Ch 9 - Aku Ingin Mandiri

Alex bersikeras bertanya alasanku menangis. Meskipun Aku tidak mau menjawabnya, namun Alex menahanku agar memberinya jawaban. Akhirnya Aku mengatakan alasannya.

Wajah Alex tampak lega. Sepertinya dia sudah membayangkan hal-hal aneh. Mendengar penjelasanku dia lega karena masalah yang kurasakan tidak sebesar yang dia pikirkan.

"Minum dulu." Alex menyerahkan bungkusan plastik yang sedari tadi dibawanya. Dengan ragu-ragu Aku menerimanya. Di dalam bungkusan itu terdapat sebotol susu rasa stroberi dan roti isi berukuran besar. Aku menatap Alex penuh tanda tanya.

"Aku tidak pernah melihatmu ke kantin. Kupikir Kamu pasti lapar." Alex menjelaskan dengan sedikit rona merah menghiasi wajahnya. "Makanlah."

Perasaanku campur aduk. Di saat hatiku sedang lemah, terpuruk mengecam diri sendiri yang tak berguna, tiba-tiba Alex kembali datang.

Aku meletakan bungkusan itu di samping tubuhku dan menatap Alex dalam-dalam. Begitu banyak pertanyaan di kepala, namun tidak bisa kujawab. Aku tidak bisa menghentikan diriku untuk bertanya.

"Alex..."

"Ya?"

"Boleh Aku bertanya sesuatu?"

"Pertanyaan apa? Kesediaanku untuk menjadi tutormu? Oke, Aku bersedia." Alex tersenyum kecil.

"Alex... Kenapa Kamu sangat baik padaku?"

"Ha?"

"Anak-anak yang lain mengacuhkanku. Menganggapku tidak ada. Tapi mengapa Kamu begitu baik?"

"Sudah jelas bukan, alasanku melakukannya." Alex menjawab dengan santai.

"Ha?"

"Karena Kamu temanku. Tidak ada salahnya bukan memperlakukan teman dengan baik?" Aku hanya bisa melongo mendengar penjelasan Alex. Sungguh penjelasan yang sangat sederhana.

"Cepat makan rotinya. Kamu pasti lapar." Alex berbalik, bersiap-siap untuk pergi. Namun sejurus kemudian dia menghentikan langkahnya. "Mulai saat ini Aku akan menjadi tutormu. Siapkan otakmu untuk belajar, oke?" Dia tersenyum kecil dan berbalik pergi. Meninggalkanku yang masih terbengong melihat punggung lebarnya menjauh.

***

Alex benar-benar menepati janjinya. Setiap jam istirahat datang dia akan mengajariku mata pelajaran yang menurutku sangat sulit. Ada trio matpel yang membuat otakku mendidih yaitu Fisika, Kimia dan Matematika. Alex dengan sabar mengajariku.

Hari ini adalah hari kedua dia menjadi tutorku. Jam istirahat pun tiba. Dia kembali mengajariku. Aku memperhatikan penjelasannya dengan seksama. Entah karena dia yang memang cerdas, seluruh penjelasannya tampak sangat mudah di mengerti.

Namun adakalanya pikiranku tidak konsentrasi. Berada dalam jarak dekat dengan pria tampan sepertinya pasti akan membuat gadis-gadis seumuranku panas dingin, tak terkecuali Aku.

Dalam kondisi serius wajahnya terlihat semakin tampan. Aku baru sadar ternyata Alex memiliki bulu mata yang panjang. Aku iri sekali melihatnya. Bagaimana mungkin seorang laki-laki memiliki bulu mata seindah itu?

"Ay, ngapain?" Kedatangan Diana membuyarkan lamunanku. Tiba-tiba saja cewek itu sudah berdiri dibelakang Alex dan menyentuh bahunya.

"Lho, sudah datang?"

"Ay, Kamu ngapain? Ayo ke kantin. Aku lapar nih." Suara Diana terdengar manja.

"Sebentar Yank, ini masih ngajari Khansa Fisika. Kemarin ujian dia hasilnya nggak memuaskan. Minggu depan kan ada ujian lagi jadi..."

"Kenapa harus Kamu sih Ay yang ngajarin? Kan dia bisa ikut bimbel. Ayo ke kantin sih." Diana memaksa. Dia berbicara seolah-olah tidak ada Aku di sana.

"Aku sudah mengerti. Aku bisa belajar sendiri. Terima kasih sudah mengajariku." Aku membereskan buku-bukuku, pertanda ingin menyudahi bimbel kilat itu. Aku merasa tidak enak setiap kali melihat tatapan Diana.

"Serius sudah mengerti Khans?"

"Iya, sudah mengerti."

"Tuh kan, dia sudah ngerti tuh. Ayo Kita ngantin." Diana menarik tangan Alex sehingga membuat pria itu dengan pasrah mengikutinya.

"Aku ke kantin dulu ya Khans." Alex melambaikan tangan. Aku hanya bisa menganggukkan kepala.

"Kenapa harus Kamu sih Ay yang ngajarin dia?! Aku nggak suka ya Kamu deket ma dia. Emang dia siapa sih sampai Kamu perhatiin segitunya?!" Aku mendengar suara Diana yang masih mengomel. Sepertinya Diana sengaja mengeraskan suaranya agar Aku bisa mendengar ketidaksukaannya padaku.

