Ch 4 - Hadiah Kecil

Malam itu Aku tidak bisa konsentrasi belajar. Bayangan Alex menari-nari di benakku. Aroma tubuh dan shamponya seolah-olah memenuhi panca inderaku. Dalam hati dan pikiranku bertanya, mengapa Alex sangat baik padaku? Padahal Aku adalah orang yang terbuang.

Jangankan anak sekeren Alex, anak yang sama-sama secupu Aku pun membuangku. Jangankan mengajak bicara, menoleh saja tidak. Lalu mengapa Alex bisa sebaik itu?

Aku sangat senang Alex sebaik itu, tapi Aku juga ketakutan. Aku takut harapanku akan terlalu tinggi sehingga nantinya perasaan itu akan menghempaskanku begitu dalam.

Aku melihat diriku di kaca. Ya, Aku harus sadar diri. Inilah Aku, si upik abu. Tidak mungkin seorang pangeran tampan seperti Alex akan menoleh padaku. Bisakah Aku tetap menyukai Alex? Apakah Alex akan marah dan mengucilkanku bila tahu perasaanku?

Ya, Alex pasti akan merasa jijik. Seorang pria muda setampan dia disukai oleh anak sepertiku, pasti seperti aib baginya. Lebih baik Aku menyimpan perasaan ini sendiri. Itu pasti lebih bagus untuk Kita berdua.

***

Hari ini adalah pelajaran bahasa Indonesia. Guru memberi tugas untuk membuat film pendek yang berdurasi maksimal 30 menit. Setiap kelas wajib mengumpulkan satu film yang nantinya hasil dari film ini akan dilombakan dengan kelas lain.

Seperti biasa, Alex ditunjuk menjadi ketua. Dia mulai memutuskan tema film dan panitianya. Dia menunjuk seksi acara, bendahara, sekretaris, perlengkapan, para pemain, pembuat naskah, dan lain-lain.

Awalnya Alex menunjukku dibagian tim pembuat naskah, namun banyak yang protes karena merasa Aku tidak layak berada di tim itu. Kesepakatan bersama memutuskan Aku berada di tim perlengkapan.

Alex memilih para pemainnya. Karena wajah Alex paling tampan di antara yang lain, dia ditunjuk sebagai pemeran utama pria, sedangkan Briana sebagai pemeran utama wanita. Briana adalah salah satu remaja cantik yang berada di kelasku. Dari tatapan matanya, Aku tahu Briana menyukai Alex. Tapi Alex tidak pernah menggubrisnya karena dia sudah memiliki Diana.

"Catat semua nomor HP kalian. Agar tim acara lebih mudah menghubungi kalian satu persatu." Ujar Alex.

Mereka berkerumun dan menyerahkan nomor handphonenya. Aku hanya duduk di kursiku. Menatap mereka semua dengan bingung.

"Khansa, kenapa masih di sini? Tim acara sedang mendata nomor HP. Cepat kesana." Alex memerintah. Aku menatap Alex dengan bingung.

"Ak-Aku tidak punya nomor HP..."

"Serius Kamu tidak ada HP?" Alex bertanya dengan tidak percaya. Aku menganggukan kepalaku.

Hah, bagaimana mau beli HP, kalau buat makan saja masih susah? Keluargaku tidak seroyal itu. Kami lebih mementingkan mengenyangkan perut Kami yang acapkali kelaparan dibandingkan harus membeli sebuah HP.

Alex menatapku dengan pandangan tak terbaca. Kemudian binar kecil tampak dimatanya, seolah-olah dia sedang mendapat ide.

"Oke, nggak apa-apa kalau nggak ada HP. Kita akan memikirkan solusinya nanti." Dia tersenyum dan berbalik meninggalkanku.

Aku hanya bisa menghela napas berat. Hanya Aku yang tidak memiliki HP di kelas itu. Hanya Aku yang tidak bisa merasakan kenyamanan berkomunikasi itu. Tapi tidak apa-apa, setidaknya perutku masih kenyang.

***

Keesokan harinya, Aku ke sekolah seperti biasa. Hari itu kelas belum mulai. Aku langsung ke kursiku. Meletakan tas di laciku. Ketika meletakan tas, Aku merasa ada sesuatu di dalam laciku. Aku meraba-rabanya dan mengeluarkan bungkusan berwarna coklat.

Aku melirik ke kanan dan ke kiri, merasa mungkin ada seseorang yang salah meletakan barang di laci mejaku. Ketika tidak ada yang peduli dengan tingkahku, dengan gugup Aku membuka bungkusan itu.

Betapa terkejutnya Aku melihat dusbook HP Nokia 2300. Pikiranku dengan cepat langsung berpikir, pasti ada yang salah.

