Ch 2 - Sapaan Pertama

Dia meminjam tipe-X ku. Ingin

rasanya benda itu Ku museumkan. Benda itu sudah tersentuh tangannya. Rasanya

masih tidak bisa di percaya pria itu mau berbicara denganku.

"Kamu dari SMP mana? Kok

Aku gak pernah keliatan Kamu?"

"Eh, em...Eh..." Aku

bingung. Kata-kata yang ingin Ku ucap tak bisa keluar. Padahal pria itu hanya

sedang menanyakan pertanyaan umum, dimana semua orang pasti bisa menjawabnya.

"Kamu bukan dari SMP X?

(Menyebut SMP terkenal di kotaku). Aku menggelengkan kepala. "Oh pantas

saja Aku tidak pernah melihatmu. Kita berasal dari SMP yang berbeda." Aku

mengangguk-anggukan kepala, seperti kerbau yang tengah di cocok hidungnya.

"Kenalin Aku Alex. Siapa

namamu?"

"Eh eum..." Lidahku

masih kelu. Aku ingin mengutuk kebodohanku sendiri.

"Hei, Aku membuatmu tidak

enak ya? Aku tidak akan mengganggumu lagi. Terima kasih tipeX-nya." Pria

itu kembali berbalik ke depan.

Aku ingin menjulurkan tanganku.

Menepuk bahu itu agar kembali menghadapku. Tapi tentu saja itu hanya ada di

angan-anganku saja. Aku terlalu pengecut untuk melakukannya.

Selama beberapa hari berikutnya,

dia benar-benar mengacuhkanku. Sepertinya dia lupa bahwa Aku adalah gadis

penghuni belakang kursinya. Aku pasrah. Lagi-lagi Aku hanya bisa menatap

punggungnya.

Tidak apa-apa dia mengacuhkanku.

Setidaknya Aku masih bisa menatap punggungnya.

Kejadian itu berlangsung selama

beberapa bulan. Akhirnya tibalah saat ujian. FYI (For Your Information),

kelasku terdiri dari 40 orang. Dan pengaturan duduk dalam ujian di sesuikan dengan

nomor urut di absen.

Mungkin nasib mujur sedang

berpihak padaku. Lagi-lagi dia duduk di depan bangkuku. Aneh sekali. Nama dia

berawalan dengan huruf "A", sementara namaku huruf "K",

bagaimana mungkin tempat duduk Kita bisa dekat seperti ini? Ah, lagi-lagi Aku

berpikir Tuhan sangat baik padaku. Tuhan tahu Aku tidak mungkin memilikinya,

jadi Tuhan berusaha untuk membuatku agar lebih mudah menatapnya.

Kembali ke hari ujian. Hari

pertama ujian ada 2 mata pelajaran yaitu matpel biologi dan fisika. Untuk matpel

biologi, Aku bisa mengatasinya karena pada dasarnya Aku menyukai matpel. Untuk

matpel kedua, Aku mati kutu. Aku benci matpel fisika, kimia dan matematika. Aku

sudah belajar mati-matian, namun otakku yang sedikit ini tidak bisa

menyerapnya. Kali ini pun demikian.

Hampir menangis Aku membaca

soal-soal yang tidak Ku ketahui jawabannya. Ingin rasanya Aku menghitung jumlah

kancing di bajuku dan menuliskan jawabannya. Di tengah keputusasaanku, pria 99%

berbalik ke arahku.

"Kamu sudah selesai?"

tanyanya. Aku menggeleng-gelengka kepala dengan mata memelas. Dia tersenyum

kecil melihatku yang begitu menyedihkan. Bukan senyum ejekan, hanya tersenyum

lucu saja. Dia kembali menghadap ke depan. Aku menghela napas berat.

Hah, pasti ujian semester kali

ini Aku akan mendapat nilai paling rendah lagi. Pikirku dengan sedih.

Lima menit berlalu. Tiba-tiba

tanpa berbalik, pria itu menjulurkan tangannya. Memberiku sehelai kertas kecil.

Aku menduga-duga, apa gerangan isi dari kertas itu?

Dengan hati yang berdebar, Aku

membukanya. Mataku langsung terbelalak begitu melihat jawaban di kertas itu.

Pria itu menulis nomor 1-50. Dan hampir semua nomor itu terisi. Mungkin hanya

ada 3-4 nomor yang belum terisi. Di bawahnya ada catatan : yang belum di isi,

aku tidak tahu jawabannya.

Hah? Pria ini serius sedang

memberiku contekan? Apa ini bukan isian jebakan? Sebenarnya apa tujuannya?

Otakku berpikir, namun tidak menemukan jawaban. Akhirnya Aku pasrah. Aku

menulis semua jawaban yang dia berikan. Aku hanya berharap pria itu tidak

sedang menjebakku.

Waktu ujian pun selesai. Semua

lembar jawaban harus di kumpulkan. Ketika sedang melewati pria itu, Aku

menatapnya. Pria itu tersenyum manis. Ingin meleleh rasanya melihatnya

tersenyum seperti itu.

