Ch 18 - Aku Benci Kamu!!

Aku membelalakan mataku dengan terkejut. Alex sepertinya sudah gila. Bagaimana mungkin dia melontarkan kata-kata seperti itu?!

"Hahaha... Kaget ya. Aku bercanda kok. Tenang saja, Aku tidak mungkin memacari teman sendiri." Alex menepuk-nepuk bahuku dengan lembut.

Aku masih terdiam. Menunggu dia bercerita dan membuka suara. Sebenarnya mulutku sudah gatal, ingin bertanya apa alasan dia putus dengan Diana? Namun Aku menahannya.

Alex sepertinya memutuskan untuk tidak bercerita tentang Diana. Dia malah bertanya-tanya hal lain. Seperti bagaimana kondisi kelasku yang baru? Apakah Aku bisa beradaptasi? Dan berbicara tentang perkembangan Fian dan Alkhans.

"Kapan-kapan Kita jalan-jalan lagi yuk."

"Iya."

"Kalau Aku tidak sibuk."

"Iya."

"Carikan Aku pacar baru."

"Iya." Aku langsung mendongak, menyadari mulutku yang salah berucap. "Eh, mak-maksudku nggak..."

"Hahaha, Kamu sudah janji mau carikan Aku pacar. Tepatin janjimu Khans."

"Ta-tapi Aku nggak ada kenalan..." Aku mencicit dengan lemah. Andaikan penampilan fisikku setengahnya Diana saja, mungkin Aku sudah menawarkan diri untuk menjadi pacarnya Alex. Tapi karena Aku sadar diri, Aku hanya bisa terdiam saja.

"Bercanda. Tetap belajar yang rajin ya. Kalau ada kesulitan di pelajaran, jangan sungkan-sungkan tanya ke Aku." Alex menyentuh rambutku.

Sikapnya yang seperti ini yang membuatku terkadang salah mengartikan perhatiannya. Padahal Alex mungkin tidak berniat apa-apa. Apapun yang dilakukan Alex selalu saja membuatku lemah.

Kami berbincang-bincang topik umum. Alex sama sekali tidak menyinggung Diana. Ketika bel tanda pelajaran berbunyi, Kami berpisah dan masuk ke kelas masing-masing.

***

Setiap hari Aku kembali menunggu kehadiran Alex. Tapi yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Ketika Aku mulai mencari-cari keberadaannya, tanpa sadar Aku melihatnya dengan wanita lain.

Mereka tampak sangat akrab. Bahkan wanita itu mengaitkan tangannya di lengan Alex. Apakah dia pacar barunya Alex?!

Hatiku mencelos. Semudah itu Alex berganti pacar? Apakah memang perasaannya pada Diana tidak sedalam yang kubayangkan?

Ya, untuk ukuran pria muda seperti Alex pasti akan banyak wanita yang mengantri untuknya. Dari semua sisi dia sempurna. Jadi tidak heran bila dia dengan cepat mendapatkan pacar hanya dengan satu kali kedipan mata. Tentu saja wanita yang dipilihnya yang sesuai dengan standarnya. Minimal cantik dan modis, yang secara fisik bisa mengimbanginya.

Aku hanya bisa menghela napas berat. Dilema menyukai pria paling populer di sekolah memang seperti ini. Harus siap sakit hati melihat dia berganti-ganti pasangan di depan mata.

Hari itu Aku merasa sangat bosan dan kesepian. Ketika istirahat datang, Aku keluar kelas dan memutuskan untuk sekedar berjalan-jalan. Meskipun hatiku sakit, tapi Aku masih berharap bisa melihat wajah Alex. Bodoh memang, tapi mau bagaimana lagi. Perasaanku tidak bisa dipungkiri.

Aku ke kelas Alex dan ke kantin. Berharap bisa bertemu dengannya. Namun tidak Aku lihat Alex di sana. Akhirnya Aku ke tempat favoritku, yaitu belakang gedung sekolah. Di tempat itu Aku bebas berekspresi tanpa takut diketahui teman-temanku yang lain.

