Ch 5 - Tugas Kelompok

Aku tetap dengan niat awalku. Pertemuan itu akan dilakukan jam 18.30 WIB, maka Aku pun berangkat pada pukul 17.30 WIB. Aku berharap bisa tiba di tempat acara tepat waktu.

"Yah, Khansa pamit keluar dulu ya."

"Mau kemana Nduk?"

"Ada tugas sekolah Yah."

"Tugas kelompok?"

"Iya, bisa dibilang seperti itu."

"Jauh tempatnya? Mau Ayah antar? Mumpung ada angkot."

"Nggak perlu Yah. Khansa bisa berangkat sendiri. Nggak jauh kok tempatnya. Khansa berangkat dulu ya Yah, Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya Nduk."

"Iya Ayah."

Sebenarnya diantar ayah akan lebih efektif untukku. Tapi Aku sadar diri. Angkot itu bukan milik ayahku. Bila Aku mengiyakan tawaran ayahku, akan sangat beresiko pada pekerjaan beliau. Coba bayangkan bila ada teman atau boss ayah melihat angkot itu digunakan untuk mengantar anaknya, pasti ayahku akan dipecat. Aku tidak ingin hal itu terjadi.

Tidak apa-apa Aku mengayuh sepeda. Toh sudah terbiasa melakukannya. Bersepeda juga membuat tubuhku semakin sehat. Jadi Aku akan baik-baik saja.

Pelan-pelan Aku mengayuh jengkal demi jengkal jalan yang ada. Sesuai dengan permintaan ayah, Aku mengayuh sepeda dengan hati-hati. Aku tidak ingin mengalami celaka dan membuat sedih ayah dan adikku.

Untuk mengusir kebosanan dan lelah yang mulai menghampiri, Aku menyanyi di sepanjang jalan. Keringat mulai bercucuran.

Aku berhenti sejenak dan memutuskan untuk istirahat. Mengambil botol minumku dan menegaknya. Rasa segar menghampiri tenggorokanku yang kering.

"Baiklah, mari berangkat lagi. Semangat!" Ucapku menyemangati diri.

Tak terasa Aku pun tiba di lokasi pertemuan. Aku melihat sekitar. Masih belum tampak wajah-wajah yang kukenal. Aku memutuskan untuk duduk di kursi kosong yang ada di sana.

Aku mengeluarkan ponsel dan menatap jam di sana. Waktu sudah menunjukan pukul 18.40 WIB, namun kenapa teman-temannya yang lain belum datang? Apa Aku salah tempat?

Aku kembali mengambil minumanku dan memutuskan untuk menunggu. Aku hampir terlelap ketika mendengar seseorang menyapaku.

"Khansa, sudah lama di sini?" Suara yang sangat familiar dan memenuhi mimpi-mimpiku. Membuat tubuhku otomatis tegap dan duduk dengan sikap sempurna. Aku melihat Alex di depanku. Seperti biasa, dia sangat tampan.

Alex memakai kaos polo berwarna putih yang di padu dengan celana jeans dan sepatu sporty. Dia tampak seperti malaikat tampan.

"Hei, Aku tanya tidak di jawab."

"Eh, uh i-iya eh ng-nggak..." Seperti biasa, Aku tiba-tiba menjadi orang paling bodoh sedunia ketika berhadapan dengan Alex.

"Ay, Aku lapar. Beliin Aku makan dulu gih." Tiba-tiba Diana muncul dan berdiri di dekat Alex. "Siapa dia?" Mata Diana menatapku lekat-lekat. Menilai dari bawah ke atas, dan kembali dari atas ke bawah. Wajahnya sedikit rileks mengetahui fisikku tidak mungkin bersaing dengannya.

"Oh, dia Khansa, teman sekelasku. Khans, ini Diana, cewekku." Alex berusaha mengenalkan Kami. Aku berdiri dan mengulurkan tanganku.

"Ay, Aku lapar. Beliin makan gih, please..." Diana merengek. Dia mengabaikan tanganku yang terulur. Aku kembali menarik tanganku.

Baiklah, Aku sudah terbiasa menerima perlakuan seperti ini. Mendapat satu kali lagi perlakuan yang sama, tidak akan membuatku sakit hati. Lagian, siapa Aku? Ingin bersalaman dengan Princess Diana? Itu tidak mungkin bukan?

"Tunggu di sini." Ucap Alex.

"Makasih Ay, makin cinta deh, hihi." Diana cekikan. Kemudian dia duduk di kursi di depanku. Aku yang salah tingkah akhirnya duduk di sebelahnya juga.

Berdua bersama Diana seperti ini membuatku sangat minder. Anggap saja seorang dewi dan pembantunya sedang duduk bersebelahan. Sungguh pemandangan yang lucu.

Diana mengacuhkanku. Dia sibuk membuka ponsel nokia keluaran terbaru. Aku hanya bisa diam dan bingung akan berbuat apa. Ini benar-benar situasi yang canggung menurutku.