Aku kembali duduk di kursiku.

Aku menulis di secarik kertas kecil. Dengan ragu Aku mencowel-cowel bahunya.

Dia menoleh. Dengan cepat Aku memberikan kertas itu dan kabur keluar dari

ruangan. Aku sangat malu. Isi dari kertas itu sebenarnya sangat simple, hanya

ucapan terima kasih. Tapi Aku tak sanggup melihat dia membacanya.

Hari-hari pun berlanjut. Dia

tetap konsisten membantuku. Terutama di tiga pelajaran yang tidak mampu Ku

kuasai. Lama kelamaan, Aku mulai bisa bercakap-cakap dengannya.

"Namamu siapa?"

tanyanya.

"Ak-aku Khansa..."

"Kamu dari SMP mana?"

"SMP X." (SMP yang

tidak terkenal dan terletak di pinggiran kota)

"Dimana itu?" tanyanya

bingung. Wajar saja dia tidak mengetahui SMP yang kusebut. Memang Aku berasal

dari SMP tidak terkenal kok.

Aku berusaha menjelaskan

sebisaku. Dia mengangguk-angguk, entah mengerti atau tidak.

"Kamu sendirian atau ada

teman yang lain?"

"Ak-aku sendirian..."

"Oh...pantas saja."

"Pan-pantas kenapa?"

"Kamu terlihat selalu

sendiri." katanya bergumam.

"Lex, ayo ke kantin."

Tiba-tiba segerombol teman Alex datang. Memaksa Alex untuk mengikuti mereka.

Alex pergi bersama mereka. Meninggalkanku yang kembali sendiri.

Aku menelungkupkan tanganku di

meja. Menjadikannya sebagai bantalan. Perutku lapar, tapi Aku berusaha untuk

menahannya. Aku berharap dengan tidur di waktu jam istirahat, akan menunda

laparku.

Bila ada yang bertanya-tanya,

mengapa Aku tidak ke kantin saja dan membeli makanan? Jawabannya tentu saja

karena Aku tidak punya uang. Aku ke sekolah terkadang mengayuh sepeda, namun

lebih banyak di antar ayahku yang profesinya sebagai sopir angkot.

Sebenarnya, sepeninggalnya

Ibuku, Aku menggantikan posisi beliau dalam urusan rumah tangga. Aku bangun

subuh untuk masak, nyuci baju, cuci piring, setrika seragam dan memandikan

adikku yang masih SD kelas 2. Karena padatnya rutinitasku di pagi hari, tak

ayal Aku jarang berkesempatan untuk sarapan. Menjelang siang perutku akan

terasa lapar, sama seperti yang Ku alami siang ini.

Aku hanya berharap agar bisa

segera pulang. Aku ingin makan yang banyak. Tiba-tiba bau makanan menusuk

hidungku. Aku menoleh mencari sumber bau itu.

Ternyata ada yang membawa

makanannya ke dalam kelas. Aku menghirup baunya dengan lama. Berharap dengan

melakukan hal seperti itu akan mengusir rasa laparku.

Perutku semakin berbunyi keras.

Pertanda semakin meronta untuk di isi makanan. Aku memalingkan wajahku. Kembali

menelungkupkan wajahku di atas meja. Air mataku tiba-tiba mengalir.

"Andaikan Ibu tidak

meninggal, Aku pasti tidak akan kelaparan seperti ini. Ibu pasti akan

membawakanku bekal. Memasak, mencuci dan mengurus adik untukku.

Andaikan..." Hah, terlalu banyak perandaian dalam hidupku. Aku merindukan

ibuku. Aku benar-benar merindukan beliau. Dan Aku menangis.

Kisah yang tidak keren. Dari

seorang anak berumur 15 tahun. Terkadang Aku berpikir, apakah hidupku akan

menjadi berbeda bila Aku terlahir menjadi anak orang kaya?

Tapi pikiran-pikiran seperti itu

kutepis. Aku seharusnya bersyukur. Masih di berikan seorang ayah yang

bertanggung jawab dan adik kecil yang lucu.

Terkadang Aku merasa lucu dengan

diriku sendiri. Bagaimana mungkin Aku memikirkan masalah  cinta ketika dalam urusan perut pun Aku masih

belum kenyang?

Cinta memang sangat jauh dari

genggamanku. Tapi dalam hati kecilku, Aku sangat berharap cinta itu datang

kepadaku.

***

Happy Reading ^^

Terpopuler

Comments

Anietcha Moy

Anietcha Moy

saking aku sukanya ini cerita februari 2021 aku pertama membacanya , terus ku taruh di Ig ku bayangkan misua ku sebagai Alex ♥️💙😁

2024-11-20

0

A7lite new

A7lite new

ini cm cerita karangan lhooo ,mn ud.th 2024 tp aqohh tetep mewek 😭😭😭

2024-10-30

1

tien

tien

😭😭😭

2024-09-29

1

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!