Aku tiba di tempat persembunyianku, namun ternyata Aku melihat ada orang lain di sana. Dua manusia berbeda jenis kelamin sedang asyik memadu kasih. Berciuman dengan sangat panas. Sang pria merengkuh tubuh si wanita sementara tangannya menjalari tubuh si wanita dengan bernafsu sedangkan si wanita mengalungkan tangannya di leher sang pria. Tubuh mereka menempel dengan sangat ketat, seolah-olah tak terpisahkan. Mereka benar-benar menikmati ciuman panas itu.

Melihat hal yang seperti itu membuat mataku panas. Aku cepat-cepat berbalik dan melangkah pergi. Sialnya Aku tidak memperhatikan langkahku dan menendang kaleng kecil yang ada di sana.

KLAAANGG

Tubuhku sejenak kaku, namun Aku buru-buru menguasai diri dan melangkah pergi.

"Khansa..." Suara yang sangat familiar menghentikan langkahku. Aku berbalik untuk memastikan bahwa pemilik suara itu adalah orang yang kukenal.

Aku melihat Alex dan Briana di sana. Mereka sudah saling melepaskan pelukan. Liptint Briana tampak belepotan, sementara bibir Alex tampak pink kemerahan karena bekas liptint.

Hatiku mencelos. Perasaan sakit dan terluka menguasaiku. Mataku mulai panas. Sebelum Aku mempermalukan diriku sendiri, Aku berbalik dan melangkah pergi. Aku melangkah secepat yang Aku bisa.

"Khansa!" Aku merasa lenganku sedang diraih dan ditarik untuk mendekat, membuatku harus kembali berhadapan dengannya.

Aku menunduk. Aku tidak mau melihat Alex. Aku benci melihat Alex dengan bibir merah karena bekas liptint wanita lain!!

"Le-lepaskan Aku." Aku berusaha melepaskan tanganku yang dipegang olehnya. Namun Alex semakin mempererat pegangannya.

"Lex..." Suara Briana memanggil.

"Pergi!" Ujar Alex. Suaranya tampak dingin.

"Huh!" Briana menghentakan kakinya dan pergi dari tempat itu. Menyisakan Kami berdua dalam keheningan.

"Lepaskan Aku..." Cicitku lemah. Masih terbayang dengan jelas di mataku bagaimana mereka berciuman. Tidak tampak seperti ciuman anak remaja pada umumnya. Ciuman Alex kali ini sangat berbeda dengan saat dia mencium Diana. Alex tampak menjadi orang berbeda. Seperti pria dewasa yang dipenuhi dengan nafsu. Aku takut dengan Alex yang sekarang.

"Khansa... Kamu kaget ya..." Alex menarik tanganku hingga tubuhku terbentur tubuhnya. Dia memelukku dan mendekap kepalaku hingga bergelung di dadanya. "Lupakan apa yang Kamu lihat ya. Sshh... Lupakan..." Mungkin memang Aku yang terlalu bodoh, tanpa terasa airmataku menetes. Aku menangis di depannya.

"Huuu... Huuu... Hiks..." Aku yang bodoh menangis. Aku benci Alex. Aku benci Alex. Aku benci Alex. Aku tanamkan kata-kata itu dikepalaku.

Aku memukul-mukul dada Alex sembari mengucapkan kata-kata itu dalam hati. Alex bodoh! Alex bodoh! Alex bodoh! Aku benci!!

"Sshhh... Maaf ya... Jangan nangis lagi. Maaf... Maaf... Sshh..." Alex tetap memelukku.

Bel tanda istirahat berakhir berbunyi, namun Alex tetap tidak melepaskan pelukannya. Aku beringsut menjauh, namun dia tetap memelukku.

Dasar laki-laki bodoh! Baru saja tubuh ini, tangan ini, bibir ini menyentuh wanita lain! Tapi saat ini tubuhnya malah memelukku! Dan Aku dengan bodohnya tidak menolaknya!! Siapa yang sebenarnya bodoh di sini?!