"Dia temanku Yank. Temanku. Apa salahnya sih ngajari teman sendiri?"

"Kamu menganggapnya teman! Tapi dia pasti tidak seperti itu! Jangan terlalu baik sama cewek lain. Aku nggak suka!"

"Ya ampun Yank, Kamu tahu kan Aku sayangnya cuma sama Kamu."

"Pokoknya nggak mau tahu. Jangan dekat-dekat dia lagi."

Dan sepertinya percakapan mereka masih sangat panjang. Aku tidak bisa mendengar percakapan mereka lagi karena jarak mereka yang semakin jauh.

Pantas kalau Diana tidak suka. Cewek mana sih yang suka cowoknya dekat cengan cewek lain? Meskipun sebatas menjadi tutor saja? Sepertinya Aku harus benar-benar menjauhi Alex. Aku tidak ingin gara-gara Aku hubungan Alex dan Diana semakin memburuk.

***

Aku benar-benar berusaha menjauhi Alex. Ketika istirahat tiba Aku akan pergi lebih dulu. Tempat persembunyian paling aman adalah di perpustakaan.

Aku memilih tempat di pojok ruangan dan menghabiskan waktuku dengan melamun. Terkadang Aku juga bersungguh-sungguh belajar. Namun di waktu lain Aku hanya akan membaca novel-novel yang ada di sana.

Alex berusaha untuk berbicara denganku. Namun usahanya tidak pernah berhasil. Entah itu karena kedatangan Diana atau guru yang menginterupsi pembicaraannya.

Hari ini adalah hari ke empat Aku tidak berkomunikasi dengan Alex. Sebenarnya kalau boleh jujur hatiku terasa semakin hampa. Mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan. Itu yang Aku alami sekarang.

Aku pikir dengan tidak berkomunikasi dengannya akan membuat perasaanku padanya sedikit demi sedikit akan berkurang. Namun ternyata tidak seperti itu.

Semakin hari Aku semakin merindukannya. Waktu yang paling membahagiakan untukku adalah saat-saat berada di kelas. Meskipun Kami tidak bisa bercakap-cakap seperti sebelumnya, namun setidaknya Aku bisa menatap punggungnya.

Alex... Aku menyukaimu...

"Kamu di sini ternyata. Aku mencarimu kemana-mana." Tiba-tiba wajah yang kurindukan berada tepat di depanku. Campuran rasa terkejut, bingung dan rindu menjadi satu. Aku menatap lekat-lekat Alex yang sudah duduk dengan nyaman di depanku.

"Jadi di sini persembunyianmu?" tanyanya sembari memperhatikan sekitar.

"Ke-kenapa Kamu bisa tahu Aku di sini?"

"Oh, Aku bertanya pada beberapa anak. Ada yang melihatmu di sini. Gimana? Sudah benar-benar paham dengan materinya?" Alex mengambil buku di depanku. Matanya terlihat heran dan memerah ketika melihat buku itu. Kemudian dia mengembalikan buku itu lagi padaku.

"Ehem. Sudah bisa belum?" tanyanya lagi.

"Eh, oh... Materi matpel Fisika? Su-sudah bisa..."

"Yakin?"

"Iya."

"Coba Aku test." Alex mengambil buku tulisku dan menuliskan soal di sana. "Coba kerjakan ini. Waktunya 7 menit."

"Iya." Aku mengambil soal itu dan mulai mengerjakannya. Aku merasa Alex sedang menatapku. Tapi Aku tidak berani untuk memastikannya. Aku mengerjakan dan mengerjakan. Belum 7 menit Aku sudah menyelesaikannya. Alex memeriksa pekerjaanku dan tampak senang ketika mengetahui jawabanku benar.

"Khansa..."

"Ya?"

"Kenapa beberapa hari ini Kamu menghindariku? Apa Aku berbuat salah?"

Mendapat pertanyaan seperti itu membuatku tertampar. Bukankah sudah jelas alasannya karena Diana tidak suka Alex dekat dengan cewek lain? Mengapa Alex malah menanyakan hal seperti itu?

"Nggak... Kamu nggak pernah salah. Aku hanya ingin belajar sendiri saja." Aku terdiam beberapa saat dan melanjutkan. "Aku pikir tidak baik selalu bergantung padamu. Aku ingin lebih mandiri."

"Maksudmu?"

"Aku ingin melakukan semuanya sendiri. Kamu tidak perlu peduli lagi. Terima kasih untuk semua kebaikanmu. Aku harap kedepannya Kita tidak perlu berkomunikasi lagi." Aku segera berdiri dan merapikan buku-bukuku. Kemudian dengan cepat berlalu dari hadapan Alex yang tampak terkejut mendengar ucapanku.

***

Happy Reading 🥰

Terpopuler

Comments

Ningke Endengi

Ningke Endengi

😍😍😍😍😍😍😍😍

2024-06-12

0

Yessi Siahaan

Yessi Siahaan

mau yang ke alex

2023-12-05

0

phity

phity

dr awal.aq bca sedih bwaannya...airmata sllu ada kasian kanza aku bsa merasakan bgmn kondisi dan posisi ya

2023-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!