Ch 10 - Dismenore

Alex sepertinya benar-benar sangat kesal dan terkejut dengan perkataanku. Dia benar-benar mendiamkanku.

Sehari setelah mengatakan itu, Aku mengembalikan ponselnya dan menaruhnya di laci mejanya. Alex mengetahui keberadaan ponsel itu, namun dia tidak mengambilnya. Dia tetap membiarkan ponsel itu berada di sana selama beberapa hari ke depan.

Hubungan Kami bagaikan dua orang tak saling mengenal. Ingin kusentuh punggung yang hanya berjarak satu meter itu dan merebahkan kepalaku di sana. Bohong namanya kalau Aku tidak sakit hati. Aku benar-benar sakit hati.

Meskipun ucapan itu terlontar dari mulutku, namun begitu melihat Alex benar-benar mengacuhkanku membuatku sakit hati. Selama hampir satu tahun berada di sekolah ini, hanya Alex yang benar-benar peduli padaku. Mengajakku berbicara. Menawarkan begitu banyak bantuan.

Dari memberi contekan, membantu ketika ban sepeda bocor, meminjamkan ponsel, mengantarkanku ke rumah, menjadi tutor mapel yang kutakuti, membelikanku makanan kantin dan banyak hal lainnya. Bila mengingat kebaikan Alex, Aku selalu menangis. Hanya Alex yang memperlakukanku seperti manusia. Namun dengan begitu jahatnya Aku berkata seperti itu. Alex pasti sakit hati bukan?

Tapi bila Aku membiarkan Alex terlalu baik padaku hanya akan ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, Aku akan semakin menyukai Alex dan berharap lebih padanya. Kemungkinan kedua hubungan Alex dan Diana bisa terganggu karena keberadaanku. Sebelum dua hal itu terjadi, Aku lebih baik menjauhkan diriku darinya.

***

Hari ini tamu bulananku datang. Aku begitu dilema, harus mengikuti mapel olahraga atau tidak. Ketika menstruasi datang, Aku selalu mengalami dismenore. Biasanya sakit itu akan hilang ketika perutku di kompres oleh air hangat.

Hari ini ada penilaian lari jarak pendek. Bila Aku tidak mengikuti mapel olahraga, maka penilaianku akan kosong. Sepertinya Aku harus menahan rasa sakit ini untuk sementara waktu. Semoga saja sakit ini tidak akan begitu menggangguku.

Semua murid tampak berkumpul di lapangan. Beberapa murid memasang tanda sebagai persiapan lomba lari. Mataku secara otomatis mencari-cari Alex. Pria itu berdiri di antara kerumunan orang. Dia juga sedang menatapku.

DEG

Mata Kami bertemu. Jantungku berdetak dengan sangat kencang. Sudah lama Kita tidak saling berpandangan. Getaran aneh mengaliri tubuhku. Membuat tubuhku merinding.

Lama Kami saling bertatapan. Sebelum akhirnya tatapan itu terputus begitu ada seseorang yang menyentuh bahu Alex. Aku menghembuskan napas yang sedari tadi kutahan. Bertatapan dengan Alex seolah-olah membuat oksigen di sekitarku menjadi habis. Aku menghirup udara sebanyak-banyaknya.

Lomba lari jarak pendek itupun segera dimulai. Guru memanggil berdasarkan urutan absen. Semakin mendekati absenku, perutku menjadi semakin sakit. Entah karena nervous atau dismenore. Keringat dingin mulai bermunculan di dahiku.

Aku berusaha menahan rasa sakit di perutku. Tiba-tiba saja namaku sudah di panggil.

"Khansa Aulia, Itha Rosita, Helmi Anggraini, Nela Kurniaty, siap-siap di posisi." Aku bersama tiga teman sekelasku yang lain bersiap-siap.

Rasa sakit di perutku semakin tak tertahankan. Pandanganku semakin buram. Aku seolah-olah tak sanggup untuk berdiri lagi.

"Aturannya, siapa yang lebih dulu mencapai garis finish, itu yang menang. Juara pertama akan mendapatkan skor tertinggi, begitu pula sebaliknya. Apa kalian mengerti?" Guru olahraga bernama Pak Riswan itu menjelaskan. Semua dari Kami mengangguk mengerti.

"Bersiap di posisi." Kami berempat bersiap-siap di posisi. Mengambil ancang-ancang untuk berlari. "3... 2... 1... Prriitttt!!" Dan Kami segera berlari.

Aku berusaha berlari semampuku. Dalam pelajaran olahraga Aku berada di posisi tengah-tengah. Tidak sangat baik, namun juga tidak sangat buruk. Setidaknya Aku tidak boleh gagal di mapel ini.