Entah berapa lama Aku menangis. Ketika tangisku sudah tenang, Alex mendudukanku di rerumputan. Dia duduk di sebelahku sembari menghela napas. Kemudian dia mengeluarkan sebatang rokok dan memantiknya.

"Maaf ya..." Ucapnya sembari menghembuskan asap rokok. Aku tidak mau menjawab. Aku benci, Aku benci Alex!

"Aku sudah mencemari matamu." Alex menoleh padaku dan mengacak-ngacak rambutku. Aku menepis tangannya dengan kesal.

"Woo... Woo... Kesal ya. Maaf ya Adek kecil, Kakak sudah memperlihatkan tontonan yang tidak seharusnya Kamu lihat. Maaf ya..." Dia kembali mengacak-ngacak rambutku, lagi-lagi Aku menepisnya dengan keras.

"Hehe, anak kecil kalau marah lucu juga ya." Alex mentowel-towel lenganku, Aku menghempaskan tangannya dengan gemas. Aku benci!!

Alex kembali duduk bersandar ke tembok. Dia menghela napas dalam-dalam. Dia menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan ke udara. Tatapan matanya tampak menerawang. Ada kesedihan di dalamnya.

"Kenapa?" tanyaku tanpa sadar.

"Hah?" Alex menoleh padaku.

"Kenapa melakukan hal kayak gitu?"

"Hal kayak gitu? Ciuman maksudnya? Ya, karena Aku suka, hehe. Mau coba ciuman sama Aku?" Tiba-tiba Alex meraih tubuhku dan mendekatkan wajahnya. Dia menatap mataku dalam-dalam. Pikiranku seolah-olah terhipnotis oleh mata itu. Aku terdiam. Sedikit demi sedikit wajah Alex mendekat. Aku hampir saja terbuai. Namun sejenak kemudian Aku melihat bibirnya yang berwarna pink muda, bekas liptint Briana! Rasa marahku kembali datang.

Dengan sekuat tenaga Aku mendorong tubuh Alex dengan keras. Membuat pria itu jatuh terjerambab.

"Aku benci!! Aku benci Kamu yang seperti ini!!" Teriakku dengan lantang. Aku berdiri dan berlari ke kelasku. Airmata kekesalan membasahi pipiku.

"Alex bodoh!! Alex bodoh!! Alex bodoh!! Aku benci Kamu!!" Teriakku dengan kesal.

***

Happy Reading 🥰

Terpopuler

Comments

Ningke Endengi

Ningke Endengi

kalau suka katakanlah

2024-06-12

0

Alea

Alea

bingung mau komen apa terkait Alex.
oke Alex remaja tampan,tapi kan ini tahun 2008.
anak anak sekolah belum seberani sekarang dalam asmara