Kemudian satu persatu Aku melihat wajah-wajah yang kukenali. Teman-teman sekelasku mulai berdatangan. Hampir semua dari mereka menyapa Diana dan mengacuhkanku yang duduk di sebelahnya. Aku benar-benar tidak ada di mata mereka.

Aku memutuskan untuk pindah ke tempat duduk yang lebih sepi dan menunggu acara itu di mulai.

Aku melihat Alex datang membawa bungkusan dan menyerahkannya pada Diana. Alex tidak hanya tampan wajahnya, tapi juga hatinya. Dia memperlakukan pacarnya dengan lembut dan menuruti permintaannya. Ah, andaikan ada pria seperti Alex dihidupku... Yah, Aku tidak berharap dia setampan Alex karena Aku sadar diri dengan kondisi fisikku, tapi setidaknya Aku ingin pria yang sebaik Alex...

Hah, mikir apasih Aku ini? Aku masih berumur 15 tahun. Bahkan ayahku masih menganggapku remaja kecil, mengapa pikiranku dipenuhi dengan Alex? Benar-benar memalukan.

Aku tengah menatap Alex ketika sejurus kemudian tatapan Kita bertemu. Aku salah tingkah. Cepat-cepat Aku memalingkan wajahku dan menyibukan diri dengan hal-hal tidak penting.

"Kok pindah kesini?" Tiba-tiba Alex sudah berada di mejaku. Dia meletakan bungkusan di depanku. Aku menatapnya dengan terkejut dan bertanya-tanya.

"Sedikit camilan. Lima belas menit lagi kumpul ya. Kita akan mulai acaranya." Tanpa menunggu jawaban dariku Alex melenggang pergi.

Aku tatap punggung Alex dalam-dalam. Baru saja Aku berkhayal memiliki seseorang yang memiliki kebaikan hati seperti Alex, tiba-tiba pria itu datang dengan membawakan sesuatu. Apa Aku sedang bermimpi?

Aku masih menatap Alex yang kembali bergabung dengan Diana. Wanita itu tampak protes dan melirikku dengan tatapan tajam. Aku menundukan wajahku.

Aku memutuskan tidak memakan camilan itu dan membawanya pulang. Tatapan Diana membuatku sangat tidak nyaman.

Seperti intruksi dari Alex, dalam lima belas menit ke depan Kita mulai melakukan briefing.

Alex mengatur timnya dan menempatkan sesuai dengan tugasnya. Setengah jam kemudian syuting tugas kelompok itu mulai dilakukan.

"Padahal nggak cantik-cantik amat, tapi songongnya minta ampun." Briana mengomel sembari menatap Diana yang selalu berdiri di samping Alex.

Aku mengikuti arah tatapan Briana. Hem, mungkin ada yang salah dengan mata Briana? Dilihat dari sudut pandang manapun, mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi. Yang laki-laki sangat tampan dan yang wanita sangat cantik. Dilihat dari sudut pandang manapun, level kecantikan Diana itu *sangat cantik*, bukan *nggak cantik-cantik amat*.

Yah wajar sih kalau Briana iri. Dia menyukai Alex. Dia pasti akan mencari-cari kesalahan wanita yang menjadi pasangan Alex, tak terkecuali saat ini.

"Rapiin rambutku." Perintah Briana.

"Baik." Aku menyisir rambutnya dengan pelan. Sebenarnya Aku bertugas sebagai seksi perlengkapan. Namun karena semua pekerjaanku sudah selesai, Aku ditugaskan untuk melayani pemeran utama wanita, yaitu Briana.

Syuting ala-ala itu dilakukan selama dua jam. Tema dari tugas kelompok itu bebas, sehingga mereka mengambil tema yang mudah yaitu percintaan remaja.

Adegan kali itu menceritakan seorang sepasang kekasih yang tengah melakukan kencan di sebuah food court.

Sebenarnya adegannya simple, yaitu Alex dan Briana makan bersama. Namun Briana berusaha mengambil kesempatan dengan beberapa kali memegang tangan Alex. Setiap kali itu terjadi, Alex serta merta akan menarik tangannya dan adegan akan kembali di ulang.

Aku saja yang bukan apa-apanya Alex merasa kesal dengan sikapnya, bayangkan bagaimana perasaan Diana?

Aku menatap ekspresi Diana. Dia terlihat kesal. Menurutku wajar sih dia seperti itu. Dia tidak mencakar wajah Briana saja sudah sebuah keberuntungan bagi Briana.

***

Happy Reading 🥰

Terpopuler

Comments

Mimos Silalahi

Mimos Silalahi

kasihan y jdi kanza

2025-02-09

0

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

semakin semangat baca
akunya

2024-11-12

0

Ningke Endengi

Ningke Endengi

aku semakin suka ..suka sama kamu

2024-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!