Aku berlari dan semakin berlari. Semakin dibuat lari, rasa sakit di perutku semakin menjadi-jadi. Sengatan nyeri datang berkali-kali. Aku sudah tidak tahan lagi. Bumi tampak goyah dan keadaan sekitarku lambat laun menjadi gelap. Aku terjatuh dan tak sadarkan diri. Hal yang kuingat terakhir kali adalah teriakan orang-orang dan wajah yang kurindukan berlari ke arahku.

***

Aku merasa dahiku sangat sejuk dan perutku juga hangat. Perasaan ini benar-benar sangat menyenangkan. Aku tidak ingin terbangun dan menikmati perasaan ini.

"Sepertinya dia dismenore. Dia sedang menstruasi sekarang."

"Apa dismenore Dok?" terdengar suara yang sangat familiar di telingaku. Aku membuka mata perlahan untuk mengintip. Benar dugaanku. Alex sedang duduk disebelah ranjangku dan berbicara dengan dokter UKS (unit kesehatan sekolah).

"Dia pacarmu?" tanya dokter bernama Nina itu dengan kepo.

"Bukan. Tapi dia sahabatku."

"Oh, Aku pikir pacarmu. Seingatku Kamu kan siswa populer di sini. Pacarmu yang dapat julukan Princess D itu kan?"

"Hem. Dismenore itu apa? Apa itu berbahaya?" Alex kembali mengalihkan ke topik utama.

"Dismenore itu adalah nyeri yang dirasakan ketika sedang menstruasi. Ada yang ringan, namun ada juga yang berat. Sepertinya gadis ini mengalami dismenore yang berat. Mengingat dia sampai jatuh pingsan seperti ini."

"Apa itu sangat sakit Dok? Apa obatnya? Pasti ada obatnya bukan?"

"Kenapa Kamu sangat perhatian sekali. Orang akan mengira dia pacarmu kalau Kamu seperti ini, hihihi." Dokter Nina menggoda Alex yang wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

"Sudah kubilang dia sahabatku. Cepat beri dia obat Dok."

"Kamu yakin tidak memiliki perasaan apa-apa. Mengingat tadi Kamu heboh banget menggendongnya kesini, pasti Kamu punya perasaan kan? Ayo ngaku sini sama Kakak, Kakak bisa jaga omongan kok, hihihi." Dokter Nina tertawa cekikikan.

"Sebenarnya dokter berumur berapa sih? Tingkah Anda sangat kekanak-kanakan sekali. Segera beri dia obat." Alex tampak gusar.

Nina tidak bisa menyembunyikan tawanya. Dokter Nina berumur 26 tahun. Dia sudah menikah dan memiliki anak. Bertugas di UKS seperti ini membuat jiwa mudanya kembali bangkit. Dia sering mendapati sepasang anak kecil memadu kasih. Saling memberikan perhatian. Melihat adegan seperti itu membuatnya tertawa geli, tak terkecuali saat ini.

"Tenang anak muda. Obatnya sudah ada. Kamu lanjutkan saja kompres perutnya dengan air hangat. Dan juga lap keringatnya. Sebentar lagi dia juga akan membaik. Aku tinggal cari makan dulu ya. Awas, jangan mesum di ruang UKS ya, hihihi." Dan dokter Nina pun pergi dengan sengatan kesal di mata Alex.

"Dasar dokter usil." Gerutu Alex dengan kesal.

Sekarang hanya tinggal Kami berdua. Aku begitu bingung, sumpah benar-benar bingung. Aku sudah sadar, namun Aku tidak berani membuka mata. Bisa membayangkan kecanggungan macam apa yang akan terjadi?

Dan... Dan kenapa Alex mengompres perutku dengan air hangat? Ini sangat memalukan. Aku merasa benar-benar ingin bersembunyi di lubang paling dalam!!

"Khansa... Kamu belum sadar?" Aku tidak menjawab pertanyaan Alex. Aku berakting mati!

"Khansa... Perkataanmu yang terakhir kali membuatku sedih. Bagaimana mungkin Kamu berkata seperti itu? Khansa yang kukenal tidak seperti ini. Dia adalah gadis yang polos, pendiam, pemalu dan suka menangis. Khansa yang kukenal tidak pernah berkata jahat seperti itu. Kenapa Kamu mengatakan hal itu? Apa Kamu benar-benar tidak ingin berteman denganku? Padahal Aku tulus ingin berteman dan bersahabat denganmu. Apa keinginanku terlalu tinggi?"

***

Happy Reading 🥰

Terpopuler

Comments

Ningke Endengi

Ningke Endengi

ha ha ha Dokter usil

2024-06-12

0

Alea

Alea

hahaha dokter Nina

2023-05-19

0

Tasyarani Putri

Tasyarani Putri

"cowo dan cewe bisa sahabatan tanpa baper-baperan, itu bisa, kalo cowonya gay"-fuji

2023-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!