2023-05-20

2

Erny Manangkari

Erny Manangkari

kenapa Alex hanya menganggap Khansa sebagai teman

2023-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2 Ch 2 - Sapaan Pertama
3 VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4 Ch 3 - Bantuan Kecil
5 Ch 4 - Hadiah Kecil
6 Ch 5 - Tugas Kelompok
7 Ch 6 - Kamu Manis
8 Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9 Ch 8 - Skor Terburuk
10 Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11 Ch 10 - Dismenore
12 Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13 Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14 Ch 13 - Aku Menyukaimu
15 Ch 14 - Seorang Upik Abu
16 Ch 15 - Teman Yang Tulus
17 Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18 Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19 Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20 Ch 19 - Datang ke Rumah
21 Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22 Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23 Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24 Ch 23 - Ujian Nasional
25 Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26 Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27 Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28 SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29 Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30 VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31 ILUSTRASI JABATAN
32 Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33 Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34 Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35 Ch 32 - Pengumuman Reuni
36 Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37 Ch 34 - Aku Merindukanmu
38 Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39 Ch 36 - Aku hanya Figuran
40 Ch 37 - Menolak Lamaran
41 BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42 Ch 38 - Kemarahan Andre
43 Ch 39 - Sakit
44 Ch 40 - Menebak-nebak
45 Ch 41 - Kegelisahan
46 Ch 42 - Membuat Keputusan
47 Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48 Ch 44 - Mimpi
49 Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50 Ch 46 - Berita Mengejutkan
51 Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52 Ch 48 - Lari Darimu
53 Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54 Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55 Ch 51 - Tunggu Aku
56 Ch 52 - Drama Keluarga
57 Ch 53 - Menikah
58 Ch 54 - Pria Mesum
59 Ch 55 - Malam Kedua?
60 Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61 Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62 Ch 58 - Maafkan Papa
63 Ch 59 - Pelajaran Penting
64 Ch 60 - Pelajaran Part 1
65 Ch 61 - Pelajaran Part 2
66 Ch 62 - Pelajaran Part 3
67 Ch 63 - Alkha
68 Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69 Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70 Ch 66 - Berteman
71 Ch 67 - Pulang Kampung
72 Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73 Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74 Ch 70 - Keinginan Kecil
75 Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76 Ch 72 - Kunjungan Cabang
77 Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78 Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79 Ch 75 - Khansaku
80 Ch 76 - Di Tinggalkan
81 Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82 Ch 78 - Melepas Perasaan
83 Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84 Ch 80 - Mengacuhkanmu
85 Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86 Ch 82 - Karma
87 Ch 83 - Lepaskan Aku
88 Ch 84 - Jawaban
89 [POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90 [POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91 [POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92 [POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93 [POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94 [POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95 [POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96 [POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97 [POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98 [POV Alex] Ch 94 - Amarah
99 [POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100 [POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101 [POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102 [POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103 [POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104 [POV Alex] Ch 100 - Memantau
105 [POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106 [POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107 [POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108 [POV Alex] Ch 104 - Diana
109 [POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110 [POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111 PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112 Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114 NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115 NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON
Episodes