"Teman-teman, ada yang salah masukin barang di laci mejaku. Milik siapakah ini?" Aku mengacung-ngacungkan benda itu. Namun seperti biasa, tidak ada yang menghiraukanku. Aku bagaikan manusia transparan bagi mereka.

Ketika Aku berusaha untuk membuat pengumuman lagi, tiba-tiba kertas kecil melayang dari dossbook itu yang keberadaannya tidak begitu Kuperhatikan tadi.

Aku mengambil kertas itu dan membacanya.

"Pakai ini dulu. Ini bekas, bukan baru. Aku sudah tidak memakainya lagi, oke. Alex"

Aku menatap catatan itu dengan tidak percaya. Alex meminjamkan ponsel untukku? Untuk apa? Apa ini gara-gara kemarin Aku mengatakan padanya tidak punya HP?

Ah, Aku tidak boleh menerima pemberian ini. Aku harus segera mengembalikannya pada Alex.

Aku menunggu Alex datang. Dan benar saja, tidak berapa lama kemudian dia datang. Aku menunggu sampai jam istirahat tiba.

"Al... Alex..." Ujarku mencicit, berusaha memanggil-manggil namanya.

Alex menoleh dan langsung tersenyum melihatku. Ah, lagi-lagi senyum itu membuatku buta. Mengapa dia harus setampan itu?!

"Iya Sa? Oh, Aku tahu, Kamu mau bahas masalah HP kan? Aku tidak menerima pengembalian. Itu HP bekas, yang sudah tidak Aku pakai. Kamu bisa memakainya sekarang. Kalau Kamu tidak nyaman, anggap saja Aku meminjamkannya untukmu. Itu agar Kita sekelas lebih mudah berkomunikasi, tidak ada alasan lain. Oke?"

Aku bahkan belum berbicara, Alex sudah berbicara panjang lebar. Membuatku tidak bisa membantah dan hanya menganggukan kepalaku dengan bodohnya. Ya, Aku selemah itu bila berhadapan dengan Alex.

"Bagus. Nantinya tim acara akan mengirim jadwal pertemuan dan syuting Kita melalui ponsel. Aku sudah mendaftarkan nomormu. Jadi Kamu tidak perlu mendaftarkannya lagi."

"Ba-baik..." Hah, kenapa Aku tidak bisa membantah Alex? Selemah itukah hatiku?

Alex meninggalkanku sendirian di kelas. Seperti jadwal-jadwal sebelumnya, sepertinya dia mengunjungi kelas Diana, Sang Pujaan hati.

Aku kembali menatap dusbook HP itu di tanganku. Pelan-pelan Aku membukanya. Tampak ponsel berukuran mini yang cocok untuk perempuan. Ponsel itu berwarna putih dengan keypad berwarna pink dan ungu.

Apa ponsel ini benar-benar bekas Alex? Mengapa sangat girly sekali? Memikirkan Alex menggunakan ponsel itu membuatku terkikik.

Aku mulai belajar menggunakan ponsel itu. Aku melihat daftar kontak. Ternyata hampir semua kontak teman sekelas ada di sana. Aku mengetik nama Alex, dan nama itupun muncul. Hatiku tiba-tiba menghangat.

Menatap namanya di kontak HP saja sudah membuatku sebahagia ini. Aku merasa lebih dekat dengannya. Aku meraba namanya, seolah-olah Aku sedang memegangnya. Wajahku tiba-tiba memerah. Aku mengutuk pikiran kotorku sendiri.

Hah, bodoh sekali. Umurku bahkan masih 15 tahun. Mengapa Aku begitu memikirkan Alex? Ini sangat tidak bagus!

Ketika sedang asyik melamun, tiba-tiba ponsel itu bergetar. Pertanda ada pesan masuk.

"Nanti malam, jam 18.30 WIB berkumpul di Food Court daerah Ahmad Yani. Syuting pertama akan dimulai di sana. Mohon kehadirannya tepat waktu, karena masih ada briefing. Terima kasih."

Oh, daerah Ahmad Yani? Jaraknya sekitar 11 km dari rumahku. Kalau mengayuh sepeda lumayan capek juga. Kalau naik angkot harus ganti angkot dua kali, itu pemborosan. Tidak mungkin Aku membebani ayahku dengan meminta ongkos angkot.

Hemm, sepertinya Aku tetap harus mengayuh sepeda. Bila ingin tiba di sana tepat waktu, Aku harus berangkat satu jam sebelum acara di mulai. Baiklah, Aku pasti bisa melakukannya. Tetap semangat Khansa!! 😊

***

Terpopuler

Comments

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

aku ko sedih ya bacanya, lanjut thor

2024-11-12

0

Hafshah

Hafshah

aku pernah punya hp inii

2024-11-08

0

A7lite new

A7lite new

beneran ini cm cerita halu lhoo,tp aku nangis sesenggukan ini 😭😭😭😭

2024-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!