Ch 8 - Skor Terburuk

Hari Senin pun tiba. Kami semua kembali pada rutinitas biasa. Aku dan adikku sekolah, sementara ayahku bekerja.

Hari ini Aku datang lebih awal. Aku lihat tidak ada orang di kelasku. Aku berjalan menuju mejaku dan duduk di sana.

Aku menatap meja di depanku. Tempat Alex duduk. Aku meyakinkan diriku untuk membuang perasaanku. Tapi Aku kembali goyah. Jangankan melihat orangnya secara langsung, melihat kursi yang didudukinya saja sudah membuat perasaanku goyah. Aku benar-benar tidak berguna.

Tak berapa lama kemudian kelas mulai ramai. Satu persatu murid mulai berdatangan. Tak terkecuali Alex. Aku tahu Alex datang, tapi Aku berpura-pura tidak melihatnya. Aku menyibukan diriku dengan hal lain.

"Hai..." Alex menyapaku. Aku langsung mendongakkan wajahku. Dan Aku kembali menatap wajah tampan itu.

"Eh... H-hai..."

"Sepedanya sudah Kamu terima?"

"Iy-ya. Terima kasih."

"Iya, sama-sama. Kemarin Kamu kemana?"

"Hah?"

"Aku dan Diana kemarin ke rumahmu. Tapi rumahmu nggak ada orang. Aku meneleponmu, tapi nomormu tidak aktif."

"Eh? Ke rumahku? Untuk apa?"

"Kita mau ngajak Kamu jalan. Kamu kemana?"

"Oh... Aku-aku keluar..." Alex sepertinya tidak puas dengan jawabanku. Dia ingin bertanya lebih lanjut, namun sejurus kemudian guru datang.

"Baiklah semuanya, sudah siap untuk ujian hari ini?" Ucap Ibu Susil yang merupakan guru Fisika.

"Tidak siap Bu." Seluruh murid menjawab serentak. Bu Susil tersenyum kalem.

"Siap tidak siap tetap harus ujian. Ketua kelas, silakan pimpin doa terlebih dulu." Ketua kelas memberi aba-aba berdoa, setelah selesai berdoa ujian pun di laksanakan.

Aku benar-benar benci pelajaran Fisika. Tadi malam Aku sudah belajar mati-matian, namun tetap saja Aku tidak bisa memahaminya. Kali ini sepertinya Aku hanya bisa pasrah.

Lalu Aku ingat kejadian di ujian semester kemarin. Alex dengan baik hati membantuku. Memberiku contekan agar Aku bisa lulus ujian semester. Kali ini Aku tidak ingin mengandalkannya, karena Aku sudah berjanji akan menghilangkan perasaanku kepadanya.

Soal ujian mingguan itu terdiri dari dua puluh soal yang kesemuanya soal essai. Seperti dugaanku, kepalaku berputar-putar membaca setiap soal. Aku mengerjakan sebisaku.

Alex berpura-pura meminjam tipe-x. Melalui kode mata dia bertanya, apa Aku bisa mengerjakan soal-soal itu atau tidak? Aku berbohong padanya. Aku menganggukan kepalaku dengan yakin. Alex tersenyum senang. Tampak kilat kebanggaan di matanya. Kilatan mata seorang ayah yang bangga terhadap putrinya?

Dua jam kemudian ujian itupun selesai. Aku menghela napas panjang ketika ketua kelas mengambil lembar jawabanku.

"Tadi beneran bisa?" Tiba-tiba Alex berbalik dan menatapku.

"Iy-ya. Aku bisa."

"Baguslah. Aku senang mendengarnya." Dia tersenyum dengan tulus.

Waktu istirahat pun datang. Lagi-lagi Diana datang ke kelas Kami untuk menjemput Alex. Diana mengajak Alex ke kantin. Alex memaksaku untuk ikut dengannya, tapi Aku menolak. Aku tidak ingin menjadi pengganggu bagi mereka.

Sampai saat ini pun Aku masih sangat heran dengan Alex. Mengapa dia begitu baik padaku? Aku yang bukan apa-apa ini? Apa tujuannya? Harusnya pemuda setenar dia mengacuhkan gadis cupu sepertiku tapi Alex malah sangat baik padaku.

Tidak ada bagian dari diriku yang bisa di manfaatkan. Baik itu dari segi kekayaan, harta, keluarga ataupun kepintaran. Alex tidak ada tujuan apapun. Kesimpulannya Alex hanyalah pria muda yang sangat baik.

***

Hasil ujian Fisika pun keluar. Aku menatap hasil ujianku dengan tatapan hampa. Mataku mulai berkaca-kaca. Seumur hidup baru kali ini Aku mendapatkan nilai paling buruk, skor 35!!

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa Aku bisa masuk ke SMA ini? Jawabannya karena keberuntungan.

Pada saat SMP Aku termasuk siswa yang cerdas. Nilai ujian nasionalku nomor dua tertinggi di SMP-Ku. Awalnya Aku bangga, Ayahku juga sangat bangga.