Updated 115 Episodes

1
SEASON 1 Ch 1 - Pria 99%
2
Ch 2 - Sapaan Pertama
3
VISUAL CAST (SETTING CERITA TAHUN 2008)
4
Ch 3 - Bantuan Kecil
5
Ch 4 - Hadiah Kecil
6
Ch 5 - Tugas Kelompok
7
Ch 6 - Kamu Manis
8
Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda
9
Ch 8 - Skor Terburuk
10
Ch 9 - Aku Ingin Mandiri
11
Ch 10 - Dismenore
12
Ch 11 - Mengapa Begitu Mengkhawatirkanku?
13
Ch 12 - Tidak Bisa Ikut Ujian
14
Ch 13 - Aku Menyukaimu
15
Ch 14 - Seorang Upik Abu
16
Ch 15 - Teman Yang Tulus
17
Ch 16 - Tidak Sekelas Lagi
18
Ch 17 - Kamu Mau Jadi Pacarku?
19
Ch 18 - Aku Benci Kamu!!
20
Ch 19 - Datang ke Rumah
21
Ch 20 - Curhatan Pemuda Patah Hati
22
Ch 21 - Membuatmu Membenciku
23
Ch 22 - Berusaha Melupakanmu
24
Ch 23 - Ujian Nasional
25
Ch 24 - Mendapat Beasiswa
26
Ch 25 - Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
27
Ch 26 - Penyesalan (SEASON 1 END)
28
SEASON 2 Ch 27 - Memulai Hidup Baru
29
Ch 28 - Kehidupan di Kantor
30
VISUAL CAST (MASA SEKARANG)
31
ILUSTRASI JABATAN
32
Ch 29 - Alex, Kamu Dimana?
33
Ch 30 - Apakah Itu Lamaran?
34
Ch 31 - Lamaran Yang Sesungguhnya
35
Ch 32 - Pengumuman Reuni
36
Ch 33 - Pertemuan Pertama Kita
37
Ch 34 - Aku Merindukanmu
38
Ch 35 - Melakukan Dosa Besar
39
Ch 36 - Aku hanya Figuran
40
Ch 37 - Menolak Lamaran
41
BONUS FOTO ALEX & KHANSA
42
Ch 38 - Kemarahan Andre
43
Ch 39 - Sakit
44
Ch 40 - Menebak-nebak
45
Ch 41 - Kegelisahan
46
Ch 42 - Membuat Keputusan
47
Ch 43 - Memulai Hidup Baru, Berdua Denganmu
48
Ch 44 - Mimpi
49
Ch 45 - Sehat dan Tidak Rewel
50
Ch 46 - Berita Mengejutkan
51
Ch 47 - Pertemuan Tak Terduga
52
Ch 48 - Lari Darimu
53
Ch 49 - Kapan Kita Akan Menikah?
54
Ch 50 - Aku Tidak Mau Menikah Denganmu
55
Ch 51 - Tunggu Aku
56
Ch 52 - Drama Keluarga
57
Ch 53 - Menikah
58
Ch 54 - Pria Mesum
59
Ch 55 - Malam Kedua?
60
Ch 56 - Kembali ke Jakarta
61
Ch 57 - Tinggal di Rumah Baru
62
Ch 58 - Maafkan Papa
63
Ch 59 - Pelajaran Penting
64
Ch 60 - Pelajaran Part 1
65
Ch 61 - Pelajaran Part 2
66
Ch 62 - Pelajaran Part 3
67
Ch 63 - Alkha
68
Ch 64 - Lagi-lagi Bertemu
69
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!
70
Ch 66 - Berteman
71
Ch 67 - Pulang Kampung
72
Ch 68 - Jangan Lari Dariku
73
Ch 69 - Jangan Dengarkan Kata Orang
74
Ch 70 - Keinginan Kecil
75
Ch 71 - Ngidam Kok Lihat Sawah?
76
Ch 72 - Kunjungan Cabang
77
Ch 73 - Bertemu dengan Mantan
78
Ch 74 - Apa Kamu Menyayangiku?
79
Ch 75 - Khansaku
80
Ch 76 - Di Tinggalkan
81
Ch 77 - Menunggu Kabarmu
82
Ch 78 - Melepas Perasaan
83
Ch 79 - Fokus Pada Bayiku
84
Ch 80 - Mengacuhkanmu
85
Ch 81 - Pergi Melakukan Pemeriksaan
86
Ch 82 - Karma
87
Ch 83 - Lepaskan Aku
88
Ch 84 - Jawaban
89
[POV Alex] Ch 85 - Bertemu dengan Si Polos
90
[POV Alex] Ch 86 - Sosok Yang Menarik
91
[POV Alex] Ch 87 - Cemburu Pada Orang Yang Salah
92
[POV Alex] Ch 88 - Kedatangannya
93
[POV Alex] Ch 89 - Kenapa Menangis?
94
[POV Alex] Ch 90 - Kau Membuatku Khawatir
95
[POV Alex] Ch 91 - Bibirnya Terlihat Menarik
96
[POV Alex] Ch 92 - Membayar Tagihan
97
[POV Alex] Ch 93 - Pemandangan Yang Mengejutkan
98
[POV Alex] Ch 94 - Amarah
99
[POV Alex] Ch 95 - Mencari Alasan
100
[POV Alex] Ch 96 - Dia Membenciku
101
[POV Alex] Ch 97 - Hati Yang Hancur
102
[POV Alex] Ch 98 - Pandangan Mata
103
[POV Alex] Ch 99 - Selamat Tinggal Khansaku
104
[POV Alex] Ch 100 - Memantau
105
[POV Alex] Ch 101 - Mengatur Reuni
106
[POV Alex] Ch 102 - Bertemu
107
[POV Alex] Ch 103 - Malam Reuni
108
[POV Alex] Ch 104 - Diana
109
[POV Alex] Ch 105 - Kehilanganmu
110
[POV Alex] Ch 106 - Mimpi Yang Menjadi Nyata?
111
PENGUMUMAN GEEEENKKKK
112
Novel Kamu Bukan Figuran Sudah Release
113
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
114
NOVEL AKU HANYA FIGURAN & KAMU BUKAN FIGURAN SUDAH TERBIT!!
115
NOVEL SECRETLY LOVING YOU DI NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!