP ku hanya dua puluh ribu. Itulah bedanya sekolah pinggiran dan sekolah favorite di pusat kota. Selain beda status, jumlah pembayaran ini-itu yang dikeluarkan pun juga berbeda.

Aku benar-benar tidak punya jalan keluar. Ujian tinggal tiga hari lagi. Darimana Aku bisa mendapatkan uang satu juta dua ratus ribu rupiah? Apakah Aku seharusnya tidak sekolah saja? Tapi fokus membantu ayahku bekerja?

Hah, entahlah. Aku pasrah saja. Bila memang nasibku tidak naik kelas dan berhenti sekolah, Aku akan menerimanya dengan lapang dada. Toh memang tidak seharusnya Aku berada di sekolah ini.

***

Hari ujian pun tiba. Aku bingung harus masuk sekolah atau tidak. Bila Aku masuk sekolah, akan percuma juga. Toh Aku tidak akan ikut ujian juga. Bila Aku tidak masuk sekolah, ayahku akan curiga dan bertanya-tanya alasanku melakukannya. Apa yang sebaiknya kulakukan?

Setelah menimbang-nimbang akhirnya Aku memutuskan untuk memakai seragam dan berpura-pura masuk sekolah. Hal ini kulakukan untuk mengelabui ayahku agar tidak curiga.

Aku tidak ke sekolah. Aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan daerah yang letaknya tak jauh dari sekolahku. Aku menghabiskan waktu di sana sembari kembali mempelajari pelajaran-pelajaran yang tak bisa kuikuti ujiannya.

Setiap hari ada dua mapel yang di ujikan. Setiap mapel membutuhkan waktu satu setengah jam. Bila ujian dilaksanakan dari jam tujuh pagi, seharusnya jam setengah sebelas siang ujian sudah selesai (di tambah dengan jam istirahat).

Aku berencana pulang ke rumah ketika sekolah juga usai, jadi ayahku tidak akan curiga kalau Aku tidak bersekolah.

Aku menunggu dan menunggu hingga akhirnya waktu yang kutunggu tiba. Aku melihat di jalanan banyak siswa-siswi berseragam putih abu-abu sudah berhamburan. Waktu yang pas untuk pulang.

Aku membereskan semua buku yang berserakan. Memasukannya ke dalam tas dan bersiap-siap untuk pulang.

Kemudian Aku berjalan ke arah parkiran untuk mengambil sepeda kayuhku. Aku menuntun sepeda itu ke jalan besar dan berusaha berbaur dengan kumpulan anak-anak yang baru saja keluar.

Aku akan naik ke sepedaku ketika seseorang menarik tanganku dan membuatku berbalik. Aku menatap mahluk tampan yang balik menatapku dengan kemarahan.

"Khansa, kemana saja Kamu?! Kenapa tidak ikut ujian?!" Alex terlihat marah dan geram. Aku tak bisa menjawab, bibirku menjadi bungkam.

***

Happy Reading 🥰

Terpopuler

Comments

Juwita Maimunah

Juwita Maimunah

jadiingat masa SMA bayar SPP smpe berbulan2 ga bisa bayar pas mau semester utung TU baik hati Masi ada toleransi bisa ikut smester

2025-01-03

0

Be snowman

Be snowman

sedih jadi Khanza ,mau bilang sama ayah tapi tau keadaan ayah 😭💔

2024-11-23

0

Ningke Endengi

Ningke Endengi

alex akan membayar uang spp kanza?

2024-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!