Tapi Kami lupa, SMP ku hanya SMP pinggiran. Nilai ujian nasional seperti milikku tidak ada artinya apa-apa bila dibandingkan dengan nilai di SMP kota. Dan itu terbukti.

Para guru menyarankanku untuk ikut test di SMA favorit (SMA ku yang sekarang). Awalnya Aku masih percaya diri. Namun begitu Aku melihat skor ujian nasional siswa yang lain, semangatku langsung down. Nilaiku tidak ada artinya apa-apa dibanding nilai mereka. Namun karena sudah terlanjur mendaftar, akhirnya Aku teruskan saja.

Aku mengikuti ujian seleksi masuk dan mengerjakan soal-soal sesuai batas kemampuanku. Aku pesimis bisa lolos mengingat sulit dan banyaknya soal yang tidak bisa kukerjakan.

Kejutan kembali terjadi. Dari dua ribu lebih siswa yang mendaftar, hanya 300 siswa yang diterima. Dan anehnya namaku ada di urutan 298. Aku benar-benar diterima di SMA Favorit!!

Awalnya sangat bangga, namun kebanggaanku itu dengan cepat sirna. Ada sistem pengkotak-kotakan di sana. Ada kelompok pintar, kaya, cantik, populer, cupu, terbuang atau transparan. Aku termasuk kelompok transparan atau terbuang. Keberadaanku sama sekali tidak di anggap. Aku hanya bisa pasrah menerimanya.

Masalah kembali datang. Sistem pengajaran di sekolah ini mengedepankan siswa harus belajar secara mandiri. Setiap guru datang hanya memberi ujian, tidak ada penjelasan sama sekali. Aku kelimpungan mengikuti sistem ajar yang baru ini.

Di SMP, Aku terbiasa mendengarkan guru menjelaskan. Mencatat dengan rajin dan kembali mempelajari pelajaran hari itu di rumah. Tapi sistem ajar di sini benar-benar berbeda. Aku benar-benar tidak bisa mengikutinya.

Aku begitu stress. Aku berusaha keras belajar sendiri di rumah, tapi tetap saja tidak bisa. Aku heran, mengapa teman-temanku begitu cepat mengerti dan memahami? Padahal guru tidak menjelaskan apa-apa. Ternyata rahasianya ada pada bimbel (bimbingan belajar).

Hampir 98% di kelasku mengikuti bimbel. Hanya Aku yang tidak mengikutinya. Jangankan mengikuti bimbel, buat makan saja susah. Jadi Aku hanya bisa belajar sebisanya. Berusaha mengerti apa yang tertulis di buku mata pelajaran.

Tadi malam pun Aku sudah belajar sampai tengah malam, berharap bisa menghadapi ujian Fisika kali ini. Namun ternyata harapanku terlalu tinggi. Aku mendapat skor 35!! Skor paling jelek yang pernah Aku terima.

Tanpa terasa airmataku mengalir. Aku benar-benar menjadi orang yang tak berguna. Usaha belajar yang kulakukan terasa sia-sia. Aku benar-benar bodoh.

Aku menutup wajahku dan menangis terisak-isak di belakang gedung sekolah, tempat yang biasa kugunakan untuk menyendiri. Aku begitu malu dengan diriku sendiri. Aku sudah berjanji pada ayahku untuk mengubah hidup Kami dengan sekolah yang rajin, menempuh pendidikan yang baik dan mendapatkan nilai yang bagus.

Kalau skor yang kuperoleh hanya sebatas ini, bagaimana mungkin Aku mengubah perekonomian keluarga?

"Huu... Huuu... Hiks..." Aku menangis terisak-isak. Aku tidak peduli lagi bila tangisku terdengar keras. Toh tidak mungkin ada orang yang mendengarnya.

KRESEEEK (Bunyi daun kering yang terinjak)

Aku terkejut mendengar suara itu. Aku memalingkan wajahku untuk melihat siapa yang datang.

"Kenapa menangis?"

Alex berdiri di depanku. Pantulan cahaya matahari yang membelakanginya membuat tubuhnya seperti siluet. Raut wajahnya nampak tak terbaca.

Aku cepat-cepat mengusap airmata yang membasahi pipiku dan berdiri.

"Aku-aku nggak menangis..." Ucapku dengan gugup sekaligus malu.

***

Happy Reading 🥰

Terpopuler

Comments

Se_rHa🍁

Se_rHa🍁

aku banget dulu di SMA gini masuk SMA fav ternyata nguras otak sistem pengajaran nya juga sama guru gak ngejelasin materinya tp murid cari sendri 3taun yg berat banget tiap harinya 😭

2024-09-03

0

Ningke Endengi

Ningke Endengi

aku nggak menangis

2024-06-12

0

Rina Widiyanti

Rina Widiyanti

bayar mahal tapi masih harus ngejar pakai bimbel rasanya sia2 dong

2023-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!